Disclaimer: Masashi Kishimoto! Naruto buatku ya! *kicked* Hh! Naruto belongs to Masashi Kishimoto-chan! *evil laugh*, sedangkan DN Angel punyanya Yukiru Sugisaki!
Warnings: OOC, AU, abal, gaje, typo(S)
Pairing: Namikaze Naruto dan Hyuuga Hinata
Summary: Naruto adalah seorang bodyguard dari artis ternama, Hyuuga Hinata, tetapi dibalik status mereka, mereka menyimpan perasaan suka dalam hati masing-masing, akankah perasaan mereka akan bertahan? dan bagaimana dengan drama sang artis? Check it out!
A/N: Hm…,~~~~~!### *gaje*
My Bodyguard, My Knight in Shining Armor, My Ninja
By: Akasuna no NiraDEI Uchiha
"Lalu kita akan membuat kostumnya!" seru Sakura, ia mengepalkan tangannya ke atas, Ino sudah siap membawa pensil dan buku sketsa, selain menjadi manajer, ia juga terkadang menjadi desainer untuk Sakura dan Hinata.
"Bagaimana kalau begini?" tanya Ino, ia menyodorkan buku sketsa dengan gambar muffler berwarna merah dengan 2 pita menghiasi didadanya, kemudian dalamnya adalah kemeja putih dengan lengan panjang yang seperti lengan balon, lalu rok panjang senada dengan warna muffler tersebut, sepatunya adalah sepatu fantofel yang berwarna merah.
"Cantik sekali!" seru Hinata, desain-desain baju Ino memang bagus dan manis, Ino kemudian menyuruh sie kostum untuk segera membuat baju itu, dan ia mendesain baju lainnya.
"Hinata-chan, itu," kata Ino, menunjuk belakang Hinata, saat ia menoleh ia terkejut didepannya ada wig bergelombang berwarna pirang yang panjang.
"Aku? Harus memakai itu?" tanya Hinata, Ino mengangguk serta menyerahkan suatu kotak ke tangan Hinata.
"Apa ini?" gumam Hinata, lalu ketika ia melihat isi kotaknya, ternyata adalah lensa kontak berwarna sapphire.
"Kamu harus memakai itu Hinata! Coba!" seru Ino, kemudian Hinata yang sudah terbiasa menggunakan lensa kontak karena tuntutan pekerjaan, memakainya dengan cekatan.
"Lalu wignya!" seru Ino seraya menggulung rambut Hinata dan memakaikan wig untuknya.
"Hina-chan cantik!" seru Sakura ketika melihat Hinata, Hinata tersenyum kecil ketika melihat pantulan dirinya di kaca.
"Iya, cantik," gumam semua perempuan yang ada dikelas tersebut, karena saat ini kelas mereka menjadi tempat untuk meletakkan kostum, sedangkan yang lelaki mengurusi panggung.
"Eh bolehkan aku meminta desa…," seseorang membuka pintu kelas 3-4 dan masuk sembarangan, ia memiliki rambut berwarna coklat rusty dan berhenti ditengah kalimat yang ia katakan ketika melihat sesosok gadis yang sedang mencoba wig berwarna pirang.
"…in," lanjutnya, dialah Inuzuka Kiba, pemain Eliot, salah satu tokoh utama yang ada pada ice and snow.
"Ah! Itu dia pemain utamanya!" seru Sakura, ia menarik lengan Kiba dan menyeretnya ke Ino.
"Ino-chan! tolong buatkan desain baju untuknya!" Ino mengangguk dan bekerja secepat mungkin, sedangkan Kiba mengamati wanita yang menarik hatinya untuk pertama kali, Hinata.
"Pemain Fredrett sudah, pemain Elliot sudah, pemain Kyle…," gumam Sakura, kemudian ia melihat lelaki berambut putih dengan warna mata ungu masuk ke kelas mereka.
"Sudah! Tunggu, dimana Matsu-chan?" gumam Sakura, ia kemudian keluar dari kelas tersebut, menemukan Matsuri sedang berdua dengan Gaara, Matsuri tampak sangat gembira ketika ia berbicara dengan lelaki berambut merah tersebut.
"Waw, adegan romance ya, aku jadi teringat Sasuke," gumam Sakura, kemudian ia merasakan sentuhan seseorang terasa pada tangannya.
"Sasuke-kun," Sakura membalikkan badannya dan memeluk Sasuke, Sasuke tetap berwajah dingin dan balas memeluk Sakura.
"Heh! Mesra-mesraan didepan kelas itu tidak baik!" seru Naruto, Naruto bertugas untuk mendekorasi panggung bersama Sasuke, Sai, dan Gaara. Alasan mereka untuk tidak menjadi tokoh utama maupun pembantu adalah pusing, mereka tidak mau repot-repot menghafalkan dialog maupun berekspresi, karena jujur saja ekspresi adalah satu hal yang paling Gaara, Sai, dan Sasuke tidak bisa.
"Dimana Ino?" tanya Sai, Sakura melepaskan pelukannya dari Sasuke kemudian menunjuk kelas, lalu ia melihat muka Naruto dan tertawa licik.
"Kamu juga tidak mencari Hinata-chan? Dia ada didalam dan sedang mencoba wignya, kau pasti ingin melihatnya," goda Sakura, muka Naruto bersemu kemerahan, ia memalingkan wajahnya dari Sakura, menarik Sai dan masuk kedalam kelas.
"Hum," gumam Hinata, ia sedang membenarkan wignya ketika melihat bayangan bodyguardnya di cermin, ia langsung melihat ke belakang dan mendapati Naruto melambaikan tangan padanya.
"Hei Hinata-chan," sapa Naruto dan menghampiri Hinata, Hinata menundukkan kepalanya, tidak ingin dilihat dalam keadaan seperti ini oleh Naruto.
"A..ah hei Naruto-kun," katanya malu-malu, Naruto mendongakkan wajah Hinata ke atas menggunakan ibu jarinya.
"Cantik," bisik Naruto dan tersenyum, Hinata memang terlihat cantik dalam wig berwarna pirang serta lensa kontak berwarna biru, bukan berarti Hinata tidak cantik jika ia memakai wajah asli serta mata aslinya.
"Terima kasih, Naruto-kun," Hinata tersenyum hangat kepada Naruto dan menolehkan wajahnya ketempat lain, berharap Naruto tidak melihat muka merahnya saat ini.
"Nanti kamu ada pekerjaan tidak Hinata?" tanya Naruto, Hinata mengangguk, kemudian ia terkesiap.
"Oh iya! Matsu-chan!" seru Hinata dan mencari Matsuri, saat diketemukan, ia menarik Matsuri.
"Hari ini, dengan siapa aku bekerja?" tanya Hinata, Matsuri tampak mengingat-ngingat kemudian ia menjetikkan jarinya.
"Oh! Dengan kakaknya Sakura, Sasori serta Deidara," kata Matsuri, Hinata mengangguk dan kembali ke tempatnya, membiarkan Matsuri bersama Gaara kembali.
"Hei, Hina-chan, sini! Sini! Aku akan mengukur badanmu!" seru Ino melambai kepada Hinata, Hinata mengangguk dan segera pergi ke tempat Ino, ada Sai dan Naruto juga disana.
"Hmm," gumam Ino seraya membelitkan pita ukur pada pinggang Hinata, lalu ia segera mencatatnya, Naruto dan Sai mengamati gerakan cekatan Ino, atau dapat dibilang, lebih mengamati ke Hinata.
"Heh! Kalian itu kenapa lihat-lihat? Sana pergi!" seru Ino, ia mengusir Sai dan Naruto, mereka menghela nafas serentak dan pergi ke Kiba yang duduk sendirian di pojok kelas.
"Yo, Kiba!" seru Naruto, ia dan Kiba ber-high five.
"Hei, Naruto, kamu tahu tidak perempuan yang sedang diukur badannya itu?" tanya Kiba menunjuk ke Hinata, Naruto menatap sekilas dan mengangguk.
"Ya aku tahu, memang ada apa?" tanya Naruto, mata Kiba berbinar-binar dan segera berdiri.
"Aku mohon kenalkan aku padanya!" Naruto mengerutkan alisnya, Kiba kemudian berkata.
"Aku menyukainya sejak aku pertama bertemu dengannya!" Naruto semakin mengerutkan alisnya, macam mana pula si Kiba menyukai Hinata?.
"Saat pertama kali mataku bertatapan dengannya, aku menyukainya, matanya menyiratkan kelembutan dan keanggunan, cantik sekali," jelas Kiba, Naruto memasang muka masam, ia tidak suka jika teman dekatnya satu ini menyukai Hinata.
"Hei, kamu pasti suka dengan si Freedrett itu kan?" bisik Sai kepada Naruto ketika Kiba masih mengoceh tentang Hinata.
"Iya," jawab Naruto singkat, Sai tetap tersenyum seperti biasanya.
"Lalu, ngomong-ngomong, siapa nama gadis tersebut? Naruto?" tanya Kiba masih dengan mata berbinar-binar.
"Naruto-kun, kamu dipanggil oleh Karin," Naruto terkejut ketika Hinata menepuk pundaknya pelan.
"Ah, iya, aku akan segera kesana," sebelum Naruto berdiri dari tempatnya, Kiba berdiri duluan dan menggenggam tangan Hinata.
"Salam kenal, namaku Inuzuka Kiba, bolehkah aku mengenalmu?" tanya Kiba dengan tatapan gentleman.
"A..ah, namaku Hinata, Hyuuga Hinata, salam kenal Inuzuka-san," kata Hinata tersenyum kepada Kiba, Naruto segera memisahkan tangan Kiba dengan Hinata dan menarik Hinata ikut bersamanya.
"Ah, Naruto-kun, ada apa denganmu?" tanya Hinata, ia merasa aneh dengan sikap Naruto.
"Aku hanya….cemburu," Naruto melirihkan kata-kata cemburunya, Hinata mengernyitkan alisnya dan bertanya.
"Hanya apa Naruto-kun?" Hinata mendekatkan wajahnya ke Naruto, semburat merah muncul di wajah Naruto, walaupun samar.
"Tidak, tidak apa-apa, lupakan," Naruto menundukkan wajahnya, Hinata tetap mengernyitkan alisnya.
"Hei, kamu Naruto, ini adalah desain panggungnya, tolong bahan-bahannya kamu carikan bersama Sasuke, Sai, dan Gaara," perintah Karin, anak kelas 3-3.
"Sekarang?" tanya Naruto, Karin mengangguk mantap, Naruto menghela nafas.
"Ya sudah, Hinata-chan, aku tinggal dulu, pulangnya kujemput, tunggu aku didepan sekolah," Hinata mengangguk, dalam hati ia senang, karena ia akan diantar Naruto.
"Akan kutunggu, Naruto-kun," Hinata tersenyum hangat kepada Naruto, membuat Naruto ingin memeluknya.
"Sebenarnya apa sih hubungan Naruto dengan cewek itu?" tanya Kiba kepada Sai, mengamati gelagat Naruto dan Hinata yang seperti orang yang sudah jadian.
"Entahlah, sepertinya hts," kata Sai seenaknya.
"Baru hts kan? Berarti aku masih punya kesempatan!" seru Kiba, mengepalkan tangannya.
"Terserah kau saja," Sai menguap, bosan karena tidak ada hiburan yang menarik, Ino juga sedang sibuk mengukur badan pemeran panggung.
"Hei Sai! Kita disuruh mencari bahan bersama Gaara dan Sasuke! Ayo!" seru Naruto, menyeret Sai yang sedang mengamati Ino.
"Iya, iya."
My Bodyguard*My Knight in shining armor*My Ninja
"Sasuke-kun," gumam Sakura, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke.
"Sakura," gumam Sasuke, seraya maju selangkah lagi ke tempat Sakura, Sakura dan Sasuke perlahan menutup mata mereka.
"HEI!" Sasuke dan Sakura serentak membuka mata mereka dan melangkah ke belakang secara bersamaan, Naruto dan Sai ternyata yang mengagetkan mereka.
"Kalian ini kenapa sih?" tanya Sasuke, kesal karena kesempatannya berdua dengan Sakura diganggu lagi.
"Kita harus mencari bahan-bahan yang ada disini, cepat Sasuke!" Naruto menarik lengan Sasuke, dan ketiganya menghilang dari hadapan Sakura, Sakura membelalakkan matanya, ia memang tahu bahwa Sasuke serta Naruto adalah ninja, tetapi jika Sai?.
"Jangan-jangan Gaara juga ninja lagi?" gumam Sakura, ia melangkah pergi dari tempat itu menuju kelasnya dengan hati setengah jengkel, karena kesempatannya dengan Sasuke terganggu.
"Hei Gaara!" seru Naruto ketika sampai ditempat Gaara dan Matsuri berada.
"Hei, ada apa?" tanya Gaara, Naruto menunjukkan kertas yang berisi bahan-bahan untuk dekorasi panggung, Gaara segera mengangguk.
"Matsu, aku pergi dulu ya," perlahan Gaara mengecup pipi Matsuri yang memerah, ia tersenyum dan melambaikan tangan pada Gaara yang kemudian menghilang bersama Naruto, Sai, dan Sasuke.
"Kenapa diantara kita berempat, aku sendiri sih yang tidak punya pacar?" gerutu Naruto, Sasuke tesenyum sinis.
"Kamu kan menyukai Hinata, kenapa kamu tidak tembak dia saja?" tanya Sasuke, Naruto menggeleng.
"Tidak ah, lagipula aku belum tahu perasaan Hinata terhadapku, oh iya, Gaara, Sai, kapan kalian akan berkata kepada Ino dan Matsuri bahwa kalian akan menjadi ninja mereka?" tanya Naruto, Sai dan Gaara mengedikkan bahunya.
"Entahlah, aku lebih suka mengawasi Matsuri dari jarak jauh dan ia tidak mengetahuinya," papar Gaara, Sai mengangguk setuju.
"Tapi bukankah persetujuannya, setiap ninja harus memberi tahu kliennya bahwa ia akan melindunginya?" tanya Sasuke, ia mengangkat sebelah alisnya.
"Iya sih, ya sudahlah, nanti ia akan kuberitahu," kata Sai.
"Ayo, kita segera membelikan bahan-bahannya, kalau tidak, Karin akan marah-marah, kalian tahu kan marah-marahnya ia seperti apa?" tanya Naruto, Sasuke, Sai, dan Gaara mengangguk.
"Lebih seram dari ibuku," kata Sasuke, Sai menggeram.
"Jangan katakan tentang orangtua kalian dong," tentu saja, Sai tidak mengetahui tentang asal-usul orangtuanya, ia juga tinggal bersama pelatihnya, Danzo.
FLASHBACK
"Hiks hiks," seorang anak kecil yang mempunyai mata serta rambut yang hitam pekat menangis, ia menangis dibawah derasnya hujan.
"Hiks,…." Tetapi tangisannya berhenti ketika ia merasakan tetesan-tetesan dingin tidak menghujaninya lagi, ia menoleh dan mendapati seorang pria sedang memayunginya, matanya diperban satu.
"Kamu sedang apa disini?" tanya orang itu, anak kecil itu menggeleng, mukanya tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, dan asal tahu saja, saat menangis tadipun anak kecil itu tidak memiliki ekspresi sedih.
"Kenapa kamu ada disini?" anak kecil itu menggeleng lagi.
"Aku…tidak ingat," pria itu membelalakkan matanya, apakah anak ini tertimpa kejadian yang menghilangkan ingatannya, serta ekspresinya?.
"Kalau begitu, apa kau ingin tinggal bersamaku? Kebetulan aku juga sendirian," tanya pria itu, anak kecil itu mengangguk.
"Siapa namamu?" tanya sang pria, anak kecil itu menggeleng.
"Kalau begitu aku akan memberimu nama Sai, Sai, dan namaku Danzo, kamu dapat memanggilku paman," kata Danzo, ia tersenyum.
"Baiklah," saat itu Sai merasakan hatinya sangat hangat ketika Danzo tersenyum padanya, tetapi ia bingung mengekspresikannya, ia merasakan otot wajahnya kaku.
Semenjak saat itu, Sai hidup berdua dengan Danzo, Danzo adalah seorang ninja yang hebat, ia melatih ilmu ninja kepada anak-anak, Sai dengan senang hati menerima tawaran Danzo saat ia ditawari belajar ninja, Sai berkembang pesat, ia menjadi seorang ninja yang hebat beserta ketiga temannya, Sasuke, Naruto, dan Gaara, yang sama-sama ninja, dan mereka juga menempuh pendidikan yang sama.
Sai kesulitan untuk mengekspresikan keinginannya, kemudian ia bertemu dengan Ino, teman sekelasnya yang kebetulan selalu mendapatkan giliran duduk disebelahnya saat mereka SMP, Sai pikir pertama kali Ino adalah orang yang cerewet dan menyebalkan, tetapi Ino mengajari Sai untuk berubah, untuk dapat mengekspresikan keinginannya melalui wajahnya, dan itulah yang membuat Sai suka pada Ino dan hubungan mereka sampai saat ini berjalan dengan baik.
END OF FLASHBACK
"Iya, Inolah yang sudah merubah hidupku, walaupun ekspersiku sampai sekarang hanya tersenyum saja, tapi aku sudah mengetahui apa itu perasaan emosi seseorang manusia," kata Sai, bergumam pelan, Naruto tersenyum.
"Hinata-chan juga, saat pertama kali aku bertemu dengannya, aku merasa tertarik padanya," kata Naruto, Sasuke berdecak.
"Romantis sekali ya, love at the first sight, dan she change your world, benar-benar sangat romantis," kata Sasuke.
"Kau sendiri bagaimana bisa berpacaran dengan Sakura?" tanya Gaara, Sasuke menyunggingkan senyum sinis.
"Aku bertemu dengannya saat kelas 2 SMA, dia sekelas denganku, aku yang saat itu berpikir dia cerewet dan sangat pink, ternyata ada satu hal yang aku suka yaitu kegigihannya saat ia menjadi ketua kelas saat itu, ia dapat mengerjakan segala hal, aku hanya menatapnya dari jauh, aku juga tidak akrab dengannya," papar Sasuke, Naruto, Sai, serta Gaara mendengarkan dengan simak, karena baru kali ini Sasuke berbicara banyak.
"Aku saat itu bolos dari pelajaran yang membosankan, lalu aku melihat rambut berwarna pink ada di uks, aku memakai jurus ninja dan melihatnya tanpa terlihat, aku melihat ia menangis, aku akhirnya menampakkan diriku, karena menurutku ia frustasi, ia menceritakan masalahnya padaku,"
FLASHBACK
"Ah, kau, Si Uchiha kan?" tanya Sakura.
"Ada apa denganmu Haruno?" Sakura menghela nafasnya dan menangis lagi.
"Kau dapat menceritakannya padaku," Sasuke memeluknya erat, menyelami aroma tubuhnya, Sakura menarik nafas dan akhirnya menceritakan masalahnya.
"Orangtuaku sudah lama bercerai, Tou-sanku selingkuh dengan cewek lain, Kaa-sanku main mata dengan cowok lain, mereka tidak mempedulikan keadaanku, aku dan kakakku hanya dibekali uang dengan jumlah yang besar, tetapi mereka jarang sekali dirumah," papar Sakura, ia memejamkan matanya, menahan air mata yang mendesak keluar.
"Lalu tadi malam, Tou-sanku pulang ke rumah, tetapi bukan kasih sayang yang aku dapat, melainkan mereka memperebutkan hak asuhku, Uchiha, padahal selama mereka bercerai, Tou-sanku pergi dari rumah, sementara aku tinggal bersama Onii-chanku dan Kaa-sanku, tetapi hak asuh Kaa-sanku belum sah, dan akhirnya terjadilah perdebatan itu," Sakura menatap mata onyx Sasuke, Sasuke pelan-pelan mencium pipi Sakura, saat ia melakukan itu, dadanya berdegup kencang.
"Aku akan selalu ada untukmu, Haruno," bisik Sasuke lirih ke telinga Sakura, entah apa yang terjadi, tetapi Sasuke merasa senang bersama Sakura.
Setelah saat itu Sakura selalu mencurahkan masalahnya pada Sasuke, ia meluangkan waktunya untuk Sasuke, setelah mereka beranjak kelas 3 SMA, Sasuke akhirnya mengaku pada Sakura bahwa ia menyukainya dan ia ingin menjadi orang yang selalu melindunginya.
"Tentu saja aku mau, Sasuke-kun!" seru Sakura, ia memeluk Sasuke erat sekali.
"Terima kasih, Sakura" Sasuke tersenyum hangat.
"Tapi tolong, rahasiakan segala hal tentang ninja yang aku beritahukan padamu, Sakura," Sakura mengangguk mantap, mulai hari itu, Sasuke akan tinggal satu atap dengan Sakura untuk melindungi Sakura, Sakura semenjak menjadi model yang naik daun, ia tinggal sendiri, kakaknya juga tinggal sendiri, mereka sama-sama sepakat untuk tidak mau mengikuti kedua orang tua mereka.
END OF FLASHBACK
"Begitu," papar Sasuke, Naruto, Sai, dan Gaara membelalakkan matanya, mereka baru tahu bahwa Sasuke dapat berbicara begitu banyak.
"Baiklah, baiklah, stop pembicaraan seperti ini, toko bahan bangunan sudah ada didepan mata," Gaara menunjuk toko bahan bangunan didepannya.
~With Hinata~
"Hina-chan! Saatnya melatih dialog dengan ketiga pemain!" seru Sakura, ia adalah sutradara dalam pembuatan drama ini, mereka semua sudah ada dalam panggung, tetapi belum didesain.
"Baik…baik Saku-chan," Hinata bangkit dari tempat duduknya, ia menuju Kiba dan Suigetsu yang sudah siap untuk berlatih, dengan dialog yang sudah dibuat Matsuri.
"Siap ya? Scene 10, action!" seru Sakura, Hinata mengatur ekspresi mukanya terlebih dahulu.
"Eliot, berjanjilah padaku, kau akan kembali ke desa dengan selamat," Hinata mengerutkan alisnya, menggenggam tangan Kiba.
"Aku berjanji, Freedrett, aku akan kembali dengan selamat, aku bersumpah demi second hand of time," Hinata tersenyum, ia berpura-pura mengambil sebuah pedang dari balik punggungnya.
"Aku menginginkanmu membawa pedang ini, 'wedges of time'," Kiba tersenyum dan memeluk Freedrett erat.
"Terima kasih Freedrett," Kiba memejamkan matanya, Hinata mengerutkan keningnya, bagaimana jika Naruto mengetahui hal ini? Tapi sudahlah, ini kan hanya drama.
"Eliot…., awas kau!" geram Suigetsu, ia mengepalkan tangannya erat, cemburu melihat kedekatan Freedrett dan Eliot.
"Cut! Keren sekali! Kalian sungguh hebat! Wonderful!" seru Sakura, ia benar-benar terkesima oleh kemampuan akting Hinata, Kiba, dan Suigetsu.
"Ayo mulai lagi," kata Sakura, Hinata memposisikan dirinya dibelakang panggung, sekarang adalah adegan Kyle dan Eliot.
"Kyle, kamu adalah sahabatku, kamu selalu bersamaku dalam suka dan duka, aku titipkan Fredrett padamu, jaga dia baik-baik," Kiba tersenyum kepada Suigetsu, Suigetsu tersenyum paksa.
"Baiklah, Eliot, aku akan menjaga Freedrett," kata Suigetsu, kemudian Kiba pergi dari hadapan Suigetsu, Suigetsu menggeram.
"Menjaga demi dia? Yang benar saja! Aku kan juga mencintai Freedrett, aku akan menjaganya demi aku sendiri," geram Suigetsu, dan selanjutnya latihan dimulai lagi.
~TIME SKIP~
"Naruto-kun dimana ya? Dia lama sekali?" keluh Hinata, Naruto membawa kunci mobil Hinata, karena Naruto memutuskan untuk menyetir mobil Hinata.
"Huff bisa-bisa aku telat nih," Matsuri, Sakura, serta Ino sudah berangkat duluan bersama Sasuke, Sai, dan Gaara, mereka bilang Naruto akan datang sebentar lagi.
"Ah!" Hinata merasakan ia tidak dapat melihat apa-apa, pandangannya gelap, dan tangannya tertahan, tetapi ia tahu aroma ini.
"Naruto-kun?" saat ia membalikkan badannya, ada Naruto yang sedang tersenyum lebar dibelakangnya.
"Hei, Hinata-chan!" Naruto memeluk Hinata erat, Hinata tersenyum lega karena ternyata orang yang berdiri dibelakangnya adalah Naruto.
"Hei, Kiba, ayo pulang," gumam Suigetsu, Kiba segera mengganti sandal sekolahnya dengan sepatunya di loker, ia menyiapkan pula kunci motornya, ia hendak meninggalkan koridor sekolah ketika ia menangkap siluet gadis yang disukainya sedang sendirian.
"Hina…," ketika ia hendak menghampirinya, kemudian ada siluet lelaki yang menangkapnya dari belakang, ketika Hinata melengok, muka Hinata sungguh gembira, dan lelaki itu memeluknya, Kiba menggeram.
"Naruto apa hubunganmu dengannya?" geram Kiba, ia seperti berada dalam peran Kyle ketika ia melihat adegan tersebut.
~tobecontinued~
A/N: Lumayan panjang! *manggut-manggut* hmm kapan ya bakal ada adegan Deidara, Sasori,+ Hinata? semoga saja chapter depan deh! Leave a review please?
Chimari Sakura: iyah aku juga suka, ahh dicoba dulu lah! Dulu aku juga g bisa bikin ff, tapi pas kucoba ya,,,emang belum bagus sih, tapi sudah meningkat lah! Thanks reviewnya
Deidei Rinnepero: hehh ternyata salah duga bu editor! Munculnya di chappie depan hohohoho, thanks reviewnya!
Naru Luv Hina: dramanya? Ini baru latihan drama, kalo dramanya masih ntar-ntaran, biar panjang ceritanya! Makasih reviewnya!
Aoiboshi: kamu juga suka ma dn angel? Aku juga! Huaaa, makasih reviewnya!
MiMi: makasih! Makasih reviewnya!
Fujishika Shiori: suka? Makasih! Maksaih pula reviewnya!
Viyuki-chan: justru itu! Aku udah ada ide di otakku hehehehe, Narutonya ntar xxxxx terus xxx *secret!*, makasih reviewnya!
Magrita loves NaruHina: iya ntar aku udah puny aide kok Grita! Tenang aja! Emang Narutonya gak muncul di demanaya sih, tapi….., makasih reviewnya!
Heheh maaf ya kalo misalnya balasan reviewnya kurang panjang! Love u all!
Sign,
Akasuna no NiraDEI Uchiha
