"WOI! BANGSAT LO TEME!" teriak Naruto yang masih mengejar Sasuke yang mengendarai sepedanya
"BALIKIN TAS GW, TEME!" Naruto masih terus berlari mengejar Sasuke
"Kau ingin tasmu? Kejarlah aku." Kata Sasuke lalu tersenyum iblis pada Naruto. O wow… Radar Naruto mendeteksi adanya bahaya. Ia meneguk ludahnya di tenggorokannya yang kering kerontang,
'Firasat buruk…' katanya dalam batinnya. Lalu beberapa saat kemudian pikirannya melayang ke beberapa hari terakhir. Dia. Si Teme aka Uchiha Sasuke. Telah merebut keperawanannya di umur 17 tahun. Dan secara paksa! SECARA PAKSA SAUDARA-SAUDARA! Dan alhasil membuat Naruto harus berjalan mengkangkang selama 1 minggu.
[1 minggu yang lalu]
"Baiklah, anak-anak. Hari ini kita kedatangan guru percobaan bidang olahraga. Dengan kata lain, pengganti guru Iruka yang saat ini tidak bisa berjalan akibat sakit yang dideritanya." Kata Kakashi dengan bangga
"Jelaslah. Kaulah satu-satunya orang yang membuatnya bisa menjadi seperti itu." Pikir semua anak satu kelas
"Dan inilah guru percobaan itu dan otomatis menjadi wali kelas kalian. Pak Uchiha, silahkan masuk. Saya undur diri dulu anak-anak." Kata Kakashi mengakhiri kata-katanya diikuti dengan sesosok pemuda tampan nan wibawa yang membuat satu kelas berdecak kagum akan pesona dan ketampanannya.
"KYAAA! TAMPAN SEKALI!" Teriak gadis satu kelas yang mulai ricuh berteriak layaknya seorang penyanyi seriosa yang di kumpulkan manjadi satu panggung
"Bolah juga tampangnya." Beberapa anak lelaki bahkan mengagumi dan menyerah atas ketampanan –pesona- dari guru itu. Kecuali satu orang.
Uzumaki Naruto
Tidak ambil pusing dengan semua keadaan ini. Ia berpendirian, "Asal dia tidak memarahiku karena tidak mengerjakan PR itu tidak masalah."
Uzumaki Naruto. Umur 17 tahun. Pemuda berkulit kecoklatan dengan mata berwarna biru dan rambut berwarna pirang adalah seorang anak yang selalu cuek dengan keadaan sekitarnya. Wajahnya yang bisa dibilang tampan(cantik) itu, membuatnya menjadi idola walaupun tidak disadarinya karena sikap cueknya yang melebihi dari seekor kambing yang tengah mengeluarkan hajat di depan orang banyak.
"Harap tenang. Hm… Ya… Maaf, harap tenang sedikit." Sang Uchiha telah berkumandang *LHO!*. satu kelas langsung sunyi dibuatnya karena terpesona dengan suaranya yang berat serta rada serak itu.
"Ya, saya akan memulai perkenalan. Langsung saja. Saya Uchiha Sasuke. Umur 24 tahun. Seorang guru percobaan di sekolah ini. Saya di kelas ini menggantikan pak Iruka yang katanya akan cuti selama 5 bulan *buset! Cuti kah cuti*. Dan saya mempunyai beberapa peraturan dalam kelas saya."
Semua murid hening. Tak ada suara. Semua memandang Sasuke. Memandang ke arah bola mata hitamnya itu.
"saya hanya akan mengatakannya satu kali. Jadi dengarkan baik-baik. Yang pertama. Jangan menyuruh saya untung mengulang apa yang saya katakan." Semua murid menatap heran pada Sasuke.
"Maaf, pak. Bisa ulangi lagi."
BRUAK! DHUARRRRRRR! KABOOOOMMM!
Semua murid memandang ngeri kearah Chouji yang kini terbaring tidak berdaya. Semua anak satu kelas berkeringat dingin ria sambil menatap Sasuke secara takut-takut.
"Kalian sudah tau kan apa yang terjadi jika menyuruh saya mengulang kembali kata-kata saya?" semua murid mengangguk mengerti (BACA: ketakutan jika mereka menggeleng sama saja dengan menyuruh Sasuke mengulang kembali perkataannya dan mengirimkan dewa kematian kepada mereka)
"Yang ke dua. Jangan telat masuk jam saya atau ada laporan dari guru lain bahwa kalian telat masuk. Karena hukuman telah menanti kalian. Ketiga. Jangan buat saya menunggu kalian. Dan yang terakhir. Saya tidak suka jika saat saya berbicara tidak diperhatikan." Kata Sasuke yang langsung menatap lurus ke arah Naruto yang sedang asiknya mendengarkan musik dengan earphone-nya. Semua murid menatap padanya. Naruto yang sedari tadi tidak menyadari keadaan itu, akhirnya tersadar ketika Gaara menyenggolnya.
"Apaan sih loe, Gaara? Nggak bisa banget buat gw seneng!" kata Naruto semena-mena. Sedangkan Gaara memainkan mata sebagai tanda bahaya mengancam. Memang dasarnya nih anak dari borok sudah bego. Tetap aja bego.
"Mata loe kenapa, Gaar? Kemasukan debu? Sini gw tiup."
Ups! Langkah salah anak muda. Dan yang terjadi selanjutnya adalah bagaikan rangkaian kejadian yang tak layak ditonton oleh anak-anak dan berakhir dengan hilangnya kesadaran sang pemuda berambut pirang dengan kepala benjol disana-sini.
XX
[UKS, pukul 6 sore]
"Uhm…" Naruto bergumam kecil saat terbangun dari pingsannya. Matanya mencoba untuk mengerjap-ngerjap intensitas cahaya disekelilingnya. Mencoba untuk beradaptasi dengan semua yang ada di sekitarnya. Dan saat kesadarannya mulai pulih 90%, betapa terkejutnya dia saat merasakan tubuhnya digerayangi.
"A-AH! SIAL! AH!" Naruto terkejut saat mendapati dirinya dengan baju yang terbuka serta celana yang dilepas dan hanya meninggalkan boxer disana dan tangan terikat di atas tempat tidur UKS.
"LEPASKAN! TEME!" teriak Naruto sambil memberontak. Sedangkan si pelaku hanya tersenyum penuh kemenangan melihat Naruto yang tampaknya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tenanglah, Dobe. Aku akan memberimu kepuasan jika kau mau tenang."
"LEPASKAN GW! NAJIS GW SAMA LOE, TEME!" teriak Naruto diikuti dengan ludahnya yang kini menempel di wajah Sasuke
"Sambutan yang manis sayang! Sekarang, aku akan memberikan hukuman spesial untukmu karena kamu telah melanggar semua peraturan yang aku katakan." Kata Sasuke kemudian melepas semua pakaiannya satu-persatu. Naruto berjingkat merinding, ia terus-terusan meronta menendang kesana kemari sampai Sasuke melakukan satu cara yang membuatnya langsung tidak berdaya
"Aaahh!" Naruto mendesah saat benda miliknya dilayani oleh Sasuke. Mendesah, meronta, berteriak dan mencoba melepaskan diri. Tapi sia-sia. Ia dikalahkan. Dikalahkan atas kenikmatan yang diberikan oleh tangan dan mulut Sasuke. Akhirnya Naruto mendesah pasrah saat Sasuke dengan cepat menggunakan tangan dan mulutnya yang terampil, memanjakan benda Naruto.
"AAH! LEPASKAN! Aahh~~ hentikan, Tem… Ah~~ Me~~ AHHHHHHHHHH!" dan Naruto mencapai klimaksnya didalam mulut Sasuke. Sasuke tersenyum dan menelan semua cairan Naruto.
"Kita lihat. Apakah setelah ini kau akan memintaku untuk melepaskanmu atau tidak." Kata Sasuke. Kemudian menarik boxer yang dikenakan Naruto
"A-apa, Teme! Jangan!" teriak Naruto saat boxernya berhasil terlepas dari pahanya dan mengekspos semua benda yang ada disana
"Mulus…" kata Sasuke yang berhasil membuat semburat merah kedua pipi Naruto. Lalu Sasuke memberikan 2 jarinya kearah mulut Naruto.
"A-apa?" tanya Naruto bingung
"Jilat saja." Kata Sasuke dengan tampang stoicnya. Naruto yang menangkap sinyal bahaya dari Sasuke, tanpa banyak kata langsung memasukkan kedua jari Sasuke ke dalam mulutnya.
"Cukup. Buka kakimu." Kata Sasuke. Naruto melongo menatap Sasuke karena tidak mengerti.
"apa maksudnya?" tanya Naruto heran menatap Sasuke
"Che! Pemberontak, idiot pula. Maksudku begini!"
Tanpa komando, Sasuke langsung mengangkat kaki Naruto ke atas bahunya. Badannya yang bidang *sejak kapan badannya bidang?* dapat dengan mudahnya mengangkat tubuh mungil Naruto. Sasuke tersenyum licik ketika ia melihat lubang Naruto. Lubang itu terekspos karena dinginnya angin musim semi sore itu
"AAHHHH! S-sakit…" Naruto berteriak ketika dirasanya bagian dari dirinya yang layaknya di gunakan untuk tempat buang hajat diterobos masuk oleh jari-jari panjang Sasuke
"T-Teme… Huu… S-sakit…" mohon Naruto. Ia merasa disana seperti terbakar. Terlihat dari sela matanya.
"Sudah aku katakan, Tenanglah sedikit. Dasar berisik!" kata Sasuke yang tidak suka kalau kegiatannya –kemesumannya– terganggu oleh hal-hal konyol seperti itu
"AH!" tiba-tiba Naruto berjingkat ria *loh! Tadi kan ada diatas tempat tidur* melengkungkan badannya
'Nice! Tepat sasaran!' ucap Sasuke dalam batinnya
"T-Teme… Disana… Ngg." Ucap Naruto, sedangkan yang di panggil hanya tersenyum seringai serigala jejadian
"Bagaimana, Naruto… Kau mau aku teruskan atau…"
"Sudah tanggung! Teruskan… Teme… Nggg…"
"Baiklah… Karena aku rasa kau sudah merenggang –otot anusnya sudah bisa terbuka lebar–, sepertinya kau sudah siap untuk aku masuki… Bersiaplah, Naruto…"
"AAAAAAAAAAAAAA!"
Dan saat itu seluruh ruangan, sela-sela sekolah, wc sekolah dan lubang tikus (?) memantul suara-suara nista dari Naruto ("NGGGG! TEMEE! DISANA! LEBIH CEPAT!") dan Sasuke ("AH! DOBE! KAU SEMPIT!") sampai sang mentari mulai memunculkan dirinya lagi dengan tangan yang mengucek mata dan merancau tidak jelas akibat kedua orang ini.
End Flash Back
"S-sepertinya hari ini… Aku kabur saja…" kata Naruto yang langsung berlari –dengan mengkangkang– tanpa aba-aba terlebih dahulu.
Selesai
Omake
Sedangkan di tempat lain…
"Uzumaki Naruto… Hari ini karena kau memilih kabur dariku… Kau akan aku beri detensi private… Khukhukhu…" Sasuke menyeringai selayaknya iblis yang tengah mendapatkan mangsanya.
Dan di belahan bumi yang lain…
"Huh? Kok bulu romaku berdiri ya? Ah sudahlah…" ucap Naruto tenang dan tak merasakan bencana apapun yang melandanya besok
