-Cinta Pertama-
Disclaimer : Bleach © Tite Kubo, Facebook bukan punya Cha
Cha cuma punya accountnya.
Rated : T
Genre : Romance/Hurt/Comfort
Pairing(s) : GrimmRuki, slight GrimmNel
WARNING : AU, OOC, rada gaje
Summary : Jika aku bertemu lebih dulu denganmu, apakah kau akan mencintaiku dan tak pernah mengingat dia lagi? Jika aku bertemu lebih dulu denganmu daripada dia, apakah boleh aku memiliki hatimu tanpa bayang-bayangnya?


Pertama, saat kau menatapku

Kedua, saat memegang tanganku

Ketiga, saat bercerita

Keempat, saat mendengarku

Semua terasa menyenangkan...


Jam satu, sesuai janji Grimmjow pada Rukia, cowok berambut biru itu pun menunggu kekasihnya tepat di depan gerbang sekolah. Rukia seharusnya sudah pulang dari tadi, namun sepertinya ada sedikit tambahan yang membuat Rukia sedikit terlambat untuk keluar dari sekolah.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Rukia keluar dari gerbang sekolah. Dilihatnya Grimmjow sedang menunggu sambil membalas SMS dari handphonenya. Rukia pun menghampiri kekasihnya itu.

"Hai, Be," sapa Rukia.

"Ehn? Udah selesai, nih? Kita jalan sekarang, ya?"

"Ya!" Rukia mengangguk semangat.

Keduanya berjalan berdampingan menuju ke motor biru Grimmjow. Grimmjow menyalakan mesin motor, lalu memakai helmnya, juga memberikan helm lain pada Rukia. Rukia memakai helmnya lalu duduk di belakang Grimmjow.

"Pegangan," pinta Grimmjow.

Rukia menurut, lalu memegang pinggang Grimmjow. Rukia amat bersyukur Grimmjow menyuruhnya untuk berpegangan, karena cowok berambut biru itu mengendarai motor dengan kecepatan luar biasa. Hm, mungkin kalau dijelaskan kecepatan Grimmjow membawa motornya, Grimmjow seperti ingin menjadi penerus Valentino Rossi.

Akhirnya keduanya sampai di sebuah mall yang cukup terkenal di Karakura. Grimmjow memarkir motornya, sementara Rukia menunggunya dengan sabar. Setelah itu, keduanya berjalan masuk ke dalam mall. Rukia dapat merasakan tangan besar Grimmjow yang memegang tangan mungilnya.

"Ng..., mau nonton atau makan dulu?" tanya Grimmjow.

"Terserah kamu," jawab Rukia.

"Ya, kalo gitu kita nonton dulu!"

"Ya."

Mungkin karena Rukia terbiasa melihat Grimmjow memakai seragamnya, entah kenapa, ketika Grimmjow memakai baju biasa, cowok itu jadi terlihat sangat keren. Rukia, entah secara sadar atau tidak, berulang kali melihat ke arah Grimmjow. Jika Grimmjow sadar mata kekasihnya itu tertuju padanya, ia hanya tersenyum, lalu mengacak rambut Rukia.

Singkat cerita, akhirnya keduanya memutuskan untuk menonton film thriller. Ya, secara cowok sesadis Grimmjow itu, pasti suka dengan film berbau kriminal, akhirnya Rukia menurutinya. Sepasang kekasih itu duduk di kursi hampir tepat ditengah bioskop, kursi di barisan E.

"Katanya film ini seru," komentar Grimmjow sambil memberikan popcorn untuk Rukia.

Rukia hanya menyambut popcorn dari tangan Grimmjow, lalu tersenyum tipis.


Setelah menonton, Rukia jadi mual sendiri mengingat adegan di film yang ia tonton dengan Grimmjow tadi. Sejujurnya yang ada di bayangan Rukia, kencan pertama yang ada dalam cerita teman-temannya seperti Tatsuki, Hinamori, atau Inoue, pacar mereka mengajak menonton film romantis. Tapi sepertinya hal itu tak pernah ada dalam benak Grimmjow.

"Kamu kenapa, Yang?"

"Nggak," Rukia terpaksa berbohong.

"Ya udah, kita makan aja, yuk!"

Yaph, setelahnya cowok berambut biru itu menggandeng tangan mungil Rukia lagi. Rukia hanya tersipu, lalu mengikuti langkah Grimmjow menuju ke sebuah restoran. Memang bukan restoran mahal, hanya restoran cepat saji yang biasa di datangi oleh kalangan anak muda seperti Rukia dan Grimmjow. Ya, yang murah tapi cukup membuat kenyang.

"Kamu duduk aja, mau pesen apa?" tanya Grimmjow.

"Sama aja deh sama kamu," jawab Rukia.

"Ya udah, sekarang kamu duduk aja, ya. Biar aku yang antri."

Rukia duduk di tempat duduk dekat jendela restoran itu. Mata violetnya memandang keluar, melihat orang-orang yang sedang berjalan di mall atau sekedar mampir di toko. Tak berapa lama kemudian, Grimmjow kembali datang dengan membawa nampan berisi makanan.

"Ini," kata Grimmjow.

"Ehn, iya, makasih," Rukia tersenyum lalu membantu Grimmjow mengambil makanan.

"Kamu beneran nggak papa?"

"Hihihi... Kamu lucu deh kalo lagi cemas gitu."

"Aah? Hahaha..." Grimmjow menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Akhirnya keduanya menikmati makanan sambil bercanda dan mengobrol mulai dari hal kecil sampai cerita tentang masa SMP mereka dulu. Rukia amat menikmati tatapan hangat Grimmjow yang memandangnya saat mereka berdua sedang bicara.


Cinta itu menyenangkan

Saat aku dan kamu tersenyum

Cinta itu menyebalkan

Saat ia datang

Ia yang merubahmu...


Setelah pulang sehabis first date, Rukia tak henti-hentinya tersenyum sendiri sambil menatap layar handphonenya. Iseng, ia akhirnya meng-update status facebooknya.

.

Facebook

.

Rukia Kuchiki Ex-Seven pyong .. pyong .. Thanks for the first date.

2 minutes ago

6 comment - Like

Grimmjow IsHere Jeagerjaques, Rangiku Matsuu Ichimaru, and 6 other people like this.

.

Ternyata, respon yang di dapat cukup, atau mungkin sangat cepat. Apalagi Grimmjow sampai me-like statusnya, Rukia jadi senyum-senyum sendiri dibuatnya. Selanjutnya, Rukia beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.

========== CP ==========

Satu bulan kemudian...

Grimmjow's POV

Dia atau dia? Aku bingung. Sejujurnya aku menikmati kebersamaanku dengan Rukia, tapi terkadang aku canggung berada di dekatnya. Apalagi akhir-akhir ini, Nelliel sering menggangguku dengan SMS-SMS darinya. Aku takut jika Rukia sampai tahu, ia akan merasa kecewa. Tapi jujur saja, aku merasa kebimbanganku ini sepertinya diketahui dan juga dirasakan oleh Rukia.

Entah, tapi aku merasa kalau aku menjauhi Rukia, begitu pun Rukia sendiri, ia menjauhiku. Aku sebenarnya tak ingin begini, aku ingin bercerita banyak padanya seperti sebulan yang lalu, tapi kenapa? Apa mungkin Rukia lebih sering bad mood, karena itu kami jadi sama-sama diam? Aku bingung. Nelliel kembali memberiku harapan.

Drrrrt.

.

From : Nelliel
Grimmjow, lagi apa? Nell sedih. TT

.

Sebenarnya aku malas membalas SMS itu, tapi semakin aku mencoba untuk tidak membalasnya, aku malah makin tak tega membuarkan Nelliel yang sedih. Kami-sama, kenapa kau buat aku menjadi seseorang yang seperti ini?

.

To : Nelliel
Kenapa?

.

From : Nelliel
Nell mau pindah jauh.

.

Iris biruku membulat sempurna membaca SMS dari Nelliel saking terkejutnya. Entah mengapa seperti ada batu besar yang memukul dadaku ketika membaca itu. Dengan susah payah menahan tangis, ku balas SMS dari Nelliel.

.

To : Nelliel
Ke mana?

.

From : Nelliel
Nell mau pindah jauh. Grimm, makasih ya Grimm pernah ada di hati Nell. Nell pengen supaya Grimm selalu bahagia.

.

Aku menghela nafas, lalu meletakkan handphoneku di atas tempat tidur. Aku tak tahu lagi harus membalas SMS dari Nelliel, tapi sudut-sudut mataku basah. Aku menangis? Konyol! Hal itu tabu bagi laki-laki sepertiku.

.

From : ILYSM
Lagi apa, liebe?

.

To : ILYSM
Hari ini kita ngga smsan dulu, ya?

.

From : ILYSM
Ya udah, kalo kamu lagi ada masalah. Kamu boleh pilih kok, sendiri atau cerita. Hihi...

.

Rukia, Rukia, Rukia. Kenapa? Padahal tadi aku membalas SMS itu dengan singkat, mungkin gadis lain akan mengira aku marah pada mereka. Kenapa kamu bisa melihat dari sudut pandang lain, Rukia?

Akhirnya, cerita tentang Nelliel un mengalir begitu saja melalui SMS-SMS yang ku kirim pada pacarku itu. Jujur aku merasa kalau aku bodoh, aku tak memikirkan bagaimana perasaan Rukia saat itu. Mungkin sakit karena tahu Nelliel adalah mantan pacarku. Kau memang bodoh, Grimmjow!

End Grimmjow's POV

TBC


Hampir satu bulan fic ini hiatus. Pas update, pendek pula ceritanya. Maaf ya, readers. Cha pasrah deh, paling juga yang ripiu dikit. Lagian chapter depan udah tamat kok. Hehehe...

Grimmjow : Dasar author tak bertanggung jawab!

Cha : Diamlah! Nyesel di update tau! Ngebuka luka lama. *cry*

Rukia : Nah loh! Nah loh! Salah Grimmjow! *nunjuk Grimmjow*

Grimmjow : Maaf deh, Cha *tampang nyesel*

Cha : Gak papa, kitty-kun. *smile*

Grimmjow : *dalam hati* author stres!

Cha : Oh ya, balesan review silahkan cek di inbox masing-masing, ya! Cha bales lewat PM.

.:. Buat yang ga login .:.

:: Ao-chan kudo :: Saya tahu siapa anda.. *plak!* Hehehe... Iya deh. Chapter ini banyakan ngarang kayaknya. ;P

:: Zie-penk :: Hahaha... Grimm manja? Dia memang ga bisa nelen obat tablet kok. Pletak! Hehehe.. :D

P.S. Sebenernya Cha update lama gara-gara baru sembuh sakit. Hihihi... Oh ya, Cha kepikiran mau bikin fic collab. Ada yang mau collab sama Cha? ;)

Mind to RnR, readers?