She is Rukia, isn't She ?!

Disclaimer: BLEACH punya tite kubo, yang saya punya Cuma fic-fic saya.

Warning : OC saya bakal muncul disini, namanya Hikari.

SUMMARY : setelah winter war berakhir, ingatan Ichigo dan para manusia mengenai shinigami dihapus. Tapi, tak lama kemudian, seseorang yang mirip Rukia yang telah meninggal, tiba-tiba muncul dihadapan para manusia dan para roh.

~C.c.C~

Diatas menara putih, berdiri sesosok gadis berpakaian long dress putih, matanya yang berwarna coklat memandang daratan Soul Society yang menjadi tempat tinggal para roh, rambut pirangnya bergerak-gerak karena tertiup angin.

Disamping gadis tadi, berdiri sesosok gadis lain berpakaian t-shirt ketat berwarna hitam polos dan sebuah celana yang juga ketat berwarna hitam, kemudian pakaian ketat itu ditutupi oleh sebuah kimono hitam longgar yang pada bagian roknya agak melambai-lambai jika tertiup angin..*A/N:bayangin kimononya Shizuku dan Himura tapi lebih longgar dan berantakan*

Gadis yang berpakaian hitam, menancapkan pedangnya kuat-kuat pada atap menara. Dua detik kemudian, terjadilah ledakan di tempat itu. Hawa dinginpun menyelimuti Soul Society, menghasilkan badai salju yang menerpa tempat tinggal para roh itu.

~C.c.C~

Awan mendung menyelimuti Karakura, menandakan musim dingin yang akan segera datang. Pagi ini Ichigo bangun dengan suasana hati buruk, dia baru saja bermimpi aneh. Dalam kepalanya terekam jelas mimpi itu.

Aku berdiri diantara orang-orang berkimono hitam, dirikupun berkimono hitam. Dalam pelukanku tertidur tanpa nafas seorang gadis mungil berambut hitam.

'Tes'

Setitik airmata jatuh kewajah sang gadis, dan aku tahu bahwa itu adalah airmataku.

Aku terus memanggil-manggil sebuah nama, "Rukia.". Walaupun tubuh gadis itu telah menghilang, menjadi debu-debu yang berterbangan ke angkasa, aku tetap memanggil nama itu, dan saat itu juga aku tahu bahwa 'Rukia' adalah gadis itu. Mungkin, dengan memanggil namanya, aku berharap gadis bernama Rukia itu kembali ke hadapanku dan tersenyum padaku.

"Siapa sih Rukia itu, kenapa sampai muncul ke mimpiku dengan cara seperti itu??" tanya Ichigo dalam hati.

"Ichi-nii, tumben sekali pagi-pagi sudah bangun?" tanya Yuzu tiba-tiba, membuat Ichigo yang sedang minum susu di dapur kaget sehingga menyemburkan minumannya tersebut.

"Pagi-pagi kok sudah melamun sih Ichi-nii??" tanya Yuzu lagi sambil bersiap-siap memasak sarapan.

"Tidak kok, aku hanya mimpi aneh semalam," jawab Ichigo sambil menuju kamarnya, tentunya setelah melap bekas semburannya.

"Mimpi apa??" tanya Karin yang kebetulan menuruni tangga menuju dapur.

Ichigo tetap melanjutkan jalannya ke kamar, menyiapkan dirinya untuk ke sekolah. Namun, samar-samar Karin mendengar gerutuan kakak laki-lakinya itu, "Bukan urusanmu.". Sambil menghela nafas, Karin juga melanjutkan jalannya ke dapur.

~C.c.C~

"Selamat pagi Kurosaki-kun," sapa Inoue, orang yang digosipkan sebagai pacar Ichigo karena kedekatan hubungan mereka berdua. Padahal, Inoue bukan pacar Ichigo, dan Ichigopun tidak menganggap Inoue lebih dari teman.

"Selamat pagi Inoue," sapa balik Ichigo, nada suaranya terdengar lebih ketus daripada biasanya.

Teman-teman Ichigo yang lain pun menyapanya tanpa peduli bahwa sapaan balik Ichigo lebih ketus daripada biasanya.

"Kau kenapa sih Ichigo??" tanya Tatsuki, teman Ichigo sejak kecil.

"Hanya sedikit bermimpi aneh," jawab Ichigo sekenanya.

"Ceritakan saja padaku agar kau lega Ichigoooo!!!" seru Keigo lebay dan langsung mendapat jitakan ganda dari Ichigo dan Tatsuki.

"Benar, ceritakanlah pada kami!!" kata Inoue.

Dengan amat terpakasa setelah dipaksa oleh teman-temannya, Ichigopun menceritakan mimpinya.

"Aneh."

"Mesum."

"Pedofil."

Itulah komentar-komentar dari teman-temannya, membuat Ichigo jadi ingin menjitak mereka semua karena terlalu kesal.

TING... TONG....

Tapi rupanya teman-teman Ichigo itu diselamatkan bel, dan pelajaranpun berjalan seperti biasa.

~C.c.C~

Istirahat siang, saat dimana para murid-murid sedang dikantin untuk mengganjal perut mereka yang keroncongan ataupun hanya dikelas sambil bertengkar dengan murid lainnya. Ichigo malah harus terjebak di kelas bersama-sama teman-temannya yang aneh dan lebay semacam Keigo. Dan sekarang, dia sedang bertengkar dengan Keigo dipinggir jendela mengenai betapa anehnya dia.

"Hei Ichigo, kau kejam sekali mengataiku aneh," kata Keigo sambil menangis lebay.

"Huh, kau itu kan memang aneh," kata Ichigo tajam sambil mendengus kesal.

Dan untuk selanjutnya, Keigo terus merecoki Ichigo dengan ke-lebay-annya.

"Minggir !!" Ichigo mendengar suara berbisik itu didalam kepalanya.

Dalam sekejab, seorang gadis mungil berambut panjang dikuncir kuda dan memakai seragam sekolah sudah berada di ambang jendela. Memandang Ichigo tajam dan penuh rasa ingin tahu.

"KAU??" teriak ichigo dan gadis itu bersamaan.

Wajah gadis berkuncir itu adalah wajah gadis yang berada dalam mimpinya, wajah Rukia.

T B C

Author's Note :

Aluhaa,.... saya kembali dengan fic multichapter IchiRuki.

Bagi yang sudah bosen sama IchiRuki, kali ini genrenya Angst campur Romance campur Mysteri ditambah Hurt/ Comfort. Hampir mirip dikit genrenya sama Vampire Tragedy.

Tapi,.. disini ngga ada bunuh-bunuhan.

Okey, Maybe you will be give me some REVIEW?!