Ahaha~ Akhirnya JML sebentar lagi akan tamat... :D

Oke, sekarang kita teruskan~~~

--- (Claire's POV) ---

--- Claire's Farm ---

Aku terduduk di ladangku yang penuh dengan tanaman mentimun dan kentang. Jack ada di sebelahku, sibuk menyiram tanaman.

"He, he, Claire, akhirnya semuanya udah kesiram ya?" Jack tertawa kecil, mengajakku bicara.

Aku tak menjawab. Kubuang mukaku.

--- (Jack's POV) ---

"Hei, Claire, kok enggak jawab, sih?" tanyaku heran. Oh, ya, kemarin Claire bilang jangan bicara-bicara dulu sama dia ya...

Aku menjauhi Claire, menyimpan pot penyiram di dekat rumah Claire. Aku hanya bisa menghela napas. Claire masih tidak mau memaafkanku. Dia memang gadis yang baik, tapi dia masih marah padaku.

"Aku mau ngasih makan Abiru dulu ya." ucapku pendek, berusaha mendapat jawaban dari Claire.

Claire hanya melihatku sebentar, dan mengacuhiku.

Kutatap perlahan Claire yang berjalan sendirian. Ya sudahlah. Aku mulai berjalan ke kandang Abiru. Saat masuk ke kandang Abiru, Abiru sedang sibuk memakan jerami sisa kemarin.

"Hei, Abiru. Apa kabar?" sapaku.

Abiru hanya mengangguk sambil menepuk lututku.

Aku tersenyum sambil menambahkan jerami segarpu. Abiru cuma melenggokkan pantatnya karena senang makanannya bertambah. Sapi muda itu langsung meraup jerami yang baru kuambil.

"Hey, jangan dimakan dulu! Itu untuk besok!" aku berusaha menjauhkan Abiru dari tempat pakan. Tapi Abiru menolak, meninju pantatku hingga aku bergeser sejauh tiga meter satu desi dua puluh lima koma empat senti. Abiru melotot menatapku. Kubalas melotot. Abiru nonjok pantatku lagi. "KAMU NANTANG BERANTEM HAH?!"

Abiru mengangguk, dan dia menonjok pantatku lagi.

"OKE!!!" Aku segera mengambil cangkul di ranselku, bersiap menabok kepala sapi kelewatan dan sinting itu.

Abiru sudah siap meninjuku lagi sambil memasang ancang-ancangnya.

"SATU, DUA, TI..."

"Berentiiii!!!!!!!!!!!" teriak seseorang.

Aku dan Abiru menoleh. Claire?

"Kalian jangan berantem dong!!" keluh Claire, tapi tetap tak mau menatapku. "Kalian jangan berantem atau... Abiru! Mau kujadikan kamu steak hah?"

Abiru langsung gemetaran, takut dijadiin skrewer makanan terkenal.

"Dan kau, Jack..." Claire masih tak mau menatapku. "..... Kembalilah bekerja." Setelah berbicara itu, Claire pergi.

Aku menghela napas. Claire masih marah padaku. Kuambil lagi segarpu jerami untuk Abiru. Setelah itu, aku keluar.

Claire membawa keranjang, sambil mendekat padaku. Tapi mukanya masih tak mau menatapku. "Nih. Ambil, dan bawa rumput-rumput liar untuk tambahan shipment."

"Claire, aku..."

"Kerjakan!" Claire berkata begitu dan masuk ke rumahnya.

Lagi-lagi aku menghela napas. Ya sudahlah. Apa boleh buat.

Aku membawa keranjang kayu sambil celingak-celingukan, berniat mencari rumput-rumput liar.

"Hey!"

Aku menoleh. Ada seseorang yang memanggilku.

"Hey! Jack!" sapa seseorang menghampiriku. Oh, dia Cliff. Sohib sesama penyendiriku. "Aku mau nyari rebung. Kamu mau ngapain?"

"Mau nyari rumput liar buat Claire."

"Oh... Dia lagi kesel sama kamu ya? Kubantu deh, sekalian nyari rebung buat di Inn. Mau kan?" pinta Cliff.

"Oh... Boleh deh." Aku mengangguk.

"Eh, di area bagian belakang rumah pak Gotz, ada beberapa rumput liar, tuh." tunjuk Cliff.

Aku menoleh. "Wah, benar!!" Aku segera mendekati sekelompok rumput liar biru. Kucabut beberapa. "Nah, selesai nih! Terus, ada dimana lagi?"

"Di onsen. Lebih baik kita kesana." Cliff menunjuk ke arah belokan di pertigaan jalanan hutan. Aku dan dia lalu berjalan.

Benar. Ada rumput liar berwarna biru lagi. Kucabut satu.

"Udah nih."

"Nah, setahuku, rumput liar daerahnya cuma disitu aja." jelas Cliff. "Jadi mau nyari rebung?"

"Jadi! Aku tahu dimana tempat rebung!" aku menarik tangan Cliff sambil menyusuri jalanan.

Dan benar saja. Ada sekelompok rebung tumbuh di dekat sungai. Cliff tersenyum gembira, melihat rebung segar ada di depannya. Dia mengambil karung dari sakunya, dan dimasukkannya rebung-rebung itu ke dalam karung itu.

"Nah, udah nih. Oh ya, Jack, mau antar aku enggak?" tanya Cliff. "Aku juga tahu dimana lagi kamu bisa nemu rumput liar. Ada banyak di pantai."

"Oke!!" jawabku semangat, sambil keluar dari hutan ditemani Cliff.

Saat kami berjalan, aku dan Cliff diam. Tak berbicara apa-apa.

"... Hei, Cliff?" aku memulai permbicaraan.

"Ya?"

"Jadi... Kamu temannya Claire juga, kan?" tanyaku.

"Iya. Dia cewek yang baik. Dia manis." puji Cliff. "Memangnya kenapa?"

"Eee..."

"... Soal pertengkaran kalian?" tebak Cliff.

"K, kok bisa tau...??" aku gelagapan bingung.

Cliff tertawa kecil. "Claire sering cerita sama kamu. Katanya kamu baik. Tapi akhir-akhir ini Claire selalu diam saat aku cerita tanya-tanya kamu. Memangnya ada apa sih?"

"Egh?! Eee... Enggak ada apa-apa kok..." jawabku panik.

"Ooh..." singkat Cliff. "Tapi, yang penting sekarang, jangan ngobrol-ngobrol dulu dengan Claire. Tapi tenang aja, orang golongan darah O kayak Claire mudah lupa soal yang mengesalkan. Tunggu aja beberapa hari, nanti juga lupa!"

"Memangnya kamu tau tentang golongan darah..." jawabku sweatdropped.

"Tau!! Baca aja buku 'Kyuli dan 4 Cewek cantik dalam kisah: Penyelamatan Pangeran Drakula' karangan Ku, Mi-na! Ada informasi tentang orang-orang golongan darah A, AB, B, dan O!!" Cliff heboh sendiri nyebut-nyebut buku yang tahu-tahu sudah dipegangnya.

Aku hanya bisa sweatdropped dengan tingkah sahabatku ini.

(AA: -curhat- Ini buku beneran ada lho.)

"Ah, sudah sampai Inn. Aku duluan ya, Jack!" Cliff bergegas masuk Inn.

"Hey, Cliff, kok telat sih!" terdengar suara Ann sambil tertawa.

Aku menghela napas. Enaknya si Cliff, ada Ann disisinya. Aku terpaksa berjalan sendirian. Oh ya, tadi Cliff bilang ada rumput liar tumbuh juga di pantai. Ya sudahlah, aku berbelok ke pantai.

"Kamu ngapain ke sini?! Summer juga belum mulai!!!" bentak seseorang.

"Bawel! Aku mau ketemu seseorang tau!!"

Aku terdiam. Ada seseorang berantem. Itu Rick dan... Siapa itu?

"Ah, alasan! Pasti kamu mau ketemu sama Popuri kan?" tuduh Rick.

"Enggak!! Lagian aku bukan mau ketemu Popuri sekarang ataupun kamu, idiot!" balas orang berbandana ungu yang lagi beradu mulut dengan Rick.

"Apa kamu bilang?! 'Idiot'?! Kamu yang idiot bodoh!!" teriak Rick sambil meremas kerah baju orang itu.

"Hei, hei!! Kok kalian berantem sih?!" aku melerai mereka berdua.

"Enggak, tenang aja Jack, ini cuma kesalahpahaman kok." Orang itu dengan akrabnya menepuk bahuku.

"Heh, Kai!! Memangnya kamu ngapain ke sini sebelum Summer tiba sih?!" omel Rick.

"Aku cuma mau berkunjung ke rumah temanku kok. Ya kan Jack?" sapa orang itu akrab.

"Oh... Kamu Kai?!!!" aku terlonjak kaget melihat orang itu yang ternyata sahabatku. "Kamu makin beda aja sejak waktu itu! Apa kabar!!!"

"Baik. Katanya kamu jadi petani di kota ini ya?" sahut Kai akrab. Ya, Kai adalah salah satu sahabatku juga sebelum Cliff. Kami pernah akrab dulu.

"O... Ooh. Jadi kamu cuma mau ketemu sama sohibmu toh. Ya udah. Tapi awas aja kalau kamu gangguin Popuri!" ancam Rick.

"Sip lah bos!" jawab Kai santai.

Rick menghela napas lega, lalu pergi. Tinggal aku dan Kai.

"Well... Sekarang kamu mau ngapain?" tanya Kai.

"Aku... Oh ya! Aku mau ngumpulin rumput-rumput liar di pantai..." aku berjongkok dan mengambil beberapa rumput liar. "Untuk Claire."

"Claire? Ooh, petani cewek baru yang denger-denger manis orangnya. Kira-kira dia bakalan tersepona padaku enggak ya?" tanya Kai sambil sok ganteng.

"Enggak bakalan!!!" tawaku kencang sambil menyipratkan ait laut.

"Aduh! Basah nih!!" Kai ketawa kenceng.

"Rasain, cowok ganjen!!!" aku mencipratkan air laut lagi.

Waktu berlalu amat cepat, tanpa terasa sudah hampir sore lagi.

"Walah, udah jam 2!! Aku harus balik ke pertanian Claire nih!!" Aku segera berlari.

"Tunggu! Aku mau ikut!!" Kai ikut berlari.

Kami berdua berlari, diselingi beberapa tawa.

Saat kami berhenti di pertanian Claire, aku menatap terdiam. Claire... Dia lagi ngobrol dengan Gray... Dia akrab banget sama Gray...

--- (Gray's PO V) ---

"Ahaha, masa sih kakekmu galak amat?" tanya Claire sambil tertawa.

"Aku serius Claire. Jangan sampai kamu punya kakek sialan kayak dia." omelku. Claire hanya tertawa.

"Oh ya, Claire..."

"Ya?"

"Mau enggak kamu..."

--- (Jack's POV) ---

"Dia ngomong apaan tuh??" aku dan Kai sembunyi di belakang tempat pos. Kini terdengar jelas perbincangan Gray dengan Claire.

"Claire..." sahut Gray.

"Ya?" tanya Claire.

"Mau enggak kamu... Jadian sama aku?" tanya Gray.

Aku schok.

"Iya! Mau dong!" jawab Claire riang.

APAAAA?! Aku segera berlari mendekati Claire dan menangis-nangis didepannya. "Huwaaaaaaaa!!! Claire!!! Jangan jadian sama diaaaa!!! Dia tuh cowok jahat, sombong, sok, dan kejam!!!! Enggak mauuuu!!! Jangan Claireeeeeeeeeee!!!!!!!!"

"Jack, kamu..."

"Claireeeeeeee!!! Aku enggak mau kamu menderita gara-gara diaaaaa..... Jangan jadian ama Gray...... Please jangaaaaan!!!!" isakku sambil menarik-narik celana panjang terusan overall Claire. Air mataku terus menetes.

Kai sweatdropped aja ngeliat aku secengeng Baby Huey.

"Jack..." Claire memangku kepalaku di pangkuannya. "Jangan nangis. Memangnya siapa yang jadian ama Gray?"

Heh?

--- (Gray's POV) ---

"Lho, Claire? Kan tadi aku nanya 'mau enggak jadian sama aku' kan?" tanyaku bingung.

"Lho? Bukannya kamu tadi bilang, 'mau enggak jalan sama aku'?" tanya Claire polos.

GUBRAAAAK! Aku dan Jack ber-ghabruks ria. Ternyata dia salah denger.

--- (Claire's POV) ---

"Jadi, Gray, kamu mau ngajak aku kemana?" tanyaku polos.

"Eee... Berhubung aku dengar Kai datang kesini, aku mau ngajak kalian ke restorannya Kai... Mau enggak?" tanya Gray sambil mengalihkan muka, bermaksud memanggil Kai. Kai nyaut dan mendekati kami.

"Siapa Kai?" tanyaku.

"Halo! Namaku Kai, pemilik restoran rumah putih di pantai." Kai mengulurkan tangannya.

"Salam kenal, Kai. Namaku Claire." jawabku riang. "Senang berkenalan denganmu."

--- (Jack's POV) ---

Aku berhenti nangis. Oh, pasti si Claire salah denger. Baguslah. Tak percuma aku nangis-nangis di pangkuan Claire... "Aku baru tau kalau kau punya toko disini, Kai," sahutku sambil menghapus air mataku.

"Ehehe, baru tau ya? Yuk, kita berempat ke restoranku! Aku punya beberapa resep baru nih!" Kai tertawa sambil membantuku berdiri.

Kami berempat berjalan sama-sama menuju pantai.

--- Beach, in Kai's Seaside Lodge ---

"Oke, kalian mau pesan apa? Aku punya beberapa menu baru nih! Ada spaghetti, ada kani-maki, ada lasagna, ada zuppa-zuppa sup, ada kappa-maki, ada sup kimchi, ada kue ape juga! Banyak! Kalian mau pesan apa?" tanya Kai semangat.

Aku melihat menu. Ada banyak. Ada sushi set, ada tempura, dan berbagai jenis makanan yang tak pernah kudengar. "Aku mau coba kue truffle dong."

"Aku juga mau sup kimchi dan kue truffle! Kayaknya enak..." Claire menyebut pesanannya.

"Aku, wine aja, dan pizza pepperoni." Gray menyebut pesanannya.

"Aku... Kani-Maki aja deh..." Cliff yang ikutan diundang, menyebut pesanannya. (Kani-Maki*: Sushi dengan isi daging kepiting mentah).

"Oke! Sip!!" Kai segera beraksi di dapurnya.

Sementara itu, aku hanya berbincang-bincang dengan Cliff, dan Claire dengan Gray. Kami duduk berempat dalam satu meja. Lagi-lagi Claire tak mau kusapa meski aku sudah menyapanya berkali-kali.

Cliff hanya bisa tersenyum kecil. "Sabar aja, Jack."

"Iya ya..."

Beberapa menit kemudian, Kai datang dengan berbagai makanan. "Oke, Gray, nih, sebotol wine dan pizza pepperoni untukmu." Kai lalu meletakkan beberapa piring didepan Gray.

"Ini Kani-Makimu, Cliff. Hati-hati sama wasabinya, pedas nian..." pesan Kai sambil memberikan 6 buah sushi dengan shoyu dan bumbu berwarna hijau muda.

"Ini apa, Kai? Kok kayak odol?" tanyaku sambil meraup bumbu hijau muda itu dalam sekali suap. Rasanya... WHOOOOSSSSSHHHH ~~~"PEDAAAASSSSSSSSSS!!!!!!"

Cliff dan Kai panik. "Waa! Jack, itu Wasabi!! Pedasnya luar biasa, jadi biasanya cukup secuil aja ngambilnya! Jack, jangan bikin kebakaran dari mulutmu!!!"

"J, Jack!! Minum ini!!" Claire segera mengulurkan segelas besar air putih. Kuraup dan kuminum sekali teguk.

"Haaah... Haaah... Pedas nian rek..." aku memegangi bibirku yang jontor-jontor gara-gara kepedasan.

"Hati-hati dong Jack... Oh ya, Kai, minta wasabinya lagi dong..." Cliff menunjuk ke wadah wasabinya yang kosong.

"Oke..." Kai mengambil lagi wadah wasabi dari tangan Cliff, lalu diisi lagi dengan wasabi super pedas itu.

Setelah tenang, Kai memberikan pesanan lain. "Jack, nih, kue trufflemu. Lumayan buat ngilangin pedas."

Aku langsung memakan kue truffle yang porsinya cuma 3 lumayanlah, rasanya agak dingin, lumayan buat ngilangin pedas.

"Claire, nih, sup kimchi dan kue trufflemu. Pilihanmu bagus juga, soalnya sup kimchi sedikit kalorinya. Bagus untuk cewek yang lagi diet." Kai memberikan sup berwarna merah kental dengan kue truffle yang porsinya sama denganku.

"Kai~ Boleh nambah lagi kue trufflenya enggak? Kurang nih! Masa cuma 3 aja?" protes Claire pelan.

"Tapi, kalau kamu makan banyak-banyak, kamu bisa..." Kai gelagapan.

"AKU MAU PORSINYA DITAMBAH!!!" teriak Claire lantang, membuat sup kimchi yang tadinya kental jadi lembek kayak bubur, dan membuat Kani-Maki yang lagi mau dimakan Cliff idup lagi dan ngibrit ke laut (??).

"Apa boleh buat..." Kai terpaksa membuat lagi beberapa kue truffle. "Nih, pesananmu. 3 porsi, ditambah punyamu jadi 12 buah. Puas?"

"Puass~" jawab Claire santai sambil menghabiskan sup kimchinya hingga bersih. Setelah habis, Claire langsung meraup semua kue trufflenya dengan sekali tangkap.

"Kai, aku sudah selesai. Semuanya, aku balik lagi ke Inn, ya..." Cliff menghabiskan makanannya dan keluar toko. Tinggal aku, Kai, Gray dan Claire.

"Hik... He he he...." Claire tertawa-tawa.

"O, ouw, sepertinya sudah bekerja..." Kai segera menarik aku dan Gray ke ujung meja kasir, menjauhkan kami dari Claire.

"Hei, ada apaan sih, narik kami?!" omel Gray.

"Kue truffle itu memang sengaja ada 3 buah seporsi. Tapi kalau banyak-banyak, alkohol yang ada di kue truffle bisa ngebuat pemakannya mabuk parah!!" jelas Kai.

Benar saja.

"Hik... Hik... He he he... Laki-laki memang jahat... Senang memainkan wanita... Hik, hik... Kayak boneka... Hik, sekali bosen... Hik, langsung ditinggalin... Hik, hik, he he he..." Claire ngoceh sambil tertawa-tawa melengking.

Aku dan Gray menatap Kai. Kayaknya perkataan Claire bikin Kai jengkel deh...

"Hik... He he he... Heh, laki-laki yang disana..." Claire menunjuk-nujuk ke arah meja kasir. "Kalian... Hik, mau main... Sama aku... Hik?"

"Jack, kamu aja tuh," panggil Gray.

"Kenapa aku?!" kilahku. "Kamu aja!"

"Heh... Cowok bertopi biru disana... Hik! Main sama aku, yuk..." ucap Claire mabuk.

"Tuh, cowok yang pake topi biru! Kamu dipanggil tuh, Gray!!" ocehku panik.

"Kamu juga topinya biru kan!?" balas Gray. "Udah, pasti kamu yang dipanggil!"

"Hik... Ak--ku tuh... Hik... Manggil kalian berdua tau... Hik... Ayo, sini, main sama mama Claire... He he he... Hik..." Claire ketawa kayak kunti.

Aku dan Gray terpaksa mendekati Claire yang lagi mabuk.

"He he... Hik, hik... Coba lepas topi kalian berdua deh... Hik..." Claire masih ngoceh dilengkapi dengan ketawa kuntinya.

"Ta, tapi Claire..." Aku mencoba memohon.

"Lepas topi kalian berduaaa.... Hik...!!!"

Ya sudahlah. Terpaksa aku dan Gray mencopot topi masing-masing.

"Hik, hik... He he he..." Claire ketawa lagi. "Kamu manis juga... Hik...." dia mendekati Gray.

"Hik, tapi kamu... Juga lucu... Hik..." Claire mendekatiku sambil tertawa cempreng.

"Hem, jadi... Hik, aku main sama siapa ya... Hik?" Claire kebingungan. Dia masih di dalam keadaan mabuk. "Kayaknya enggak ada salahnya main dengan kalian bertiga.... Hik, he he he..." perlahan Claire melepas baju overall-nya.

"Waakh!! Claire, jangan!!" Aku dan Gray langsung memakaikan lagi overall Claire yang sudah merosot ke bawah pinggang sang pemilik.

"Hik... Kenapa?... Padahal, hik... Kita belum main-main juga..." rintih Claire sambil tertawa. "Atau... Cowok yang pake... Hik, bandana ungu disana... Mau main juga, hik, sama aku...?"

Kai langsung bersemu dan ngibrit entah kemana.

"Yaah, ternyata cowok picik... Hik, hik..." Claire kecewa. "Ya sudah, yang penting masih ada kalian... Hik, hik.... He he he..."

Aku dan Gray nelen ludah sama-sama.

"Aku mau main lagi ah... Hik, hik..." Claire mendekati kami dengan lenggak-lenggok pelan, tanda dia masih mabuk.

"Claire, sadar!!!" Gray langsung ngambil seember air dan disiramkannya ke Claire.

Claire jatuh ke depanku, membuat aku jatuh ke lantai, dan Claire menindihku.

"He.... Hik, he he he... Kamu mau main duluan ya? Hik. Hik...." Claire ketawa lagi, sambil mencoba melepas pakaianku.

"WOI, CLAIRE!!! SADAAAAARRR!!!!" Gray menyiram lagi seember air pada kami berdua.

Claire sudah enggak berkutik lagi. Kini dia sudah diam.

"Udah tidur belum dia?" tanya Gray, bersiap menyiram seember air lagi.

"Udah. Dia udah tenang sekarang." Aku mencoba bangun sambil mendudukkan Claire ke tempat duduk. "Gray, ambilin segelas air dong."

Gray segera melakukan apa yang kusuruh. Dia mengambilkan segelas air.

"Makasih, Gray." Aku lalu meletakkan segelas air didepan Claire.

"Auh... Ini... Dimana? Kok pusing nih..." Claire memijit kepalanya sendiri, tanda kalau dia pusing.

"Nih, minum air putih dulu. Biar baikan." Aku segera mendekatkan segelas air yang baru diambilkan Gray. "Tadi kamu mabuk gara-gara makan kue truffle kebanyakan. Jadi tadi kamu mabuk."

"Ooh.. Terus, tadi aku ngapain?" tanya Claire penasaran.

"Eee..." muka Gray dan aku memerah. Mengingat masa-masa memalukan barusan.

"Kok kalian malu-malu? Ah, sudahlah... Kepalaku juga pusing... Kok aku juga basah kuyup gini?" Claire melihat sekujur badannya basah.

"Oh, yang buat kamu basah kuyup itu aku, Claire. Maaf, soalnya setahuku, untuk menyadarkan orang mabuk, kita harus siram orang itu dengan air." jelas Gray menyesal.

"Waah... Makasih ya Gray!!" Claire memeluk Gray di depanku.

Aku terdiam.

Claire menatapku sambil tetap memeluk Gray. Sepertinya dia mengira aku akan marah lagi didepannya. "Eee... Jack..."

Aku tersenyum. "Yaah, memang itulah caramu berterima kasih kan? Aku mengerti kok." jelasku sambil tersenyum lirih.

"Jack..." Claire terharu dan... Memelukku?! "Makasih Jack! Aku akhirnya senang kau mau ngerti!!!"

"Woi woi woi woi!!!" aku berusaha melepaskan diri. "Jangan dipeluk! Nanti tambah basah nih!"

Claire enggak nanggep. Ternyata dia ketiduran. Dia tertidur pulas.

"Dia tidur..." Gray menatap Claire. Dia tersenyum kecil.

"Waduh, bajuku masih basah semua nih..." Aku mengeluh. "Oh ya, Gray, anterin Claire ke rumahnya dong! Kasihan dia udah ketiduran..."

"Benar juga.... Oke deh, aku anterin dia." Gray lalu memapah Claire berjalan.

Sementara itu aku berjalan sendirian ke rumah, mandi, ganti baju dan segera berbaring ke tempat tidur.

Tunggu dulu.

Tunggu sebentar.

Tadi Claire kan ketiduran... Dan aku suruhin Gray buat anterin Claireke rumahnya... JADI AKU NGEBIARIN CLAIRE DI DEKAT GRAY YA?!

Otakku yang super lelet baru nyadar.

AAAH!!! Dasar aku ini bego bego begoooo!!!!!!

__+__

Chapter ini selesai ^^ Wah, Jack, kamu lelet amat sih... Waaagh!! Claire enggak disangka bisa sefreak itu kalau mabok...

Claire: -nangis- DASAR AUTHORESS RESEE! Tulis ulang lagi!!! Jangan ada aku yang gitu donggg!!!
AA: Apa boleh buat, Claire, kamu mabok parah gitu... Dan setahu Anisha, orang mabuk parah emang gitu sikapnya...
Jack & Gray: -swt-
AA: Oke, tunggu update selanjutnya yaaa ^^