DISCLAIMER: Tite Kubo sensei, minta Renji-nya dong~ Natsuki Takaya sensei, pinjem ceritanya ya~ Trus, pemilik happy tree friends... saya ga tau sapa...
Siang itu seperti biasa, matahari bersinar terik, anak-anak SMU bergerombol dengan genknya untuk pulang bareng, seekor godzilla berkeliaran dan menyemburkan api... (ini termasuk 'biasa'?)
Yah, pokoknya gitu deh. Rukia n Ichigo seperti biasa pulang bareng, pemandangan yang bisa mengingatkan kita pada ondel-ondel lagi diarak (dikeroyok IchiRuki). Saat itu mendadak hp esia seken Ichigo mendendangkan lagu mbah Surip, pertanda ada yang menelepon.
Ichigo pun mengangkatnya, "Halo? Iya, saya sendiri... Eh? Siaran lagi? Rukia Kuchiki? Eh, iya, kebetulan orangnya disini....". Ichigo langsung menyerahkan hpnya ke Rukia. "Staff radio yang waktu itu pengen ngomong". Masih bingung, Rukia menerima telepon itu, "ya?".
"Kuchiki san, diluar dugaan siaranmu mendapat respon cukup bagus dari readers... eh, pendengar, jadi kami berencana untuk menjadikanmu penyiar tetap radio kami," kata suara nun jauh di seberang sana...(lebay). Rukia cengo. Ichigo cengo. Semut-semut di dinding cengo (lha?)
Begitulah awalnya, dengan iming-iming gaji yang bisa membeli pernak-pernik chappy Rukia pun kembali berangkat ke tempat penyiaran, dan dengan sebelumnya diantar sumpah serapah Ichigo yang nggak rela Rukia jadi penyiar lagi. Secara, Rukia kan tadinya jadi penyiar cuma buat ngegantiin Ichigo, tapi kenapa sekarang malah Rukia yang dipanggil lagi? Apalagi siaran Rukia itu nyeleneh banget, kok malah laku sih? Tapi meskipun badai menghadang, Rukia tetap teguh menjadi penyiar!! (halah)
Dan setelah sampai di tempat siaran serta menjalani beberapa registrasi, akhirnya Rukia resmi jadi penyiar. Dan kali ini berhubung pertanyaan yang masuk kurang banyak, dan ini bulan Oktober, khusus kali ini Rukia diwajibkan bercerita yang horror-horror.
Dan sampailah kita ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia.. halah, malah nyasar, sampailah kita ke situasi sekarang, Rukia yang otaknya lagi tepar mikirin cerita horror.
'Oh iya! Pake aja cerita horror dari kakak! Dulu kan dia selalu mendongengiku sebelum tidur!' pikir Rukia optimis.
~on air~
Rukia pun kembali berbicara dengan nada dibuat-buat, "Selamat subuh semuanya~! Berkat dukungan kalian saya berkesempatan lagi menyiarkan acara siaran radio special SRIKBLSDBGB alias Siaran Radio Ini Keren Banget Lho Suwer Deh Beneran Ga Boong lagi. Yosh, kali ini dalam rangka Halloween saya akan menceritakan beberapa kejadian yang bisa membuat bulu kuduk anda merinding..."
Cerita 1: Misteri Minuman
Rukia pun mulai bercerita dengan suara misterius yang dibuat-buat, "Ya... saat itu adalah tengah hari dalam pertengahan musim panas, dimana matahari berada tepat diatas ubun-ubun... membuat suhu dalam kondisi tinggi-tingginya. Tak ayal seorang pemuda yang baru pulang ke rumahnya langsung menuju dapur untuk melepas dahaga. Rumahnya adalah rumah tua yang ia tinggali sendirian, karena anggota keluarganya sudah meninggal karena berbagai alasan dalam jarak waktu yang singkat".
"Pemuda itu pun bergegas memasuki dapur... dan anehnya...ada sebuah gelas berisi cairan kehitaman. Dari aromanya, pemuda itu yakin yang ia temukan adalah segelas ice coffe. Tapi siapa yang membuatnya? Bukankan rumahnya itu kosong?"
"Karena tenggorokannya yang begitu kering... tanpa pikir panjang pemuda itu langsung menegak minuman itu sampai habis".
"Tapi, rasa tegang dan ngeri mulai merayapinya begitu pemuda itu sadar apa yang telah masuk ke dalam tenggorokannya. Di gelas yang isinya sudah ia habiskan tadi... ada seekor kecoa... dengan kata lain, ia telah meminum minuman yang ada kecoanya. Sungguh cerita yang membuat bulukuduk kita merinding bahkan hanya dengan mendengarnya saja..."
Cerita 2: Sang Penebang Pohon
" Di suatu pagi yang cerah, seorang penebang pohon yang dikenal pendiam dan kurang suka bergaul seperti biasa berangkat ke hutan untuk menebang bohon sambil membawa kapak merah kesayangannya. Konon dulunya kapak itu terbuat dari besi biasa tanpa warna, namun dalm kurun wktu tertentu, entah kenapa perlahan warnanya menjadi kemerahan. Warna merah ini bukanlah noda biasa, sang penebang sudah mencoba membersihkannya dengan berbagai cara namun warna merah itu tak juga hilang. Akhirnya sang penebang pohon membiarkannya begitu saja".
"Sang penebang pohon pun mulai menebang salah satu pohon yang ia pilih sambil memikirkan bagaimana lagi cara yang harus ia coba untuk membersihkan noda merah pada kapaknya. Karena bengong itulah sang penebang pohon tidak sadar kalau ia menebang ke arah yang salah sehingga saat pohon itu tumbang salah satu dahannya menghimpit kakinya dan membuatnya tak bisa bangun".
"Malang bagi sang penebang, saat ia hendak memotong dahan itu, kapaknya tak sengaja terlempar jauh dari jangkauannya. Ia juga takkan kuat mengangkat pohon itu sendiri. Sang penebang pohon pun berteriak minta tolong. Tapi sia-sia, dari tadi tak ada satupun orang yang masuk ke hutan".
"Akhirnya sang penebang merogoh kantongnya, mencari sesuatu yang mungkin bisa membebaskannya. Dan ia menemukan... sebuah sendok!"
"Dengan sendok itu sang penebang mendapat ide yang sangat (tidak) bagus untuk bebas. Ia mulai mencongkel kakinya sendiri dengan sendok itu!! Dengan kata lain, mengamputasi kakinya sendiri dengan sendok agar bisa bebas dari pohon (dan kakinya sendiri). Maka... selam berjam-jam jeritan sang penebang pohong menggema di hutan akibat rasa sakit yang luar biasa dari kakinya. Sendok itu telah berhasil merobek dagingnya, dan kini ia berusaha memecahkan tulangnya sendiri. Dengan keringat, air mata, dan DARAH akhirnya si penebang pohon berhasil memutuskan kakinya sendiri..."
"Namun malangnya... yang diputus oleh sang penebang adalah kaki kirinya sendiri... padahal... yang terhimpit adalah kaki kanan!! Maka jeritan sang penebang pun semakin menggema, kali ini untuk memutuskan kaki kanannya..."
"Ya, kali ini segitu saja siaran radio SRIKBLSDBGB. Jumpa lagi dengan saya Rukia Kuchiki minggu depan, dalam acara radio kesayangan kita! Stay tunned!!"
Masih nyambung
Yosh, karena pertanyaan yang masuk dikit makanya saya bikin Rukia cerita. Review dong!! Saya masih ga tau chapie depan mw dibikin edisi spesial cerita horror, ato masih mau dalem format 'menjawab pertanyaan gaje' seperti sbelomnya. Makanya kasih saran n comment lewat review ya~!! 'N klo bisa siapin pertanyaan gaje buat Rukia! Ripyu plizz!!
