Chapter 5

Disclaimer: BLEACH punya tite kubo tuh.

Warning :OC, OOC, AU, Typo, ICHIRUKI. Don't Like, Don't Read !

SUMMARY : Sebuah pertemuan yang tak disengaja, memicu timbulnya berbagai masalah.

- Surprised -

Karakura tempat Ichigo tinggal dan menghabiskan 17 tahun masa hidupnya hanyalah sebuah kawasan kecil dimana para penduduknya bisa pergi ke pantai hanya dengan menempuh waktu 30 menit naik bis. Dan disinilah Ichigo, di dalam bis yang akan mengantarkannya menuju pantai.

Setelah pertemuannya yang 'membingungkan' dengan gadis bernama Hikari, Ichigo memutuskan membolos sekolah dan pergi merenung di tempat sepi, yang maksudnya adalah pantai Karakura. Tempat itu mungkin ramai ketika musim panas, tapi tidak ketika menjelang musim dingin begini, tempat itu kini sepi.

Sebagian orang mungkin akan menganggap Ichigo bodoh atau tolol karena memusingkan sebuah mimpi yang baru dan hanya terjadi 2 kali. Namun entah kenapa, Ichigo merasa harus segera mengetahui siapa sebenarnya 'Rukia' itu karena dia terlibat secara khusus dalam kejadian dalam mimpinya itu. Selain alasan tadi, dia juga ingin mengetahui bagaimana perasaannya terhadap gadis misterius dalam mimpinya itu.

"Haaahh,.." Ichigo menghela nafas.

Kini dia sudah berdiri di halte pantai, merapatkan jas sekolahnya untuk menghalau dinginnya cuaca, menunggu bus yang membawanya ke tempat itu menjauh dari pandangannya.

Dan ketika bus itu menderu meninggalkan Ichigo, membiarkan dirinya memandang batas temu antara birunya laut dan birunya langit, Ichigo meliaht seseorang telah lebih dulu berdiri disana, seorang gadis mungil yang memakai seragam SMA Karakura dan rambut panjang gadis itu diikat ekor kuda. Ichigo tahu betul siapa gadis itu, Hikari Rui.

Hikari Rui membolos sekolah pada hari pertama seharusnya ia bersekolah, ada sesuatu yang ia ingin hindari di tempat itu, dan apakah itu? Rui sendiri juga tidak tahu.

"Haahh," Ri menghela nafas, sama sekali tak memedulikan bahwa dinginnya air yang merendam kaki telanjangnya membuatnya benar-benar nyaris menggigil kedinginan.

"Kata orang, satu kali menghela nafas bisa membuat kita kehilangan satu kebahagiaan lho," kata seseorang dari belakang Rui yang sedang memandang horizon biru. Tapi, Rui tak kaget sama sekali, dia tahu siapa yang ada dibelakangnya, bahakan sebelum orang itu menegurnya.

Rui menghirup udara, entah udara musim gugur atau musim dingin Rui tak mau memusingkan itu, memejamkan matanya agar bisa semakin menikmati aroma asin air laut yang samar-samar tercium oleh hidungnya. "Kurosaki Ichigo," kata Rui pelan, masih tetap memejamkan mata. "apa yang sedang kau lakukan disini?"

"Kukira jawaban yang akan ku lontarkan sama saja dengan jawaban yang akan kau lontarkan jika aku menanyakan hal serupa, membolos sekolah."

Rui tersenyum, Ichigo memang tak bisa melihatnya namun dia tahu Rui tersenyum.

"Kau tersenyum," kata Ichigo.

"Bagaimana kau bisa tahu? Kau bahkan sama sekali tak melihat wajahku ketika aku melakukan itu," kata Rui, nada suara wanita itu sedikit diwarnai keterkejutan, yang entah bagaimana membuat Ichigo terhibur.

Sepertinya aku mulai menyukai membolos, batin Ichigo.

"Kenapa kau membolos?" tanya Ichigo.

Rui membuka matanya perlahan, kemudian berbalik menatap Ichigo, dan dengan lambat-lambat menjawab, "Itu bukan urusanmu." dengan nada tak suka, jelas sekali tak ingin diinterogasi.

"Oke, oke, tapi kau tak perlu marah begitu kan?" kata Ichigo lagi.

Hening, hanya suara ombak yang terdengar mengisi kesunyian.

Rui tiba-tiba tersenyum. "Aneh ya, padahal kita baru bertemu kemarin, tapi bisa langsung akrab, benar-benar seolah seperti kenalan lama," katanya.

"Aku juga berpikir begitu." Ichigo ingin sekali mengatakan kalimat itu, namun yang terdengar keluar dari bibirnya malah. "Kau punya saudara kembar Hikari-san?" sama sekali tak berpikir bahwa mungkin saja Rukia adalah saudara kembar Rui, hanya tindakan bawah sadar, dan entah mengapa dia tak suka memanggil Rui dengan panggilan 'Hikari'.

Rui menyibakkan rambut panjangnya ke belakang telinga. "Panggil saja aku Rui, Kurosaki-san," kata Rui. "Dan mengenai pertanyaanmu, aku tidak memiliki saudara kembar , aku bahkan tidak tahu aku memiliki saudara atau tidak," lanjutnya.

Ichigo merasa aneh mendengar jawaban itu, mengingat tadi pagi dia bertemu seorang gadis berambut pirang bernama 'Hikari' yang mengaku sebagai saudara gadis itu.

"Mengejutkan ya mengetahui ada orang yang tidak tahu mengenai dirinya sendiri," komentar Ichigo.

"Hahaha." Rui tertawa kecil. "Aku memang tidak tahu kok, aku kan manusia yang tidak memiliki ingatan."

Kata itu berhasil membuat Ichigo kaget. Membuatnya sekali lagi terdiam. Setelah terdiam cukup lama, keheningan diantara mereka tiba-tiba saja dibuyarkan oleh suara raungan, yang membuat Ichigo spontan menengadah memandang ke langit tempat suara raungan itu berasal, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat langit mulai retak.

T. B. C

Author's Note :

Permisi Minna, chapter 5 update mieh.

Gomen sekali ya kalau masih pendek, tapi se-enggaknya udah lebih panjang daripada chapter 4 *Suer ngga bo'ong*

Bales Review dulu ya ?

Mika Zaoldyeck-623 : Ok, makasih atas nasihatnya. Sekarang udah panjang kan?

Ciel L. Chisai : Senengnya kalo readers jadi penasaran, fufufu,...

Riztichimaru : Amiiinnnn

Ruki Yagami : Itu masih rahasia. Ikutin aja chapter-chapter berikutnya.

So-Chand 'Luph pLend' : Nieh udah update, semoga dirimu suka ya.

Aizawa Ayumu : Knapa pendek? karen author ngga bakat sastra. Wah, syukur deh kalau dikau suka.

ichirukiluna gituloh : Ok, ok. Nieh udah dipanjangin 3 baris-killed- . Hikari bi;lang dia sepupunya Rui. Rui itu ya... Rukia donk.

Dwilan cutegt : Waahhh,... Bund dateng buat repiu fic Julie, senengnya. Nieh udah dipanjangin 3 baris. Semoga dikau suka ya.

kuroi no yuki : Thanks udah repiu. iya, si rui th rukia.

udah q tulis kan di blsan review ch 3 di chapter 4. knapa bisa bgitu akan dijelasin di entah-chapter-keberapa.

aya-na rifa'i : Sabar ya buu,...

aRaRaNcHa : Wah, kamu belum tau sifat aslinya Hikari sih. Si Hikari ruh sebenarnya bo'onginIchi lho...