Disclaimer: BLEACH punya tite kubo, yang saya punya Cuma fic-fic saya.

Warning :OC, OOC, maybe AU, Typo, ICHIRUKI. Don't Like, Don't Read !

SUMMARY : Mereka datang, untuk mengawasi nya.

- They are come -

Matahari berada di sisi barat, cahayanya hampir mendekati warna orange namun tetap menyilaukan. Ichigo duduk di bangku di pinggir lapangan sekolah, matanya menatap latihan sepak bola tanpa semangat, peluh yang menetes di wajahnya membasahi seragam sepak bolanya. Kemudian, dengan rakus Ichigo meminum air mineralnya.

Sebuah nama terlintas tiba-tiba dalam kepalanya, "Rukia." . Ya, nama itu terus menyertainya sejak terbangun di pagi hari tadi, dan semakin terpatri dalam pikirannya sejak Rui muncul di kelasnya tadi.

"Hei, Ichigo. Kau mau main tidak ?" Tanya Mizuhiro, membuat Ichigo berhenti memikirkan Rukia sekaligus membuatnya tersedak air.

"Oke," teriak Ichigo memberi jawaban. Sambil terbatuk-batuk sebentar, Ichigo berjalan ke lapangan kemudian kembali bermain.

Diatap gedung sekolah itu, ada beberapa orang yang sedang memperhatikan Ichigo. Seorang adalah seorang anak laki-laki pendek berambut seperti salju, dan seorang yang lain adalah seorang perempuan berambut pirang kecoklatan berdada besar. Mereka yang ada disana mengenakan seragam sekolah SMA Karakura.

"Kita bertemu dengannya lagi," kata si anak laki-laki , nada suaranya dipenuhi nada pasrah dan enggan.

"Semoga saja hanya dengan bertemu, ingatannya tidak kembali," kata si perempuan.

"Diam kau Matsumoto !" perintah si anak laki-laki.

"Jangan galak begitu Taichou, nanti Momo-chan tidak cinta lagi lho," kata Matsumoto dengan tampang jahil.

Muka si Taichou berubah merah, semerah rambut seseorang yang sedari tadi ada bersama mereka, dia juga sedang memperhatikan Ichigo sedari tadi.

"Sudahlah Hitsugaya taichou, jangan meladeni Matsmoto-san, nanti malah semakin dijahili," kata si rambut merah.

"Kau juga diamlah Abarai Renji." Si rambut merah menjadi sasaran amukan Hitsugaya.

"Ukh, ma-maaf Hitsugaya taichou," kata Renji begitu merasakan hawa membunuh dari kata-kata amukan Hitsugaya.

"GYAAA," teriakan Renji menggema dan burung-burung gagak berterbangan.

"Kau dengar suara teriakan ?" tanya Keigo pada Ichigo dan Mizuhiro yang pulang bersamanya.

"Hanya perasaanmu," kata Ichigo dan Mizuhiro bersamaan tanpa menoleh kearahnya.

"Ke-kejam, kalian kira aku bohong ?" kata Keigo lebay.

Tanpa mempedulikan rengekan Keigo, Mizuhiro dan Ichigo berjalan pulang.

Sementara itu, Renji yang babak belur diatap.

"Ta-taichou, Ichigo sudah pergi tuh, mau diikuti ?" tanya Renji takut-takut, takut dibekukan Hyourinmaru.

"Kau bodoh ya? walaupun ingatannya sudah dihapus, bukan berarti kemampuannya spiritualnya yang hebat itu menghilang. Sementara, kita akan menetap dirumah Urahara," kata Hitsugaya. Dia, Matsumoto dan Renji pun beranjak dari tempat itu setelah memandang sekilas kearah Ichigo.

"Tidak pernah kusangka, dimana 'dia' hadir kembali dalam kehidupan ini, kau juga harus mengalami permasalahan dengan roh lagi," kata Hitsugaya sebelum benar-benar meninggalkan atap.

T B C

Author's Note :

Chapter 3 UPDATE nieh.

Maaf ya readers, author satu ini belum bisa nampilin chapter yang lebih panjang.

Patokannya judul per-chapter sih.

Sekarang, aku mau ngucapin makasih buat yang udah nge-review, nanti balesan Revienya nyusul di PM ya.

REVIEW chapter ini juga oke?