Lalalala~
Oke, langsung kita mulai!
DISCLAIMER: I do not own HM charas!!!
--
--- (Claire's POV) ---
Sudah larut malam, namun aku dan Gray baru saja sampai ke kota Mineral. Setelah Chelsea melahirkan dengan sukses, kami dipersilahkan untuk pulang. Huah, rasanya tak sabar ketemu Jack lagi...
"Hei, Chibi-Bokujou," panggil Gray. "Kita udah sampai."
Aku tersontak. Oh ya, Gray juga ikut denganku.
"Ma, makasih banyak ya Gray, atas hari ini..." ucapku sambil menunduk tanda berterima kasih.
"Tak usah sungkan. Aku senang bisa membantumu." jawab Gray singkat. "Mau kubantu beres-beres?"
"Ah, tak usah. Kau sudah menemaniku seharian ini." jawabku sambil mengibaskan tanganku. "Ah, ya, Gray, bisa tolong aku lagi?"
"Apaan?"
"Ini," aku menyerahkan sepucuk surat. "Masukkan surat ini ke kotak posnya Jack. Sudah malam begini pasti suka ada serigala datang, makanya aku takut ke sana sendirian. Bisa kan, Gray?"
"Eee..." nada suara Gray terdengar agak keberatan.
"Tolong, ya? Pleeeeaasseeee?" tanyaku memohon.
"Hem..." Gray terdiam sebentar lalu menatapku dingin.
Aku masih balas menatapnya dengan penuh harap.
"Gray... Boleh ya...?"
"Hem... Kalau Chibi-Bokujou yang minta... Bolehlah. Nanti kusimpan ke situ." Gray mengambil surat yang kupegang dan menyimpannya di sakunya.
"Huwah! Makasih ya Gray! Aku sayang sama Gray!" aku langsung menyerbu Gray dengan memeluknya cepat. "Huahm... Selamat tidur ya, Gray!"
KREK!
Aku masuk ke rumah dan langsung membaringkan tubuhku ke tempat tidur. Karena terlalu lelah, aku tak sempat mengganti bajuku dan tertidur.
--- (Gray's POV) ---
Aku masih berdiri di depan rumah si petani rese itu. Huh, kenapa aku harus selalu ikut campur urusan dia segala sih. Kulihat sepucuk surat yang kuterima dari Claire. Ini bukan untukku. Tapi untuk Jack.
SREKKKK
Aku tanpa sadar merobek surat itu, untuk membuka isi surat itu.
Dear Jack,
Aku ingin kita bertemu di puncak Mother's Hill jam 1 siang untuk mengatakan sesuatu padamu. Akhir-akhir ini perasaanku selalu berkecamuk saat selalu bersamamu. Aku ingin kita menceritakan semuanya yang terjadi tanpa ada seorangpun yang mengganggu. Kalau kau tak datang, tak apa-apa kok. Aku mengerti kalau kau sibuk dan tak mau berbicara denganku karena kau pasti sudah menganggapku pembohong dan tak mau bicara denganku.
Claire.
Aku langsung merasa kesal saat membaca isi surat tersebut. Langsung saja kusimpan lagi ke dalam sakuku dan menuju Inn untuk pulang.
--
--
--- (Jack's POV) ---
"Huahm..."
Sudah pagi lagi. Aku langsung duduk di ujung tempat tidur untuk bersiap-siap mengutur pertanianku. Setelah ganti baju dan ba-bi-bu urusan sarapan dan mandi, aku langsung mengurus ayam-ayamku. Mereka langsung mengeribungiku sambil berjalan. Aku dengan santai memberikan makanan untuk mereka.
Setelah memberi makan ayam, langsung aku ngacir ke kandang ayam untuk mengunjungi Marine. Oh, Marine masih tidur rupanya. Kusikat badannya tanpa membuatnya bangun.
Waktu terus berjalan. Sudah jam 12 siang. Saatnya makan siang. "Hem... Kira-kira Claire lagi ngapain di Sunny Island ya?" ujarku pada diriku sendiri. Mungkin aku bisa menelponnya ya.
PIP POP PIP PIP POP PIP
"Halo?"
"Halo, Clairenya ada?" tanyaku.
"Oh! Ini Jack ya? Ini aku, Chelsea!" ucap suara di seberang. "Claire sudah pulang kok, soalnya Peach sudah lahir."
"Wah! Sudah pulang?" tanyaku kaget. "Makasih ya Chelsea!"
KREK!
Aku langsung lari keluar rumah dan menghampiri rumah Claire.
TOK TOK TOK
Kuketok pelan pintu rumah Claire.
TOK TOK TOK TOK
Kuketok lagi agak keras. Hem, tak ada siapa-siapa. Aku mengintip ke dalam rumah Claire melalui lubang jendela. Tidak ada siapa-siapa. Mungkin Claire belum pulang dan masih diperjalanan, mungkin? Hem, lebih baik aku ke Inn saja.
--- (Claire's POV) ---
"Hihihi..." aku tertawa kecil sambil duduk di atas puncak Mother's Hill sendirian. Rasanya tak sabar bicara pada Jack dengan semuanya. Kayaknya aku juga mulai suka sama Jack, nih...
Sesekali aku tersenyum-senyum lagi sambil membayangkan saat-saat bersama Jack. Dia memang petani yang baik. Selalu saja baik padaku. Banyak kenangan-kenangan manis-asam saat bersama Jack... Membantuku di Spring Festival... Berantem gara-gara Horse Race Festival... Salah paham gara-gara sakit gigi... Waktu Jack membelikanku pertanian sebelah... Fufufu...
--- (Gray's POV) ---
Haaah, lelah sekali kerja hari ini. Lagi-lagi kakek mengomeliku hanya karena menjatuhkan batu kristal yang sudah jadi bentuknya. Aku masih merasa agak kesal saat itu.
"Hn?" aku merasakan ada sesuatu di saku celanaku.
Ada sepucuk surat. Oh, yang dari Claire. Langsung saja kusimpan dalam sakuku lagi karena kesal. Takkan kubiarkan Claire menjadi milik petani rese itu. Meski aku sudah menyerah, tetap saja ku tak bisa menyerahkannya begitu saja...
Langsung saja aku berjalan menuju Inn untuk pulang.
--- Doug's Inn ---
--- (Jack's POV) ---
Aku memakan makan siangku dengan tenang. Pasti malam ini Claire bakalan pulang! Aku berpikir begitu.
BLETAK!
"Mau pesan apa lagi, hei, petani rese?" tanya seseorang iseng melempari buku menu didepan mukaku. Huh, dasar Gray!
"ENGGAK ADA LAGI!" bentakku sambil melempar lagi buku menu itu ke muka Gray. Gray bisa menghindar. Cih, sialan. "BWEEEK!"
Gray ketawa kecil aja terus masuk ke kamar lantai 2-nya. Huh, menyebalkan.
Setelah membayar, aku sempat bertemu dengan Cliff. "Eh, hai, Cliff!" sahutku sambil menepuk bahu Cliff.
"Adaw!" Cliff meringis sedikit karena mungkin aku menepuk bahunya terlalu keras. "Ha, hai... Jack..."
"Baru pulang ya?" tanyaku akrab.
"Iya... Begitulah..." jawab Cliff seadanya. "Ngomong-ngomong... Kamu udah... Ketemu sama Claire?"
"Hah??" tanyaku heran. "Kamu udah???"
"Udah, dari pagi malah. Dia ada dari pagi, pas aku baru mau ke gereja... Katanya dia mau pergi kemana... Gitu. Aku enggak ingat."
"Ke mana???" tanyaku lagi.
"Aku lupa..." jawab Cliff. "Aku mau ke lantai dua dulu. Bye, Jack."
"B... Bye..." jawabku bingung.
--
--- Jack's House ---
Aku terduduk di tempat tidur, kebingungan. Bukannya Chelsea bilang kalau Claire udah pulang? Berarti baru pergi kan? Kok bisa udah ada di kota Mineral lagi di pagi lagi? Masa kapal laut udah ada yang express di kota Mineral?
Sekali lagi aku ingin menuju rumah Claire.
Aku langsung keluar rumah dan menuju pertanian Claire.
TOK TOK TOK
TOK TOK TOK
Aku mengetuk pintu rumah Claire. Lagi-lagi enggak ada jawaban. Padahal udah mau malam gini. Udah jam 6, kalau tak salah kulihat di jam dinding. Ya sudahlah. Mungkin Claire pulang besok.
--- (Claire's POV) ---
Aku masih saja menunggu di puncak bukit Mother's Hill. Dari tadi Jack tak datang juga. Apa dia sakit, ya? Apa dia tidak membaca suratku?
Perlahan-lahan muncul air mata menetes perlahan ke lengan kananku. Kenapa aku merasa sedih dan khawatir begini? Aku langsung bangun. "Aku mau ke pertanian Jack ah..."
Setelah menuruni bukit, aku berjalan pelan-pelan melewati hutan menuju pertanian Jack.
"AUUUUUUUUUUU......"
Aku terkesiap. Suara apa itu?
"AUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU........"
Suara itu makin menggema. Aku langsung terjongkok ketakutan. Apa itu?
SREK!
BRAK!
"KYAAAAA!!!!!!!!!" aku berteriak kencang. Ada sesuatu muncul dibalik semak-semak. Aku tak bisa melihat karena takut. Langsung saja aku menutup kedua mataku dengan telapak tenganku sambil menangis.
Tunggu. Aku tak boleh cengeng. Aku harus bisa bertahan. Aku ingat ada cangkulku di ranselku. Langsung saja kuambil cangkulku dan kupakai. Ternyata ada seekor anjing liar menghadangku.
"GGGRRRHHH... RRR!!!" anjing itu menatapku dengan benci.
"Pe, pergi kau anjing jelek!" aku memakai cangkul itu untuk memukul kepala anjing liar itu.
Anjing liar itu langsung menjauh sedikit. Langsung saja aku mendekatinya dan makin memukulnya. Anjing itu mulai ketakutan, dan langsung pergi.
"Fiuh..." aku langsung berjongkok lagi karena lemas. Baru pertama kali ini aku menghadapi anjing liar sendirian. Aku langsung berjalan pelan menuju pertanian Jack. Kuketok pintu rumahnya.
TOK TOK TOK
Tak ada jawaban. Kuketok lagi.
TOK TOK TOK.
Pasti tak ada siapa-siapa.
Setelah mengecek kembali, aku langsung memutuskan untuk berjalan menuju pulang rumahku. Karena udara dingin, badanku mengigil seiring angin dingin terus bertiup menusuk.
Aku sampai ke rumahku. Rumahku yang gelap, yang hanya dijaga oleh Dablim dan Will saja. Aku menghela napas.
Jack...
Apa kau menanggapku pembohong sehingga kau tak mau bertemu denganku?
Apa kau sudah membenciku?
Maafkan aku, Jack...
Kalau kau memutuskan untuk menjauhiku...
Akan kuturuti maumu...
Hiks...
Lagi-lagi aku menangis. Langsung saja aku masuk rumah dan tidur. Sesekali aku menangis sebelum terpejam ke alam mimpi.
--
Selesai! Tapi ini belum tamat, lho!
Fufufu... Gray-san, sampai kapan sih engga mau nyerahin Claire ke Jack?
Gray: None of your business. -ngibrit-
Claire: ?? Hah? Maksudnya?
Huh, dasar tu anak, Gray... Eh iya... T_T RnR!
