DISCLAIMER: Sebagian jawaban nista dibawah ini punya Raditya Dika. Bleach punya Tite Kubo, Renji punya saya (disepak)
Rukia hanya bisa cengo in the spot melihat pertanyaan nista tersebut. Belom abis ke'cengo'an Rukia, salah seorang staff kembali memanggil Rukia.
'Mampus, pasti gw dipanggil buat siaran. Gawat nih… bentar lagi detik-detik kematian gw…' Rukia kembali teringat saat-saat sewaktu ia menjadi tahanan di soul society dan menunggu hari pemenggalannya (?).
Tapi ternyata si abang-abang staff itu bukan mau meminta Rukia siaran, tapi…
"Hah?! Pertanyaannya nambah?!" kata Rukia setengah tereak.
"He-eh. Kalo kamu merasa pantes ngegantiin Ichigo, pasti bisa dong ngejawab pertanyaan- pertanyaan ini," kata si abang-yang-Rukia-ga-kenal-namanya itu. Rukia langsung mati kutu, kumbang, kecoa, belalang kupu-kupu, belalang kupu-kupu (kok kayak lagu). Belom juga nemu pertanyaan yang tadi, sekarang malah ditambah lagi pertanyaannya! Dasar author geblek!! (Wut?!Kok gw?!)
"Rukia! Ayo masuk kesini! Kita segera on air!!". Dheg. Jantung Rukia serasa copot n jatoh ke lambung.
~On air~
Rukia pun mulai menunjukkan ke nistannya dengan suara yang diimut-imutin,"Hai, hai, ketemu sama saya Rukia di acara siaran radio special SRIKBLSDBGB alias Siaran Radio Ini Keren Banget Lho Suwer Deh Beneran Ga Boong(Rukia es we te on the spot begitu baca bagian ini). Hari ini saya akan membacakan pertanyaan-pertanyaan yang udah numpuk di inbox…".
Rukia pun melihat kembali daftar pertanyaan yang sudah diajukan. 'Yosh, dengan semangat SBY memberantas Yaoi, aku harus PD menjawab pertanyaan ini!' pikirnya dengan back ground spongebob pelukan ama Patrick… eh bukan! Itu mah back ground khusus Ichigo! Maksudnya dengan back ground berapi-api.
"Pertanyaan dari Ishida Uryuu di Karakura… 'Kenapa kalo orang ngupil harus pake jari tengah? Kan enakkan pake kelingking! Secara, ukurannya yang lebih mungil lebih memungkinkan untuk membersihkan hidung secara efisien?!'"
"Oke, sungguh sebuah pertanyaan yang cerdas. Sbenarnya itu justru karena… jari telunjuk lebih besar dari kelingking, jadi itulah jari yang dipakai. Jika memakai jari telunjuk, lobang idung bakal lebih cepat membesar, sehingga nantinya kita tak perlu lagi ngupil karena lobang idung kita yang udah gede memungkinkan upil untuk jatoh sendiri. Jadi kita ga perlu repot-repot ngupil! Dan kalo bisa sekalian aja kita ngupil pake jempol aja, bentuknya lebih gede lagi, jadi lobang idung kita juga lebih cepet gedenya! Oke, selamat mencoba!! ;)"
"Nah, beralih ke pertanyaan selanjutnya 'Enakkan TTM ato HTS? Gw heran.... temen gw banyak yang begitu. Kok mereka mau ya, dijadikan TTM ato HTS? Kadang kesannya kaya selingkuhan…' dari Orihime Inoue di Karakura. Yah…"
"Saya sempat mengira TTM itu Teman Tapi Matre, tapi setelah saya pikirkan lagi, TTM itu adalah Teman Tapi Morotin, iya kan?"
"Emang repot punya TTM, mau ke kantin, kita diminta traktir mlulu, kalo mau sholat, sarung kita diplorotin mlulu. Malang bagi orang yang lupa pake celana dibalik sarungnya. Tapi itu masih mending, coba kalau kebetulan TTM kamu bercita-cita jadi mantri sunat, ga Cuma diplorotin, mungkin kamu juga bakal disunat 2 kali!"
"Sedang kan HTS alias Hubungan Tanpa Senter, saya amat menyetujui hal ini. Kenapa? Karena berhubungan emang ga perlu pake senter! Kecuali kalo kalian tinggal di pedesaan yang belom ada listrik sampe harus gelap-gelapan kalo ketemu malem-malem. Tapi selain untuk alesan itu,ngapain bawa-bawa senter?! Karena itu saya sangat mendukung HTS yang efisien! Hidup HTS!!"
"Kita lanjut ke pertanyaan selanjutnya…'Kata temen, orang botak itu biasanya gw ga terlalu mikirin, tapi setelah temenan ama si botol (Botak Tolol) Ikkaku, gw baru ngerasain, bener juga ya! Botak itu ngeselin! Kenapa ya?' dari Yumichika"
"Jawabannya simple, itu karena orang botak itu lebih gampang marah. Kenapa? Yah, kamu pernah dengar kalo sesuatu yang berbahan lembut bisa meredam suara? Begitu juga halnya dengan rambut manusia. Dan rambut manusia itu bisa meredam 40 persen gossip yang masuk ke telinga mereka sehingga mereka bisa menahan amarah. Tapi kalo orang botak yang nggak punya rambut sehelai pun, kuping mereka itu menerima 100 persen gossip jadi lebih cepet marah!"
"Jadi, jangan menyalahkan orang botak, ini cuma masalah sains aja, kok! Dan jangan pernah berurusan dengan orang botak kalo nggak mau disundul, sudah banyak yang jadi korban! Liat aja di pusat penangkaran hewan di Kalimantan!"
"Selanjutnya, dari Tatsuki Arisawa, 'Gw suka nongkrong ama anak cowok, tapi...Kenapa sih cowok biasanya duduk ngangkang? kan ga enak, jadi sempit…'"
"Wah, kamu nggak boleh gitu Tatsuki! Apa kamu nggak pernah berpikir, mungkin saja kalau cowok yang duduknya ngangkang itu meang punya kelainan pada struktur tulangnya? Apa kamu nggak kasian bayangin cowok itu harus diliatin orang karna gaya jalannya mesti miring menyamping bak kepiting?! Hah, hah?! Maaf, saya agak emosi Karena saya juga suka ngangkang. Pokoknya mulai saat ini, kita harus menghargai orang yang duduknya ngangkang, entah karna kelainan struktur tulangnya ato karna dia ambeien. Hidup ngangkang mengangkang!!"
"Oke, sekarang dari Abarai Renji… 'Kenapa pantat monyet botak?'"
"Hmm, untuk Renji sang monyet yang tertarik dengan dunia permonyetan, saya punya jawaban logis untuk anda. Apa kamu pernah dengarkalo professor itu botak gara-gara kebanyaan mikir? Nah, monyet juga sama!" kata Rukia yang entah kenapa pakai 'saya-anda' bak penyiar berita sekarang.
"Mungkin Renji dan pendengar lain bingung, apa hubungannya mikir dengan pantat. Itu otak monyet ada di pantat. Organ tubuh monyet emang sama dengan manusia, tapi tempatnya jadi teracak-acak. Saya bahkan pernah melihat peristiwa mengharukan dimana seekor monyet melahirkan lewat lobang idungnya. Sungguh mengharukan melihat tubuh mungil yang masih ketempelan bulu idung itu keluar dengan indahnya dari lobang idung sang induk… saya sampai menangis waktu itu…. Ah, kok jadi curhat?"
"Nah, sekarang pertanyaan tambahan kita hari ini 'Monyet kalo turun apanya dulu?' dari Ni-chan d'Sora. Yuki"
"Jawaban pertanyaan ini sebenernya berhubungan ama pertanyaan sebelumnya. Monyet turun… pantatnya dulu! Ya, salah satu penyebab botaknya pantat monyet adalah pergesekkannya dengan tanah saat ia mendarat dari pohon"
"Jadi saat akan turun biasanya monyet akan menempelkan pantatnya ke pohon trus meluncur turun dari pohon bak perosotan. Hal ini jarang dilihat manusia, karena mereka juga malu punya pantat botak. Makanya kita biasanya liat monyet-monyet udah ada di bawah poon aja, ga tau turunnya kapan ato dimana. Yah kalopun turun juga paling mereka pake tangan ato kaki di depan manusia, jaga image gitu lho!!"
" Terus… dari Mimosha.H. Itsuwa, 'Kenapa rasa es krim itu gak jauh jauh dari coklat-vanilla-strawberry?'"
"Buat Mimo-san yang penuh rasa ingin tahu seperti Dora the explorer, anda pasti pernah dengar kalo es krim terbuat dari susu. Dan rasa susu itu juga ga jauh-jauh dari coklat, vanilla, ato strawberry. Jadinya rasa es krimnya juga cuman itu-itu doang".
"Kalo anda penasaran kenapa rasa susu cuma begitu saja, jawabannya karena sapi sekarang baru mampu menghasilkan susu rasa itu saja. Zaman sekarang, sapi-sapi itu terus dipaksa makan coklat, strawberry ato vanilla supaya susu yang dihasilkan berasa sama. Untuk menghasilkan rasa berbeda, mereka harus makan makanan lain juga. Apa kamu tega melihat sapi-sapi itu dipakasa makan nasi gara-gara ada orang iseng yang mesen es krim rasa beras?! Sekarang saja sapi-sapi itu sudah cukup menderita dengan makan coklat dll. Karena itu, berpuas hatilah pada rasa es krim yang sekarang. Junjung tinggi perikesapian!"
"Next… dari Quinsi Vinsis, 'Padahal, kan tulang upil -pengumpil maksudnya- nyambung ke jempol. Kalo gitu, harusnya kita ngupil make jempol, kan? Tapi, emang muat??' lalu 'Kenapa sih, kok monyet suka makan pisang??'"
"Pertanyaan pertama sudah terjawab di bagian Renji tadi. Lalu pertanyaan kedua, sebenernya monyet itu sukanya makan duren ato semangka. Tapi otak mereka belom cukup canggih untuk bisa mengupas kulitnya. Mereka pun beralih makan daun-daunan sampai mereka mulai mikir 'Kok kayaknya makan daon ga elit yak? Kuda makan daon, sapi makan daon, kambing juga makan daon! Masa gw disamain ama mereka?!'"
"Karena itulah, mereka beralih makan makanan yang mudah dikupas dan berkesan elit; pisang!! Begitulah jawaban saya, semoga membantu".
"Sekarang… 'Kenapa monyet/apalah/sejenisnya, kalo jalan sukanya mbusungin pantatnya?? Kenapa bukan dadanya??' dari Yuinayuki-chan"
"Jawaban ini juga sedikit berhubungan ama pertanyaan Renji, itu karena otak mereka di pantat! Karena mereka ngerasa pinter, jadi pantatlah yang di bangga-banggain! Sedangkan dada, itu adalah saluran pembuangan mereka. Malu dong kalo dibusungi? Begitulah menurut hasil pemikiran dari logika saya yang brilian ini. Ngomong-ngomong, kayaknya banyak banget yang nanyain monyet, ya… Apa anda sekalaian begitu tertarik apa Renji?"
"Oke, sekian pertanyaan untuk hari ini. Sampai jumpa lagi di minggu berikutnya".
"Rukia!!" Panggil Ichigo di sekolah hari berikutnya. "Bagus!! Lo udah sukses banget ngancurin acara radionya! Gw udah denger semuanya kemaren dari Karin!"
"Ngancurin? Gw udah susah-sudah njawab pake logika dibilang ngancurin? Dasar ga tau terima kasih!!" protes Rukia.
"Arrrgh!! Mendingan gw nggak usah minta tolong ama lo sekalian!!" Ichigo jadi frustasi.
Sementara kedua invertebrata itu asyik bertengkar, pihak radio kayu putih sekarang sibuk menerima berbagai surat tambahan… dan complain disertai kartu pasien rumah sakit jiwa yang baru masuk pas tanggal Rukia disiarkan. Tapi untungnya ga ada surat tuntutan pencemaran nama baik dari SBY.
ABIS
Ichigo: Tunggu… abis? Maksudnya selese gitu? Tamat?
Author: Lha, kan Rukia emang Cuma sekali jadi penyiar radio. Habis itu yah… abis…
Rukia: Masa pendek banget sih?! Kalo ada pertanyaan tambahan gimana?
Author: Yah itu juga kalo ada pertanyaan tambahan, kan…
Makanya ayo review! Tingkatkan kepedulian anda dengan meripyu fic ini untuk kelangsungan hidupnya (?)! Kalo bisa sekalian pertanyaan tambahan buat Rukia yang pasti bakal dijwab dengan (tidak) logis!!
PS: Disini author tak bermaksud menyinggung orang gundul, SBY ataupun orang yang merasa mirip monyet.
