Eien no Hana

A/N: Halo!

Gomennasai buat hiatusnya… Author bener-bener lagi kena WB neh! Huu… T.T

Sekalian mau ngucapin Minal Aidzin wal Faidzin! Selamat Idul Fitri 1430H! ^^

Dis: Eien no Hana by Akira Bookman Junior

D. Gray-man by Hoshino Katsura


Eien no Hana

Akira Bookman Junior

Chapter 7

Akira membuka matanya.

"Ugh….."

Gadis itu berusaha memperjelas pandangannya. Dia menemukan dirinya ada di sebuah ruangan bernuansa gothic. Tangannya diikat di sebuah tiang ranjang dan pakaiannya diganti menjadi sebuah gaun hitam berenda.

"Ah…. Dimana ini…."

Akira berusaha melepaskan diri, namun ikatan itu terlalu kuat untuknya. Karena masih pusing, dia menyerah dan kembali berbaring di ranjang.

"Fuu, dia sudah bangun."

Akira mendongak. Dia melihat Akaba masuk ke dalam ditemani Tyki.

"Mungkin sekarang kita bisa menanyakan hal itu padanya."

Akaba duduk di samping ranjang.

"Mau apa kau?" Ketus Akira duluan.

"Tidak usah galak dulu. Kami mau menanyakan satu pertanyaan saja padamu. Tentu saja, kita butuh sedikit kerjasama di sini. Jika tidak….."

Ratusan kupu-kupu tease mengelilingi Akira.

"Kau akan mati tersiksa." Ancam Akaba.

"Santai, Akaba. Jangan mengancam seorang lady." Ucap Tyki sambil tersenyum.

"Fuu…" Akaba mengenakan kacamata hitamnya dan beranjak keluar. "Kau saja yang tanyai dia. Lebih baik aku menemani Jessie-ku tersayang."

Akaba keluar dari kamar dan menutup pintu.

"Jadi, tinggal kita berdua, ya?" Tyki duduk di samping ranjang sambil menatap Akira. Gadis itu membuang muka.

"Hei, lady, mari kita sedikit terbuka satu sama lain."

"Apa maumu?" Tanya Akira, masih membuang mukanya.

"Ahahaha…. Kurasa kau sudah tahu. Hmm… siapa namamu…. Oh ya, Akira."

Akira menatap seragam Black Order dan dual tonfas miliknya digantung di sisi lain kamar itu.

Seakan tahu apa yang dipikirkan Akira, Tyki mencengkeram wajah Akira dan menghadapkannya ke arahnya. "Perlu aku beritahu, nona kecil, jangan acuhkan orang yang sedang bicara denganmu."

Akira melempar pandangan sebal.

"Oh? Kenapa kau melempar pandangan seperti itu? Kau tahu, aku paling tidak suka ditatap seperti itu."

"Apa peduliku?" Akira menatap dengan tatapan melecehkan.

ZRETTS!!

"Aakh!!"

Salah satu kupu-kupu tease milik Tyki menggigit bagian lengan Akira hingga bagian lengan gaun itu robek. Lengan Akira pun berdarah.

"Ah, gaun yang indah…. Aku benci merobeknya, tapi kau sangat keras kepala."

Darah menetes dari lengan Akira.

"Jadi, Akira, aku ingin tahu…. Bagaimana cara melepas Eien no Hana?"

DEGH!

"Kau…. Kau ingin melepas Eien no Hana dariku?!" Jerit Akira.

"Tentu saja. Jika kau mau memberikannya, aku akan bersenang hati mengembalikanmu ke Black Order…. Dalam bentuk lain."

Mata Akira membelalak. Dia berontak di ranjang.

"Lepaskan aku!! Kembalikan aku kepada suamiku! Kembalikan aku pada Lavi!! KEMBALIKAN!!"

"Diam dan tenanglah, nona."

Tyki menindih Akira dan menjepit kakinya. Wajah mereka sangat dekat.

"Kalau aku boleh jujur, aku sedikit kagum padamu."

"Apa maumu!!" Ketus Akira lagi.

"Aku akan menjadikanmu Noah, sama sepertiku." Jawab Tyki dengan seringai di wajahnya.

"Noah? Jangan….!"

"Iya, dan itu akan terjadi. Dengan Holy Empire."

Mata Akira membelalak.


"Cih..."

Sudah berkali-kali Lavi dan teman-temannya menghajar akuma di depan mereka. Namun akuma itu semakin bertambah di bawah kendali Road dan Lulubell.

"Ukh, sudah di ujung tanduk nih!" Keluh Lavi. Dia sendiri hampir kelelahan.

"Tidak bisa lagi!" Aya terhempas ke lantai. Keringat bercucuran, membasahi wajah serta bajunya.

"Bagaimana ini...." Geram Yuufie. "Kita tak bisa disini terus."

Road masih menjilati lolipopnya dan duduk di atas Lero. Lulubell memperhatikan dengan serius.

"Ne, Lulubell," Road mengajak bicara. "Apa Tyki-pon benar-benar akan menjadikan Exorcist itu anggota keluarga kita?"

"Tentu saja. Duke Millenium nampaknya sudah setuju." Jawab Lulubell datar.

"Mm.... Nampaknya seru juga ya, jika dia jadi keluarga kita." Road menyeringai, tetap menjilati lolipopnya.

"Sejujurnya, aku agak tidak suka ada Noah setengah Exorcist." Lulubell bersuara agak keras.

Lavi mendengarnya. Dia berbalik ke arah Lulubell dan Road.

"Apa maksudmu dengan 'Noah setengah Exorcist' itu?" Seru Lavi.

"Rupanya pembicaraan kita didengar orang." Road berdiri di atas Lero.

"Hei, cepat jelaskan!" Lavi mulai tidak sabar.

"Biar aku yang jelaskan," Lulubell turun dari tempatnya. "Exorcist yang kami tangkap itu, akan kami jadikan Noah. Duke Millenium juga sangat setuju akan hal ini."

"Kalian akan menjadikan Akira Noah?! Jangan bercanda!! Cepat beritahukan aku dimana dia berada!!" Lavi meledak.

Road menyeringai. "Kamu, Bookman kecil! Kamu masuk saja ke dalam! Toh, sebentar lagi pemasangan Holy Empire akan dimulai."

Lavi tak buang waktu. Dia segera masuk ke Noah Mansion.

"Lavi!"

"Berhenti kalian!"

Sekelompok akuma menghalangi Allen, Kanda, dan yang lainnya masuk ke dalam.

"Ugh..."

"Selain dia, tak ada yang boleh masuk ke dalam." Tegas Lulubell.


Psyhrope Room. Ruangan mengerikan tempat penanaman Holy Empire. Dan sekarang, di sini Akira berada. Terikat di meja tengah dengan kuat.

"Ahh...."

Tyki mengelus wajah Akira yang ketakutan. Seulas senyum terbentuk di wajah Tyki.

"Jangan takut, Akira. Mungkin akan sedikit sakit, tapi berikutnya akan enak, kok...."

Tyki mengeluarkan sebuah kristal berwarna hitam dari saku jasnya. Kristal itu memancarkan kekuatan yang dahsyat, namun kekuatan itu berlawanan dengan Innocence.

"Jangan...." Akira sedikit berontak, dia nyaris menangis.

"Sudah kubilang tenang saja." Tyki memainkan Holy Empire di tangannya. "Mungkin kristal ini akan bereaksi kuat dengan Eien no Hana dalam tubuhmu."

"Tidak....! Aku ingin jadi Exorcist! Aku tidak mau jadi Noah! Tidak mau!! TIDAAAKK!!!!"

"Diam!"

Tyki merobek gaun yang dikenakan Akira di bagian dada. Akira menangis.

"Oke, kita mulai?"

Tyki mendekatkan Holy Empire ke dada Akira dan dalam semenit, Akira sudah menjerit kesakitan.

"Lucu sekali. Kita mulai saja."

Pas saat Tyki akan memasukkan Holy Empire ke dalam tubuh Akira, pintu Psyhrope Room terbuka.

"Lepaskan istriku, kau Noah sialan!!" Lavi berdiri di depan pintu dengan gagah.

"Lavi!!" Jerit Akira. "Lavi, tolong aku!"

"Tak perlu kau katakan pun akan kulakukan, sayang!"

Lavi bergerak maju, namun sekumpulan akuma menghadang langkahnya.

"Huh! Akuma begini bukan apa-apa!"

Dalam sekejap semua akuma itu habis tak bersisa.

"Oh ya? Lalu bagaimana dengan ini?"

Tyki memasukkan Holy Empire secara paksa ke dalam tubuh Akira.

"UAAAAAAAAAAAGGGGGGGHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"AKIRA!!!"


Akhirnya update juga deeh.... Fuuh...

Porsinya Akaba sedikit yah.....

Okeeh, review yah!

Notes: 'Holy Empire' itu karangan saia dengan Claudia Cha-Ching. Thx, Cha!