Disclaimer: BLEACH punya tite kubo tuh.

Warning :OC, OOC, AU, Typo, ICHIRUKI. Don't Like, Don't Read !

SUMMARY : Ketika Ichigo sedang dalam acara bolos sekolahnya bersama Rui, seseorang atau sesuatu telah mengembalikan ingatan Inoue Orihime.

- About Her -

Kita kembali pada pagi hari yang sama dengan pagi hari dimana Ichigo bertemu Hikari, seorang gadis berambut pirang yang menyuruh Ichigo mengingat seseorang dan mendapatkan kekuatan, Inoue Orihime berangkat ke sekolah bersama Tatsuki Arisawa tanpa menyadari bahwa dirinya sedang diawasi dan diikuti.

"Wah, wah, aku kangen sekali sama Orihime," kata Matsumoto sambil mengawasi Inoue dari angkasa.

"Kalau tidak kangen justru aneh kan, kalian sangat dekat dan sudah sekitar satu tahun - menurut waktu manusia – tidak bertemu," kata Renji.

"Dan aku juga tak menyangka bahwa fukutaichou divisi 6 begitu memperhatikanku," goda Matsumoto.

Renji langsung marah-marah nggak jelas dengan muka merah semerah rambutnya. Begitu ribut dan bisa membuat setiap orang yang mendengar mereka jadi menutup telinga karena terlalu berisik, untung saja mereka tak terlihat serta tak terdengar oleh manusia biasa.

Sementara itu, objek penyelidikan para shinigami, Inoue Orihime, menoleh kearah mereka karena mendengar keributan.

"Anu, Tatsuki-chan, kau melihat dua orang yang sedang bertengkar sambil melayang itu tidak?" tanya Inoue.

"He?" kata Tatsuki mengikuti arah pandangan Inoue. "Tidak ada apa-apa kok."

"Itu lho, yang mirip baboon dan berambut merah yang se-"

"SIAPA YANG BABOON?" teriak Renji memotong perkataan Inoue begitu merasa ada yang menyebutkan kata 'Baboon' dan merasa kata itu ditujukan pada dirinya.

"Eh?" kata Inoue.

"Ha?" kata Renji, wajahnya langsung memucat.

"Oh,..Oh,.. ini gawat," batin Matsumoto.

"Ada apa sih?" tanya Tatsuki bingung dan tidak mengerti.

"GYAAAA," teriak Renji, Matsumoto, Inoue, dan Tatsuki. Walaupun sebenarnya Matsumoto dan Tatsuki hanya terbawa suasana.

Dengan gesit, Renji langsung membekap Inoue.

"Sssstt,.. diamlah Inoue, dan suruh teman tomboimu itu pergi !" perintah Renji sambil dengan hati-hati melepas bekapannya.

"Ta,.. Tatsuki-chan, bisa tidak kau berangkat ke sekolah duluan? Aku baru ingat kalau masih ada urusan."

"Baiklah, aku duluan kalau begitu, kau juga harus buru-buru supaya tidak telat," kata Tatsuki tanpa curiga dan kemudian meninggalkan Inoue sendirian – bagi Tatsuki -.

"Jadi, apa maksunya semua ini?" tanya Renji dengan muka ketakutan dan pucat, badannya gemetaran tak jelas.

"Ini benar-benar gawat," gumam Matsumoto dengan wajah sama pucatnya dengan Renji.

"Ki,... kita akan dibunuh Taichou," kata Matsumoto dan Renji bersamaan.

Inoue yang masih disana hanya memandang bingung mereka berdua. "A,.. Ano, akan terlihat memalukan kalau anda berdua masih memakai kostum syuting film itu," kata Inoue setelah meneliti pakaian yang dipakai Renji dan Matsumoto.

"Ini bukan kostum tahu, ini seragam Shinigami," kata Renji keras-keras dengan bangga, dan langsung mendapat pukulan dari Matsumoto.

"Dasar bodoh, jangan diucapkan di depan orangnya tahu, kau bisa membuat kita mendapat masalah," kata Matsumoto.

'Shi-ni-gami?" gumam Inoue lirih, sesuatu memaksa masuk ke dalam pikirannya, begitu banyak hingga yang terlihat oleh Inoue hanya putih yang menyilaukan. Dan dia pun pingsan.

"ORIHIME / INOUE!" seru Renji dan Matsumoto.

* I-R *

Aku ada dimana? Tempat ini begitu gelap, ah lebih tepatnya hitam, karena aku masih bisa melihat ada dua orang yang saling berhadapan di depanku. Dua orang itu tak benar-benar ada dihadapanku, karena ketika aku berdiri dan hendak menghampiri mereka, aku merasakan sebuah kaca tak kasatmata menghalangiku.

"Inoue, Inoue," panggil salah satu gadis yang berambut hitam.

Aku begitu kaget ketika mendapati bahwa salah satu diantara dua gadis yang saling berhadapan itu adalah diriku sendiri.

"Kuchiki-san," bisik 'diriku'.

Siapa Kuchiki-san? Apa aku mengenalnya?

"Inoue, bisakah aku meminjam kekuatanmu?" tanya Kuchiki. Gadis bernama Kuchiki itu begitu mungil, rambutnya hitam legam, hampir sehitam tempat ini. Tapi, aku tak bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas, seolah aku memang tak diijinkan untuk melihatnya, tapi aku tahu dengan pasti bahwa dia gadis yang cantik dan berkulit putih pucat.

'Diriku' hanya menggeleng kuat-kuat, menolak permintaan Kuchiki.

"Aku mohon padamu Inoue," kata Kuchiki.

"Kalau aku meminjamkan kekuatanku, Kurosaki-san pasti akan sedih sekali," kata'ku', atau lebih tepatnya, teriak'ku'.

Suasana menjadi hening setelah itu, yang terdengar hanya isakan'ku'. Dan baru saat itulah aku bisa melihat wajah Kuchiki, wajah yang sangat cantik dan dihiasi mata berwarna amethyst. Dan mata amethyst itu memancarkan kesedihan yang begitu dalam.

"Ugh, aku mengerti, akan kupinjamkan kekuatanku pada Kuchiki-san," kata'ku' pelan.

Kuchiki tersenyum.

PYAR. Lagi-lagi aku melihat kilatan putih, dan memori-memori dan kenangan-kenangan yang pernah terlupakan memenuhi pengetahuanku.

* I-R *

"Kurosaki-kun," erang Inoue begitu terbangun dari pingsannya.

"Kau baik-baik saja Inoue?" tanya Renji dan Matsumoto berbarengan dengan panik.

Inoue memandang setiap sudut ruangan tempatnya terbaring dan samar-samar Inoue mengingat tempatnya berada saat ini, toko Urahara.

"Abarai-kun, Matsumoto-san, kita harus segera menemukan Kuchiki-san, kalau tidak,..."

"Kalau tidak?"

"Kalau tidak, tubuh itu, jiwa itu, akan menghilang sambil menyeret serta Kurosaki-kun bersamanya."

Dan sebuah reiatsu yang luar biasa besar langsung dirasakan oleh mereka semua, reiatsu yang mereka kenal sekaligus tidak mereka kenal.

"Siapa?"

T B C

Nyohoho,... Chapter 6 telah di update.

Thanks ya buat yang udah RnR chapter 5 kemarin.

Chapter ini, sama chapter 5-nya Destiny adalah fic terakhir sebelum saya Hiatus sementara buat ulangan semester.

Ngga mau macem-macem ama sekolah deh, jangan sampai ngga naik.

Maka dari itu, minta doa ya Readers, biar Julie bisa ngerjain soal ulangan terus naik kelas dan bisa nulis di FFn lagi.

Sekian, ditunggu REVIEW-nya ya!