Anisha Asakura disini (PLOP)! Oke, tanpa basa-basi, ini dia terusan JML!!!
--
---- (Jack's POV) ----
Eeeng... Rasanya segar sekali. Pagi hari yang cerah, dengan senyum yang ceria. Aku tak sabar untuk mengaktifkan heart event terakhir! Semoga Claire ada hari ini.
Aku bangun, mandi, ganti baju dan memakan roti tawar dan susu untuk sarapan. Seusai sarapan, aku membuka pintu.
"Eeeng..." aku meregangkan kedua lenganku, menghirup udara segar dari rumah. Hem, hidup di pertanian memang sejuk. "Oke, karena heart eventnya di Inn nanti malam, masih ada waktu buat kerja nih!"
Aku menuju kandang kuda dan menghampiri Marine, kudaku. "Met pagi, Marine!"
"Hiieh!!!" jawab Marine ceria. Pasti dia sedang senang.
Aku tersenyum saja dan menggosokkan badan Marine.
Marine mengeluskan kepalanya didekatku.
"Tumben kamu lagi seneng. Kenapa Marine?" tanyaku.
"Hiieh, hieeeeh!" Marine ngejawab asal aja.
Aku tersenyum santai saja sambil membebaskan Marine ke ladangku. Marine langsung mendekati beberapa rumput liar dan memakannya.
Aku menghampiri kandang ayam dan memberi makan ayam-ayamku.
Ayam-ayam itu sibuk saja memakan jagung, dan tanpa sadar kuambil telur-telur mereka dan kuletakkan di shipping bin.
Ayam-ayam yang udah selesai makan nyadar kalau telur mereka abis, jadi mereka ngambil sekop dan menghujamkannya ke badanku. Oke, bercanda. Enggak mungkin ada ayam jadi-jadian kan?
Setelah itu, aku pergi ke gua untuk mengumpulkan beberapa ore untuk dijual.
TOK, TOK CRAASH!
Sebuah Gold Ore keluar dari pecahan batu. Langsung kusimpan ke dalam ransel.
TOK, TOK, TROK! CRASH!!
Sebuah Gold Ore keluar lagi dari batu. Mungkin memang hari ini aku dapat emas ya, hehehe...
TAP TAP TAP TAP
Terdengar suara orang berjalan.
"Ngapain kamu disini?" tanya orang itu. Ah, si 'pengganggu' itu.
"Nambang. Enggak boleh, hah?" tanyaku angkuh.
"Aku juga. Ngomong-ngomong, bisa kita bicara berdua sebentar?" tanya Gray.
Aku merinding. Ah, masa sih Gray itu homo? Kalau dia memang homo, belum saatnya dia ngomong berduaan di tempat gelap begini... Eh, Gray mah naksir Claire yah? Kok aku malah mikir Gray homo sih???
"Aku mau bilang... Semoga berhasil." sahut Gray pendek. "Aku sudah menyerah. Jangan sampai Claire direbut cowok lain lho."
Aku bengong, bagaikan digigit pantat lebah dua lusin. Serius nih?
"Aku tau pasti kamu bingung. Tapi aku sudah yakin. Aku sudah tidak menyukai Claire lagi. Nah," Gray menepuk bahuku pelan sambil berlalu. "Dah."
Aku bengong. Anjrit. Si Gray beneran homo. Aku langsung menghapus pikiran bejat itu. Apaan sih? Gak mungkin cowok kayak dia homo. Atau...
Aku langsung ngibrit dari gua, takut-takut dideketin ama Gray.
--- Jack's Farm ---
Aku langsung meletakkan Gold Ore yang kukumpulkan ke shipping bin.
"Jaack!"
Aku menoleh. Kyaaa! Si Claire kesayanganku...
"Hai, Claire!!" aku langsung bergaya sok cool didepan Claire.
"Aku pingin ngajak kamu makan malam di Doug's Inn nanti malam. Mau kan?" pinta Claire.
"Oh... Boleh!" jawabku semangat. Asyik, pasti ini heart event nih.
"Oke. Kutunggu di Inn jam 7, ya." Jawab Claire sambil tersenyum. "Dadah, Jack!"
"Dadaaah..." aku melambaikan tangan mesra pada Claire. Asyiik...
Setelah Claire pergi, aku baru sadar kalau hidungku mimisan. Darah menetes dari hidungku.
"Huwekh, asin..." aku langsung mengambil sapu tangan dari sakuku dan kupakai untuk menyumbat hindungku.
--
--
--
--
Kutatap jam tangan di pergelangan tanganku. Masih jam setengah 7. Sebaiknya aku segera pergi ke Inn.
Aku mengunci pintu rumahku. "Jo, jaga rumah ya,"
"Guk!" Jo yang berjaga di depan rumahku langsung menyalak semangat.
Aku mengacungkan jempol lalu pergi keluar pertanianku.
--
---- (Claire's POV) ----
Aku sengaja datang 30 menit lebih cepat. Jack masih belum datang. Aku masih sempat minum air dulu.
"Ann, boleh pesan air putih?" tanyaku.
"Boleh, Claire, tunggu ya!" Ann, sahabatku yang enerjik, langsung menuju bar dan mengambilkan minuman pesananku.
Aku tersenyum melihat tingkah sahabatku yang ceria sambil duduk sendirian di tempat duduk. Kutatap jam di dekat Inn. Jam 7 kurang seperempat. Jack pasti bakal kesini sebentar lagi.
BRAKK!!
Pintu Inn berderak kencang.
"Aku pasti akan menang!!" teriak Duke, bapak-bapak penjual wine.
"Enggak! Yang menang pasti aku!!" teriak Karen jengkel.
"A.. Ada apa ini?" tanyaku menghampiri Duke dan Karen.
"Aku menantang Duke untuk minum wine! Kalau aku menang, Duke harus membayar tagihan Supermarket! Kalau aku kalah, tagihan di Supermarket akan kuhapus! Claire, kamu jadi jurinya ya!!" teriak Karen semangat.
Aku bengong. "Ta, tapi, aku..."
"Alaa, gak usah kabur! Kamu harus jadi juri kami!" kata Duke sambil menyuruhku duduk di tengah mereka.
Terpaksalah aku menjadi juri untuk mereka berdua.
Mereka berdua langsung meminum wine dengan semangat.
Duke mulai tersedak wine, tapi dia tetap semangat minum.
Karen sempat menumpahkan seteguk, tapi dia tetap bertahan.
"Ayo Karen! Ayo pak Duke!" sahut Doug dan Ann menyemangati.
"Hik... Ah, Kau pasti akan kalah, Duke... Hik..." ucap Karen mulai mabuk.
"Enggaaaaa... Yang menang pasti akuuu... Hik," Duke ikutan mabuk juga. "Ya kan Juriiiiii???" tanyanya sambil tersenyum ke arahku.
"Jangan ganggu... Hik, juri kita!" bentak Karen. "Dia itu jadi penengah kitaaaa.... Bukan wali kamuuu... Hik! Aku akan terus minum.... Hik! Hik!!" teriak Karen sambil meneguk segelas wine lagi.
Seiring pertandingan terus berlanjut, aku kebingungan. Jack, tolong dong!
"Claire, kamu juga coba minum seteguk dong... Asyik lho... Hik!" Karen menuangkan segelas wine dan diberikan padaku.
"Eh--? Enggak usah deh, Karen aja..." aku menolak dengan halus.
Karen menatap tajam.
"Kamuuu... Harusss.... Coba, hik!!!" Karen menegukkan segelas wine ke mulutku.
"Uhuk... Uhukk!" aku terbatuk-batuk. Wine terpaksa kuteguk. "Ehehe... Hik!"
"Bagus.... Hik! Claire, kita ikutan tanding... Hik! Kalau kamu menang, kamu kuperbolehkan jajan di Supermarket... Hik!" Karen mulai semangat.
"Okeeeee.... Hik!" jawabku, dengan santai meneguk segelas wine lagi.
---- (Jack's POV) ----
Aku berlari-lari. Sudah jam 7 lebih. Gawat! Kalau seandainya aku terlambat, malah jadi rival heart event nih! Cepetaaan!!!
Aku langsung membuka pintu Inn.
"Claire! Maaf aku terlambat!!" teriakku sambil masuk ke Inn.
"Ehehehehe...." Claire tertawa.
Aku bengong.
"Claire... Kamu kenapa?" tanyaku khawatir. Tercium bau alkohol dari mulut Claire.
"Ahaaa..... Jack datang.... Selamat malam... Hik!!" sapa Karen sambil memegangi sebotol wine. "Aku... Mau pergi ah.... Duke juga udah pingsan... Ahahaaa.... Hik! Sudah ah..."
Karen pergi meninggalkan Duke yang berbaring dengan muka merona di kedua pipi berkerutnya.
"Claire, kamu kenapa?" tanyaku lagi.
"Ehehe... Tadi kita tanding wine.... Awalnya aku jadi jurinya, hik, tapi diajak minum juga ama Karen... Hik! Rasanya menyenangkan... Hik!!" sahut Claire semangat, sambil meneguk segelas wine lagi.
"Claire, kamu tuh mabuk. Istirahat disini." suruhku sambil mendudukkan Claire ke tempat duduk. "Ann, aku pesan air putih dong. Kalau bisa pakai es batu."
"Sip, Jack," sahut Ann sambil menuju kulkas, mengambilkan beberapa es batu. "Nih."
"Makasih Ann." Jawabku sambil membantu Claire minum.
"Hik... Aku enggak mau minum air putih... Maunya wine..... Hik!" pinta Claire masih mabuk.
"Ka—Kan kamu sendiri yang bilang kalau kita butuh air mineral untuk menyehatkan kita!" bantahku.
"Aaaaaaargh!!!" teriak Claire. "Aku... Enggak suka kamu sambung-sambungin sama masa lalukuuu... Hik! Aku capek.... Ayah selalu aja enggak mau minum air... Ibu kerepotan... Hik! Malah ayah kena sakit dan mampus karena batu ginjal gara-gara malas minum air... Hik!!! Tak bisaaaa diterimaaaaa.... Hik! Tak adil.... Dunia jaaahaaaaaaat..... Hik!"
Aku terdiam. Ayah Claire mati karena batu ginjal.... Hanya gara-gara malas minum air... Hingga meninggal? Kasihan Claire...
"Claire..." aku mengelus rambut Claire. "Sekarang kamu minum air ya... Supaya kamu enggak kayak ayahmu... Kamu enggak mau mati kan?"
Claire tiba-tiba menangis. "Enggaaaaaa.... Aku enggak mau matiiii... Kayak ayah...... Enggak mauuuu......"
Aku langsung tersenyum pelan. Claire akhirnya mau minum air. Sesekali kudengar isakan dari Claire.
"Ja'at... Dunia ja'aaat..." Claire masih minum air sambil menangis.
"Claire, kamu pasti capek... Kamu mau istirahat di rumahku?" tanyaku sambil menepuk-nepuk punggung Claire. Claire mengangguk pasrah aja.
---- Jack's Farm ----
"Yak, Claire, berbaring disini aja..." Aku menyuruh Claire membaringkan dirinya ke tempat tidurku.
"Enggaaaa.... Mau ganti baju...." pinta Claire sambil mencoba bangkit.
"Ee, Claire, ini di rumahku, bukan rumahmu..." jawabku sweatdropped.
"Enggaaaa... Soalnya geraaah.... Boleh aku pakai bajumu?" pinta Claire sambil mengulurkan tangan tanda meminta.
"Eee... Ya sudahlah. Pakai saja baju di lemari..." aku mengambilkan t-shirt berlengan pendek putih bertuliskan 'SIAPA BILANG ORANG SUNDA ENGGAK BISA NGOMONG HURUF 'F'... PITNAH!!!' dengan celana sependek lutut berwarna hitam.
Claire langsung menuju kamar mandi dan mengganti baju yang kuberikan. "Huahemmm... Ngantuk... Mau tidur ahhh...."
Dengan mudahnya, Claire ketiduran di tempat tidurku, dengan dengkuran halus pelan.
Aku hanya bisa memegangi perutku yang mulai berbunyi. Untung saja rumahku semuanya sudah di-upgrade, jadi aku punya sofa dan dapur dan tempat tidur ukuran besar.
Aku menuju dapur untuk memasak makan malam. Kuambil telur dan kugoreng menjadi omelet. Lalu kuambil bumbu kare dan kumasak bersama nasi hingga menjadi Curry rice. Asap kare mulai mengepul, membuatku tak tahan untuk memakannya.
Setelah omelet dan nasi kare jadi, langsung saja kubabat habis. Kuhabiskan tanpa sisa.
"Aaah, kenyaang..." aku langsung melap mukaku yang belepotan saus kare dan kucuci piring. Setelah itu, kuganti bajuku dengan piyama garis-garisku.
Aku berbaring ke tempat tidurku. Di sebelahku ada Claire. Fu fu, Claire kalau lagi tidur manis juga. Aku menggandeng tangan Claire di dalam selimut.
Yeah, at least, I already activated all Claire's heart event, so I just can wait AA's next letter...
"Selamat malam Claire."
--
Akhirnyaaa, sempai juga ngeupdate JML!! –terharu-
BLETAK!!!
-digetok palu-
Gray: Sialan, masa gue homo! Demi gigi Tukul dan Temon yang selalu maju dan suara cempreng Gita Gutawa, aku enggak HOMO!!! (??)
AA: Perasaan Gita Gutawa suaranya enggak cempreng, cuma ketinggian doang... -pingsan-
Jack: Ah, masa? Kirain kamu udah jadi homo gara-gara stress enggak dapat Claire...
Gray: -sok akting- Boleh aku naksir kamu, Jack?
Jack: -dengan tampang jijik- OH MY GOD!!! OH MY GOD! BOLEH! Eh, salah! ENAK AJA!!!
BLETAK!!!
-digetok kulkas ama Jack-
-Gray dan AA sama-sama pingsan-
RnR~ -pingsan lagi-
