Disclaimer: I will not own Naruto!

Warning: ooc, au typo (s), alur jelek

Pairing: NaruHina!

Summary: Minato berkata demikian! Akankah perkataannya benar? Just check it out!

A/N: …..*bingung mau nulis apa*

My Bodyguard, My khight in Shining Armor, My Ninja

By: Akasuna no NiraDEI Uchiha

"Selamat pagi Hinata-sama!" seru fans club Hinata, Hinata tidak memberi tanggapan, karena menurutnya fans club itu hanya membuat repot saja, ketika ia hampir sampai di kelasnya, seseorang menepuk pundaknya.

"Hei Hina-chan!" Hinata menoleh ke belakang dan mendapati Sakura berada disampingnya.

"Selamat pagi Saku-chan," balas Hinata, Sakura menepuk pundak Hinata dan tersenyum.

"Jadi? Apa yang ingin kamu ceritakan padaku Hina-chan?" tanya Sakura, Hinata menunduk, lalu kemudian melihat mata emerald Sakura.

"Kamu menyewa bodyguard dimana Saku-chan?" tanya Hinata, Sakura menatap Hinata sejenak lalu tertawa, kemudian sosok laki-laki keluar dari belakang punggung Sakura, lelaki itu mempunyai rambut biru tua dengan mata onyx, serta memakai seragam sekolah mereka.

"Maksudmu dia?" tunjuk Sakura pada sosok dibelakangnya, Hinata menatap tidak percaya, biasanya bodyguard mengenakan jas hitam dengan kaca mata hitam, tapi ini, orangnya cukup keren dan bergaya seperti model.

"Ah! Jadi kamu bodyguard Saku-chan?" seru Hinata tidak percaya, Sakura menyunggingkan senyum kecil lalu mendorong Hinata menuju kelas mereka.

"Lebih baik kita cerita sambil duduk Hina-chan, oke?" Sakura mengedipkan sebelah matanya, Hinata kemudian duduk di bangkunya diikuti Sakura dan body guardnya.

"Perkenalkan, namanya Uchiha Sasuke, sebenarnya dia bukan sekedar body guard, Hina-chan, dia adalah ninja," jelas Sakura, Hinata membelalakkan matanya.

"Ninja? Jaman sekarang masih ada ninja ya Saku-chan?" tanya Hinata tidak percaya.

"Kami berlatih secara sembunyi-sembunyi, orang yang mengikuti ninja juga orang-orang yang terpilih, tidak bisa sembarangan, dan kami harus menemukan serta menjaga klien kami," Hinata membuat huruf 'o' dengan mulutnya setelah mendengar ulasan Sasuke.

"Uhm, kamu sebenarnya membutuhkan body guard ya Hina-chan?" tanya Sakura, Hinata menatap Sakura lalu mengangguk kecil.

"Akhir-akhir ini aku juga dikirimi surat aneh, buket bunga dengan pengirim tidak jelas, Saku-chan, aku takut," jelas Hinata, Sakura tertawa pelan.

"Ya, aku tahu, aku sudah meminta Sasuke-kun untuk menyelidikinya, semoga saja yang aku pilihkan benar, akan kuberi kamu satu ninja yang tidak kalah hebatnya dari pada Sasuke," kata Sakura, Hinata bingung, jadi sebenarnya Sakura sudah mengetahuinya? Lalu saat itu juga seseorang berambut pirang dengan mata sapphire memukau masuk kedalam kelas Hinata.

"Teme, ada apa memanggilku?" tanya si cowok pirang itu kepada Sasuke.

"Kudengar Minato sedang mencarikanmu klien? Aku mempunyai satu calon, semoga saja cocok denganmu, dobe," Naruto menoleh ke arah yang ditunjuk Sasuke, dan melihat gadis yang sudah ia kenal.

"Hi…Hinata-chan?" Hinata yang sedari tadi berbicara kepada Sakura menoleh dan mendapati orang yang ia kenal juga.

"Na…Naruto-kun?" Sakura tertawa kecil.

"Jadi kalian sudah saling kenal? Baguslah, ini adalah ninja yang akan melindungimu, Hina-chan!" seru Sakura.

'DEG DEG DEG' mata sapphire Naruto tidak dapat lepas dari mata lavender Hinata, seperti ada suatu chemistry yang mengikat mereka.

'Jadi ini yang dimaksud Tou-san? Jadi ini yang ia katakan hatiku akan berdesir ketika melihat klienku? Jadi Hinata-chan…?'

"Naruto-kun?" tanya Hinata karena sedari tadi Naruto bengong ditempat, tiba-tiba saja Naruto berlutut dan meraih tangan Hinata.

"Ijinkan aku menjadi orang yang selalu melindungimu, Hyuuga Hinata," muka Hinata memerah dan ia mengangguk sedikit, raut muka Naruto berubah menjadi senang, ia memeluk Hinata tiba-tiba.

"Terima kasih! Hinata-chan!" seru Naruto, Sakura dan Sasuke tersenyum kecil melihat tingkah Naruto, tetapi setelah itu Sasuke dan Naruto kembali ke kelas mereka meninggalkan Hinata bercengkrama dengan Sakura serta Ino dan Matsuri yang baru masuk.

"Jadi? Kamu seorang model Hinata-chan?" tanya Naruto kepada Hinata yang masih menyeruput lemon teanya.

"Iya, begitulah, ngomong-ngomong Naruto-kun, kamu akan tinggal bersamaku sejak hari ini?" tanya Hinata penasaran.

"Iya, kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa, aku hanya ingin melindungimu sebisaku," kata Naruto, Hinata tersenyum kecil.

"Tidak apa-apa kok Naruto-kun! Aku tidak keberatan!" hati Naruto tentram ketika melihat Hinata tersenyum.

"Baiklah, malam ini aku akan ke apartemenmu, tunggu saja Hinata-chan," Hinata mengangguk.

"Hei Dobe, ayo masuk kelas!" seru Sasuke, Naruto kemudian menoleh pada Sasuke dan mengangguk.

"Iya, aku tahu, aku duluan ya Hinata-chan! Nanti malam aku akan segera ke rumahmu," Naruto melambaikan tangannya, Hinata mengangguk, Naruto dan Hinata memang beda kelas, Hinata di 3-4, Naruto di 3-3.

"Baiklah Naruto-kun," saat itu juga Matsuri mendatangi Hinata.

"Hina-chan, siapa dia? Baru kali ini aku melihatnya, lagipula kamu dari tadi bersama dia, aku jadi tidak bisa berbicara denganmu," kata Matsuri, duduk didepan Hinata.

"Oh dia itu teman lamaku, Matsu-chan," jawab Hinata, ia diberitahu Naruto bahwa jati dirinya sebagai ninja tidak boleh terungkap.

"Ow, eh Hina-chan, nanti setelah pulang sekolah ada pemotretan sampai jam 7," kata Matsuri membuka agendanya, Hinata mengangguk kecil.

"Ada ya? Kukira seharian ini aku bebas," kata Hinata, Matsuri memukul pundaknya pelan.

"Tentu saja ada! Kamu kan model yang sedang naik daun, pekerjaannya pasti banyak!" seru Matsuri, Hinata tertawa kecil.

"Seperti biasa, kamu selalu semangat ya Matsu-chan," Matsuri tersenyum lega.

"Tentu saja! Ya sudah aku masuk kelas dulu ya Hina-chan, ayo kamu juga masuk kelas!" seru Matsuri menyeret Hinata.

"Eh kalian mau kemana?" tanya Sakura, dibelakangnya ada Ino.

"Tentu saja mau kekelas, mau kemana lagi?" tanya Matsuri.

"Aku juga ikut dong!" seru Sakura, Hinata mengangguk kecil.

"Ya sudah, ikut saja," kata Matsuri.

"Eh kamu tahu tidak? Si Sai tadi hampir mencium aku lho! Hampir saja tapi diganggu oleh si pink ini," kata Ino, Hinata kemudian tertarik oleh topik yang dibicarakan.

"Habis kamu kupanggil gak nyahut sih," kata Sakura, Ino menggembungkan pipinya kesal.

"Iya tapi tidak usah mengganggu kami berdua dong! Padahal tadi itu ciuman pertamaku," kata Ino kesal.

"Makanya contoh aku dengan Sasuke-kun! Kita tidak akan berciuman saat di sekolah! Hinata juga dengan Naruto kan?" tanya Sakura membela diri.

"E..eh! Kami tidak pacaran kok," kata Hinata malu-malu, dan memainkan jarinya.

"Kalian dari tadi berisik! Dari si Sai, Sasuke, dan siapa lagi itu Naruto? Mentang-mentang kalian sudah punya pacar ya!" seru Matsuri.

"Oh iya, si Matsu-chan kan tidak punya pacar, bagaimana kalau kita carikan dia?" tanya Ino, Sakura dan Hinata mengangguk.

"Hei kalian itu jangan bercan…," sebelum Matsuri sempat menyelesaikan kalimatnya, ia dihentikan oleh sosok lelaki berambut merah dan bermata jade didepannya.

"Kamu Matsuri kan?" tanya sosok itu, Matsuri menganggguk.

"Aku suka kamu, maukah kau menjadi pacarku?" tanya sosok lelaki itu, Matsuri serta yang lain bengong.

"Aku Sabaku no Gaara, kelas 3-3, aku menyukai sosokmu yang bersemangat," kata Gaara singkat, walaupun dia berkata begitu tetapi ekspresinya datar.

"Gaa…Gaara?" tanya Matsuri tidak percaya, Gaara adalah cowok yang cukup beken di sekolahnya, dan dia tiba-tiba menembak Matsuri adalah hal yang asing.

"Aku tunggu jawabanmu besok," setelah itu sosok Gaara menghilang.

"A…apa maksudnya itu?" tanya Matsuri tidak percaya.

"Hebat! Matsu-chan ditambak oleh cowok populer di sekolah! Selamat ya!" seru Ino.

"I..Ino-chan jangan begitu, kita harus mengetahui apakah Matsu-chan juga menyukainya atau tidak," tanya Hinata kepada Matsuri.

"Benar, kamu jangan-jangan menyukainya? Biasanya juga kalau ada yang menembakmu sebelum dia menyelesaikan kalimatnya kamu akan bilang tidak atau semacamnya," duga Sakura.

"A…aku," muka Matsuri perlahan-lahan menjadi merah.

"Kya! Matsuri menyukainya! Sudah terima saja Matsu-chan! Terima saja!" seru Ino mendorong Matsuri ke kelas 3-3, tempat Gaara berada.

"Benar! Jika kamu menyukainya terima saja! Lagipula kesempatan itu jarang datang dua kali loh Matsu-chan!" dukung Hinata.

"Ta..tapi ia mau jawabanku besok kan?" tanya Matsuri.

"Lebih cepat lebih baik Matsu-chan!" seru Sakura, tersenyum senang melihat temannya yang hendak memiliki pacar.

"Gaara! Dimana Sabaku no Gaara?" seru Ino memasuki kelas 3-3, untung saja dikelas itu tidak ada gurunya.

"Aku Sabaku no Gaara, ada apa?" tanya Gaara berdiri dari bangkunya yang bersebelahan dengan Sai.

"Kamu ditunggu oleh seseorang didepan kelas! Cepat!" seru Sakura tak kalah hebohnya.

"Oh baiklah," Gaara berjalan mendekati Sakura dan Ino, lalu berjalan keluar kelas dan mendapati Matsuri serta Hinata didepan kelas.

"Eh aku pergi dulu deh, Saku-chan! Ino-chan! ayo pergi!" seru Hinata menarik Ino dan Sakura ke kelas mereka.

"Iya! Semoga berhasil Matsu-chan!" seru Ino dan Sakura, Matsuri tersenyum malu-malu kepada mereka.

"Ada apa? Bukankah aku meminta jawaban besok?" tanya Gaara, sebenarnya ia takut akan penolakan dari gadis ini.

"Gaara-kun, aku juga..menyukaimu!" Matsuri memberanikan diri menatap mata jade Gaara, ekspresinya memang terlihat datar tetapi ada sedikit kilat di matanya sekilas.

"Jadi?" tanya Gaara, mukanya memerah sedikit.

"Aku mau jadi pacarmu," kata Matsuri, senyum Matsuri merekah, lalu tiba-tiba saja ia memeluk Gaara yang lebih tinggi darinya.

"Te..terima kasih Matsuri," Gaara mengelus pelan kepala Matsuri.

"Jangan panggil aku Matsuri! Panggil aku Matsu saja,"

"Ba..baik Matsu," Gaara menundukkan kepalanya dan kembali ke kelas, sebenarnya ia tersenyum kecil, Matsuri juga kembali ke kelasnya menyusul Hinata, Sakura, dan Ino.

'Grekkk' pintu kelas dibuka bersamaan dengan tatapan Ino, Sakura, dan Hinata yang langsung mengedarkan pandangan ke pintu.

"Hei! Gimana tadi Matsu-chan?" tanya Sakura atau lebih tepatnya teriak, semua murid menoleh kepadanya.

"Apa lihat-lihat?" seru Sakura yang membuat semua murid kembali ke pekerjaan masing-masing.

"Ya aku bilang ke dia aku mau jadi pacarnya, dan aku memeluknya, itu saja," jelas Matsuri mengambil tempat duduk disamping Ino.

"Ah! Kamu salah! Itu kurang hot! Harusnya kamu menciumnya! Lalu kamu uphh!" mulut Ino dibekap oleh Hinata dan Sakura pada saat yang bersamaan.

"Sudah benar kok Matsu-chan, yang penting kamu dan Gaara saling menyukai, itu saja sudah cukup," kata Hinata menenangkan Matsuri.

"Oh ya sudah," kata Matsuri, ia tersenyum dan tersipu malu mengingat penembakan Gaara, sebenarnya sih tidak begitu romantis, tetapi ia tetap saja senang.

"Selamat sore Matsuri, Hinata," sapa Pein, sang direktur di agensi akatsuki itu saat Hinata dan Matsuri memasuki gedung agensi.

"Ah, selamat sore juga Pein-san, anda sedang apa disini?" tanya Hinata membungkukkan badan terlebih dahulu untuk member hormat.

"Hei, jangan pakai anda dong Hinata, anggap saja aku sebagai kakak sendiri, uhm yah kamu tahu Sasori kan?" tanya Pein, Hinata dan Matsuri mengangguk kecil.

"Tentu saja tahu! Akasuna no Sasori kan model lelaki terkemuka dari agensi ini!" seru Matsuri dan didiamkan oleh Hinata.

"Ya baguslah, besok kamu akan difoto bersama Sasori, good luck ya, jadwalnya menyusul, akan diberitahu oleh Konan, nanti kamu kesana ya Matsuri," Matsuri mengangguk, mengambil bolpoin dan mencatat semua itu di agenda.

"Ya sudah, aku mau pergi dulu, bye," kemudian Pein pergi dari tempatnya, Hinata dan Matsuri memasuki studio B, studio tempat Hinata akan difoto.

"Ah! Hina-chan, kita ketemu lagi!" Hinata menoleh dan mendapati Sakura dengan Sasori, serta Sasuke.

"Eh Saku-chan, ada Sasori-san juga," Hinata kemudian membungkuk, Sasori tersenyum kecil.

"Hei tidak usah terlalu formal, aku ini kakak Sakura, anggap saja kakak laki-lakimu sendiri," Sasori memberikan senyuman sejuta watt yang mampu membuat pingsan seluruh staf make-up artist yang ada disana.

"KAKAK?" seru Matsuri dan Hinata kepada Sakura.

"Loh? Kalian tidak tahu ya? Ehm, dia Akasuna no Sasori, kakakku!" Matsuri dan Hinata tetap tidak percaya, karena mereka berdua tidak mirip.

"Nama marga kalian kok beda?" tanya Hinata, penasaran.

"Oh, aku memakai nama marga ibuku, Haruno, sementara kakakku ini tetap memakai nama marga ayahku, Akasuna, yah setelah orang tua kami bercerai memang runyam masalahnya, kakakku juga tinggal bersamaku dan ibuku, tetapi ia lebih sering menginap di rumah teman-temannya," jelas Sakura.

"Uhm, satu lagi, karena menurutku nama Haruno Sasori itu tidak pantas untukku, jadi aku tetap memakai nama Akasuna," jelas Sasori.

"Begini-begini ia kakak yang sangat sayang padaku! Terkadang aku diantar jemput olehnya, karena tadi kami berangkat bareng ya ia yang mengantarkanku," jelas Sakura, Hinata dan Matsuri mengangguk mengerti.

'Jadi dulu ia sempat bermarga Akasuna no Sakura ya? Kapan ya orangtua Saku-chan bercerai?' tanya Hinata dalam hati, ia memutuskan untuk bertanya kepada Ino.

"Saku-chan? Sepertinya mereka bercerai saat Sakura masih menginjak bangku TK, dia menangis padaku, jadi aku menenangkannya, dan setelah itu aku sering bermain ke rumahnya untuk sekedar menghiburnya, lalu kami bertemu kalian pada kelas 3 SD kan? karena itu kalian tidak tahu," jelas Ino saat ditanya oleh Hinata saat Hinata istirahat pemotretan.

"Oh, jadi begitu ya, ternyata posisi Saku-chan itu sulit ya," gumam Hinata menyeruput jus anggurnya.

"Eh kalian ngapain membicarakan aku?" tiba-tiba saja Sakura muncul dari belakang Hinata dan Ino berada.

"Eh tidak ada apa-apa kok Saku-chan, aku hanya penasaran saja!" seru Hinata dengan senyum yang ia buat-buat.

"Ya sudah, hei Ino-chan! ayo kerja lagi!" seru Sakura, Ino bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti Sakura.

'Sakura-chan sungguh sosok yang tegar,' pikir Hinata, ia bangga kepada temannya ini.

~To be Continued~

A/N: yah! Akhirnya selesai juga chapter 2 kali ini! Jelek ya? Maaf banget! Hehe, thanks udah mau baca!

Balasan Review:

Kira Shinji Amane: iyah! Ini udah kucoba untuk update kilat! Thanks reviewnya!

Aburame-anduts: salam kenal juga :3, aku senang kok bisa direview ma kamu, thanks reviewnya!

Magrita loves NaruHina: Hehehehe lama ya? Aku hiatus sih hobinya*plakk*, ya panggil apapun boleh kok! Makasih reviewnya :D

ZephyrAmfoter: hmm ada gak ya? Ficku yang satunya juga udah bikin action tapi ancur, makanya aku trauma sama action, itu genre yang paling aku gak bisa buat, :3, thanks reviewnya!

Deidei Rinnepero: iya iya mbak editor, kamu nagih mulu dah! Uyee makasih udah di fave, suka? Makasih nyenyenye, itu kan adegan spontan hehe makasih ya bu editor atas reviewnya.

Viyuki-chan: makasih! Makasih banget kamu udah suka ama fic ini! Thanks ya reviewnya~

Pik pik: iya! Tapi adegan mereka bakalan muncul di chapter 3! Thanks reviewnya~

Sign,

Akasuna no NiraDEI Uchiha :3