Light bangun dengan pipi merah begitu melihat Near tidur disamping-nya. Tapi dia langsung sedih begitu menyadari dirinya berada dimana—di kamar L yang selalu dicintainya dan mencintainya—. Dia menangis mengingat kejadian kemarin, andai saja dia melakukannya dengan L, bukan Near—walaupun Light merasa Near selembut L—.
"Kamu udah bangun Light?" tanya Near sambil mengusap-usap matanya lalu melihat Light yang menangis yang membuatnya kaget dan perasaan-nya tak karuan. "Ada apa Light?" bingung Near sambil membelai pipi Light yang basah itu.
Light melepaskan tangan Near lalu tersenyum tipis dan menggelengkan kepala, "Nggak kenapa-kenapa kok... Tadi aku cuman mimpi buruk aja..." Light pun memakai pakaiannya kembali dan keluar dari kamar itu.
Near menghela nafas. "Mimpi buruk ya... Pasti mimpi tentang onii... Kenapa yang ada di kepala-mu itu selalu onii terus Light..." sedihnya.
"Hehehehe..." tawa juga senyum dibuat-buatnya Sayu.
Light menghela nafas dengan muka kesal karena menemukan adik-nya berada di luar kamar L—alias tertangkap basah dari kemarin kalau Sayu menguping apa yang dilakukan onii-nya dengan Near—.
Near pun keluar kamar. "Hohoho Sayu, kau mencuri dengar ya? Apa kamu mau tahu bagaimana ekspresi onii-mu itu saat kami 'melakukan-nya'? Nih, aku punya foto-nya di kamera-ku..." ucap Near dengan senyum kemenangan dan menyodorkan kamera-nya ke Sayu.
Tapi Light langsung ingin mengambil kamera tersebut yang langsung dihindar oleh Near. "Hei Light! Kau nggak boleh seenak-nya ingin mengambil kamera-ku yang mahal ini begitu saja! Bisa-bisa kamera ini jatuh dan rusak!"
"Kalau begitu hapus foto-foto aku saat..."
"Saat apa? Saat melakukan S-E-X dengan-ku? Kau malu? Kau tahu, ekspresi-mu sangat manis loh! Kalau orang-orang melihat-nya, mereka pasti langsung ingin melakukan 'itu' dengan-mu..." ucap Near sambil berlari.
Light pun jadi kesal banget dan mengejar Near, "Hei tunggu Nate! Apa kau berencana untuk menyebarkan foto-foto itu?"
"Tentu saja!"
"Jangan lakukan itu!"
"Aku nggak akan melakukan-nya kalau kamu mau tidur sekamar dengan-ku di kamar onii dan melakukan apa yang kita lakukan kemarin setiap malam!"
Ligh tersentak. Apa dia akan sanggup melakukan apa yang mereka lakukan kemarin setiap malam di kamar orang yang sangat dia cintai—tapi orang itu sudah tiada—. Tapi, daripada foto-foto itu tersebar dan akan terjadi kehebohan dimana-mana, Light pun mengambil keputusan untuk menyetujui-nya. "Baiklah..."
Near pun menghentikan lari-nya lalu berbalik ke Light dan mencium lembut Light. "Aku sudah tak sabar melihat muka manis-mu malam ini..." ucapnya yang langsung berlari menjauh Light kembali karena dia tahu Light pasti akan memukul-nya, dan itu benar. "Apa yang kau lakukan tadi Nate?" ucap Light dengan pipi merah sambil mengejarnya.
Sayu yang melihat-nya hanya terkikik dan bingung kenapa onii-nya itu memanggil Near dengan Nate, tapi dia tidak memikirkan-nya lebih lanjut karena di depan-nya sedang ada pasangan norak yang lari-larian. "Apa Tota benar-benar mencintai-ku seperti Near-san mencintai onii-ku? Habis-nya walaupun kita sudah bersuami-istri, tapi kita belum pernah melakukan 'itu' Tota..." sedih Sayu.
Light dan Near datang ke kampus bersamaan yang membuat cewek-cewek teriak histeris di dalam hati dan terpana di ekspresi mereka—maklum, Light dan Near adalah cowok terkeren dan terganteng di kampus mereka—.
"Hei Light, menurut-mu siapa yang akan menggantikan si Tota bodoh itu?" ucap Near membuka topik pembicaraan.
"Yang pasti bukan si bodoh itu lagi dan aku berharap bukan orang yang lebih bodoh darinya lah yang akan mengantikan-nya."
Near tersenyum, "Dan tentunya bukan orang yang akan melihat wajah manis dengan paksaan seperti si Tota bodoh itu..."
"Jangan mengatakan hal-hal yang berbau mesum seperti itu di kampus!" kesal Light yang mempercepat langkah-nya.
Light terpesona melihat wajah manis Light sedang marah itu. "Rupanya sisi manis-nya banyak juga ya..." batin Near.
"Tapi sisi sinis dan tidak berperasaan-nya masih lebih banyak..." ucap Ryuk yang terlupakan sesaat oleh Light.
"Aizawa-san?" bingung Light dan Near begitu melihat cowok kribo ini berada di kelas-nya—dulu-nya—Tota.
Aizawa pun tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya, "Hehehe, aku pengganti Tota. Jadi mulai hari ini kau mohon bimibingan dan kerja sama kalian ya!"
Light tersenyum, "Tentunya kami yang meminta bimbingan-mu Aizawa-san. Dan kami dengan senang hati pasti akan bekerja sama dengan-mu."
"Hahaha, iya. Terimaksih Light-kun."
"Ya, tidak sebodoh Tota lah..." ucap Light sambil membaca buku.
Lalu Near menghela nafas. "Tapi udah lama KIRA nggak muncul ngebuat aku bosen nih... Bagaimana dengan-mu Light?"
"Tentu saja. Palingan bentar lagi KIRA pasti muncul lagi..." ucap Light dengan muka innocent-nya, padahal di dalam hatinya dia tersenyum sinis berbarengan dengan Ryuk.
"Kalau begitu bentar lagi di Jepang akan ada kegemparan besar lagi deh... Antara yang pro dan kontra terhadap KIRA yang diyakini sebagai dewa." ucap Near sambil mengaduk-ngaduk teh pesanan-nya.
"Mungkin sekarang dia menjadi tuhan?" canda Light
"Mungkin..."
"Kau sudah mau beraksi kembali KIRA?"
Light menghela nafas. "Kalau tidak, ngapain aku memegang benda ini dan menyiapkan nama-nama penjahat?" ucapnya yang memegang Death Note, pensil, dan daftar-daftar penjahat yang dia cari dari berbagai sumber.
Sekarang diri-nya berada di dalam toilet, dan dia berbisik sangat kecil untuk ngomong dengan Ryuk karena takut ada orang di luar sana.
"Kau mau membunuh sebanyak itu sekaligus?"
"Yah..., sebagai acara kembali-nya KIRA."
"Bagaimana kalau mereka bunuh diri dengan loncat dari atap penjara—setelah mereka kabur—berbarengan?"
"Ide yang bagus Ryuk..."
"Dengan adanya kejadian seratus dua puluh orang napi yang kabur dari penjara dan jatuh dari atap tersebut setelah-nya, di perkirakan KIRA 'Sang Dewa' telah kembali beraksi dan siap mengguncang Jepang kembali."
Twuttt... TV itu dimatimakin oleh Near. "Perkiraan-mu tepat sekali ya Light. Makanya onii-ku melakukan misi untuk menangkap KIRA bersama-mu—walaupun KIRA belum tertangkap-tertangkap juga—dan mempercayakan hati-nya kepada-mu."
Light menghela nafas. "Apa kau tidak berpikir apa yang kau ucapkan itu akan membuat-ku mengingat masa lalu dan membuat hati-ku sakit?"
Near tersenyum. "Aku tahu. Tapi aku juga tahu kalau aku bisa menyembuhkan rasa sakit-mu itu Light..."
Light tertawa kecil, "PD sekali dirimu itu..."
"Hohoho, dengan ini kau harus lebih bisa menjaga Death Note agar Near tidak mengetahui-nya." ucap Ryuk.
Light tidak menjawab, tapi Ryu tahu kalau Light bukan me-kacangkan dirinya, tapi dia tidak mungkin menjawab di depan Near.
Bandara Narita, Tokyo, Jepang di waktu yang sama
"Dengan adanya kejadian seratus dua puluh orang napi yang kabur dari penjara dan jatuh dari atap tersebut setelah-nya, di perkirakan KIRA 'Sang Dewa' telah kembali beraksi dan siap mengguncang Jepang kembali."
"Nate, kali ini aku tak akan kalah darimu..."
