Naruto © Masashi Kishimoto

Bad Destiny © diamondlight96

Light kembali lagi... baca sampai tamat dari awal sampai akhir dan hayati jangan dilewat se-kata-pun oke?

Thanks ya... LIGHTLY :) *Lightly : readersnya diamondlight96

Let's Read! Don't Like, DOn't Read...!


Bagaimana Tsunade-sama?" tanya Sasuke cemas. Tsunade pun menatap Sasuke.

"Ini aneh, jarang sekali terjadi orang yang mudah pingsan seperti ini. Mungkin dia kurang darah…" jawab Tsunade. Sasuke langsung mengambur ke arah Hinata. Lalu, dia mengambil tangan Hinata dan menciumi tangannya.

"Ada apa denganmu Hinata? Apa yang kau sembunyikan?" ujar Sasuke. Matanya menutup menahan tangis yang sebenarnya tak kuat dia tahan. Hah, image Uchiha itu harus tetap dijaga.

_diamondlight96_

"Eh, Sasuke kau kenapa?" tanya Hinata pada Sasuke yang kini masih asyik memandangi dirinya di samping tempat tidur langganannya di klinik.

"Tidak… Tidak apa-apa... Aku hanya sedang menemani gadisku yang cantik saat sedang tidur…" ucap Sasuke. Membuat Hinata memerah. Sasuke membelai lembut rambut Hinata. Hinata tersenyum atas perlakuannya. Lalu, Sasuke membantu Hinata duduk di tempat tidurnya.

"Hinata, kau mau makan? Nanti aku bawakan…" ujar Sasuke. Hinata menggeleng. "Lalu?" tanya Sasuke bingung. Sasuke menatap Hinata tajam membuat Hinata tersenyum manis. Akhirnya, Sasuke mengerti. Hinatanya hanya menginginkannya. Sasuke pun membawa Hinata ke dalam pelukannya.

"Sasuke-kun…" ucap Hinata lembut.

"Hn?" sahut Sasuke. Tak mau melepaskan pelukannya pada Hinatanya.

"Hari ini ada waktu tidak?" tanya Hinata lembut lagi. Sasuke menatap Hinata dalam pelukannya. Kedua mata mereka bertemu.

"Selalu ada untukmu…" jawab Sasuke sambil tersenyum. Hinata merona lagi.

"Bisa antar aku?" tanya Hinata. Sasuke menaikan alisnya.

"Kemana?" tanya Sasuke akhirnya.

"Ke taman kanak-kanak… Aku berencana kalau sudah besar mau jadi guru TK… Mau tidak?" tanya Hinata. Sasuke tersenyum lalu mengangguk. Hinata mempererat pelukannya.

Tidak lama kemudian, Sasuke membawa Hinata menuju mobilnya. Dia segera mengantar Hinata ke TK yang Hinata mau. Sesampainya disana, hinata segera masuk ke TK tersebut. Ternyata, Hinata sudah kenal dekat dengan kepala sekolahnya dan suka ngajar disana. Sasuke memperhatikan hinata dalam diam. Namun, dia tersenyum dibaliknya.

Tak lama kemudian, aktifitas Hinata selesai. Sekarang sudah sore. Sasuke dan Hinata pun berjalan-jalan sebentar di taman.

"Sejak kapan kau suka anak kecil, Hinata?" tanya Sasuke. hinata memandang tanah yang ditapakinya.

"Sejak dulu Sasuke-kun…" ujar Hinata. Sasuke tersenyum tipis.

"Kau akan menjadi ibu untuk anakku yang sempurna kelak…" sahut Sasuke. Hinata mendengarnya dan wajahnya sudah semerah tomat. Hampir saja dia pingsan. Tapi, dia bertahan untuk Sasuke.

Tiba-tiba dari arah belakang mereka, ada seorang anak yang berlari sambil membawa soft drink. Malang nasibnya, soft drink miliknya tumpah karena menyenggol kaki Sasuke. Celana Sasuke basah. Dia memperlihatkan death glarenya pada anak tersebut.

"Ma-maaf kak…" ujar anak itu. Urat-urat di muka Sasuke berkedut menahan amarah. Akhirnya, emosinya terkendali walau awalnya dia ingin langsung membanting anak itu. Tapi, satu lagi yang membuat dia marah. Anak laki-laki itu… Memegang paha Hinata yang pakai rok pendek. Dia bersembunyi di balik paha Hinata dengan manja.

'Sialan bocah setan sialan itu! Aku saja belum pernah memegangnya! Dia berani mendahuluiku!'geram Sasuke dalam hati.

"Lepaskan tanganmu itu, bocah!" seru Sasuke tertahan sehingga menjadi dingin dan menakutkan. Bukannya melepaskan, bocah itu malah mempererat. itu membuat Sasuke makin marah dan segera menerjang anak itu. Mereka berputar-putar di sekitar kaki Hinata. Sasuke sekarang berjongkok untuk menyamakan kedudukannya dengan bocah itu. Hinata terkikik geli, karena, jarang loh… bisa melihat Uchiha kekanakan begini.

"Kena kau!" seru Sasuke yang segera menjulurkan tangannya dan ingin meraih bocah yang ada di belakang paha Hinata. Tapi, meleset. Sehingga, tangannya terus maju dan keseimbangan Sasuke goyah.

BUKK!

Kepala Sasuke mengenai sesuatu yang… apa ini?

Mata Sasuke membuka dan dia baru menyadari sesuatu… Kepalanya, mendarat di 'itu' nya Hinata. Oh God… Bisa kita lihat wajah Sasuke dan Hinata 'sangat' memerah. Terutama Hinata. Dan yang aneh, bocah kecil itu ikut memerah dan segera kabur dari Sasuke.

Sasuke yang menyadari anak incarannya telah kabur, kini mulai mengejar bocah itu.

"Hei Kau! Mau apa kabur?" seru Sasuke. Bocah itu berteriak sambil terus berlari.

"Aku tak mau digigit! Kalau sudah seperti itu pasti saling menggigit dan memakan! Aku pernah lihat Ayah dan Ibu melakukannya!" seru anak itu histeris. Meninggalkan Sasuke dan Hinata yang sweatdrop.

_diamondlight96_

"Err… Sasuke… Terimakasih sudah mengantar pulang ya… hari ini aku sangat senang!" ujar Hinata sambil tersenyum.

"Hn…" jawab Sasuke sambil tersenyum. Saat Hinata akan keluar dari mobilnya, Sasuke menarik tangannya pelan. Lalu, tanpa izin Hinata, Sasuke menciumnya lembut.

"Kau lupa ini… selamat malam…" ujar Sasuke. Hinata tersenyum manis dan wajahnya memerah sangat merah.

Hinata pun turun dari mobil Sasuke. Dia membungkuk dan Sasuke pun berlalu. Hinata sedikit melambaikan tangannya.

Hinata berbalik hendak pergi ke rumahnya. Tiba-tiba kepalanya pening. Darah mengalir dari hidungnya. Tak ingin membuat orang rumahnya khawatir… Dia segera menyekanya dengan tissuenya. Dan berjalan ke arah rumahnya seakan tak pernah terjadi apa-apa.

_diamondlight96_

"Kakashi sensei… terimakasih atas hari ini ya…" ujar Sakura sambil tersenyum. Tangannya masih bertautan dengan tangan Kakashi. Kakashi tersenyum. Keren banget sampai bikin Sakura hampir kelepek-kelepek.

"Jangan panggil aku sensei dong kalau sedang diluar sekolah… Dan… maaf ya mobilku rusak… Jadinya kita memakai kendaraan umum…" ucap Kakashi menyesal. Sakura terkikik.

"Tak apa-apa Kakashi.. hehehe… Aku juga biasanya memakai kendaraan umum kan?" sahut Sakura. Kakashi tersenyum. Lalu, membawa Sakura ke dalam pelukannya yang hangat.

"Terimakasih karena telah mencintaiku Sakura… Dan menerimaku…" ujar Kakashi. Sakura tersenyum. Lalu, mereka melepaskan pelukan mereka saat Konohamaru memergoki mereka.

"Kakak? Siapa dia?" tanya Konohamaru yang sepertinya baru pulang kegiatan club sepak bola.

"Dia kekasihku…" jawab Sakura tersenyum. Konohamaru seperti terkejut. Matanya menatap Kakashi aneh. Bola yang dibawanya terjatuh menggelinding.

"Ka-kau…" ucap Konohamaru sambil menunjuk Kakashi dengan telunjuknya. Kakashi khawatir sekali Konohamaru tak menerimanya sebagai seorang 'kekasih' dari Sakura. begitu juga Sakura yang sangat khawatir mengingat adiknya ini tahu betul tentang perjodohan itu. "Kau mau-maunya pacaran sama Kak Sakura… Padahal dia kan aneh… Gak pantas sama kamu. Kamu itu terlalu bagus untuk Sakura…" ucap Konohamaru.

krikkk… krikk… krikk

Ooh, Entah kenapa sekarang tangan Sakura mengepal. Keningnya berkedut.

"Kau masuk saja KONOHAMARU!" teriak Sakura. Konohamaru bergidik takut lalu, langsung berlari ke rumahnya.

"Ma, maafkan dia…" ujar Sakura sambil menunduk ke Kakashi. Kakashi tersenyum. Ngakak maksudnya.

"Hahaha.. Tak apa, dia lucu kok… keeekeekkkk… hahahahaaha…" Kakashi tertawa besar. Sakura menggembungkan pipinya.

"Maaf deh sayang…" ucap Kakashi menenagkan sambil membelai lembut wajah Sakura. Sakura memerah lagi. Lalu, Kakashi mengecup kening Sakura. Sakura memejamkan matanya. Merasakan sensasi menyenangkan dari Kakashi. Lalu, Kakashi pamit pulang. Sakura menunggui Kakashi sampai tubuhnya menghilang dari pandangan. Setelah itu, dia pun masuk ke rumahnya.

Entah sial atau apa, keluarganya tengah berkumpul seperti menunggunya.

"Malam… Aku pulang…" ujar Sakura membungkuk. Kiseki mengangguk.

"Pulang dengan siapa? Ngapain pulang malam?" tanya Kiseki tegas. Sakura menelan ludah.

"Dengan Kakashi-sensei.." jawab Sakura. Dia menundukan kepalanya.

"Mau apa kamu pergi bersamanya?" tanya Kiseki. Sakura menunduk. Dia sulit menjawabnya. "JAWAB SAKURA!" seru Kiseki. Sakura terperanjat kaget.

"Maaf Ayah… Tadi… Tadi aku dan Kakashi pergi makan…" jawab Sakura.

"Apa hubunganmu dengannya?" tanya Kiseki sarkastik.

"Kami… ka-kami… Kami telah menjadi sepasang kekasih…" jawab Saura gugup. Terdengar Ayahnya mendengus.

"Hah… Jadi, kau tak mau dijodohkan?" tanya Kiseki. Sakura mengangguk. "Kalau begitu berarti anakmu dan anak Naruto yang harus menikah… Begitu seterusnya… Bila menolak" ujar Kiseki. Sakura mengangguk lalu pergi ke kamarnya setelah membungkukan badannya.

_diamondlight96_

"Ayah… Ayah marah dengan hubunganku dan Kakashi?" tanya Sakura pada Ayahnya yang sibuk memasukan makanan ke mulutnya. Kiseki mendongak menatap Sakura dan menghentikan makannya.

"Bila kau menyukainya… Bila kalian saling mencintai… Aku tak akan memaksa…" jawab Kiseki. Sakura tersenyum dan segera memeluk Ayahnya dari belakang. Memeluk lehernya.

"Makasih banyak Ayah!" seru Sakura sambil tersenyum senang bahagia.

_diamondlight96_

Sekarang adalah pensi dan juga porak… Pekan Olahraga Antar Kelas. Awalnya ada Porak dulu. Dan dalam porak itu, kelas X.5 telah memenangkan banyak kejuaraan.

Inilah sederet prestasinya sampai saat ini pada porak yang digelar tahun ini.

Taekwondo : Menang medali emas oleh Haruno Sakura.

Karate : Menang juara umum oleh Aburame Shino.

Sains : Menang juara kelompok oleh Hyuga Hinata dkk.

Sepak bola : menang telak dipimpin Kiba, dkk.

Basket : Menang telak dipimpin Sasuke, dkk.

Panahan : Menang telak oleh Tenten.

Bulu tangkis : Menang telak oleh Uzumaki Naruto.

Catur : Menang telak oleh Nara Shikamaru.

Tenis meja dan Tenis lapangan : Menang telak oleh Uzumaki Naruto.

Saat ini, baru itu. Dan tak lama lagi, kelas mereka akan mengikuti Volley ball. Untuk yang siswi, dipimpin oleh Sakura yang dibantu Hinata, dkk.

Untuk yang siswa, dipimpin oleh Naruto dan Sasuke.

Yang siswa menang telak. Yang siswi, baru saja akan dimulai.

"Kau siap Hinata?" tanya Sakura. hinata mengangguk.

"Kalian semua siap?" seru Sakura. Semuanya mengangguk. Dan saat ini, Sakura yang servis bola pertama. Pemainan pun dimulai. Lawannya dari kelas X.6, Karin, dkk. Kelas X.5 terus menang melaju sampai babak final. Saat ini, mereka menghadapi kelompok dari kelas XII.

Permainan semakin seru. Kakashi terus menyemangati Sakura. Sasuke dengan serius memperhatikan Hinata. Shikamaru dengan malas menyemangati semuanya. Dan yang terheboh adalah Kiba dan Naruto yang sepertinya sudah soulmate teriak gaje. Pokoknya berteriak gak karuan menyemangati teman mereka.

Tiba-tiba, di tengah pertandingan, kepala Hinata terkena bola. hidungnya berdarah. Kepalanya pening. dan dia pingsan. Pertandingan dihentikan sementara. Semuanya menuju Hinata. Terutama Sasuke yang menyadarinya terlebih dahulu dan sempat menghalau Hinata jatuh.

"hinata! Bangun Hinata!" seru Sasuke seraya menepuk-nepuk pipi Hinata. Namun, Hinata tetap terkulai tak berdaya. Akhirnya, Sasuke segera membawanya ke klinik sekolah. Secepat mungkin.

Sesampainya di klinik itu, Sasuke segera membaringkan Hinata di tempat tidur. Tsunade segera memeriksa Hinata.

Hinata terkulai lemah tak berdaya. Sasuke menungguinya. Tidak lama kemudian, Hinata bangun dan melihat Sasuke di sampingnya yang sedang menatapnya cemas. Dengan berusaha, Hinata membuka matanya. Buram, tapi, lama kelamaan semakin jelas. Wajah kekasihnya. Uchiha Sasuke.

"Ngg…" erang Hinata. Sasuke terkejut dan langsung melihat Hinata. Dengan segera dia membelai lembut wajah Hinata.

"Hinata… kau sudah bangun!" seru Sasuke yang langsung menciumi wajah Hinata. Hinata tersenyum lemah.

"Sasuke…" sahut Hinata lemah. 'Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya pada Sasuke bahwa aku mengidap penyakit leukemia?'batinnya.

_diamondlight96_

"Baiklah, sampai sejauh ini, kita yang memimpin dalam setiap kejuaraan. Aku harap yang selanjutnya, maid café dan host club, bisa sukses…" ucap Sasuke dalam rapat kelasnya. "baiklah… ganti kostum kalian dan pergi ke tempat masing-masing… host club berada di kelas dan maid café di samping aula di lantai dasar… di taman tepatnya. Jangan lupa, Kakashi kau ikut host club…" lanjut Sasuke. Semuanya langsung bubar dan menuju tempat masing-masing.

"Menyebalkan! Kenapa si Sasuke itu seenaknya saja sih? Kenapa Kakashi harus ikutan host club?" gerutu Sakura. Teman-temannya hanya bisa meminta Sakura bersabar.

"Sabar Sakura…" ucap Ino. Yang ada, Sakura malah manyun.

"Hahaha… iya kau cemburu kan melihat Kakashi didekati banyak orang seperti itu? Haha… lihatlah betapa tampannya Kakashimu saat ini…" ucap Naruto yang tiba-tiba saja muncul. Sakura segera mendongakan wajahnya dan melihat Kakashi di atas sana. Dikerubuti banyak siswi. Tubuh Sakura memanas, air matanya ingin keluar sehingga terlihat sedikit berkaca-kaca.

"Kau menangis?" tanya Naruto cemas. Sakura segera memalingkan wajahnya dan berlari darinya. Naruto berdecih dan merogoh sakunya mengambil sesuatu di dalamnya. Dia mengambil HPnya dan mengetikan sesuatu.

To : Kakashi Sialan

From : NNaruto

Heh.. aku akan mencium Sakura di depan semua orang lihat saja ke bawah… aku akan menciumnya dengan GANAS…

Naruto mengetikan pesan itu dengan seringai terpampang di wajahnya. Lalu, dia mulai mengejar Sakura yang kini ada di tengah taman.

_diamondlight96_

'Eng? Pesan?'batin Kakashi. Dia segera membaca pesan yang ternyata dari Naruto. Matanya membelalak sepenuhnya setelah membacanya. "Sialan!" seru Kakashi. Semua yang ada di sekitar Kakashi jadi ngeri sendiri melihat senseinya berkata kotor begitu. Lalu, Kakashi segera berlari ke arah taman, saat dilihatnya disana, Naruto dan Sakura… wajah mereka sudah sangat dekat sekali.

"Sakura… jangan menangis…" ucap Naruto menenangkan Sakura.

"Kamu tidak tahu sakitnya, Naruto!" balas Sakura. Naruto menghapus jejak air mata di wajah Sakura, sehingga wajah mereka sangat dekat.

"Tenanglah sebentar lagi Kakashi akan kemari…" sahut Naruto. Sakura memandang mata Naruto seakana bertanya benarkah? Naruto mengangguk.

Tidak lama kemudian…

"Naruto! Menyingkir dari sana!" seru Kakashi yang segera menarik baju Naruto dan membantingnya. Membuat Naruto jatuh terduduk. Sedangkan Kakashi? Dia segera meraih kepala Sakura dan mencium mulutnya dalam-dalam. Sakura yang terkejut hanya bisa membelalakan matanya atas perlakuan tiba-tiba Kakashi.

"Enggh… Ka-Kashi…Kas-Shi… hhh ngggah" ucap Sakura di sela ciumannya.

"Diamlah Saku-nnggh mmm kau … milkku, ngghhaa ngah ,mmmhhh" mereka mengerang tak jelas. Lidah mereka beradu dengan sengit. Lutut Sakura lemas dan dia akan terjatuh kalau saja Kakashi tidak menahannya.

Orang-orang yang ada di sekelilingnya. Mereka melongo. Disana banyak pendatang dan tempat itu sangat padat. Penontonnya termasuk Jiraiya yang hanya bisa menghela nafas dengan kelakuan adik semata wayangnya itu.

"Aku tidak akan memberikanmu pada Naruto!" seru Kakashi setelah ciuman panas mereka. Sakura mengerutkan keningnya. Terdengar gelak tawa Naruto dalam keheningan itu. "Gaaaaah! Dasar Naruto sial!" seru Kakashi yang baru tahu dia telah dikerjai oleh anak didiknya itu.

Thanks ya Lightly udah baca :)

Silahkan Review untuk perbaikan selanjutnya