Eien no Hana
A/N: Kyahahahahahahahaha………….
Chapter 6!
Gag tau nih, saia lagi nafsu banget update Eien no Hana….. Ide lancar…. XD
Jadi kepikiran cross over Eyeshield 21! Yaahha!
Oke, oke, langsung baca aja deh!
Dis: sama…..
"Rasanya hangat seperti ada yang memeluk.
Sejuk, dan damai.
Apa ini….?
Dan yang kulihat…."
"Itu pelepasan 'Eien no Hana'! Cepat hentikan!" Jerit Reiya.
Terlambat. Tubuh Akira sudah bercahaya sepenuhnya.
"KAKAK!!"
"AKIRA!!!"
BYAAR!!
Sinar itu memenuhi gedung kafetaria. Semuanya menutup mata karena cahaya itu sangat menyilaukan.
"Apa yang terjadi??" Seru Lavi.
"Ini pelepasan 'Eien no Hana'! Jika dilepas kakak akan mati!" Balas Reiya.
"Hah?!" Allen ikut kaget.
"Iya! Dan sekarang…."
Cahaya itu masih menyinari kafetaria untuk beberapa menit. Dan ketika cahaya itu mulai meredup, orang-orang penasaran sekali ingin melihat ada apa di baliknya.
Lavi, Reiya, Kanda, Allen, Lenalee, Miranda, Chaoji, dan Krory tegang. Ingin tahu apa yang terjadi pada Akira.
Mereka melihat sesuatu berwarna merah keluar dari cahaya itu. Semula mereka mengira itu darah. Namun akhirnya mereka menyadari kalau itu adalah kain sutra yang kelihatan sangat halus.
Kemudian cahaya itu memecah dan memperlihatkan apa yang ada di baliknya.
Akira melayang di udara dalam keadaan pingsan. Seragam Black Order yang tadi dikenakannya entah bagaimana berubah menjadi kain sutra yang membalut seluruh tubuhnya.
Dual tonfa yang selalu dibawanya retak, patah jadi dua. Yang menggantikannya adalah sepasang high heels bertali berwarna putih.
Tangannya mengenakan gelang yang terbuat dari perak asli, masing-masing satu di kedua lengannya. Rambut panjangnya entah bagaimana jadi pendek, namun bagian depannya tetap panjang seperti biasa, malah jadi lebih panjang, dengan jepit berbentuk bulan berwarna putih berseling perak.
Kain sutra yang membalut tubuhnya mulai membuka, memperlihatkan tubedress berwarna putih dan hotpants biru jeans yang dikenakannya sebagai baju dalam.
Perlahan-lahan, tubuh itu turun, tergeletak di lantai dengan kain sutra tadi menyelimuti tubuhnya.
Semua bengong untuk sejenak.
"Akira!"
"Jangan bergerak!"
Lavi berhenti dan menoleh. "Kau yang kemarin…. Mau apa kau kemari?"
"Kau tak punya hak untuk mendekati Akira-sama."
Lavi naik pitam. "HEH! Aku ini suaminya! Jadi ini hakku untuk menghampirinya!"
"Kau memang suami Akira-sama, namun kau tidak mencintainya sungguh-sungguh. Kau benar-benar tak pantas untuk Akira-sama."
Lavi menggeretakkan giginya. "Apa katamu….?"
Pemuda berpakaian putih itu mendekati Akira. "Hatimu yang busuk itu akan menodai Eien no Hana di dalam tubuh Akira-sama bila kau berkelakuan kasar seperti itu."
"Bukti darimana kalu aku berkelakuan tak baik padanya?!" Tantang Lavi. Nampaknya dia lupa pemuda ini bisa memunculkan lagi lukanya.
"Kau takkan bisa bergeming lagi setelah ini."
Pemuda itu mengusap pipi dan paha Akira, dan dalam sekejap muncullah luka-luka yang dibuat oleh Lavi. Semua terkejut.
"Siapa yang membuat luka itu?" Reiya bertanya tak percaya. Kemudian dia melirik ke arah Lavi.
"Lavi-niisan…. Mana mungkin…."
"Lavi…. Kau…." Allen ikut-ikutan menatap tak percaya.
"Kejam sekali kau, Lavi…." Lenalee yang sekarang sudah berdiri menutup wajahnya.
"Baka usagi! Aku tak menyangka kau akan sejauh itu…." Kanda kelihatan geram dan ingin mencincang Lavi saat itu juga, namun Yuufie menahannya.
"Lavi-kun…." Miranda nampaknya akan menangis, sementara Krory dan Chaoji tak berkomentar apa-apa karena masih shock.
"Masih kurangkah, Lavi Bookman Junior?" Tanya pemuda itu.
"KURANG AJAR!"
Lavi menerjang ke arah pemuda itu, namun pemuda itu membloknya dan menusukkan pisau ke arah dada Lavi. Semua menjerit.
"Kkh…." Lavi shock.
"Pisau ini tak akan membunuhmu, hanya membunuh perasaan dan hati busukmu saja. Aku melakukan ini karena aku mau yang terbaik untuk Akira-sama."
Pemuda itu memasukkan tangan putihnya ke dalam dada Lavi dan mengeluarkan sesuatu berwarna kehitaman yang nampak bergerak-gerak. Semua memandang dengan tatapan jijik.
"A--apa itu…. Menjijikkan." Komentar Yuufie yang nyaris muntah di tempat.
"Inilah jantung hitam yang menempel di dalam dadamu, Lavi Bookman Junior. Jantung hitam yang muncul dan terbentuk karena kau terpikat pesona semu Eien no Hana. Jantung hitam yang membuat hatimu membusuk karena kau mabuk dalam rayuan semu Eien no Hana yang memancar dari Akira-sama. Jantung hitam yang membuat perasaanmu mati karena kau terlena dalam taman semu Eien no Hana. Karena sebenarnya, Eien no Hana bukan seperti itu."
Pemuda itu kembali ke Akira, memasukkan tangan ke dalam dadanya juga, dan mengeluarkan sesuatu seperti bunga yang bercahaya terang.
"Inilah Eien no Hana. Bunga yang kutanam di dalam tubuh Akira-sama. Bunga ini bisa ternoda jika jantung hitam itu terus berada di dalam dadamu. Akira-sama bisa mati."
Pemuda itu kembali memasukkan bunga tersebut ke dalam dada Akira. Kemudian tangannya meremas jantung hitam yang dipegangnya dan jantung hitam itu pecah seketika.
"Yang dibutuhkan Eien no Hana adalah cinta yang murni, putih bersih, tanpa ada nafsu ataupun hasrat ingin memiliki di dalamnya. Cinta seperti itulah, yang pasti juga diinginkan semua pasangan di dunia ini, tidak hanya Eien no Hana saja."
Pemuda itu menggendong Akira. "Aku akan membawa Akira-sama ke tempat yang lebih baik, tempat ini tak cocok untuknya."
"Tunggu!" Cegah Lavi. "Beri aku kesempatan lagi untuk bersamanya!"
"Apa aku bisa mempercayaimu, wahai Bookman? Aku takut kau akan menyakiti Akira-sama lagi."
"Aku janji aku takkan menyakitinya lagi! Aku akan merawatnya sepenuh hatiku, menyayanginya, dan aku akan belajar mencintainya! Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi! Kumohon!" Lavi memohon-mohon pada pemuda itu.
"Aku tidak bisa." Pemuda itu berjalan meninggalkan Lavi.
"Hei! Aku mohon, siapapun kamu, beri aku kesempatan sekali lagi untuk belajar mencintai Akira dengan tulus!" Seru Lavi.
"Aku tetap tidak bisa." Pemuda itu terus berjalan sambil menggendong tubuh Akira. Semua orang di sana melihat adegan ini dengan airmata bercucuran.
"KUMOHON!" Lavi berlutut, memohon di depan pemuda itu. "Kembalikan Akira padaku! Aku janji takkan menyakitinya! Aku janji takkan melukainya lagi! Aku janji takkan membuatnya menangis lagi! Karena itu, kumohon kembalikan Akira padaku!"
Pemuda itu menatap Lavi sejenak, kemudian berjalan meninggalkannya dan menghilang di balik cahaya.
"Ah…." Lavi benar-benar shock. Tak disangka kesempatannya untuk berubah hilang begitu saja.
"Lavi….." Allen dengan ragu menghampiri Lavi yang kelihatannya terpukul.
Tiba-tiba, sebuah cahaya kembali membuncah di hadapan mereka. Sebuah siluet sosok yang anggun nampak di sana. Mereka agak tak yakin itu siapa.
Ketika siluet itu makin nyata, Reiya memekik, "Kakak!"
"Kakak?"
Semua heran dan menatap ke arah siluet itu. Mereka pun terkejut.
Akira, muncul dengan seragam Black Ordernya dan kaki yang nampak baik-baik saja, juga dengan dandanan barunya. Warna matanya juga berubah, sebelah perak sebelah lagi warna rose.
"Akira??"
"Eh….?"
Akira menatap mereka heran. "Kalian kenapa, sih?"
"Kamu…."
"Aku kenapa?"
Akira kemudian memperhatikan dirinya sendiri. "Eh, aku kenapa nih?"
"KAKAK!!"
Reiya berlari ke arah Akira, langsung memeluknya.
"Reiya…." Akira mengusap kepala gadis kecil itu.
"Kakak nggak apa-apa?"
"Iya, aku tidak apa-apa, tapi aku merasa dandananku berubah…."
Reiya tersenyum dan kembali memeluk kakaknya.
"Dasar Reiya…." Akira tersenyum melihat tingkah adiknya. Seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu saja.
"Akira…."
"Lavi?"
Lavi langsung berlari memeluk Akira. Reiya agak kesal karena kakaknya meninggalkannya untuk memeluk Lavi, namun dia berusaha maklum.
"Akira, maafkan aku. Aku janji mulai sekarang aku akan selalu menyayangimu. Aku takkan melukaimu lagi."
"Lavi, terimakasih…." Kini Akira tak lagi merasa takut ketika Lavi mendekapnya. "I love you….."
"Love you too."
Orang-orang di kafetaria bertepuk tangan melihat adegan ini. Miranda menyeka air matanya. Allen heboh. Kanda diam-diam tersenyum. Lenalee menitikkan airmata.
"Oh, jadi gadis itu pemilik 'Eien no Hana'?"
Gumam seorang pemuda di balik lorong kafetaria. Dia membawa sebuah gitar. Rambutnya pendek berwarna violet dan matanya berwarna merah dengan sedikit riak air. Dia mengenakan kemeja putih, celana panjang warna beige dan sepatu hitam, juga kacamata hitam. Dia ditemani seorang pemuda berambut jabrik berwarna ungu, berkemeja kuning berseling merah, bercelana biru dan sepatu putih. Pemuda ini membawa sisir lipat.
"Heh, Akaba, mau sampai kapan berlama-lama disini? Tempat ini membuatku gerah." Keluh pemuda berambut ungu itu sambil menyisir rambutnya.
"Sebentar. Seharusnya kau bersyukur, karena berkat akuma-akuma tadi, kita bisa menyusup masuk, Kotarou." Sergah pemuda rambut violet yang dipanggil Akaba tadi.
Pemuda berambut ungu yang bernama Kotarou tadi mencibir. "Huh, apa bagusnya 'Eien no Hana' itu? Sangat tidak smart mengincar benda seperti itu."
"Dengarkan aku, Mr.'Oh-so-smart'." Akaba kembali memperhatikan gadis berambut biru itu. "Kalau kita bisa mendapatkan 'Eien no Hana', Lord Millenium pasti akan senang sekali."
"Ahaa…. Kau smart juga, Akaba!" Kotarou tersenyum, kembali menyisir rambutnya.
"Baiklah, kita kembali." Ucap Akaba dengan senyum yang mematikan. " Tapi lihat saja, 'Eien no Hana' pasti jadi milik Noah Family."
KYAAA!!!!
Akaba dan Kotarou jadi Noah! Ahahahahaha......
Tunggu chapta berikutnya ya! Ripiw!
