Akhirnyaa---

DISCLAIMER: I do not own HM charas!

--

--- (Claire's POV) ---

Bulan Fall tiba dengan penuh keceriaan. Sekarang bulan Fall ini, banyak hal yang menyenangkan terjadi. Aku dan semuanya melihat acara menyanyi di Gereja. Aku juga ikut festival musim gugur dengan memasukkan buah strawberry favoritku, dan hasilnya enak sekali.

Cliff, sahabatku, dia juga mendapat pekerjaan di toko wine Aja. Dia senang sekali bisa bekerja di bidang yang disukainya sejak dulu. Awalnya aku kaget mendengar dia akan pergi meninggalkan kota, namun Jack datang dengan lowongan pekerjaan di toko wine itu sebelum Cliff mendapat pekerjaannya.

Gray sekarang sudah semakin ahli di toko kakeknya. Dia juga jadi rajin membaca buku di perpustakaan mengenai cara-cara menjadi blacksmith yang sesungguhnya, dan juga membaca novel buatan Mary, sang gadis pustakawati. Aku ingin juga membaca novel buatan Mary setelah direkomendasikan oleh Gray, hanya saja mataku selalu saja mengantuk kalau ingin membaca buku. Dengan ringannya Gray tertawa padaku dan bilang bahwa Mary akan memberikan naskah novel buatannya ke penerbit terdekat sehingga banyak orang yang akan bisa membaca novel buatan Mary.

...

...

Jack?

Oh, dia. Aku dan dia menjalani banyak masa lalu yang indah. Dia memang orang yang baik—selalu baik padaku.

"Claire, kayaknya ubinya udah jadi tuh. Yuk, kita ambil!" Jack mengambil batang kayu dan memberikannya padaku.

Aku dan Jack sekarang sedang membakar ubi di pertanian Jack. Aku suka makan ubi bakar di saat musim Fall tiba. Ubi bakar memang manis dan selalu membuatku ketagihan untuk memakannya terus-menerus.

"Guk! Guk!" Dablim dan Jo, anjingku dan Jack, menyalak padaku.

"Hei, kalian mau juga?" tanyaku sambil tertawa kecil. "Jack, pinjam bandana dan topimu dong."

"Untuk apa? Nih," Jack heran sambil memberikan topinya dan bandana yang ada di lehernya. Aku mengambil sebuah ubi yang sudah terbakar, membelahnya menjadi dua, dan meletakannya satu-satu ke bandana dan topi Jack di tanah. Jo dan Dablim langsung memakannya dengan lahap.

"Heei~~ Itu topiku! Ah, Claire~~ Nanti kamu harus ngecuciin topiku dan bandanaku lho!" ancam Jack bercanda.

"Iya deh, pasti nanti kucuciin~~" jawabku santai sambil makan ubi bakar. "Manissss...."

"Hehehe, aku memang manis, kok, Claire," Jack langsung tertawa digemes-gemesin.

"Enggak, bukan kamu yang manis, tapi ubi ini yang manis tauu...." ledekku sambil memakan ubi bakar lagi.

"Aaah, Claire ja'aat!" ledek Jack. "Eh, kok, ubi yang ini rasanya tawar sih?"

"Mana, mana?" aku mencicipi ubi punya Jack. "Manis kok..."

Jack lalu langsung menggigit ubi di tempat bekas kugigit tadi. "Nah, ini baru manis... Abis Claire manis sih.."

"Hiih, masa aku gula sih? Jack jorok ih!!" tanyaku jengkel.

"Enggak kok, kamu manis dan lucu!" ledek Jack sambil makan lagi ubinya.

Seusai makan ubi sama-sama dan mencuci topi plus bandana Jack, Jack mengajakku pergi ke Supermarket.

"Hey, Claire," panggil Jack. "Kamu tahu itu apa?"

Aku menoleh ke arah yang ditunjuk Jack. Jack menunjukkanku ke counter tempat Blue Feather, bulu legendaris yang biasa dipakai untuk melamar seseorang.

"Itu Blue Feather kan?" tanyaku.

--- (Jack's POV) ---

Aku dengan mantap berjalan menuju counter Blue Feather. "Tuan Jeff, ini harganya berapa?"

Jeff yang sedang asyik minum Promag dan Mylanta langsung noleh. "Oh, itu Blue Feather, harganya 1000 Gold," katanya dengan bangga. "Baru saja ada persediaannya hari ini."

"Oh," Jack memberikan 1000 Gold dan membayar Blue Feather. Aku langsung memberikan bulu itu pada Claire. "Claire, ini!"

"!!!!" Claire langsung kaget dengan muka yang memerah. "J—Jack! Jangan disini! Kita ke... Rumahku, ya?"

--

--

--- (Skye's POV) ---

Aku sedang asyik menggigit apel di pohon apel milik sang bidadariku. Bidadari? Oh bukan, malaikat. Eh, bukan, dewi. Oh, terserahlah. Tentu saja pohon apel milik Claire, dewi pujaanku.

BRAK! DRAK!

Aku menoleh ke arah rumah Claire. Sepertinya dewiku baru saja pulang. Hehehe, saatnya melakukan rutinitasku, yaitu... Mengintip. Cukup jelas kan?

Aku langsung turun dari pohon dan mengendap-endap masuk ke rumah Claire melalui genteng. Tentu saja aku masuk, tapi hanya mengintip melalui lubang-lubang di langit-langit.

"Claire..." aku mendengar suara Baka-Bokujou dari rumah Claire. Oke, oke, itu suara Jack.

"Jack, baru kali ini aku mengalami hal ini... Aku... Aku..." kudengar suara bidadariku—ups, oke, Claire dengan nada lirih. "Baru kali ini aku melihat pemandangan ini seumur hidupku..."

"Maukah kau menerima ini?" tanya Jack.

Aku melotot. Itu Blue Feather kan?! Untuk melamar orang yang disukai kan?! Jack memberikan hatinya pada orang lain selain untukku?! Eh, salah, ralat, ralat! Claire, bidadariku, memberikan hatinya pada pria lain?! Claire, malaikat kecilku...?! Jangan, Claire! Jangan!

"Iya! Aku mau!" jawab Claire sambil menerima Blue Feather dari tangan Jack.

Aku langsung shock. TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAAAK!!! Aku langsung berteriak dalam hati sambil mengibas-ibaskan tanganku saking tak relanya diriku.

BRAK! DRAK! GUBRAAAK!

"Aaaaaw!" teriakku melengking. Langit-langit tempatku mengintip jatuh ke lantai. Aku juga ikut jatuh. Beberapa sarang laba-laba sedikit tertinggal di rambutku.

"Kyaaaaaaaa!"

"Huwaaa! Sora! Apa yang kau lakukan?!"

Aku terdiam. Mencoba memahami apa yang terjadi. Aku, tadi terjatuh dari langit-langit. Langit-langitnya berlubang sekarang. Aku juga berada di lantai, lantai rumah Claire. Aku juga sedang berdiri di dekat mereka. Claire dan Jack. Berarti...

"Huwaa!" Aku langsung teriak sendiri.

"Kamu ngapain disini Sora?!" bentak Jack.

--- (Jack's POV) ---

"Ngapain disini? Tentu saja melihat ke langit ketujuh tempat bidadariku tinggal..." jawab Sora dengan santai melap sarang laba-laba di rambutnya.

"Maksudnya... Claire?" tanyaku.

"Kyaa! Maksud bidadari itu aku ya? Aih, kau memang orang yang senang memujiku yah~~" Claire langsung memegangi kedua pipinya yang bersemu dengan polos. "Maksud langit ketujuhnya?"

"Tentu saja rumahmu, bidadariku sayang." jawab Sora mendayu-dayu. "Kau hari ini pakai warna biru muda ya?"

"Hegh?! Kok tahu?!" jawab Claire sambil malu-malu lagi. "Kau selalu bisa menebak 'itu' setiap hari. Hihihi~~~~"

"Apanya yang biru muda, Sora?!" bentakku.

"Warna baju dalamnya~~"

Dalam sekejap darahku mendidih. Berarti Sora selama ini mengintip Claire ya?! "Kemari kau dasar pencuri mesum!"

"Biarin~~ Ha ha haa~~" Sora langsung ngibrit.

Aku dan Sora kejar-kejaran di ladang Claire. Sempat juga kulempari mayonaise yang kubawa tadi, tapi tetap saja Sora bisa mengelak. Acara kejar-kejaran Romeo and Juliet (??) berlangsung sampai sore. Claire yang dari tadi udah sesak napas saking gak bisa nahan ketawa akhirnya keluar juga.

"Capek..." keluhku.

"Sama..." jawab Sora. "Lagian kenapa kita lari-larian sih?"

"Iya ya, mendingan tidur yuk..."

"Ayuk..."

ZZZZZZZZZZZ

Claire bengong ngeliat kita lagi action. "Euh, kalian ngapain?"

--

--- (Normal POV) ---

"Gray!"

"Apa, Mary?"

Mary tersenyum ceria sambil membawakan sebuah buku bersampul ungu lavender. "Aku punya idekonflik baru! Idenya kudapat dari kalimat 'Cinta tak harus memiliki'! Kira-kira kisahnya bagaimana ya?"

Gray terdiam. Dia teringat dengan kisahnya sendiri.

"Aku menyukaimu Gray—sebagai sahabat baikku. Kau tahu kan, cinta tak selamanya harus memiliki. Itulah pelajaran yang harus kau rawat baik-baik."

"Pasti rasanya menyakitkan sekali bagi yang harus mengalami kisah itu." Gray tertawa pahit sambil menunduk.

"Eh? Kok kau bisa tahu?" tanya Mary dengan lugu. "Kau pernah mengalaminya, Gray?"

Gray mau tak mau menunduk.

"Wah! Kisah yang menyedihkan..." Mary ikut bersedih. "Tapi aku yakin, Gray pasti bisa menemukan jodoh yang lebih baik!" Mary langsung semangat sambil memberi senyuman.

Gray terpaku menatap Mary, melihat senyum gadis berkacamata itu. Dia tersenyum dan menunduk.

--

--- (Claire's POV) ---

Beberapa hari berlalu.

Semua kejadian juga sudah terjadi.

Namun hari ini menjadi hari yang paling membahagiakan untukku. Dan Jack.

"Claire, kau cantik!" puji Cliff. "Jadi pangling—Adaww!"

Ann langsung ngambek kecil-kecilan karena ngedenger Cliff memujiku. Cliff langsung salah tingkah dan bingung harus bagaimana mendapat maaf dari Ann. Aku tertawa kecil.

"Tenang saja Ann. Aku takkan mengambil pacarmu kok." Aku tertawa sambil menutup mulutku yang sudah bersarung putih. Ann langsung tersenyum iseng sedangkan Cliff menghembuskan napas lega. Mary yang dari tadi menata rambutku ikut tertawa juga melihat kejadian tadi. "Mary, makasih ya!"

"Iya, sama-sama, Claire," jawab Mary sambil meletakkan sisir yang dipakainya tadi. "Kau cantik deh. Jack pasti lebih pangling lagi."

--- Meanwhile ---

"Duh... Duh..." keluh Jack. "Harus pakai dasi apa nih? Dasi kupu-kupu atau enggak usah? Dasi merah? Uuh... Bingung..."

"Napa sih ngeluh mulu! Nih, pakai dasi biru aja!" bentak Gray yang dari tadi stress mendengar omelan Jack yang bawel. "Cepetan sana sisiran! Masa mau kondangan kayak gini..."

"Eit, eit," bantah Sora. "Kalau menurutku, lebih baik Baka-Bokujou pakai dasi abu-abu aja. Lebih cocok dengan blazer hitamnya."

"Enggak! Pakai dasi biru aja!" bentak Gray mantap, mempertahankan pilihannya. "Biru itu cocoknya sama warna hitam! Pakai dasi biru aja!"

"Abu-abu!"

"Biru!"

"Abu-abu!"

"Biru!"

"Abu-abu!"

"Biru!"

"Abu-abu!"

"Biru!"

"Abu-abu!"

"Biru!"

"ABU-ABU!!"

"BIRU!"

"ABU-ABU!!"

"BI—"

"Sudah ah, berisik!" bentak Jack. "Kenapa malah kalian yang sewot sih? Sudahlah, aku pakai dasi merah saja."

--

Semua tamu sudah datang dan bersiap menjadi saksi pernikahan.

"Dengan tangan ini, aku bersumpah takkan meninggalkanmu dari kesepian. Dengan lilin ini, aku bersumpah akan menerangimu dari kegelapan. Gelasmu takkan pernah kosong, karena akuah yang akan menjadi wine-mu." ucap Jack mantap. Sudah nyaris 3 hari Jack tak hapal juga sumpah itu, dan untungnya Cliff bersedia membantunya menghapalkan.

Aku terdiam. Duduk di sebelah Cliff dan Saibara. Tak mengucapkan apa-apa.

"Dengan tangan ini, aku takkan meninggalkanmu dari kesendirian. Dengan lilin ini, aku akan menerangimu dari kegelapan. Gelasmu takkan kosong, karena akulah yang akan menjadi wine-mu." Kata Claire sambil menuangkan wine ke gelas yang dipegang Jack. Mukanya setengah merah saat menatap Jack.

"Baiklah, kau boleh mencium pasanganmu." Carter tersenyum sambil menutup buku Alkitabnya.

Aku lalu mencium Jack. Jack lalu merapatkannya dan memelukku.

Aku langsung terdiam sebentar. Oh iya!

"Mary! Gray!" teriakku.

"Ya?" kedua orang yang kupanggil langsung menyahut. "Ada apa Claire?"

"Carter!" pintaku. "Boleh kan kalau Gray dan Mary menikah juga?"

Sekelebat tamu langsung terkejut, bahkan Mary dan Gray lebih parah lagi. Muka mereka berdua sama-sama memerah.

"Eee..." jawab Carter ragu. "Apa bisa ya?"

"Bisa kok, Car!" jawab Jack bangga. "Anggap saja ini kawin ganda! Bisa kan?"

"Ta, tapi..." Mary langsung kebingungan. "Pakaian pengantin saja tak ada... Blue Feather juga enggak ada..."

Gray merogoh sakunya. Ada sebuah Blue Feather. Tamu-tamu langsung bergumam 'AAAWW.... SO SWEET...' dengan bisik-bisik.

"Ibu bisa meminjamkan baju pengantin milik ibu, nak," Anna datang menghampiri Mary. "Ibu tahu sebenarnya kau selalu ingin bisa mengalami pernikahan kan? Itu tertulis di novelmu..."

"Mama..." Mary terharu mendengar perkataan ibunya, dan Gray juga ikut terharu.

Setelah acara gini-gono, pasangan ganda sudah bersiap mengulang lagi pernikahan. Untung aja Ann bersedia minjemin blazer buat kakaknya tercinta, yang sebenarnya tentu saja itu milik ayahnya.

"Kalian boleh mencium pasangan kalian masing-masing," ucap Carter bangga. "Baru kali ini aku mengkawinkan dua pasangan sekaligus... Oh bangganya diriku..." kira-kira itulah gumaman Carter menurutku.

Dua pasangan langsung berciuman didepan semuanya. Bagiku, ini ciuman yang kedua kalinya. Bagi Mary, itu pasti yang kepertama kalinya.

Kami berempat lalu keluar sambil dilemparkan banyak kelopak bunga blue magic. Kami langsung merasa bahagia sekali. Kehidupan kami yang baru akan segera dimulai. Dengan Jack, cinta, dan... Mineral!

--

Tamaaattt!!!!! Jack's Mineral Love tamat! Hore! Horeee!!! Hor— -dilempar botol kosong tiga lusin-

Jack: Heh! Aku belum balas dendam nih! Aku masih belum puas kalau kau belum ketimpuk botol kayak aku!

Claire: Udah deh, Jack, nyerah aja. Gimana malam pertama kita nih?

AA: Anisha enggak nyangka kalau Claire udah mikir yang kayak gituan 0_0. Kamu udah sinting, Claire?

Claire: -dengan muka bersemu- Oh ya, AA-san, apa ada acara '2-1-2-1-2-CAR-IS-TREE' gak?

AA: -langsung muka merah- HAH?! Claire?!!! KAMU KOK UDAH MIKIR BEGITU?!!! CLAIRE! SADAR!!!

Jack: Kamu bilang apaan Claire?

Euh... Untuk yang membaca, mendingan enggak usah nyariin arti kode yang dibilang Claire, ya... Terlalu memalukan... XP Tapi kalau mau tahu artinya, boleh! :D Baca kode itu dengan bahasa Inggris. (contoh: 1=one, 2=two,). Oke, selamat baca yah! -kabur-

(NB: Hem, apa bikin sekuel gak yah? 0_0)