Disclaimer: BLEACH punya tite kubo tuh.

Warning :OC, OOC, AU, Typo, ICHIRUKI. Don't Like, Don't Read !

SUMMARY : Siapa Hikari sebenarnya, Siapa Rui sebenarnya, Apa yang mereka berdua inginkan?

Chapter 7

- New Mystery -

Sesuatu muncul dari retakan di langit, sesuatu yang besar dan bisa dibilang raksasa, tapi Ichigo bukannya lari, dia malah terdiam sambil mencoba mengingat seolah pernah melihat makhluk itu sebelumnya.

"Kurosaki-san, ada apa?" Tanya Rui, sepertinya tak bisa melihat menos grande yang tengah mencoba keluar menuju real word.

"Entahlah, aku juga tak tahu. Yang jelas, kita harus lari karena ada sesuatu yang mirip raksasa yang mungkin dapat membunuh kita."

Rui memandangnya penuh kebingungan, dan mengikuti pandangan Ichigo ke langit. Matanya membulat, tangannya terangkat menutupi mulutnya yang ternganga. Kemudian matanya bolak-balik memandang Ichigo dan menos.

"Itu, apa?" tanya Rui dengan suara tercekat.

Ternyata Rui juga bisa melihat menos itu.

Sang menos telah keluar dari retakab yang kini menjadi lubang di langit, kemudian membuka mulutnya lebar-lebar, bersiap mengeluarkan cero kearah mereka berdua. Walau Ichigo tak tahu atau tepatnya tak ingat mengenai apa yang mungkin akan dilakukan oleh sang menos, tapi sepertinya dia tahu bahwa mereka dalam keadaan bahaya.

"Ayo pergi dari sini Rui!" seru Ichigo sambil menarik tangan Rui.

"Tu- Tunggu, tasku dan sepatuku ma-,"

"Jangan pedulikan itu, pedulikan saja nyawamu!" kata Ichigo memotong protes Rui.

BLAR

Terlambat, sang menos telah menembakkan ceronya, tak sepenuhnya mengenai mereka, tapi tetap menimbulkan luka gores yang menyakitkan.

"Ugh, Rui, kau baik-baik saja?" tanya Ichigo ketika melihat Rui terbaring tak jauh darinya sambil mendekap erat tubuhnya seolah menahan kesakitan yang amat sangat menyakitkan.

'Dia kesakitan, dan kepalanya terluka,' batin Ichigo, berusaha mencapai tempat gadis malang itu.

"Ahh,... sudah dimulai rupanya, siapa ya?' tanya sebuah suara, suara yang cukup familiar di telinga Ichigo,... dan Rui.

"Hikari?" bisik Ichigo, bahkan Rui pun yang sedang kesakitan bisa mendongak keatas sambil membisikkan nama Hikari dengan nada tak percaya, melihat Menos telah menghilang, terbunuh oleh sayap-sayap api yang berterbangan.

"Apa maksudnya ini?" tanya Rui, tapi tekadnya untuk berteriak kalah oleh rasa sakit yang menghujam kepalanya.

"Ugh," rintih Rui, dunia seolah menjadi kaca yang hancur, membawanya menuju ketidak sadaran.

"Itu, satu dari 5 kekuatan yang akan membawamu mencapai tujuanmu. Jadi, kau harus sabar menghadapi rasa sakit itu ya Rui-chan," kata Hikari. "Tapi aku tak akan membuang-buang waktu untuk menemanimu melewati rasa sakit, ada pengejar yang datang jadi aku harus segera pergi. Sampai jumpa," lanjut Hikari, menghilang setelah sayap-sayap api yang telah membunuh menos mengelilinginya dalam bentuk pusaran hingga dia tak terlihat, meninggalkan Ichigo yang tak bisa berkata-kata dan kebingungan bersama Rui yang pingsan.

Dan tepat saat api menghilang sepenuhnya, senkaimon terbuka, memunculkan sosok pria muda berambut panjang sebahu yang memakai kimono hitam dan haori putih berlambangkan angka 6, Byakuya Kuchiki.

"Apa maksudnya semua ini? Apa yang sesungguhnya terjadi?" tanya Ichigo, jelas kebingungan dengan keajaiban yang tiba-tiba ini.

"Simpan dulu pertanyaanmu bocah, dan tunjukkan padaku dimana wanita berambut pirang itu!" seru Byakuya tanpa menjawab pertanyaan Ichigo.

Sementara itu, di Seireitei, markas divisi 1, Sou-Taichou berdiri sendirian sambil memandang daratan Soul Society yang begitu tenang. Tapi, sesuatu, atau tepatnya seseorang mengganggunya, seorang gadis berambut pirang dan datang diantar pusaran sayap api.

"Lama tak bertemu Yama-jii," kata gadis itu sambil tersenyum riang, menampakkan wajah bagaikan anak-anak.

"Apa maumu kemari Hikari? Belum puaskah kau membuat kerepotan pegawai penjaga gerbang dengan cara mengirim para Hollow sekaligus?" tanya Sou-taichou tanpa menoleh.

"Haha,... jangan sinis begitu, bukankah kau punya pertanyaan lain yang lebih penting dari pada kepuasanku, misalnya kenapa aku memutuskan untuk menunda eksekusi roh itu."

Dan Sou-Taichou berbalik, memandang Hikari dengan matanya yang sipit.

"Kalau begitu, jelaskan semuanya padaku!"

T B C

Author's Note :

Chapter 7 update nih.

Makasih ya yang udah REVIEW chapter 6 kemarin.

Dan,.. mengenai pertanyaan-pertanyaan kalian, akan kujelaskan sekali lagi deh.

Rui itu Rukia, Rukia itu Rui dan penjelasannya ngga lama lagi akan kupublish.

Peran Hikari disini akan dijelaskan lebih detail di chapter 9.

Oh, soal yang hilang ingatan tuh, ingatan para manusia aja yang diapus, para Shinigami masih inget kok ama Rukia.

Dan yang tau kalo Rukia itu Rui Cuma Sou-taichou, Byakun, dan Hitsun.

Nah, kalau masih bingung tunggu aja chapter berikutnya, atau tanya aja lagi.

Oke, chapter kali inipun jangan lupa RnR!