MINNA!CHAPTER 2 akhirnya aku update juga.. Gomene telat banget updatenya.
GOMENE..GOMENE..*Membungkuk*
Karena banyak halangan buat ngetik,jadinya telat dech..
Yaudah kita langsung aja yah..
Disclaimer : Hah..Tite Kubo sensei,kenapa aku belum di tulis sebagai ahli warismu sich*Sampai kapanpun itu nggak akan terjadi*
Summary :Ternyata di Las Noches ada yang BACKSTREET...
Secret in Las Noches
Chapter 2
"ORIHIMEEE!" Teriak seorang anak kecil yang membuat mereka kagak jadi ciumannya. Mereka pun melirik siapa pemilik suara itu. Ternyata anak kecil berambut hijau dan topeng hollow terpasang di atas kepalanya.
"Neliel?" Seru Orihime sedikit merah di wajahnya saat melihat Neliel si mantan espada ke 3 alias Tress berdiri memandang dia yang tengah di peluk Ulquiorra.
Si Neliel menyeringai.. "He..he..he..Kalian sedang apa?" Goda Nell sambil mengelap ingus yang ada di hidungnya.
"Ti..ti..tidak sedang apa-apa kan Ulquiorra kun." Seru Orihime panic dengan semburat merah di wajahnya.
Seringai iblis tambah lebar di wajah si Nell.. "Kalian tadi mau ciuman kan..?" Tanya Nell dengan menyeringai, si Hime langsung sweetdrop sambil PIIIIP asap keluar dari kepalanya, sedangkan si Ulquiorra deathglare, bukan karena marah tapi karena panic juga tapi di tutupi oleh ekspresinya. "Kalian PA..CA..RAN.. ya..hehehe..!" Goda Nell...
"NGGAAAAKKK!" Teriak mereka berdua...
Si neliel cuman cengok soalnya di teriakin pas di kupingnya sebelah kanan plus kiri. Tiba-tiba ulquiorra berjongkok dan mengambil sesuatu di lantai. Orihime langsung sweetdrop ngeliat apa yang di ambil sama Ulquiorra.
"Ini untukmu."Ulquiorra memberikan kotak berwarna merah yang sejak tadi tergeletak di bocah ingusan ngelirik ke kotak yang tengah di sodorkan oleh sang cuatro espada itu.
"Ul..ulquiorra_kun,e..etto.."Orihime gelagapan.
"Untuk_ku?" Tanya si bocah yang tengah sibuk ngelap ingus yang terus meler dari hidungnya.
"Jangan banyak tanya,ambil saja dan cepat pergi dari sini."Ucap Ulquiorra dingin. Si Neliel langsung ngambil itu kotak dan berlari kecil sambil girang,tanpa tahu itu kotak pembawa bencana.
"Ul..ulquiorra_kun,apa tidak apa-apa? Bukanya itu.."
"Biarkan saja,lebih baik dia nggak keluar dulu."Sahutnya dingin..
SSHHYYUUNGG!
Aura dingin sedingin es menyebar di setiap pori-pori Orihime. Orang yang di cintainya ini benar-benar orang yang sangat dingin,nggak peduli orang lain mau gimana.
Ulquiorra memandang Orihime yang tengah beku sendiri,lalu mendekatinya perlahan..
CUP!
Ulquiorra mencium Orihime,bukannya merespon si Hime malah bengong."Itu lanjutan dari yang tadi."Ujar Ulquiorra datar lalu pergi begitu saja dari kamar Orihime,meninggalkan gadis bermata abu-abu itu swetdrop sendiri dengan wajah yang BLUSHING abiezz! Meski dingin,ternyata Ulquiorra orang yang spontan ya..ckckckc*Author di geplak Ulquiorra fc*
Cuaca sangat panas hari ini di Hueco Mundo. Para penghuni Las Noches sibuk sendiri dengan urusan mereka,begitu juga dengan Orihime dia tengah sibuk ngeringin rambutnya yang baru aja di keramas. Lalu membuka lemari yang terbuat dari kayu jati berukiran bunga. Terlihatlah beberapa baju yang tengah tergantung rapi di dalamnya,Orihime mengambil salah satunya lalu perlahan melepas handuk yang tengah dia pakai.
Tanpa tahu kalau Ulquiorra tengah berjalan mendekati kamarnya itu,terbukalah pintu putih yang menuju ruangan kamar si pemilik shun shun rikka yang tengah ganti baju.
Ulquiorra bukanya masuk,tapi malah bengong sendiri. Bola matanya yang hijau emerald membulat,meski hanya sedikit tapi terlihat semburat merah di wajahnya. Melihat pemandangan yang ada di hadapanya. Melihat Orihime yang tengah memakai baju berwarna putih yang hampir mirip gaun bergaya jepang. Terlihatlah oleh mata hijaunya yang indah setiap lekuk dan garis tubuh Orihime. Kulitnya yang putih dan halus terasa menggoda bagi para kaum laki-laki. Termasuk pemuda yang di kenal dingin ini yang tengah memandanginya. Yang di perhatikan kagak nyadar bahwa ada sepasang mata yang lagi merhatiin dia pake baju.
Ulquiorra sempat terjurumus ke dalam gairah yang dapat membuatnya berubah jadi liar. Tapi tepat semua itu terjadi,dia langsung menutup pintu dan berdiri di sampingnya. Dia masih diam sambil berdiri,bengong,kepalanya kosong,nggak dapat mikir apa-apa*Ulquiorra ke santet tuh*author di cero*
Bahkan saking bengongnya,dia nggak nyadar ada orang yang tengah mendekati dia.
"Hei cuatro!Sedang apa kau diam di depan kamar Orihime?"Sapa seseorang yang di kenal sebagai espada ke 3. Rambutnya yang pirang kontras dengan bulu matanya,dia memandang si Cuatro aneh. Ulquiorra yang sedari tadi bengong,akhirnya sadar juga.
"Tress!"Sahutnya datar.
"Sedang apa kau? Oh ya,apa Orihime ada aku ada perlu dengannya?"Tanya Haribel sambil memutar knop pintu kamar itu knop dalam putaran terakhir,si cuatro menghentikanya. Haribel memandang Ulquiorra semakin bingung.
"Jangan di buka."Ujar Ulquiorra sambil menggenggam tangan Haribel.
"Kenapa?"Tanya Haribel bingung.
"Dia..dia.."Ujar Ulquiorra ke potong-potong.
"HAH,,Dia kenapa?"Si Haribel semakin bingung kini mengangkat sebelah alisnya.
"Dia sedang ganti baju,jadi jangan masuk."Ujar Ulquiorra sedikit di pelankan nada suaranya. Tapi karena pendengaran Haribel sangatlah baik dia bisa mendengar dengan jelas apa yang di katakan Ulquiorra. Bahkan penglihatanya pun sangatlah jelas,sehingga dapat melihat semburat merah yang tengah melukis di kulit putih pucat sang cuatro itu.
Kalau kerah jaket yang tengah di pakai Haribel tidak menutupi mukanya,mungkin sekarang ini dia tengah menyeringai. "Kau mengintipnya ya.."Goda si tress sambil mendekatkan mukanya ke arah si cuatro.
JLEEBB!
Sebuah tombak kasat mata menusuk tepat ke jantung Ulquiorra. Wajahnya yang terlihat sedikit tegang di sembunyikanya di ekspresi dinginnya,tapi sangat terlihat bahwa keringat dingin keluar dari setiap pori-pori tubuhnya. Seringai besar akan terlihat bila jaket putih yang menutupi wajah sang tress terbuka.
"Hm.."Haribel mulai mendehem nyindir lalu melirik Ulquiorra. "Aku gak nyangka,ternyata cuatro Espada hobinya ngintipin orang. Jangan-jangan kau pernah ngintip aku yah. Hobi mu sama dengan Gin_sama."Sindir cuatro langsung salting alias salah tingkah.
"Aku tidak pernah melakukan itu. Lagi pula,aku tidak punya hobi seperti Gin_sama!"Sahut Ulquiorra penuh nafsu tapi dengan ekspresi datarnya padahal di dalemnya udah was-was.
Di tempat Gin..
"HATSYII!" Gin bersin di kamarnya.
"Ada yang ngomongin aku ya." Gumamnya sambil ngelap ingus dengan jarinya.
Kembali ke depan kamar Orihime..
"Lalu..Kenapa kau mengintip Orihime?"Tanya Haribel dengan tatapan tajam setajam silet.*lah kurang tajem tuht*
"A..aku,tidak sengaja. Sudahlah jangan di bahas lagi!"Seru Ulquiorra sedikit kesal padahal salting.
'Emang gak sengaja kan?'Batinnya.
"Hm.."Ngedehem lagi dech si tress Espada ini dengan tatapan gak percaya.
Tanpa di sadari tuh orang yang di omongin nongol.
"Haribel_san,Ulquiorra_kun!Kenapa kalian berdua ada di depan kamar ku?"Tanya Orihime yang nongol dari balik pintu.
Sontak si cuatro kaget. Mukanya yang putih pucat langsung di hiasi cat merah yang nyembur entah dari mana,meski di tahan dengan ekspresi sok cool nya,tapi tetep aja kelihatan jelas. Si Haribel nyengir dari balik jaketnya.
"Orihime. Oh..tidak apa-apa kok. Hanya saja tadi aku liat ada seekor kelelawar yang ngintip kamu dari balik pintu. Nggak tahu lagi ngeliatin apa?Tadi kau sedang apa Orihime di dalam kamar sebelum keluar?"Sindir Haribel sambil ngelirik si Ulquiorra. Ulquiorra langsung bergidik tegang.
"Are..Tadi aku sedang pakai baju,karena habis mandi."Sahut Orihime dengan wajah polosnya.
"Sepertinya kalelawar nakal itu mengintip mu ya Orihime."Haribel semakin menjadi dengan sindirannya nggak lupa ngelirik Ulquiorra yang sedari tadi diem nggak ngomong-ngomong dan kelihatan jelas kalau dia tegang.
"Mm..Tidak apa-apa kok. Kalelawar kan lucu. Kalau tahu dia ada di depan kamar ku,akan ku bawa dia masuk."Ujar Orihime dengan senyum FULL SO SWEET.
Kuas dan cat merah semakin asik ngelukis di wajah si cowok putih pucat itu waktu ngedenger Orihime ngomong -tiba kebayang lagi dech lekuk tubuh Orihime di benak Ulquiorra. Sangat jelas terbayangkan hampir aja dia terlena dengan bayanganya,buru-buru dia hapus.
"Masih ada yang harus aku duluan."Kata cowok bermata emerald itu,lalu pergi meninggalkan Orihime dan Haribel.
'Bukanya dari tadi kau ada di sini.'Batin Haribel.
Tapi Orihime memandang punggung Ulquiorra dengan tatapan lesu.
'Kenapa Ulquiorra_kun pergi begitu saja tanpa menyapaku*biasanya juga nggak*,apa dia marah pada apa salahku?"Batin Orihime.
A/N:Kamu nggak salah kok Orihime.
Orihime:Trus kenapa donk?*sedih*
A/N:mm...*author bungkam cz udah ngerasain ada cero yang hampir menuju ke dia*
Lanjut..lanjut..
Haribel memandang Orihime yang mimik wajahnya lesu setelah Ulquiorra pergi. "kau baik-baik saja Orihime?"Tanyanya.
Orihime yang sedari tadi ngelamun jadi sadar. "Eh,Haribel_san,aku tidak apa-apa kok."Ujarnya dengan tetap memasang senyum semanis mungkin.
"Mm.."Haribel hanya mendehem.
"Oh ya,Haribel_san kenapa ada di depan kamar ku?Apa ada perlu?"Tanya Orihime sambil menutup pintu kamarnya.
"Oh iya aku lupa."Seru Haribel. "Aku mau minta tolong. Si Neliel entah kenapa tubuhnya jadi penuh bintik-bintik merah dan gatal. Aku mau minta kau menyembuhkanya."Lanjutnya lagi.
Orihime sesaat diam dulu. 'Jangan-jangan karena isi kotak yang di berikan Ulquiorra_kun.'Batin Orihime dengan rada sweetdrop.
Haribel nunggu jawaban Orihime,tapi Orihime masih sibuk dengan pikirannya sendiri akhirnya Haribel kesal. "Orihime kau dengar aku.."Serunya dengan volume suara di naikan sedikit membuat Orihime sadar.
"Eh..i..iya akan ku sembuhkan."
"Bagus,kalau begitu ayo."Haribel dan Orihime pun pergi menuju kamar Neliel.
Sementara itu Ulquiorra.
Kakinya yang ramping tertutup hakama yang di kenakannya di langkahkan sedikit gontai. Bukan karena cape,atau luka,mau tau kenapa. Karena dari tadi dia berjalan sambil memikirkan sesuatu.
'Apa bentuk tubuh perempuan itu sebagus itu?' Ulquiorra berfikir.
'Kelihatannya dia selalu merawat kulitnya dengan baik,jadi terlihat sangat mulus.'Ulquiorra berfikir lagi.
'lekuk dan garis tubuhnya indah sekali.'Pas dia memikirkan itu dia langsung berhenti. 'Apa yang sedari tadi ku pikirkan,kenapa bayangan tubuhnya tadi tidak bisa hilang dari benaku .'Makinya dalam hati sambil terus berjalan.
"Hei Ulquiorra!"Tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya dari arah belakang.
Ulquiorra yang sedari tadi otaknya di penuhi bayangan Orihime yang.. dech,kaget lalu nabrak tiang Las Noches.
DUKK!
"Ukh!"Erang Ulquiorra karena kepalanya nabrak tiang. Orang yang sedari tadi mandangin dia dan memanggilnya jadi sweetdrop sendiri. Ulquiorra menoleh ke arah orang yang memanggilnya. "Ada apa kucing bodoh?"Tanyanya kesal ke si Grimmjow yang masih dalam keadaan sweetdrop.
Si Grimmjow nggak nyahut malah bengong. Si Ulquiorra kan jadi kesel,lalu diapun melangkah meninggalkan Grimmjow yang masih setia hokcai.
JDUUK!
Untuk ke dua kalinya Ulquiorra nabrak tiang lagi,Grimmjow semakin sweetdrop malah di tambah dengan jawdrop.
"Sial,kenapa di sini ada tiang."Gerutu Ulquiorra. Grimmjow benar-benar di buat hokcai.
"Bukannya dari dulu di situ memang sudah ada tiang kan."Gumam Grimmjow masih merhatiin tingkah laku si Ulquiorra yang aneh.
Neliel'Room'
"Nah,sudah sembuh."Ujar cewek berambut orange itu dan mengembalikan ke 2 perinya ke dalam jepit rambut biru yang terikat kuat di rambutnya.
"Arigato Orihime."Balas cewek berambut hijau toska.
"Kenapa tubuh mu bisa gatal-gatal dengan bintik-bintik merah?"Tanya cewek berambut pirang.
"Entahlah,ku sedang tidur. Lalu ketika bangun udah gatel-gatel. Untung Orihime bisa nyembuhin."Kata cewek berambut hijau toska itu sebari senyum.
"Doitashimaste Neliel."Sahut Orihime nggak kalah sama senyuman Neliel.
'Neliel gatel-gatel pasti karena isi kotak merah yang di berikan Ulquiorra. Aku jadi merasa bersalah,untung aku bisa menyembuhkannya.'Batin Orihime.
.
.
.
.
Ulquiorra'POV'
Ku masih terus berjalan di setiap lorong Las Noches,nggak tau arah nggak tau tujuan*A/N:Ulquiorra kok jadi orang linglung sich*author di cero*. Hanya sebuah bayangan yang terus berputar di pikiranku,entah kenapa ku yang paling pintar di angkatan Espada ini *lah mulai narsis*tidak bisa menghilangkannya.
"Sial,kenapa dia tidak bisa hilang dari pikiranku."Gerutu ku.
Apa melihat manusia yang lagi ganti baju bisa menyebar virus,jangan-jangan aku ."Ku pun langsung kesal sendiri
A/N:Jelas-jelas bukan karena penyakit.
"Kira-kira siapa yang bisa membantu ku?"Ku mulai memikirkan orang-orang yang ku kenal.
-Stark..
"Dia nggak mungkin membantu ku. Dia hanya si tukang tidur."
-Pak Barragan..
"Mungkin dia bisa membantu ku,tapi dia udah kelewat tua. Pasti udah pikun."
-Haribel..
"Belum bilang apa-apa aku pasti sudah di sindirnya,karena dia memergoki ku melihat Orihime.
-Nnoitra..
"Si sendok itu paling banyak omong."
-Grimmjow..
"Dia orang yang paling tidak bisa di harapkan."
-Zommari..
"Bisa-bisa ku cuman di cuekin karena dia sibuk bertapa di bawah air terjun.*lah emang di Las Noches ada air terjun*
-Syazel..
"Hmm..Kalau dia mungkin saja,dia si espada autis mungkin punya obatnya,ya mungkin saja."Ku pun ngangguk-ngangguk sendiri.
'Kalau espada peringkat 9 dan 10 lebih tidak bisa di andalkan. Ku pergi minta bantuan Syazel saja.'Setelah memikirkan siapa orang yang tepat di antara ke 9 Espada dan hanya mereka yang ku kenal,akhirnya ku memutuskan untuk minta bantuan Syazel,meski rada ragu.
Ku langkahkan kaki ku menuju kamar Syazel yang di hiasi pintu berwarna pink. Tanpa mengetuk ataupun mengucapkan permisi,ku langsung membuka pintu itu.*A/N:Ulquiorra nggak tau sopan santun yah*author langsung di deathglare*
"Syazel kau ada di dalam?"Seru ku dengan nada super malas.
Lalu ada sosok berambut pink mengenakan jas berwarna putih bagaikan seorang ilmuwan keluar dari cahaya remang-remang.
"Oh..Ulquiorra toh!Ada apa?"Sahutnya sambil membawa beberapa tabung berisi cairan yang mencurigakan di kedua tangannya,di belakangnya ada beberapa hollow yang menemaninya.
"Aku membutuhkan sesuatu darimu yang bisa menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari pikiran ku."Sahut ku masih dengan nada super kan memang terkenal cool*penyakit narsisnya parah*di gebukin dech authornya*
"Menghilangkan sesuatu dari pikiran?Memang apa yang kau pikirkan?"Tanya Cowok berambut pink itu yang sesekali membetulkan letak kacamatanya.
Aku pun tidak menjawab dengan cepat.'Tidak mungkin ku katakan kalau aku tidak sengaja melihat Orihime ganti baju. Tapi apa yang harus ku katakan?'Ku mulai memutar otak ku,mencari sebuah alasan yang tepat untuk meyakinkan si espada peringkat 8 ini.
"Hei kau dengar aku!"Syazel mulai kesal menunggu jawaban dari ku.
"Aku juga tidak tau. Pokonya ada sesuatu yang mengganggu pikiran ku. Apa kau punya sesuatu yang bisa menghilangkannya?"Hanya itu yang bisa ku jadikan alasan.
"Hmm.."Si Syazel mulai mikir ala detektifnya."Ada!tunggu sebentar!"Serunya lalu mengobrak-ngabrik ruangan yang hampir mirip Labolaturim ini. Lalu dia pun berhasil menemukan sebuah botol kecil yang di dalamnya berisi sebuah cairan berwarna hitam."Ini dia."Serunya lagi sambil menyodorkan botol kecil itu.
Ku hanya diam mandangin tuh botol."Apa ini?"Tanya ku dingin.
"Ini penemuan ku. Kalau kau meminumnya kau bisa menghilangkan sesuatu yang mengganggu pikiran mu."Jawabnya dengan semangat 45.
Ku rada ragu ngedenger penjelasanya."Benarkah?"Tanya ku sambil menatap si espada autis yang ada di depan ku.
"Tenang saja. Pasti ampuh ambil."Si rambut pink itu memberikan botol kecil itu
Padaku. Ku pandangi botol kecil dengan cairan hitam aneh di dalamnya.
"Kenapa masih disini. Kalau begitu bagaimana kalau sekalian kau menjadi orang pertama yang mencoba penemuan baru ku."Seru si espada autis dengan semangatnya menyodorkan benda aneh tak berbentuk berwarna biru langit dengan sesuatu yang nempel di atasnya.
"Jangan harap!"Kataku super duper dinginya."Oh ya,ku ambil botol ini,awas kalau efeknya malah jadi buruk. Ku pastikan kau takan bisa membuat penemuan selama hidup mu lagi."Kataku lebih dingin dengan tatapan yamg amat tajam,lalu pergi dari Labolaturium yang gak jelas tercium aroma ku sadari orang yang ku tinggalkan bergumam.
"Pasti berhasil kok Hehehehe.."
Ulquiorra 'POV'End..
Cowok berambut hitam itu berjalan ke arah kamarnya,membuka pintu berwarna hijau dan memasuki ruangannya. Yang terlihat hanya sebuah sofa dan rak dengan berbagai buku. Lalu dia duduk di sofanya. Memandang botol yang ada di tangannya..
"Apa aku harus meminumnya.."Gumamnya.
Tiba-tiba terlintas sebuah bayangan di pikirannya lagi,buru-buru dia menghapusnya.
"Tak ada jalan lain.."Katanya.
GLUKK!
Dia pun meminum cairan hitam yang ada di dalam botol kecil itu..
Ulquiorra hening tak berbicara. Lidahnya seakan sedang merasa-rasa cairan yang baru masuk ke tenggorokannya.
"Tidak terjadi apa-apa?"! HAH..Ulquiorra menghela nafas lalu melihat ke jam dinding nya. "Saatnya makan malam yah. Aku harus mengantarkan makanan padanya."Ujarnya lalu berjalan keluar dari kamarnya.
Orihime Rooms'
Gadis berambut orange senja itu tertidur di sofanya dengan perasaan yang damai. Tak menyadari kalau pintu kamarnya terbuka.
"Onna,ku masuk."Terdengar suara yang berat dari balik pintu. Pintu putih itu terbuka dam terlihatlah sosok sang cuatro espada yang di belakangnya ada arrancar yang membawa kereta makanan. Mata Ulquiorra melihat sosok cantik yang tengah tidur di sofa putih itu. Wajahnya yang di hiasi langit sore begitu bersinar.
"Biar aku saja. Kau kembalilah."Titahnya pada arrancar pelayan itu. Arrancar itu pun hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Ulquiorra. Ulquiorra tidak merapikan alat-alat makan untuk Orihime di meja makan. Malahan dia berjalan perlahan mendekati Orihime yang tengah tertidur. Di sentuhnya lembut pipi sang pemilik shun shun rikka itu. Dengan perlahan dia dekatkan wajahnya ke wajahnya Orihime. Hanya tinggal beberapa senti lagi bibir mereka bertemu.
Tempat lain.. ..
"Hai kalian. Mau lihat sesuatu yang menarik tidak?"Espada berambut pink itu datang dengan wajah yang berbinar-binar. Semua espada yang terdiri dari hampir semua espada saja yang tengah bersantai di tempat yang hamper mirip taman berlantaikan pasir itu pun menoleh, ada paling yang absen hanya Stark yang tengah asyik ngorok di kamarnya dan pak Barragan yang tengah istirahat encoknya kambuh.
"Lihat apa?"Tanya Nnoitra yang lagi ngelap-ngelap Santa Teresa nya.
"Apanya yang menarik?"Sambung Grimmjow yang bersender di dinding dengan melipat ke dua tangannya di belakang kepalanya.
"Pokoknya ada ikut aja,pasti bakal seru."Sahut Syazel dengan semangat 45 nya. Karena para espada kagak ada kerjaan,semuanya tanpa absen kecuali 2 orang mengikuti Syazel. Kira-kira kemana ya?
Orihime Room'
Tinggal beberapa senti lagi bibir dingin Ulquiorra menyentuh bibir Orihime.
"Ukh!"Orihime terbangun dan membuka mata. Di lihatnya sosok Ulquiorra yang di hadapanya.
Ulquiorra yang sadar kalau Orihime terbangun cepat-cepat menjauh dan duduk di samping Orihime. Orihime menatap Ulquiorra bingung dan mencoba merubah posisi tubuhnya yang tadi berbaring menjadi duduk. Di tatapny lagi pemilik mata emerald itu,Ulquiorra yang merasa di perhatikan pun menoleh ke arah Orihime.
"Ada apa onna?"Tanya Ulquiorra.
Orihime sedikit kaget dan langsung mengalihkan pandangannya."Ti..tidak apa-apa kok."Orihime jadi terbata-bata. Lalu mata abu-abu itu melirik ke sebuah kereta makanan yang membawa beberapa makanan. "Wah!Makan,Ulquiora_kun kenapa tidak lasngsung membangunkankulapar -lapar."Orihime beranjak dari sofa.
Ulquiorra terdiam untuk sesaat,tanpa ba bi bu lagi. Tangan Ulquiorra langsung menarik tangan Orihime dan membuatnya kembali berbaring di sofa dengan Ulquiorra di atasnya. Semburat merah menghiasi wajah Orihime."Kau mau tahu kenapa aku tidak langsung membangunkan mu."Kata Ulquiorra sebari menatap Orihime tajam tapi lembut*lah jadi bingung*
"Ul..ulquiorra_kun."
Tanpa menunggu Orihime mengijinkannya,bibir Ulquiorra sudah menghisap bibir Orihime penuh gairah*lah lebay*Orihime sontak kaget tapi tidak bisa melawan.
"UKH!"Hanya desahan yang terdengar dari mulut manis Orihime yang tengah di cium lembut tapi sedikit kasar oleh bibir yang terasa dingin milik Uluiorra. Perlahan lidah Uluiorra menjilat bibir bagian bawah Orihime,Orihime kaget dan tanpa sengaja membuka mulutnya. Ulquiorra tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung memasukan lidahnya ke dalam mulut Orihime.
Orihime mencoba melawan,tapi tubuhnya tak bisa bergerak karena tertindih oleh tubuh Ulquiorra. Meski langsing nan ramping,tubuh Ulquiorra cukup berat meski gak bisa di bandingkan dengan tubuh Grimmjow atau Yummy dan Zommary.*author di tindih mereka bertiga*
"Ukh!"Lagi-lagi hanya desahan per desahan yang terdengar dari mulut Orihime. Sedangakan Ulquiorra masih dengan perlahannya memainkan lidahnya di dalam mulut Orihime,menyapu langit-langit bibir Orihime,mengabsen satu-persatu giginya. Saliva mulat mengalir di sela-sela mulut Orihime. Dia sudah tidak tahan karena kehabisan oksigen,tapi Ulquiorra tidak mengubrisnya malah semakin menekan ciumannya agar labih dalam. Dia tahan setiap jemari Orihime dengan jemarinya.
"UKH!"Untuk kesekian kalinya Orihime hanya bisa mendesah. Tapi mata abu-abunya tiba-tiba membulat,lalu tidak sengaja mendorong tubuh Ulquiorra dengan tenaga terakhirnya meski itu tidak berpangaruh ke Ulquiorra. Ulquiorra yang menyadari kalau kekasihnya ini minta untuk di lepas ciumanya,Ulquiorra pun melepas ciumannya.
Mata hijau emerald itu memandang Orihime. "Apa kau tidak menyukai kalau aku melakukannya onna?"Ulquiorra bertanya dengan tampang supeeeerrr tetap mempertahankan tampang so coolnya padahal dia sendiri udah gak kuat buat pasang wajah merah.*Author di cero*
Dengan nafas yang tersengal-sengal bagaikan sedang di buru Orihime mencoba menjawab. "Bu..bukan. Ta..tapi,malu kan kalau di liatin."Ujar Orihime dengan wajah yang udah kayak kepiting kelamaan di rebus,mata abu-abunya ber arah ke pintunya yang terbuka lebar dan mendapti beberapa orang di sana. Ulquiorra langsung menoleh ke arah pintu itu. Mata emeraldnya membulat mendapti beberapa sosok yang berdiri hokcai di sana.
"WAW!Cuatro kau bisa berciuman hot gitu."Cibir si cowok jangkung bak kayak sendok itu.
"Ulquiorra ternyata kau tak sedingin yang kukira."Tambah cowok berambut biru.
"Walah-walah."Cewek berambut hijau toska hanya geleng-geleng dengan seringai di wajahnya.
"Cuatro tak ku sangka kau seperti itu. Setelah melihat Orihime_chan,kau langsung menyerangnya."Gak lupa komentar dari cewek berambut pirang yang di kuncir 3.
"Wah!Ulquiorra yang di pikiran itu ternyata seperti !Ternyata kau hentai juga pikiran apa yang membuatmu terganggu,karena itu ku kasih itu akan membuat mu lupa apa yang kau pikirkan,karena kau akan langsung melakukan apa yang kau pikirkan,ternyata yang ingin kau lakukan hal seperti ini !" Tambah cowok berambut pink dengan gaya sok ngebetulin kacamatanya.
Ulquiorra diam dan hening. Terasa reatsu yang sangat besar dan menakutkan darinya. Aura hitam mulai menyelubungi tubuhnya yang putih pucat. Tatapan yang biasanya dingin semakin dingin dan menakutkan. Semua orang yang berdiam diri di depan pintu langsung sweetdrop.
"RAMBUT PINK SAMPAH!AKAN KU BUAT KAU MENYESAL!"Serunya dengan nada supeeerrrr dingiiiinnn banget. Tuh orang yang ngerasa langsung bergidik ngeri dan siap-siap untung kabur. Tapi sayang. "CERO ORCURAS!"Sebuah cero hitam melayang ke arahnya dan untuk ke dua kalinya dia terbang dan menghilang di langit Hueco Mundo.
CRING!
Grimmjow,Neliel,Nnoitra hanya memandang sambil berseru "WAW!"
Haribel,Zommary cuman diem memandangi dingin.
Yummy,Aaroniero menatap dengan berbinar-binar. "WAH KEREN!"Seru espada berbadan gede itu.
"Hebat-hebat."Seru salah satu kepala Aaroniero.
"Yah,untuk kali ini aku setuju."Sahut sebelah kepalanya lagi.
Dan burung pun terbang.*burung emang terbangkan*
Ulquiorra hanya menatap mereka dingin.
"Nah,kesimpulan dengan kejadian ini. Ulquiorra dan Orihime pacaran kan?"Haribel membuyarkan semua pandangan berbinar-binar yang di tunjukan ke arah langit. Ulquiorra dan Orihime langsung tegang.
"Teryata benar kalian pacaran kan."Tambah espada berambut hijau toska itu.
"Hmm..Jadi begiru yah."Semua espada menopang dagu mereka dengan tangannya dan ngangguk-ngangguk bareng bak kayak boneka kucing tahun baru lalu menyeringai.
Ulquiorra dan Orihime semakin tegang.. .. ..
Apa yang akan terjadi. Akankah ketauan karena bukti yang sudah jelas ini kalau Ulquiorra dan Orihime backstreet di belakang para penghuni Las Noches lainya. Dan akankah para espada akan membocorkannya pada Aizen_sama sebagai penguasa Hueco Mundo..Ataukah.. .. ..?
TBC
.
.
.
Yoshh..chapter 2 UPDATE..
Gila di chap ini semua karakter OOC banget,apalagi Haribel sama Ulquiorra.. BUSYYEETT DAH.. Gome..gome..jika reader kagak suka sama ke OOC an mereka…pliisss jangan di flame,ntar vida nagis loch,kritik sich boleh tapi jangan pedes-pedes yah*nawar*
Vida:akhirnya ketauan,hehehe.. Ulquiorra nakal sich.
Ulquiorra:*ngasih deathglare?*
Vida:*merinding*btw Ulquiorra agresif yah. Udah mah ngintip,lalu karang nyerang Orihime,ckckck!Ternyata Ulquiorra tuh rada hentai yah, yah tapi itu wajar sioch,namanya juga cowok yang punya pacar. Tapi tak ku sangka seorang Cuatro Espada Ulquiorra Schiffer yang di kenal sebagai Espada terdingin,bisa juga !Kenapa kamu gak nyium aku aja. Vida selalu setia kok!Nich!UUUMM*Majuin mulut jadi moyong*
Ulquiorra:Dasar AUTHOR SETREEESS!CERO?*nembak cero.*
Vida*terbang menyusul Syazel*GYAAAA!
OK..Di tunggu REVIEW an nya..
Vida ucapin arigato wat yang udah review di chap 1…arigatou..arigatou..
Gome kalau ada kalimat yang ilang...
SEE YOU AGAIN NEXT CHAPTER…
Arigatou Gozaimasu…. ^ ^..
REVIEW..
REVIEW..
REVIEW..
