Yeee...
Akhirnya chapter 3 jadi juga...!
senangnya...
Thanks buat yang dah ripyu, Ichi joba perhatiin saran & kritik dari kalian. Ya tapi Ichi hanya manusia biasa pasti buat kesalahan lagi. ( ye, ni orang di niatin buat melakukan kesalahan).
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto tapi untuk saat ini milik Ichi.
Warning : AU, OOC, GAJE
Hari ini matahari bersinar dengan indahnya. Langit cerah dihiasi awan yang berarak keselatan # kayak pembawa berita perkiraan cuaca# burungpun seperti tidak ingin kalah dengan sang matahari, merekapun berkicau dengan merdunya. Begitupun dengan para shinobi Konoha, mereka telah bersiap untuk menerima misi setelah beberapa hari mereka menikmati libur tahun baru.
Hari inipun rasanya lebih indah dari hari – hari kemarin, bagi gadis cantik berambut panjang indigo, dan memiliki mata seindah lavender. Hatinya serasa dihiasi bunga – bunga musim semi, & fikirannya entah melayang kemana, munkin sedang memikirkan sang pujaan hati, bibirnya yang mungil tersenuyum kecil dan muncul semburat merah di pipinya, sepertinya ia membayangkan hal yang terjadi di malam tahun baru kemarin, entah mengapa ia bisa mengungkapkan perasaannya pada Naruto, laki – laki yang selama ini dicintainya dan yang membuat perasaanyya lebih bahagia, Naruto membalas perasaannya.
Hinata berjalan dengan santai, ia pergi untuk menjalankan misi yang baru saja ia terima dari Hokage. Sepertinya kebahagiaan sedang bepihak padanya, karena ia mendapatkan misi bersama Naruto dan sahabatnya, Gaara. Hinata terus berjalan menuju tempat dimana mereka harus berkumpul. Saat sampai di tempat itu Naruto belum datang ia hanya melihat Gaara.
" Ohayoo, apa baru kau yang datang?" sapanya pada Gaara.
" Ohayoo moo Hinata, ya hanya aku yang baru datang, aku kira kau akan datang bersama Naruto?"
" Tidak. Naruto tidak bersamaku!"
" Selamat ya Hinata"
" Selamat untuk apa?"
" Ayolah Hianata jangan berpura – pura bodoh! Kau baru saja dengan Naruto kan? Dan pada malam tahun baru kau pergi dengannya untuk melaihat kembang api kan? Gaara terus memberondong Hinata dengan berbagai pertanyaan.
" Sudahlah!Jangan terus – terusan meledekku" muncul semburat merah di wajah Hinata.
Gaara terus – terusan meledek Hinata, hingga wajah gadis itu berubah warna semerah buah tomat. Saat Gaara tengah menggoda Hinata, Naruto muncul.
" Ohayoo semuanya…" teriak Naruto.
" Hey baka, kami sudah lumutan nih menunggumu, apalagi Hinata!" Gaara Sewot.
"Gomen, aku baru saja bangun. Maaf ya Hinata-chan?"
"Tidak apa – apa kok Naruto!" Hinata menjawab pertanyaan Naruto dengan tersenyum.
" Oh.., jadi kamu hanya meminta maaf pada kekasihmu? Bagus kalau begitu!" Gaara berkata dengan kesal pada Naruto dan iapun menjitak kepala Naruto.
" Ya sudah, ayo cepat jalan!"
Gaara berjalan didepan Hinata dan Naruto, sedangkan Hinata dan naruto berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Kadang – kadang terdengar tawa diantara mereka berdua dan sepertinya Gaara tidak ingin mengganggu . Mereka terus berjalan menuju desa Suna, Tsunade-sama tidak memberitahu secara jelas apa sebenarnya misi mereka, Ia hanya berkata pada mereka bahwa sesampainya mereka di desa Suna mereka menemui Kazekage dan para tetua desa Suna. Di sepanjang jalan Naruto dan Hinata terus saja bergurau dan Gaara terus saja merasa gelisah.
Gaara'S POV
Sialan! Kuso! Kenapa mereka harus bermesraan dan bersanda gurau didepanku sih? Pakai acara berpegangan tangan segala? Walaupun hanya perpegangan tangan, ya tetap saja membuatku cemburu! Aku bingung harus bagaimana? Ah…Shit!
End Gaara's POV
Di tengah perjalanan, Gaara yang berjalan didepan Naruto dan Hinata berhenti mendadak
"Ada apa Gaara? Apa ada musuh yang mendekat?" Naruto bertanya sambil langsung memasang kuda – kuda, tetapi tetap saja ia masih menggenggam erat tangan Hinata.
" Eh, Naruto baka!Bukannya ada musuh yang mendekat, tapi aku kesal melihat kau dan Hinata bergandengan tangan dari tadi, dari desa sampai saat ini.
Bukannya menanggapi omelan Gaara, Naruto hanya tertawa
"Ha…ha…ha… maaf Gaara, aku lupa jika kau belum pernah pacaran. Tapi, Masak kau kesal hanya karena melihat aku bergandengan tangan dengan Hinata? Apa jangan – jangan kau iri karena kau belum punya pacar?" Naruto memasang wajah tanpa dosa.
" Terserah kau mau bilang apa, Naruto" Gaara menjawab ejekan Naruto dengan masa bodoh.
Hinata yang sejak tadi hanya diam melihat dan mendengar obrolan Naruto dan Gaara akhirnya angkat bicara.
" Hmmm, Gaara bagaimana jika kau mencari pacar saja?"
" Hah? Pacar? Yang benar saja! Memangnya ada ya yang suka padaku?" Gaara malah balik bertanya.
( Ada Ichi! Ichi mau bangeeeettt jadi pacar Gaara).
" Gaara jangan merendahkan diri begitu! Bukannya banyak yang menyukaimu?" Hinata bertanya dengan senyum manisnya.
" Banyak? Siapa? Sepertinya tidak ada!" Gaara balas bertanya dengan kerutan di keningnya.
" Dasar tidak peka! Begitu banyak yang suka padamu. Di antaranya Sakura dan Tenten". Kali ini Naruto yang menjawab pertanyaan Gaara.
" Sudahlah dari pada membahas itu lebih baik kita cepat jalan. Desa Suna sudah dekat'
Tak lama mereka berjalan akhirnya mereka sampai di desa Suna. Di pintu gerbang desa Suna mereka melihat dua orang shinobi yang sepertinya tidak asing bagi mereka apalagi bagi Gaara. Mereka adalah Kankuro dan Temari.
" Hai…, Kalian baru datang?" Tanya Kankuro.
"Kankuro, Temari kenapa kalian ada disini?"
Gaara langsung membondong kedua kakanya dengan pertanyaan, karena ternyata yang menyambut kedatangan mereka bukan Shinobi dari desa Suna melainkan kedua kakaknya.
"Hehehe…., kami mendapat misi ini dari kemarin" Jelas Temari.
"Tapi misi apa?" tanya Gaara.
"Sudahlah, ayo cepat jalan!" Temari mengajak mereka pergi.
Akhirnya mereka memasuki desa Suna dan menuju penginapan.
" Naruto, Hinata silahkan kalian beristirahat dahulu, tapi awas! Jangan berbuat macam – macam" Temari berkata pada Naruto dan Hinata.
" Memangnya kami mau ngapain Temari-chan? Tanya Hinata dengan wajah polos.
" Aduh Hinata, kau ini polos sekali!" Temari mencubit pipi Hinata dengan gemas.
"Masak kau tidak tahu apa yang dilakukan sepasang kekasih jika mereka hanya berdua? Di penginapan pula?"
Mendengar penjelasan Temari wajah Hinata dan Naruto blushing seketika.
" Ehmm…kami tidak mungkin melakukan "itu" Temari-chan". Jelas Naruto.
"Hei, kalian bagaimana sih? Naruto dan Hinata boleh istirahat sedangkan aku? Omel Gaara.
"Ups., maaf Gaara kau harus ikut kami" Jelas Kankuro.
" Pergi? aku juga ingin istirahat" Gerutu Gaara.
Temari dan Kankuro mengajak Gaara pergi dari penginapan tersebut, sesampainya diluar penginapan Gaara mulai mengeluarkan pertanyaan lagi.
" Sekarang kita akan kemana?"
" Kankuro, kau saja yang jelaskan padanya" pinta Temari.
" Kau mau kemana?" tanya Kankuro.
" Aku dari tadi lapar, aku akan mencari kedai di dekat sini" jelas Temari.
"Baiklah" sahut Kankuro.
Akhirnya Kankuro mengajak Gaara untuk pergi kesuatu tempat yang berupa tebing, dari tempat itu mereka dapat melihat matahari yang bergerak menuju peraduannya.
" Ada apa, Aniki?" tanya Gaara.
" Apa kau tahu mengapa kau mendapat misi ini?" Kankuro bertanya balik.
" Tidak, Hokage-sama tidak menjelaskannya pada kami"
" Baiklah akan aku jelaskan, apa kau tahu masa jabatan Kazegake sekarang akan berakhir?"
" Ya, memang kenapa?" tanya Gaara bingung.
" Untuk itu kau di perintahkan kemari, karena para tetua desa Suna dan Kazekage-sama menginginkan kau untuk menjadi Kazekage berikutnya. Tapi, semua keputusan kau mau atau tidak berada di tanganmu. Fikirkanlah baik - baik" jelas Kankuro.
Setelah menjelaskan semuanya Kankuro langsung pergi. sekarang Gaara sendiri dan ia merasa bingung apakah ia akan menerima tawaran itu atau tidak.
Gaara's POV
Kenapa aku mendapatkan tawaran ini? sedangkan saat ini aku masih bingung apakah aku akan meyatakan perasaanku pada Hinata atau tidak. Aku tidak mau menyakiti perasaan sahabatku, dan akupun tidak ingin tersiksa dengan perasaan ini. Aku bingung harus bagaimana.
End Gaara's POV
Gaara masih terpaku ditempat. Ia hanya dapat memandangi matahari terbenam dan bergulat dengan kebimbangan hatinya.
Continued.
Kok bisa ya? aku bikin chapter ini padahal besok udah ujian praktek! ya gpp-lah yang penting heppy. ( dasar author Gaje). Tolong Ripyu.
Akhir kata. Ohayoo Gozaima..
