KABABAD! KABABAD! KABA—UWAAA!! –ditepar Mr.B-
Mr.B:
Kenapa gue lagi nih... Oke, ini dia, update Jack's Mineral
Love~!
--
--
---- (Claire's POV) ----
Huahm... Sudah pagi... Tapi ngantuk banget... Memang sih, masih jam 4... Rasanya aku mau tidur lagi... Eit, tapi enggak bisa. Aku harus bangun dan kerja. Kutatap pemandangan sekeliling. Hem, dinding kamar orange dengan tempat tidur large yang besar.
Eh?
Aku langsung melotot. Kok ada Jack?!!
Aku celingak-celingukan melihat pemandangan sekitar lagi. Ini... Bukan rumahku. Ini... Pasti rumah Jack!
Aku segera bergegas bangun dan kabur keluar dari rumah besar itu.
-
-
---- (Jack's POV) ----
Huaaahm.... Aku menguap lebar sambil mengangkat kedua tanganku. Sinar matahari hangat menerpa pipiku melalui jendela rumah hingga mulai hangat. Kukucek mataku.
Lho? Claire mana?
BLETAK!!!!
Adaw! Kuelus kepalaku. Ada sebuah botol berisi surat. Pasti AA!
For Jack, by AA
Selamat karena sudah mengaktifkan semua heart event Claire. Kau sudah bisa menikah dengannya! Kamu tinggal membeli Blue Feather untuk melamar Claire.
Aku mengangguk senang. Eh, tunggu, tapi Claire mana ya?
BLETAK!!!
For Jack, by AA
Kalau itu sih aku enggak tau.
Aku langsung senyum tipis. Dasar pengarang tolol, memangnya aku ngomong ke kamu?
BLETAK!!!!!
Mataku langsung berkunang-kunang.
--
--
--
--
Kubuka mataku. Buset, udah jam 8! Aku harus segera mengurus ayam-ayamku dan kudaku!! Aku langsung bangkit dari tempat tidur, ganti baju, pakai topi dan ransel, lalu pergi keluar.
"Jo!!!" teriakku memanggil anjing setiaku.
Jo, anjing peliharaanku langsung menghampiriku sambil mengigiti sesuatu.
"Hei, Jo, apaan tuh?" tanyaku sambil merebut sesuatu yang dari tadi digigit Jo.
"Guuk! Guk!" jawab Jo santai, sambil pergi ngeloyor entah kemana.
Aku bingung. Apaan nih, kok Jo bisa dapat seonggol daging hijau begini? Mana bau mentimun lagi...
(BGM: Si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun, ayo lekas dikurung, jangan diberi ampun...)
Aku langsung membuang daging itu, takut-takut Jo bakalan sakit perut kalau makan daging itu. Aku mengambil makanan anjing dan kutaburkan beberapa ke mangkuk makanan Jo. Nanti sajalah kupanggil Jo.
PLOP
"Adaaaw!!!!" teriakku lantang, saat sesuatu yang berduri nancap di mukaku. Apaan nih, mawar?!
"Bonjour, Baka-Bokujou." sahut seseorang. Nadanya amat kukenal. Pasti Sora.
"Apaan nih?! Kok ngasih mawar berduri gini?!" omelku kesal.
"Aaah. Pasti kamu udah tau kalau si cowok kuda itu nyerah ngerebut dewi kesayanganku ya?" ucap Sora sambil memegangi bunga mawar yang dilemparkannya ke mukaku.
"Hah? Cowok kuda? Dewi? Maksudnya... Gray ama... Claire kan?"
Sora langsung tersenyum, "Aah, Claire, dewi kesayanganku, gadis yang mencuri hatiku..."
(BGM: Kau mencuri hatiku., hatiku.... Malu ah, malu aah!)
"Enak aja! Claire itu untukku tau!!!" bentakku kesal.
"Tak apa-apa," Sora menepuk bahuku, sama seperti saat Gray menepuk bahuku kemarin. Leherku langsung terasa dingin. Buset. "Aku sudah menyerah kok. Au revoir."
Setelah Sora pergi, aku langusng melongo. Buset. Rivalku ngerebut Claire semuanya homo gara-gara enggak dapat Claire. Kutepuk mukaku. Ah! Kenapa dari tadi mikirinnya homo mulu sih?! Pikirin Claire!!!
Aku segera menuju Marine di kandang.
"Hieeeeh!!!" Marine terlihat resah di kandangnya. Dia terlihat tergesa-gesa, khawatir.
"Marine, kamu kenapa?" tanyaku bingung.
"Hieeeh! Hieeeeeeh!!!!" ringikan Marine makin menjadi-jadi.
"Kau mau keluar, Marine?" tanyaku. Kubebebaskan saja Marine ke ladang pertanianku.
Saat selesai kuberi makan ayam-ayamku, kulihat ada sepucuk surat di kotak posku. Dari siapa ya?
Dear Jack,
Aku
minta maaf sudah pulang duluan sebelum kau bangun.
Aku ingin
mengajakmu makan malam lagi di Doug's Inn malam ini, jam 7. Bisa
kan? Kutunggu ya.
Claire.
Aku mulai tersenyum sekaligus tertawa kecil. Claire, Claire, tenang aja, aku pasti datang kok!
--
--
--
--
Kutatap jam yang ada di dinding Inn. Jam 5 lebih. Aku sengaja datang lebih awal.
BLETAK!
"Adaw!!" ringisku. Ada seseorang yang memukulku dengan palu. Langsung saja aku menoleh.
"Ngapain disini?" nada suara yang khas, tegas, dan cuek. Yap, itulah Gray.
".... Diajak Claire makan malam disini. Enggak boleh hah?" tanyaku ikut angkuh.
Gray tersenyum tipis sambil menyembunyikan mukanya melalui ujung topinya. "Yah... Semoga beruntung ya." Gray pergi ke lantai dua sesudah menepuk bahuku mesra.
Aku melongo lagi. Buset.... Gray emang....
"Woi! Jangan ngelamun!" seseorang menepuk mukaku dengan buku tipis. Oh, Ann toh.
"Hei, Ann," sapaku santai.
"Hai juga, Jack." sapa Ann ceria. "Mau pesan apa?"
"Eee... Ada appetizer enggak?"
"Paling... Cheese Cake, mau?"
"Eng... Bolehlah, sama air putih juga."
"Okay, one cheese cake and water, coming up!" Ann segera pergi sambil berlogat California yang lancar.
Aku langsung menunggu saja.
Selagi menunggu, kupandangi sekeliling Inn. Ada Cliff dan Gray di lantai dua. Ada pak Harris yang lagi asyik baca buku, entah buku apa itu. Pak Doug lagi baca koran. Ann... Yah, lagi buat cheese cake.
"Ini dia Jack!" Ann memberikan sepiring cheese cake dan segelas air putih. "Lagi ngapain?"
"Ehehe, diajak makan malam..." jawabku sambil senyum sumringah.
"Wow, sama pacar ya? Semoga berhasil!" sorak Ann sambil berbisik. Aku mengacungkan jempol saja selagi Ann pergi mengantarkan pesanan lagi.
Kupotong cheese cake dan kumakan perlahan-lahan. Masih jam 6. Claire pasti datang sejam lagi.
Tik...
Tik...
Tik...
Tik...
Waktu terus berjalan. Makin banyak orang yang berdatangan. Kai naik ke lantai dua. Harris kembali ke rumahnya, digantikan oleh pak Duke. Pak Basil duduk di sebelah mejaku dan minum wine. Saibara duduk di sebelahnya sambil sibuk mabuk ria. Ann kerepotan mengantarkan wine untuk para bapak-bapak. Rick datang dan diminta traktir Karen. Doug pergi menuju dapur dan sibuk membuat bento untuk para pelanggan.
Kutatap jam di Inn. Sudah jam 8. Claire tidak datang. Kenapa ya? Apa Claire sakit?
"Hei... Jack...Hik!" Karen duduk di sebelahku, ditemani Rick. "Lagiii... Ngapainnn...?"
"Eee... Diajak makan malam... Sama Claire?" jawabku ragu.
"Heeeee....? Padahal... Hik, tadi kulihat Claire pergi, hik, terburu-buru ke pelabuhan... Hik, Bawa-bawa koper.... Kayaknya sibuk bangeet...." kata Karen sambil sibuk bersandar di bahu Rick.
"Karen, kamu mabuk, istirahat di bahuku aja..." Rick menyandarkan kepala Karen ke bahunya. "Iya, tadi aku dan Karen ngeliat Claire lari-lari ke pelabuhan. Kayaknya sibuk... Banget."
"Masa?!" tanyaku tak percaya.
"Iya, bena—"
Perkataan Rick terputus. Aku langsung berlari keluar Inn. Aku tak peduli kalau aku belum membayar untuk kue yang kumakan tadi. Langsung saja aku berlari menuju pantai.
--- Beach ---
Napasku ngos-ngosan. Pantai saat gelap memang indah, tenang sekali. Kulihat jadwal pelabuhan. Sekarang sudah jam 8. Pelabuhan ditutup sekarang. Aku... Terlambat.
Dengan langkah tertatih-tatih, aku berjalan menuju rumah. Kecewa. Claire tak menepati janjinya. Claire tak datang. Dia bohong. Pembohong.
--- Jack's Farm ---
Saat kulihat kotak pos, ada sepucuk surat lagi di sana. Langsung saja kubaca.
Dear Jack,
Maafkan aku tidak datang ke Inn tadi.
Aku
mendapat surat dari saudara jauhku, Mark, katanya dia tak bisa
merawat istrinya, Chelsea, yang akan melahirkan anaknya sekitar
seminggu lagi. Kasihan Mark, dia sudah berkali-kali membantuku, jadi
aku tak bisa membiarkannya. Aku akan merawat Chelsea di saat-saat
sebelum dia melahirkan.
Aku akan pulang setelah anak Mark dan
Chelsea lahir.
Claire.
Kuremas surat itu. Langsung saja aku terduduk di tanah. Kenapa kamu enggak bilang, Claire...? Hatiku kecewa. Sudah berjam-jam kutunggu Claire. Kenapa...
Ah!
Kutampar pipiku sendiri. Kenapa aku kesal pada Claire?! Seharusnya aku mendoakan agar Claire dan anak sepupunya selamat! Tuhan, semoga Claire bisa merawat Chelsea, semoga anak Chelsea dan Mark selamat...
--
--
Chapter ini selesai! Hohoho, ternyata belum tamat~ Syukurlah...
BLETAK!
Jack: Dasar pengarang bego! Aku udah ngeaktifin semua sesuai yang kamu mau tau! Dasar, memang kamu ini pengarang sarap...
AA: Biarin!
BLETAK!
Claire: Berisik ah, Chelsea lagi mulas nih!
Chelsea: Adududuh... -megang perut-
AA: Eh, Chelsea! Kalau anaknya lahir, kamu pingin anak perempuan atau laki-laki?
Chelsea: -mulai ceria- Eee... Aku sih pinginnya...
Mark: -tau" nongol- Anak cowok aja! Biar pirang kayak aku, hehehe...
AA: Wah, boleh juga tuh! Hidup BLONDIE!!!
Claire: -nampar AA pakai cangkul- Ssst, Chelsea-nya lagi mulas, nih...
Chelsea: Oh ya... Adududuh... -baru inget peran-
AA: Sebelum sayah pergi... RnR.... KABABAD! KABABAD! KABABAD!!! WAHAHAHAHA!!! (POLP)
Claire, Jack, Mark, Chelsea: ... Dasar, emang sarap.
