Disclaimer: BLEACH punya tite kubo tuh.
Warning :OC, OOC, AU, Typo, ICHIRUKI. Don't Like, Don't Read !
SUMMARY : Shinigami de wa nai, Kuchiki Rukia da
Chapter 8
- Kuchiki Rukia -
"Cih, kau masih bisa memikirkan Hikari ketika ada orang yang terluka?" Tanya Ichigo pada Byakuya sambil menunjuk tubuh Rui yang kehilangan kesadaran.
Byakuya melirik Rui, kemudian kembali memandang Ichigo. "Dia bisa diurus nanti, lagipula Hitsugaya-Taichou akan segera datang."
Ichigo menahan marah. Dan dengan tertatih-tatih, mendekati Rui.
"Jadi, kemana si wanita pirang itu?"
"Aku tidak tahu," jawab Ichigo setengah berteriak, frustasi, sambil mencoba mengangkat tubuh Rui.
Byakuya lama-lama tidak tega juga melihat Ichigo yang mati-matian berusaha membopong Rui, padahal tubuh pemuda itu sudah hampir kehilangan stamina.
"Aku jadi heran, kemana pria yang sudah mengalahkan Aizen?" batin Byakuya sambil bershunpo ke tempat Ichigo. "Andai saja tak ada perintah untuk menghapus ingatan para manusia dan menyegel kekuatan spiritual mereka."
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Ichigo ketika Byakuya hendak mengambil alih tubuh Rui.
Byakuya tak memedulikan protes itu, dan malah sibuk berpikir. "Dan itu semua tidak akan terjadi jika saja pria orange ini tak hilang ingatan gara-gara terlalu shock atas kematian Rukia."
"Hei," teguran Ichigo yang satu ini berhasil menyeret Byakuya kembali ke tempat ini.
Byakuya menoleh memandang Ichigo dengan mata sedikit menyipit. "Apa?"
"Kau yang 'apa?',"
Rupanya, kini Byakuya dan Ichigo sedang berebut hak menggendong Rui.
"Sudahlah, ikuti saja kata-kataku, kita akn membawanya ke tempat Urahara!"
Dan mereka berdua saling melempar deathglare yang diawali oleh Ichigo.
"Kuchiki-Taichou," seru Hitsugaya ketika sampai di TKP.
Sontak, deathglare keduanya beralih ke Hitsugaya.
Seolah tak menyadari deathglare yang ditujukan padanya, Hitsugaya dengan biasa saja bertanya, "Bagaimana keadaan disini?"
"Kau bisa lihat sendiri. Dan si rambut pirang itu berhasi kabur tepat ketika aku sampai disini," jawab Byakuya.
"Yaahh,.. bahkan Taichou divisi 6 pun tak akan bisa mengalahkan si 'penjaga dunia akhir'," komentar Hitsugaya kemudian mengambil alih Rui ke dalam pelukannya. Tak ada protes.
"Ayo pergi ke tempat Urahara! Dan Kuchiki-Taichou, tolong kau bawa si orange itu!"
Byakuya dan Ichigo tak berkomentar, hanya melaksanakan kata-kata Hitsugaya, entah ada angin apa.
Dan sebelum mereka benar-benar pergi dari tempat itu, Ichigo bertanya, "Eh, kalian hantu kan? Tapi aku tak pernah tahu ada hantu seperti kalian, kalian itu siapa sih?"
Membuat Byakuya dan Hitsugaya bingung juga. Mereka diperintahkan untuk tak memperlihatkan sosok mereka di depan mantan manusia, karena itu berarti akan ada resiko ingatan para manusia kembali. Dan kalaupun mereka 'terlihat', mereka tak boleh memberitahu identitas mereka.
"Sebaiknya kita menyelamatkan perempuan ini dulu," kata Hitsugaya mengelak.
Dan dengan mengabaikan protes Ichigo, mereka langsung pergi ke tempat Urahara.
~C.c.C~
Rui's POV
Dunia seperti kaca yang pecah.
Pemandangan pantai kini digantikan pemandangan lingkungan perumahan desa. Aku melihat orang-orang berlalu-lalang tanpa menghiraukan kehadiranku.
"Shinigami mungil," kata sebuah suara, suara Hikari.
Aku pun menoleh kearah asal suara, melihat Hikari dan seorang wanita mungil yang tadi dipanggil Shinigami, dan aku sungguh terkejut melihat kemiripanku dan gadis itu, tidak mirip-mirip amat sih sebenarnya, rambutku lebih panjang dan aku lebih tinggi sekitar 10 cm dari gadis itu.
"Hikari-sama," kata si Shinigami, menyapa balik Hikari.
"Keputusan sudah dibuat, masa depanmu sudah ditentukan," kata Hikari tanpa basa-basi, dan ini pertama kalinya aku melihat wajahnya yang serius,.. dan dingin.
Shinigami itu kelihatan tegang. "Katakan padaku! Keputusan seperti apapun akan kuterima, dan kau sudah tahu sendiri aku sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk semenjak aku datang ke tempat ini, tempat inti jiwa para roh berakhir, tempat dimana eksistensi mereka akan ditentukan."
Hikari menghela nafas, kemudian berkata, "Kau,..."
Aku tak bisa mendengar keputusannya, jadi aku mencondongkan tubuh sedikit kedepan.
"Aku tak ingin berlama-lama, ayo pergi Shinigami," kata Hikari setelah mengatakan keputusan.
Shinigami itu tersenyum, menoleh kearahku. "Shinigami de wa nai, Kuchiki Rukia da. Ingatlah itu!" dan gadis itu terlihat kabur di mataku, menghilang bersama Hikari dan pemandangan perumahan itu.
Dunia kembali pecah, seolah terbuat dari kaca, dan menjadi gelap gulita, sampai aku membuka mata dan melihat diriku terbaring di sebuah futon di tempat yang tak kukenal.
~C.c.C~
Normal POV
Ichigo duduk di hadapan orang-orang yang menatapnya dengan aneh, salah satu diantara orang-orang itu adalah Inoue.
"Apakah sudah?"
Ichigo mendengar pertanyaan pelan itu dari seorang anak perempuan yang dipanggil Ururu.
Seorang pria bertopi yang dipanggil Urahara menggeleng sebagai jawaban, dan semua orang mendesah lega.
"Ada apa sih ini?" batin Ichigo.
"Kau tak perlu tahu," jawab seorang pria bernama Byakuya dengan dingin.
Kerutan di dahi Ichigo semakin dalam. "Tentu saja ini ada urusannya denganku, aku berada di TKP dan juga terlibat secara langsung dalam kejadian ini, AKU MENGENAL RUKIA," kata Ichigo menekankan kata-kata bahwa dia kenal Rukia. "Dan aku meyakini bahwa Rukia dan Rui berhubungan," tambahnya, kali ini dengan nada dingin.
Semua orang menahan nafas dengan tak kentara, namun Ichigo menyadari itu, ketika mendengar kalimat yang dilontarkan Ichigo.
"Hee, aku benar ya?"
Tapi, sebelum Hitsugaya dan yang lainnya menyangkalnya, pintu ruangan itu terbuka, memperlihatkan sosok Rui yang kebingungan.
"Kurosaki-san, Inoue-san, ini dimana? Dan katakan padaku, siapa shinigami bernama Kuchiki Rukia sebenarnya? Dan dimana dia sekarang?" Tanya Rui sekaligus.
Dan lagi-lagi, semua orang dibuat kaget. Hanya saja, sekarang kekagetan itu ditunjukkan secara terang-terangan.
T B C
Yay, udah chappie 8 nie. Thank you so much bagi yang udah bersedia merepiu cerita ini.
Saya bales dulu repiu dari chapter 7 ya?
avia chibi-chan : ini udah diapdet
Arlheaa : iya, ini udah apdet.
RukiaRizkaMala : temukan jawabannya di chapter ini atau chapter depan.
Yuki-ssme : ya si Rukia. Disuruh Sou-Taichou kali.
Aizawa Ayumu : iya, ini apdet.
So-Chand 'Luph pLend' : sudah apdet.
Riztichimaru : apdet nih.
Bunny de Gaje : temukan jawabannya di chapter ini atau chapter depan.
LunaTsuki KitaMura : Sudah apdet Bu...
aRaRaNcHa : lagi-lagi saya harus mngulang kalimat. Temukan jawabannya di chapter ini atau chapter depan.
Nah, kali ini RnR lagi ya? Ditunggu lho! Anggap aja ngasih saya hadiah atas kerja keras saya ini*Ditendang*
