Summary: Cerita Aku no Meshitsukai series alias Servant of Evilnya Vocaloid, tapi dijadiin versi Naruto. Sakura's point of view.
Disclaimer: Naruto sama Vocaloidnya udah jelas bukan punya Saku!
.
Murasaki Sakura Presents:
MIDORI NO MUSUME: END OF HER LIFE
.
.
~oOo~
.
Mayonaka ido e to tsuredasare
Nani mo iwanai kare mitsume
Mijikai koi ga dekita koto
Kare ni kokoro kara kansha shita
.
~oOo~
.
Malamnya, Sakura sama sekali tak bisa tidur. Dia masih memikirkan Deidara. 'Kenapa tadi dia tidak membunuhku?' tanyanya pada dirinya sendiri. Gadis itu berjalan ke jendela dan menatap gelapnya langit malam yang ditaburi gemerlap bintang. Angin malam berhembus tenang. 'Mungkin lebih baik kalau aku berjalan-jalan sebentar.' Setelah itu, gadis berambut pink itu pun keluar dari apartemennya.
.
Sakura berjalan menuju sebuah taman kecil di dekat apartemennya. Angin berhembus dingin meniup dedaunan. Sakura menggosok-gosokkan tangannya. 'Ternyata malam ini cukup dingin,' pikirnya. Tapi, meskipun Sakura berpikir seperti itu, dia tidak kembali ke apartemennya dan malah melanjutkan langkahnya ke sebuah sumur tua yang ada di sudut taman itu.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki. Dengan cepat Sakura menoleh ke belakang dan mendapati Deidara sedang berdiri di sana. Pakaian yang dikenakannya serba gelap meskipun tidak semua berwarna hitam. Jubah lusuh berwarna cokelat tanah yang dikenakannya sedikit berkibar diterpa angin malam.
Anak laki-laki itu menyembunyikan sebelah tangannya di balik jubah lusuh yang dipakainya. Deidara menatap Sakura sekilas sebelum menundukkan wajahnya. Sedangkan gadis itu hanya menatapnya lurus tanpa berkata apa-apa. Deidara mengangkat kepalanya lagi dan menatap langsung ke mata Sakura. Sapphire Deidara bertemu dengan emerald Sakura.
Angin kembali berhembus kencang dan membuat sebagian jubah lusuh Deidara tersingkap. Sakura sedikit terkesiap begitu melihat sebuah kilatan cahaya dari balik jubah lusuh Deidara. Kilatan cahaya yang sama dengan kilatan cahaya yang dilihatnya sore tadi. Namun, ia keliru. Kilatan itu bukan berasal dari sebilah pedang seperti yang dikiranya, tapi dari sebuah pisau. Gadis berambut pink itu menelan ludahnya.
"Deidara, kalau kau mau membunuhku, bunuhlah aku dengan cepat. Akhiri saja hidupku ini," Deidara tertegun. Sapphirenya menatap emerald Sakura dengan tatapan tidak percaya.
"Tolonglah," bisik Sakura lirih
Deidara menundukkan kepalanya. Tak terasa air mata mulai mengalir di kedua pipinya. Dengan ragu-ragu Deidara mengeluarkan tangannya yang ia sembunyikan di balik jubahnya. Tangannya yang memegang sebilah pisau tajam.
.
~oOo~
.
Tsui ni NAIFU wo nigirishimete
Furuete sukumu kare no te wo
Kasaneru you ni tsutsumikonde
Watashi e to tsukitateta
.
~oOo~
.
'Paman, kurasa aku akan bisa menemuimu lagi,'
Sakura menatap Deidara dengan pandangan yang sangat tenang. Sedangkan Deidara, kebalikan dari Sakura. Tangannya sedikit gemetar dan ekspresinya sengaja dibuat tegar. Deidara mencoba menyembunyikan perasaannya.
Sakura tersenyum padanya. Senyum tulus yang sama dengan senyum yang diberikannya di hari mereka bertemu. Lalu dengan perlahan gadis berambut pink itu menutup matanya.
Deidara menarik nafas dalam-dalam dan menusukkan pisaunya ke tepat ke jantung Sakura. Namun, sebelum pisau itu menyentuh kulit Sakura, Deidara sudah menghentikan gerakannya. Tanpa dapat ditahan lagi, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya keluar juga.
Karena rasa sakit yang ditunggu tak kunjung datang, Sakura membuka matanya. Pemandangan yang dilihatnya membuat hatinya sangat sakit. Air mata mengalir deras dari sapphire Deidara, namun pemuda itu masih membuka matanya dan menatapnya. Pisau pun masih berada di genggamannya yang gemetar dan mulai longgar.
Sekali lagi Sakura tersenyum pada Deidara. Dia memegang tangan Deidara dan mengarahkan pisau itu tepat ke jantungnya. Mata Deidara sedikit terbelalak.
Dengan cepat tangan Sakura menghujamkan pisau itu tepat ke jantungnya. Darah memercik ke wajah mereka berdua. Menyebarkan aroma anyir yang menyengat.
Sapphire Deidara membulat dan menatap gadis itu. Anak laki-laki berambut pirang itu terkejut ketika melihat senyum Sakura sama sekali tidak meninggalkan bibirnya. Darah mulai merembes mewarnai baju terusan hijau tosca Sakura menjadi merah darah.
.
~oOo~
.
"…Arigatou"
.
~oOo~
.
"Terimakasih," bisik Sakura
Deidara buru-buru mencabut pisaunya, membuat semakin banyak darah Sakura merembes melalui baju terusannya.
"Sakura…"
"Terimakasih…" Sakura meletakkan tangannya yang berlumuran darah di pipi Deidara dengan lembut. Anak laki-laki berambut pirang itu menggenggam tangan Sakura. Air mata terus mengucur dari matanya, membuat sungai kecil berair asin di pipinya.
"…Deidara…" bisik Sakura sebelum nyawanya pergi meninggalkan jasadnya yang berlumur darah. Deidara memeluk jasad Sakura yang kini tak bernyawa dengan erat.
"SAKURAAAAA!" teriak Deidara sambil mempererat pelukannya.
"Sakura…" gumamnya lirih
Deidara terus memeluk jasad Sakura sambil menumpahkan semua air matanya selama beberapa menit. Dan setelah tangisnya mereda, anak laki-laki bermata sapphire itu melonggarkan pelukannya dan perlahan-lahan meletakkan jasad Sakura di tanah. Deidara meletakkan pisau yang dipakainya untuk menusuk Sakura tepat di sebelah jasad gadis itu. Lalu dengan perlahan berdiri.
Dia menatap tubuh tak bernyawa milik seorang gadis berambut pink yang dicintainya, tubuh yang kini bersimbah darah. Deidara menutup matanya sejenak dan mencoba bernafas dengan tenang. Setelah mengeringkan air matanya dan mengatur nafasnya, ia berlutut di samping jasad itu.
"Maafkan aku, Sakura…"
Setelah itu anak laki-laki itu berlari menembus kegelapan meninggalkan jasad seorang gadis muda berambut pink di tengah dinginnya malam.
.
~oOo~
.
"Aa… gomennasai"
.
Tsui ni saigo no shimekukuri
Kare ni koroshite hoshikatta
Sujigaki wo kaizan shita no wa
Watashi no wagamama ne
.
~oOo~
.
Sebenarnya, kau tidak perlu meminta maaf padaku, Deidara. Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu karena tidak bisa jujur mengatakan perasaanku. Bila kau berpikir bahwa yang membunuhku adalah dirimu, kau salah. Akulah yang menginginkan kematian ini. Akulah yang membunuh diriku sendiri. Aku yang menginginkannya. Semuanya karena keegoisanku. Maafkan aku, Deidara…
.
~oOo~
.
Mukashi mukashi aru tokoro ni
Fuhaishikitta oukoku de
Boukoku no kawamei e no
Ikenie to natta machi musume
.
Aku no hana, karen ni chiru
Azayaka na irodori de
Ato no hitobito wa shiranai
Aa ikenie to natta machi musume
.
~oOo~
.
Keesokan harinya penemuan mayat seorang gadis berambut pink yang mati ditikam di bagian jantung pun menjadi berita hangat bagi orang-orang di Blue Kingdom. Begitu banyak pendapat yang bermunculan dari berbagai orang dan berbagai sudut pandang. Ada yang percaya bahwa itu adalah ulah pencuri, ada yang percaya bahwa gadis itu bunuh diri, ada juga yang percaya bahwa gadis itu dibunuh oleh pembunuh berdarah dingin. Tapi di antara rumor yang beredar, ada pula yang menyebutkan bahwa gadis itu adalah korban dari kekejaman ratu Yellow Kingdom. Namun, tetap saja tak pernah ada yang tahu kebenarannya.
.
.
Dua sosok di tempat yang berbeda tengah menangisi kepergian gadis berambut pink itu. Keduanya mengikrarkan pembalasan dendam pada diri mereka sendiri. Mereka berdua yakin akan pembunuh yang tega membunuh gadis berumur lima belas tahun yang tak berdosa.
.
Seorang pemuda yang mencari sekutu dan seorang gadis yang mendendam dalam diamnya.
.
~oOo~
.
Kiiro to ao ga arasotte
Ane ga tami wo michibiku deshou
Umareta toki kara sono tame no
Sujigaki dake wo ikite ita
.
~oOo~
.
TO BE CONTINUED
TO THE REGRET MESSAGE
.
.
.
Akhirnya selesai juga chapter 4 ini *long sigh* Untunglah Saku bisa ngerjain fic ini ditengah banyaknya tugas dan ulangan yang seabrek-abrek…
Saku mau minta maaf kalau chapter ini tuh pendeeeeeeeeek banget… Dan Saku mau minta maaf juga kalau pas adegan yang 'Sakura nusuk dirinya sendiri pake pisau' tuh ga terlalu bagus. Soalnya Saku sendiri bingung harus bikin yang kaya gimana… Sekali lagi GOMEN…. T_T
.
Dan ini dia balesan reviewnya…
Miku Hanato – Iya, sama
Rinne gak login – Huwaaaa gomen… Kaya yang udah Saku bilang, akhir-akhir ini Saku tuh sibuk bangeeet… Pokoknya akan Saku usahakan ngupdate secepat mungkin!
It'sMeRyuki – Makasiih… Semoga Ryuki-san suka chapter ini! :D
fuyugami ryo – Oke deeh… Makasih Rio! Kalau soal Red Meets Blue sih bakal Saku usahain secepatnya Saku update. Tapi Saku nunggu cerita Persona 12nya Deal Fallen update. Soalnya Saku udah janji sama Dillannya. Tunggu aja yaa… :)
