Makasih buat review-nya...


"Hei Light, kenapa nggak kalau kita jalan-jalan yuk! Sekalian nyari orang yang mencurigakan sebagai KIRA?"

"Hah? Coba ulang..." ucap Light sambil membuka headset-nya—tadi nggak kedengeran karena pake headset—.

Near menghela nafas sambil menutup novel yang tadi dia baca, "Hei Light, kenapa nggak kalau kita jalan-jalan nih! Sekalian kencan pertama kita!"

"Hah? Kencan? Sejak kapan coba kita jadian?"

"Sejak kita melakukan 'itu' kemarin..." ucap Near sambil tersenyum manis dan memakai headset Light. "Kok selera lagu kamu lagi kematian gini?" komentar Near sambil membuka dan membanting headset itu.

Light yang melihat headset tersayang-nya itu diperlakukan begitu saja langsung memukul keras kepala Near dan mengambil headset-nya, melepaskannya dari HP dan menaruh-nya. "Apa sih yang kamu lakuin Nate? Mentang-mentang orang kaya!"

Near tertawa, "Kalau kau mau ganti headset, akan aku beliin semahal apa pun untuk orang tercinta-ku ini..."

Light menghela nafas dan bermasuk untuk membalas dendam, "Ya udah! Ayo sekarang juga kita pergi untuk beli headset yang sangat mahal yang aku sukai! Pokoknya bagaimana pun juga kamu harus membeli-nya!"

"Yah... Padahal kalau kau nggak mau buat aku saja..." kecewa Ryuk yang mengira Light tidak akan menerima tawaran itu.

"Aku tidak akan memakan omongan-ku sendiri dan aku tidak akan mengecewakan orang yang aku cintai Light..."

Di saat hari musim gugur ini angin bergerak dengan kencang, Light dengan memakai jaket dan kaos juga celana jeans seperti biasanya—dengan terpaksa—berjalan di samping Near yang—entah kenapa—bisa tahan melewati angin itu dengan kaos dan celana jeans seperti biasa sampai dilihatin orang-orang.

"Saraf dingin-mu dikit atau nggak peka atau malah nggak punya ya?"

"Aku akan lebih tahan dingin-dinginan nggak pake baju saat melakukan 'itu' dengan-mu juga sesudah-nya."

"Kamu bisa berhenti berbicara tentang hal-hal menjijikan seperti itu saat di publik ataupun cuman berduaan dengan-ku?"

"Aku hanya menunjukan rasa cinta-ku kepadamu."

"Ya, seperti Misa menunjukan rasa cinta-nya kepadamu..." ejek Ryuk yang membuat Light enek membanyangkan Misa lagi yang telah lama tidak ada di dekatnya.

Light menghela nafas dan mempercepat jalannya berharap Near tertinggal di belakangnya, tapi Near langsung menyusul Light dan menyelaraskan langkahnya—adu mulut pun berlanjut—dan mereka tidak menyadari kalau ada yang mengikuti mereka.

Light menatap headset barunya yang berwarna warna-warni yang lucu sekaligus keren, bagus juga mahal. Dia menghabiskan banyak uang—Near—hanya untuk membeli ini. Walaupun begitu dia tidak menyesal karena menyukainya.

Lalu Light menatap sekeliling kamar ini, dia baru menyadari kalau barang-barang darinya, atau yang dia beli bersama L, dan semua hal-hal yang berhubungan dengan dirinya yang dimiliki L sudah tidak ada di kamar L ini. Hal itu membuatnya sedikit lega karena hal itu akan 'sedikit' mengurangi rasa sedihnya namun juga akan membuatnya sedih begitu menyadarinya—nah loh, gimana sih?—.

Dan sekarang Near yang mulai mengurangi rasa sedih-nya sedang tidak ada di rumah karena mengambil jadwal kuliah yang belum sempat dia ambil sebelum-nya. Lalu Sayu yang membuatnya harus menutupi rasa sedih-nya pun sedang rekreasi dengan teman-temannya ke Sapporo, Hokkaido—setelah Tota meninggal, Sayu jadi sering pergi kesana situ—.

"Lawliet... Nate..." sedih Light.

"Kan masih ada aku yang selalu mengikuti-mu kemana-mana Light-ku tercinta..." ucap Ryuk dengan muka berbinar-binar dan memeluk Light.

Light langsung melepas pelukan itu dan mengerti apa maksud Ryuk, "Kau tidak akan mendapatkan apel karena kau melakukan hal yang menjijikan seperti itu!"

"Ayolah Light, kau tak usah sepemarah seperti itu! Maksud-ku kan menghibur-mu seperti Lawliet dan Nate..."

"Tapi kalau kau yang melakukan itu menjijikan shinigami bodoh!"

Lalu tiba-tiba bunyi jendela yang membanting dinding terdengar yang membuat Light waspada tapi sudah terlambat.