Naruto = Masashi Kishimoto
Rate = M
Warning = Yaoi, Lemon, Lime, ancur, EYD, TYPO, OOC, OC, DLL
PAIR = Uchiha SasukeX Naruto Uzumaki
Author by = Thy UchiUzu
DON'T LIKE DON'T READ
IMAGINATION
Aku berharap suatu saat nanti dia menatapku, hingga aku merasa kalau semuanya bukan lagi anganku saja, aku berharap semua menjadi nyata, bukan hanya sebuah hayalan saja, aku harap semua akan menjadi indah pada akhirnya.
(-^Thy^-)
IMAGINATION OF SASUKE
Siang itu sangat panas, Matahari seolah tak menghiraukan jeritan kekesalan dari manusia akibat ulahnya. Seorang pemuda berumur 20 tahun mendecak kesal sambil memegangi sebuah buku tulis tipis di tangannya, mengibasnya ke tubuhnya untuk menghilangkan kepanasan yang mendera.
"Ck, panas sekali sih." Omelnya, tak dihiraukannya seorang guru yang tegak berdiri didepannya dengan gagah, menceloteh tentang materi kulian hari ini, dia hanya ingin semua ini segera berakhir.
"Sial, apa di kampus ini gak ada AC, panas~" gerutuk pemuda itu lagi. Di kipasnya buku tipis itu ke wajahnya, sedikit demi sedikit angin segar mengalir ke wajah tan yang memiliki 3 garis di masing-masing pipinya itu, rambut pirangnya melambai tak berpenghalang. Membuat seorang pemuda di sudut ruangngan terpaksa menelan ludah melihatnya.
'Ck, membuat tak enak saja', pikir pemuda di sudut ruangan itu, ditatapnya si pirang dengan mata onyx miliknya. Sampai sebuah bunyi keras mengangkatnya dari khayalannya.
"Uzumaki Naruto, kalau kau masih berisik, lebih baik kau keluar, kau kira hanya kau saja yang kepanasan, kami di sini juga." Sergak dosen berambut perak dengan masker di wajahnya. Sensei itu melotot kearah pemuda berambut pirang itu.
"Maaf sensei." Pemuda bernama Naruto itu menunduk kesal.
(-^Thy^-)
SASUKE POV:
Aku berlari dengan tergesa-gesa ke sudut lapangan basket di kampus ini, mencari ransel hitamku dan membongkarnya, 'Haus' hanya itu yang ada dibenakku saat ini. Dengan cepat aku menemukan sebotol air mineral dari ransel itu. aku baru saja latihan basket dengan tim club basket kampusku, entah siapa yang memulai, yang jelas aku merasa ini ide bodoh, harus berlati basket di hari sepanas ini?, dan kemana otak jeniusku, dengan tolol aku mengiyakan ajakan si Naruto itu untuk ikut latihan siang ini.
"Teme, bagi." Aku menatap si pirang Dobe di depanku sekarang, dia duduk di sampingku sambil menyelunjurkan kakinya akibat kecapaiaan saat latihan tadi.
"Mana air mu? Ini punyaku, Dobe." Alis matanya mengerut, dia membuang muka dari hadapanku.
"Aku tak bawa. Uh~ haus." Keluhnya. Kasihan juga anak ini, aku ulurkan botol air mineral itu padanya, dia mengambilnya dengan ragu, lalu meminum isinya sedikit. Membuat wajahku memanas melihatnya 'Ciuman tak disengajah'
"Arigato, Teme." Si pirang itu tersenyum kearahku.
Oh iya, perkenalkan, namaku Uchiha Sasuke, aku seorang mahasiswa semester 4 dari fakultas ekonomi, umurku 20 tahun, aku tinggal bersama kakak laki-lakiku, Uchiha Itachi, setelah kedua orang tuaku meninggal 4 tahun yang lalu. Aku memiliki otak yang jenius, hal yang aku suka tak banyak, begitu juga hal yang aku benci. Tapi sesuatu yang membuat aku benci adalah seluruh manusia bergender perempuan si kampus ini yang dengan seenaknya membuat FC+FG ku. Kakak laki-lakikku sangat menyayangiku. Aniki adalah seorang pengusaha muda, perusahaan kami tak sekaya perusahaan orang di sampingku ini. Pemuda disampingku ini bernama Uzumaki Naruto, anak tunggal dari Namikaze Minato, pengusaha terkenal dan kaya. Naruto teman sekelasku di Universitas maupun di SMA, otaknnya sih berkapasitas rata-rata, orang ceroboh dan sangat ceria.
"Ne, Teme, ini airnya, terima kasih ya." Aku melihatnya mengulurkan botol mineral kepunyaanku tadi, aku buka kembali tutupnya, lalu meminum isinya, bekas bibir pemuda itu. aku katakan pada kalian kalau pemuda disampingku ini adalah pemuda yang menarik perhatianku selama ini, pemuda yang membuat aku berhayal tentang hal yang tak benar.
Aku menyukai warna kulit karamelnya, uh~ ingin sekali aku mencicipi kulit itu, menjilatnya dan merasakannya, bibir pink itu, terlihat sangat nikmat, bibirnya benar-benar alami pink, kelihatnnya pemuda ini sama sekali tak merokok. Dan yang harus kalian tahu, anak disebelah ku inilah yang menjadi objek mimpi basahku saat aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Aku masih ingat bagai mana didalam mimpiku aku mencium bibir itu, melumatnya dan membuat desahan yang berasal dari bibir itu. menciumi dan menjilati seluruh jengkal tubuh tan itu, melumat dan mempermainkan tonjolan di dadanya. Dan melakukan sebuah kegiatan yang yang membuat aku harus mencuci bokserku saat bangunnya.
"Teme, ayo latihan lagi." Suara serak itu membuyarkanku dari lamunanku . Dia berlari menjauh dariku, akupun berdiri dan ikut kembali menyelesaikan latihan itu.
(-^skip time^-)
"Teme," Aku menoleh kearah si pirang di depanku ini
"Apa?" jawabku seadanya
"Nanti aku pulang dengamu ya, soalnya aku gak bawa mobil." Mata biru itu terlihat seperti memelas, membuatnya lebih terlihat manis. Aku hanya mengangguk.
saat ini aku sedang berganti pakaian di dalam kelas, karena seluruh mahasiswa dan mahasiswinya sudah pulang dan hanya menyisahkan orang-orang dari club basket saja, makanya kami dengan leluasa dapat berganti pakaian di dalam kelas itu. toh kami juga sama-sama cowok.
Aku membuka pakaian club basketku, menaruhnya disembarang tempat. Aku lihat Neji dan Gaara sudah selesai berganti pakaian dan sekarang mereka sudah pamit pulang, Kiba dan Shikamaru masih memakai pakaian club, mereka bilang biar nanti dirumah saja gantinya. Sehingga mereka sudah duluan pergi menghilang dari kampus setelah latihan tadi. Sedangkan si Lee, masih membereskan buku-buku dan memasukan baju clubnya di dalam tas.
"Sasuke, Naruto, aku duluan." Ujar si manusia penyuka ijo itu.
Sekarang hanya tinggal aku dan Naruto, dia hanya baring di atas meja dosen, dengan dada yang naik turun, masih memakai pakaian lengkap club.
"Cepatlah tukar pakaianmu kalau kau mau pulang denganku." Dia menoleh, lalu duduk di meja itu, di lepasnya begitu saja baju club itu dari tubuh tannya. Aku meneguk ludah, benar-benar tubuh yang ideal. Tubuhnya memang tak sebagus tubuhku, beberapa otot sedikit terlihat di perutnya. Dan tubuhnya tak begitu kurus. Aku menatap tubuh itu sesaat. Dia kembali berbaring di meja dosen itu, membuat aku semakin menghujam otak kotorku yang sudah berjalan lancar.
"Teme, istirahat dulu, aku capek." Ujarnya singkat. Aku hanya mengangguk. Mata onyxku tak bisa lepas dari tubuh itu. aku membayangkan bagai mana saat aku menindih tubuh itu, melihat tubuh orang yang aku sukai itu dari atas tanpa mengenakan bajunya seperti saat ini. Meraba kulit itu memainkan tanganku di pipinya terus meraba perut itu, merendahkan kepalaku, melumat bibirnya dan pemuda itu mengerang dalam permainanku. Aku menciumnya meremas kepala pirangnya dan membawanya kedalam ciuman yang panas, tanganku terus turun dan meraba sesuatu yang berada di balik celana clubnya, memainkan bagian sensitif yang masih terbalut celana, lalu aku merendahkan pinggangku menggesekkan barang kami, dia mendesah penuh nikmat dan membuat aku bernapsu untuk menyentuhnya lebih dalam lagi.
"Ngh… Sasuke," Suara itu keluar dari bibir pinknya, sangat menggoda.
Dengan berlahan aku buka celana club yng masih menempel di tubuhnya beserta bokser dan dalamannya. Membuat aku menelan ludah memandangi apa yang aku lihat setelah itu. penisnya yang sudah tegak berdiri
"Tunggu apa lagi, Suke." Sebuah seringai mengembang dari sudut bibirku, suara itu seperti suara malaikat bagiku, dengan tergesa-gesa aku membuka seluruh pakaian yang menempel di tubuhku, dan kembali menindih tubuh tan yang sudah tak memakai apa-apa lagi itu di meja dosen.
Aku pandang tubuh itu, dada yang naik turun, dan tubuhnya yang penuh dengan peluh. Aku cium lagi bibir itu, melumatnya , menghisab bibir bawahnya sampai membengkak, aku jilat bibir bawahnya sehingga membuatnya membuka bibir itu, mengizinkan lidahku untuk masuk kedalam rongga mulutnya, menelusuri setiap inci yang aku temui di mulut mungil itu.
"Akh…," dia terlihat kaget saat aku memasukkan satu jariku didalam lubang miliknya, aku tak melepaskan ciuman kami, bibir dan lidahku turun menelusuri lekukan wajahnya, terus turun sampai di lehernya, menjilat dan mengecup di setiap titik sensitive di tempat itu, menggigit dan menjilatnya lagi, sehingga membuat tanda merah disana. Lagi-lagi dia mendesah akibat perbuatanku.
"Akh…, Sa-suke." Tubuh itu kembali mengejang, sekarang jari keduaku yang menerebos lubang itu, membuka jalan agar punyaku bisa masuk dengan mudah kedalamnya.
"Sabarlah." Aku berusaha menenangkannya, kembali bibir itu aku lumat, dan.
"Akh~ hmmp." Jari ketigaku sekarang memenuhi lubang rektumnya. Aku tahu, sebenarnya dia ingin menjerit saat jari ketigaku masuk tadi, tapi bibirku yang memblokir bibirnya membuat suara kesakitan itu meredam.
Aku maju-mundurkan jariku, berusaha menemukan Prostat nya, saat tubuh itu mengejang, dengan seringai di wajahku aku keluarkan jari-jariku dari lubang itu. dia terlihat sedikit kecewa. Kuposisikan penisku tepat didepan lubangnya.
"Suke…, akh, sakit." Dia berteriak kesakitan saat kepunyaanku menerobos paksa untuk memasuki lubangnya, aku tak menghentikan pekerjaanku, aku terus mendorong seluruh penisku, hingga seluruhnya terbenam didalam lubang itu, membuat aku mendesah nikmat, merasakan tubuh pemuda yang aku sukai ini, aku dapat melihat bulir bening yang mengantung di pipi coklatnya, sedikit perasaan sakit menghantui rongga dadaku, melihat mata biru itu mengeluarkan airnya.
"Suke, teruskan…" aku terlonjak kaget saat dia memintaku meneruskan permainan kami. Tanpa menunggu permintaan keduanya, aku tarik kepunyaanku sehingga hanya kepalanya saja yang masih didalam lubang itu, lalu mendorongnya, terus-terus, sampai aku merasakan rongga di rektumnya mengencang dan menekan penisku, dia ejakulasi saat itu, tak lama kemudian akupun mencapai klimaksku, aku tatap tubuh dibawahku itu, penuh dengan keringat yang membasahi tubuhnya, sangat indah.
"Aishiteru Naruto." Mata biru itu berbinar, dia tersenyum lembut kearahku, mengacak rambut hitamku
"Aku juga mencintaimu." Kata itu keluar dari bibirnya. Sunggu, aku sangat gembira saat itu.
(-^Thy^-)
"Woi teme, jadi pulang gak?" kesadaranku kembali ke dunia nyata, membuatku harus kembali bermimpi memiliki hati dan tubuh pemuda pirang itu. suaranya membuat lamunanku buyar, membuat imajinasiku yang merape tubuhnya tadi meluap keangkasa.
"Sial." Umpatku, dia hanya memandangku dengan bingung.
"Kenapa?"
"Tidak." Jawabku, dan pergi berlalu tanpa mengganti baju club ku, dan mengandeng ranselku. Dia berlari menyejajarkan tubuhnya dengan tubuhku.
"Teme, dari tadi aku lihat kau melamun saja, ada apa sih?" Tanyanya saat kami berada didalam mobilku.
"Tidak ada apa-apa." Jawabku, sambil menghidupkan mesin mobilku dan meninggalkan halaman kampus.
Lama sudah kami terdiam di dalam kebisuan, hanya deru mesin mobilku saja yang terdengar
"Teme, sebulan lagi datanglah kerumahku, aku mengadakan pesta. Itachi-nii juga aku undang." Dia membuka pembicaraan, aku menatapnya, tatapannya kosong, terlihat sedikit pancaran kesakitan dan kesedihan di wajahnya.
"Kau berulang tahun? Seingatku kau ulang tahun tanggal 10 Oktober 'kan? Ini masih bulan Maret, Dobe." Wajah sedih itu terlihat terkejut, dialihkannya pandangannya dari jalan untuk menatapku.
"Kau tahu ulang tahunku?" Tanyanya antusian, Cih, sial, aku lupa, dia sama sekali tak pernah memberi tahu ulang tahunnya padaku, aku tahu bulan dan tanggal kelahirannya itu dari Kiba, tanpa sengaja aku menanyakannya, dan tanpa rasa penasaran sedikitpun, pemuda pencinta anjing itu memberitahukannya padaku.
"Aku pernah mendengarnya dari Shikamaru." Jawabku berbohong, bisa gawat kalau dia tahu seorang Uchiha Sasuke menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Uzumaki Naruto bisa hilang harga diriku didepannya.
"Oh~." Kembali, wajah itu terlihat sedih
"Kau ini kenapa? Memangnya acara apa yang yang tadi kau bicarakan?"
"Pertunanganku." Aku mengerem mobilku mendadak, membuat jidatku harus terbentur stir, tapi tidak begitu sakit.
"Kau ini kenapa sih Teme? Jangan mengerem tiba-tiba begitu." Dia menjelit kearahku, saat ini pikiranku kosong, tubuhku seperti di tusuk dengan banyak pisau dan hatiku seperti hancur tanpa bekas. Pemuda yang selama ini aku cintai akan menikah dengan orang lain, hei~ apa ini mimpi? Tolong bangunkan aku kalau ini mimpi.
"Teme." Sedikit rabaan kecil di lenganku membuat aku tersadar. Aku lihat dengan mata Onyxku, wajah itu, wajahnya terlihat khawatir memandangku.
"Aku tak apa." dia menghela napas legah, di senderkannya tubuhnya di kursi mobilku, aku kembali menghidupkan mobilku.
"Teme, apa benar kau tak apa?" di lihatnya wajahku, lalu tangan itu meraba keningku, membuat jantungku berdetak tak karuan. Ingin sekali aku menggengam jarinya, mencium jari-jari itu, dan bilang. 'AKU MENCINTAIMU, DOBE. TOLONG JANGAN MENIKAH DENGAN ORANG LAIN SELAIN DENGANKU.' Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa, kelihannya percuma saja, kami sama-sama laki-laki, tak mungkin dia memiliki perasaan yang sama padaku. Aku tangkap jari-jarinya, lalu melepas tangan itu secara kasar.
"Jangan menyentuh tubuhku, Dobe." Hardikku, matanya membulat, dia menunduk dalam. Membuat aku menjadi bersalah dibuatnya.
(-^Thy^-)
Aku berhenti di sebuah rumah mewah, kediaman NamikazeUzumaki, Naruto membuka pintu mobil lalu berjalan keluar dari mobilku.
"Teme, terima kasih ya. Aku pulang dulu. Apa kau mau mampir sebentar?" Aku tak menjawab, aku tahu dia tersinggung dengan perbuatanku, aku hanya memandang kejalan tanpa melihatnya yang tersenyum kearahku, kembali, wajah itu menunduk sedih saat berjalan melangkah menjauh dari mobilku.
Aku mengegam stir mobilku kuat, menyalurkan kemarahanku di sana.
"Kenapa kau melakukan hal ini padaku, Dobe."
.
.
.
.
TBC
*ngebenturin kepala ke tembok* maaf, lemonya gak seger, lemon diatas itu bukan sebenarnya, tapi itu hanya imajinasi sasuke, sama seperti judul fictnya. Hehe…, maaf ya, Mugi ngepublis fict rate M lagi, Cuma menyalurkan mumet dan undek-undek gaje di kepala Mugi aja akibat tugas dan ujian-ujian, maaf Mina. Oh iya, fict ini masih berlanjut belum selesai loh, kalau Mugi rada eror mungkin fict rate M ini akan mugi publis terus, tapi kalau otak mumet mungkin fict ini akan telat nge updetnya. Mengingat fict JAIL belum slesai, Sebenarnya ini fict Mugi buat untuk mengisih liburan semesrter yang sebentar lagi akan tiba *bahasanya*. Mugi minta do'a para Minna-san semua, semoga di semester ini nilai IPK mugi gak nurun, seperti nilai IPK mugi di semester kemarin.
Kalau masih mau fict ini di lanjutin.
REVIEW PLEASE ^^.
