Yez, update nih!! Hehe, q jadi geli baca review kalian. Senyum2 sendiri diwarnet! –gila stadium4- gtw napa, seneng aja kale. Hehehe… -gaje-

Sankyu!!

Kayaknya yang jadi perhatian si Shiro, padahal yang menderita Ichigo! Emang nasib loe jelek Ichi! –diijak-injak Ichi-

Let's!!

Puasa ala anak Kos

Chapter 2

By Raeru Nikaido

DUG… DUG!!

Akhirnya bedug maghrib bunyi juga. In other word, penderitaan Ichigo berakhir. Tanpa lama menunggu, Ichigo menyeruput es campur pemberian Rukia. Sebenarnya suasana di teras agak ramai. Selain ada Rukia juga ada Tatsuki, Inoe, Soi fong dan Matsumoto. Di grup cowok ada Renji yang sibuk dengan piring berisi segunung nasi berharga miliknya. Yumichika asyik berduaan dengan Matsumoto. Sedangkan Ishida dan Ulquiorra menikmati santapan buka puasanya di singgasana raja dan ratu. Ya, entahlah… mereka sering berdua.

"Uwahh seger banget! Thanks Ruki!!" Ichigo mendekat ke Rukia. Entah untuk berterima kasih atau mengharap diberi makanan lagi. Yaelah Ichi… miskin amat! Ayahmu kerja nggak sih, kok loe menderita gitu?

Tak banyak hal yang mereka lakukan selain berkutat dengan makanan dan minuman. Istimewanya mereka berkumpul di tempat yang sama. –lebaran ja belum- toh mau gimana lagi, cuma temen kos yang mereka punya. Setidaknya mereka bisa bekerja sama, atau mungkin punya hoby yang sama, kebiasaan yang sama, kepribadian yang sama -????- dan kesamaan-kesamaan lainnya.

"Heh Soi Fong, masa' cuma segitu saja kemampuanmu!?"

"Heh Tatsuki, aku belum kalah! Ini sih belum ada apa-apanya bagiku!" seperti biasa, kegiatan rutin Tatsuki dan Soi Fong adalah menjadi generasi penerus pahlawan demi mewujudkan perang dunia yang nggak jelas ke berapa.

"Ah, iya Byaku-niisan aku baik-baik aja kok….. iya udah buka puasa bareng temen-temen…. Iya tenang aja, udah kenyang kok. Byaku-niisan sendiri gimana? ….. Oh…. Ya…. Ya..." si gadis polos Rukia Kuchiki sedang menempelkan HP ditelinganya. Ya, ngobrol sama siapa lagi kalau bukan sama Aniki-nya yang super khawatir kalau kepisah sama adek tersayangnya.

"Ren, itu jatah gue!! Loe kan udah segunung makannya!! Masa' punya temen ndiri masih diembat juga!! Tega amat sie loe!!" Ichigo uring-uringan. Renji sih kagak banyak respon. Kalau udah ada makanan di depan matanya, yang lain "I don't care!" dah.

"Heh, Ichi! Kalo gue nggak makan banyak, besok semangatku jadi 0%. Loe tau ndiri kalo badanku gede gini. Jadi, jelas gue makannya banyak. Makanya loe makan yang banyak juga biar nggak 'pongkreng' (kurus) kaya gitu!" Renji berceloteh dengan mulut yang penuh makanan.

"Ya makanya jatah gue jangan elu abisin, babon!! Susah bener ngomong sama orang susah!!" Ichigo muntab ampe rambutnya yang orange jadi merah kayak Renji.

Seperti itulah kekacauan dan ketidakwarasan mereka. Selain mereka juga masih ada lagi yang belum terdiskripsikan.

Inoe? Terserah deh dia mau ngapain.

Matsumoto? Eh, dia tuh dah kerja. Wanita paling dewasa dan paling nggak biasa kalau urusan belanja.

Yumichika? Si makhluk gila kecantikan. Dia senpai Ichigo dan Renji di Universitas Karakura.

Mm, sapa lagi? Oh, si couple Ishida dan Ulquiorra. Di mata teman kos, mereka seperti pasangan yaoi. Ke mana-mana berdua. Tapi tenang. Mereka nggak segitu nistanya kok. Bisa-bisa FC mereka tepar. Satu-satunya alasan yang cocok untuk mereka berdua adalah mungkin hanya tinggal mereka berdua saja yang masih waras.

"Mas, mbak… Jangan ribut terus! ayo sholat dulu ke masjid! Assalamu'alaikum!" muncul si pemilik kos yang religius datang memberi prtunjuk ke jalan yang benar. Dia pergi menuju masjid terdekat didampingi kedua cucunya. Yang laki-laki namanya Jinta dan yang perempuan namanya Ururu.

"Wallaikumsalam, Pak Haji Urahara Kisuke!" seru mereka bersamaan sambil agak cengok liat penampilan si pemilik kos yang pake kupluk belang ijo-putih. Mungkin yang belang lebih enak! –kaya iklan ……*sensor*-

-

-

Malam tiba. Waktunya para manusia tidur dalam keabadian –kaya prolog vampire aja-

Tapi sebelum bobok, Ichigo tidak lupa berdoa dulu –kaya anak kecil- Ichigo nggak segitu berimannya kok. Maksudnya sebelum tidur, Ichigo tidak lupa memohon-mohon pada Ishida dan Ulquiorra agar membangunkannya saat sahur nanti. Apa boleh buat, cuma mereka yang paling bisa diandalkan, meski Ichigo harus mendapatkan tendangan 'super' dari Ishida dan 'duper' dari Ulquiorra. Itu dilakukannya agar dia tak mengalami penderitaan untuk yang kesekian kalinya gara-gara nggak sempet sahur. Kalau saja bukan karena alasan itu, Ichigo tak akan mau melakukan perbuatan hina memohon pada ke dua makhluk berambut hitam itu.

SAHUR!! SAHUR!!

Terdengar suara panggilan yang bersumber dari masjid. Panggilan untuk sahur tentunya.

Para cewek udah bangun. Yang susah dibangunkan jelas Tatsuki. Tapi untung saja ada Soi Fong yang siap melakukan pukulan dan tendangan andalan karatenya. Ada juga Rukia yang masih kucek-kucek mata sambil nenteng boneka kelincinya. Yang keliatan normal cuma Inoe dan Matsumoto saja. Digrup cowok, Yumi selalu berseri-seri dalam situasi apapun. Renji bisa bangun karena pasang alarm yang entah dia ngrekam suara ayam dimana. Ichigo udah bangun lengkap dengan benjol di kepalanya akibat kejatuhan pintu kamarnya yang ambruk gara-gara didobrak Ishida dan Ulquiorra.

"Udah bangun semua, kan? Kita sahur di mana sekarang?" Inoe memecah kekacauan.

"Hm, ke mana ya?" Matsumoto mencari-cari tempat yang cocok dalam pikirannya. –kapan ketemunya?- Maksudnya memikirkan tempat yang cocok.

"Ah! Gimana kalau di warung remang-remang dekat pantai?" usul Yumi mendapat tonjokkan langsung diwajahnya dari Matsumoto. Yumi ngguling-ngguling di tanah sambil menutupi wajahnya.

"Eh, gimana kalau ke restoran masakan Jepang yang super enak itu?"

"Mahal, babon!!!" usul Renji juga mendapat tendangan dari Tatsuki dan Soi Fong.

"Ke warung terdekat saja." Ishida dan Ulquiorra kompak. Kalau mereka udah menentukan, tak ada yang bisa menolak. Terutama Ichigo. Dia udah bersyukur banget bisa bangun jam segini.

Berangkatlah mereka ke warteg terdekat. Mereka pesen makanan sekaligus minuman. Semua duduk dengan rapi di bangku yang tersedia di warung tersebut. Tapi saking banyaknya pengunjung warung, Ichigo dan Renji nggak kebagian tempat.

"Eh, gimana nih Ren? Kita nggak dapet tempat duduk. Mm, Ru-Ruki-a geser dikit donk?" Ichigo mendekat ke arah Rukia. Ichigo emang dah lama banget naksir sama cewek ini. Karena Rukia adalah gadis polos nan baik hati, ia rela bergeser agar Ichigo bisa duduk di sebelahnya. Baru saja Ichigo bahagia bisa duduk deket Rukia, Renji menarik bajunya. Hampir aja dia jatuh begitu juga piringnya. Untung masih selamat semua!

"Nggak usah! Loe duduk di bawah aja nemenin gue!!" jadilah mereka berdua duduk lesehan di warung tersebut. Terpaksa ia melepas kesempatan buat ndeketin Rukia, meski harus mengorbankan cinta demi kesetiakawanan. –tepuk tangan buat Ichi!! Plok! plok! (digampar Ichi)-

-

-

-TBC-

»------«

Sekian dulu! Q bukan anak kos jadi kagak tew. Siapa yang kangen ma Shiro? Dia bukan anak kos sih! Chap depan dia akan muncul lagi!

Sedikit terinspirasi dari warung budhe-ku yang rame anak kos. Ampe teras rumahku turut dijadikan lesehan. Terus… hmph! –dibungkem Ulquiorra gara2 banyak cingcong-

Fic ini akan berlanjut jika kalian minta. Kalau ga minta ya nggak lanjut. Awas kalau q liat review masih segini doank!! –ngancem pake zanpakuto curian-

RnR!!