-PLOP, PLOP-
AA: Anisha Asakura kembali! Eh, lho, kok PLOP-nya ada dua... -ngerinding- Jangan-jangan...
Mr.B: -ngedadak muncul- Halo!
AA: Huwaaaaaaaaa -ngibrit-
Mr.B: Kenapa dia ngibrit tuh... Ya udahlah, aku aja yang menjadi pembuka ceritanya. Inget, Harvest Moon itu punya NATSUME dan MNV. Anisha juga cuma punya ni fanfic doang.
DISCLAIMER: I do not own of any HM charaas!!!
--
---- (Claire's POV) ----
Sudah sore. Saat yang tepat untuk ngemil dan minum teh! Aku menyeduh teh dan mengambil sisa kue cokelat dari Jack. Setelah siap, teh yang sudah selesai kuseduh kutuangkan di atas cangkir.
Tok, tok, tok.
"Ya, siapa yaa?"
---- (Jack's POV) ----
Yup, ini saat yang tepat untuk mengajak Claire jalan-jalan. Aku masih bersiap-siap di depan rumahku. Moga-moga dia mau nerima deh~...
Aku keluar dari pertanianku, berjalan beberapa langkah, lalu berbelok ke pertanian Claire.
---- (Claire's POV) ----
"Oh, hai, Sora!" sapaku ceria. "Apa kabar?"
"Baik," jawab Sora.
"Bagaimana kalau kita masuk dan minum teh?" tanyaku sambil masuk ke rumah untuk mengambilkan cangkir teh yang lain.
"Permisi..."
"Ya?" aku menoleh. Jack? Lho, Sora-nya mana?
"Lho?"
"Kenapa, Claire?" tanya Jack yang berada di depan ambang pintu rumahku.
"Mana... Sora?" tanyaku bingung. "Masa aku... Ah, mungkin cuma perasaanku aja..."
"Hah? Pas aku dateng ke sini, enggak ada siapa-siapa kok! Enggak ada!!!" Jack menggaruk belakang topinya. "Ah, sudahlah. Boleh aku masuk, Claire? Pleasse??"
"Eee... Boleh aja sih..." aku memperbolehkan Jack masuk.
"Asik!" Jack dengan polosnya masuk ke rumahku.
---- (Gray's POV) ----
"Mmmph... Mmphh...." Sora yang dari tadi kutangkap hanya bisa meronta-ronta ingin kabur.
"Heh, mana panci gue?" tanyaku sambil melepaskan Sora. Sora terjerembab ke tanah.
"Duh... Kau kasar sekali..." Sora pura-pura melap mukanya yang tergusruk tanah. "Nanti gak bakalan ditaksir cewek lho..."
"Udah deh. Jangan lebay," sahutku, ogah berbasa-basi. "Mana panciku?"
"Lain kali akan kukembalikan, seperti yang kubilang~~" Sora dengan sigapnya kabur dari Gray. "Au revoir~~"
"Heh, maling, sini kamu!!" Aku lalu kejar-kejaran dengan Sora. Lurus sampai ke perpus, lurus lagi sampai ke gereja, belok, masuk ke Rose Square, lurus lagi, berbelok, dan berakhir di hutan.
"Kamu udah kesasar, maling banci! Balikin panci gue!" bentakku sambil memblokir jalan Sora.
"Kan sudah kubilang kukembalikan nanti, jadi... Bye bye~~" Sora kabur lagi sambil meloncati badanku.
"Kh... Tinggi amat sih, loncatnya, kayak kangguru aja..." pikirku dongkol. "Hei, kembali!!!"
---- (Claire's POV) ----
"Jack," panggilku.
"Ya?"
"Aku masih nyimpan kue cokelat buatanmu. Aku belum ngabisin semuanya. Kita abisin sama-sama yuk?" aku mengambil setengah kue cokelat yang ada di kulkas.
"Wah, masih ada? Boleh juga nih, aku belum pernah nyoba kue buatan sendiri," Jack semangat mengambil garpu yang ada di dekat piringnya.
"Hee? Tak pernah? Kau rajin memberi kue untukku, tapi tak pernah mencoba kue buatan sendiri? Ha... Ha ha, Jack lucu..." aku mulai tertawa. "Kalau begitu, kita makan kuenya sama-sama ya?"
"Eeeee... Enggak usah deh, Claire aja yang makan semuanya," jawab Jack sambil menggeleng ria. "Claire suka makan yang manis-manis kan?"
"Iya sih... Tapi aku ingin kita makan berdua. Mau ya?" pintaku. "Ya? Ya? Ya?"
".... Okelah, karena Claire yang minta... Oke." Jack tersenyum tipis sambil memotong sebagian kue cokelat yang sudah kuletakkan di meja makan.
"Kenapa cuma sepotong? Makan dua potong dong!" aku memotong satu potongan kue lagi lalu kuletakkan di piring Jack.
"O, oke..." Jack mencoba mencicipi kuenya.
"... Gimana rasanya Jack?"
"Enggak berasa..." jawab Jack.
"Heh? Enggak berasa gimana? Kemarin-kemarin aku nyoba, manis kok rasanya!!" aku memotong kue dan menyendokkan sesuap kue ke mulutku.
HAP
Aku kaget. Jack meraih tanganku yang memegang sesendok kue dan menyuapkan seseondok kuenya ke mulutnya sendiri.
"Nah, ini baru berasa manis, soalnya yang nyuapin Claire, sih, makanya kuenya manis..." Jack tertawa santai sambil melepaskan tanganku. "Suapin lagi, dong..."
"Jadi aku ini gula nih?" tanyaku.
"Bukan, bukan itu maksudku. Kamu itu lucu, baik, manis..." Jack menunduk. "Yah, itu yang kutau."
Mukaku merona. Berarti... Perkataan Gray waktu itu... Benar...
"Woi, kenapa bengong, Claire? Suapin dooong..." pinta Jack manja.
"... Boleh..." aku tersenyum sambil mengambil sesuap kue, lalu kusuapkan pada Jack.
"Emmm... Manis... Claire memang calon ibu yang baik, ya...." lengos Jack sambil memasang tampang relaks.
"Eh—Ibu? Aku belum siap jadi ibu... Tapi sebentar lagi aku pasti siap menikah, punya suami dan punya anak... Kalau aku udah benar-benar jatuh cinta ama cowok-cowok disini..." aku menjawab grogi. "Lho, kenapa malah ngomongin ini sih! Hahaha... Nih, Jack, kue lagi?"
"Mauuu!"
---- (Gray's POV) ----
Aku dan si maling banci itu mengintip jendela rumah Claire. Terlihat jelas Claire sedang akrab-akrabnya dengan si mantan penganggu itu.
"I... Ini... Bohong... Masa sih..." Sora tertawa melengking. "Tak mungkin gadis pujaanku... Bermesra-mesraan dengan cowok lain..."
"Kau sudah lihat, kan? Percuma saja mencari perhatian Claire. Sudah ada cowok itu yang sudah lama menyukainya. Percuma saja." Aku menepuk bahunya. "Aku sudah mengerti dari dulu. Jadi percuma saja mendekati gadis itu."
"Kau sendiri, kenapa bicara segampang itu? Memangnya kamu enggak mau usaha? Dasar cowok cengeng... Sedikit aja berantem, langsung nyerah..." ledek Sora, membuat hatiku terasa ditusuk-tusuk pantat lebah yang sakitnya mantap nian.
"Enggak... Aku punya alasan lain kenapa Claire kuserahkan pada Jack..." aku tersenyum kecil. "Karena, meski aku tak bisa memiliki Claire, aku bisa membahagiakannya dengan terus mendukung cinta mereka berdua... Cinta kan enggak selamanya harus memiliki... Lagipula, cinta mereka berdua... Bagaikan air mineral. Murni, dan takkan ada seorangpun yang bisa memisahkannya."
Sora menatapku. Dia melongo.
"Apaan?"
"Sejak kapan cowok 'kuda cupu' kayak kamu bisa ngomong seromantis diriku? Kayaknya aku lagi tidur nih... Duh, bangun dong..." ledek Sora sambil mencubit-cubit pipinya.
"Ngeledek kamu ya!!" aku langsung mengejar Sora lagi. "Tunggu!"
"Apaan?"
"Kamu mau ikut membahagiakan Claire?"
Sora berhenti berlari.
Dia pasti mengerti maksudku.
"... Membiarkan Claire bersama dengan orang yang cocok untuknya...?" tanya Sora. Aku mengangguk.
Sora menunduk.
"Sulit juga sih, menerima kalau dewi pujaanku pergi dengan cowok lain... Tapi..." Sora menepuk bahuku. "Aku setuju."
Aku tersenyum kecil.
Sora juga.
"Ah, sudah mau malam. Pulang ah..." Sora pergi meninggalkanku.
"Hei, balikin panciku dong!!" teriakku.
"Nanti aku kembalikan!!" Sora ngibrit lagi.
Saat Sora sudah pergi, aku langsung cemberut. "Dasar... Panciku udah enggak dibalikin lagi... Dasar banci... Dasar banci nyolong panci..."
---- (Jack's POV) ----
"Fuaah... Udah ah..." aku memegangi perutku, merasa eneg. "Kebanyakan makan kue..."
"Ah, sudah mau malam nih. Jack, bagaimana kalau sekalian makan malam disini?" tanya Claire sambil mencuci piring.
"Eh? Apa enggak ngerepotin nih..." tanyaku gugup.
"Enggak apa-apa kok! Hari ini aku masak omelet istimewa buatanku! Kita makan sama-sama yuk!"
_+_
AA: Haah, haaah, chapter ini selesai... Read and...
Mr.B: Halo, bos, mau dipesenin apa hari ini? Mau teh? Green Sands? Coca Cola? Kani-maki? Telur?
AA: -mual- Eee, enggak usah deh, mister... -ngerinding plus mual-. Semuanya, Read and review ya!! -kabur- -POLP-
Mr.B: Lho... Kok saya jadi sendirian nih...
-PLOP, PLOP-
Mr.B: Siapa nih yang dateng?
Pu-chan & Fn-chan: Haloooo!!!!
Mr.B: Oh, kalian. Dua asisten yang seneng main sama Anisha ya.
Fn-chan: Yup, kita dua asisten cantik Anisha Asakura!! Mr.B, mana bos kita nih?
Mr.B: Gak tau, kayaknya muntah.
Pu-chan: Lho, memangnya anisha kenapa???
Mr.B: Dari kemarin bolos dua hari hanya gara-gara sakit... Dasar Ale-Ale, Authoress Lembek... Authoress Lembek...
Pu-chan & Fn-chan: -teriak- Anisha sakit?! -ngibrit keluar cerita berdua- -POLP, POLP-
Mr.B: Yah, ditinggalin sendiri nih... Ya udahlah, aku main aja... Oh ya, yang udah baca, jangan lupa mereview ya,
-POLP-
