Balik lagi ke nasib Light... Pake sudut pandang Light lagi

Aku merasa badan-ku menjadi panas secara sekejap, dan makin lama aku merasa tambah pusing dan kesadaran-ku terganggu. Aku melihatke atas-ku, Mello melihat-ku—yang masih tertidur di tempat tadi—dengan senyum penuh kemenangan.

"UKH!" teriakan ini keluar begitu saja tanpa aku sadari karena aku merasa aneh di bagian bawah-ku—atau tengah (kagak tahu deh yang mana yang bener!)—.

Mello langsung melihat ke sumber rasa aneh-ku ini, lalu dia tertawa dan menatap ke cowok berambut biru donker itu. "Hahaha, kau mengasih aphrodisiac yang banyak ya? Efek-nya sangat bagus!"

"Tentu saja, aku telah memikirkan hal ini dengan matang dan mencampur-kan obat tidur-nya dengan aprhrodisiac yang mempunyai efek di waktu yang telah ku perhitung-kan... Ya, lebih banyak lebih baik kan..."

"Ya! Ya! Kau memang profesional sebagai anak buah-ku!"

Aprhodisiac! Sial! Kenapa nasib-ku sial banget! Kenapa aku mesti kena dengan obat murahan seperti ini! Tapi yang penting sekarang keadaan-ku sama sekali tidak enak! Efek-nya telah membuat-ku parah!

"Hei Yagami... Kau mau aku tolong?" tawar Mello.

Ukh! Bagaimana ini? Dengan keadaan-ku sekarang, aku tak bisa melepaskan 'penis'-ku dari rasa tidak nyaman ini...

"Kalau kau mau, bilang saja karena hari ini aku sedang berbaik hati."

Apanya yang baik hati? Ini kan memang rencana-mu! Kalau aku memakai bantuan-nya, berarti ini berjalan sesuai rencana-nya, tapi kalau tidak nasib-ku akan bagaimana? Rasa ini sangat sangat tidak nyaman!

"A...ku... ter...rim...ma... ta...war...a...n... mu..." ucap-ku dengan terbata dan nafas yang tersenga-senga.

Saat ini pandangan-ku sudah sangat kabur, yang bisa kudengar hanya tawa Mello dan selanjutnya aku tak tahu apa yang terjadi.

Sudut Pandang Pembaca

Mello memegang penis Light yang terlihat sangat menonjol walaupun dia masih memakai celana-nya dengan lengkap. "HYYAA!" teriak Light yang sudah tidak menyadari apa-pun yang membuat Mello terangsang mendengar teriakkan itu yang seksi dan melihat wajah manis Light sambil menafas tersenggal-senggal.

Lalu Mello menarik puting Light yang sangat menonjul walaupun dia masih memakai baju-nya dengan lengkap. "KYAA!" teriak Light lagi.

Muka Mello langsung merah, entah dia menjadi tertarik dengan Light dan merasa kalau Near sangat beruntung memiliki-nya.

Mello pun memencet-mencet penis Light dengan tangan kiri-nya dan memainkan mulut Light dengan tangan kanan-nya, "Kenapa kau yang tadinya begitu sinis bisa menjadi sangat manis seperti ini?"

Celana Light menjadi basah karena climax-nya yang membuat Mello langsung membuka celana Light dan memasukkan penis Light ke mulut-nya dan memainkan-nya yang membuat Light langsung climax lagi. "Ah... Ah... Lawliet!"

Mello terhenti karena kaget mendengar nama yang disebut Light, bukan-nya Near atau Nate, tapi Lawliet! "Lawliet? Jadi sebenar-nya..." Mello merasa marah lalu memencet penis Light dengan sangat keras.

"KHYYAAAA! HENTIKAN!" teriak Light yang sekali lagi— ~,~ — climax yang cairan-nya mengenai muka Mello yang langsung menjilat-nya. "Hu... Hangat-nya cairan-mu ini Yagami-kun... Apa onii sering merasakan ini?"

Mello pun membuka celana-nya dan memasuk-kan penis-nya sudah keras ke mulut Light lalu dia memencet penis-nya sendiri yang menyebabkan-nya climax. Mulut Light pun penuh dengan cairan-nya itu. "Hei, apakah enak? Lebih enak punya-ku atau onii?"

Light hanya berusaha menelan cairan itu, tapi dia malah tersedak dan memuntahkan-nya. Yang membuat Mello tambah kesal. Mello menarik keras tubuh Light dan langsung memasuk-kan dalam penis-nya kelubang belakang Light dengan sangat dalam dan mengeluarkan-masukkannya dengan cepat.

"MHHHAAAA! LAWLIET! LAWLIET!"

Tangan Mello yang nganggur langsung menahan lubang keluar-nya 'cairan' Light dengan cara memasukkan jari-nya ke dalam penis Light. "LAWLIET! HENTIKAN! Biarkan aku mengeluar-kan cairan-ku!"

Mello tertawa monoton dan memakai satu tangan-nya lagi memainkan puting Light dan dia pun melumat-lumat mulut Light. "HYYAAAHHHH!"

Mello telah menemukan sweet spot Light yang berada di dalam lubang-nya walaupun di luar. "Hei Yagami! Kalau kau mau mengeluar-kan cairan-mu, keluarkan saja sendiri!" ucap Mello sambil membanting tubuh Light.

Light pun memencet-mencet dengan keras penis-nya sendiri, memasukkan dua jari-nya ke lubang belakang-nya juga memainkan mulut-nya dengan lidah-nya sendiri. "Lawliet! Hah... ah..., bagiamana?" ucapnya yang tak lama langsung mengeluarkan 'cairan' yang banyak dan menyemprot kemana-mana.

Mello menepuk tangan-nya. "Pertunjukkan yang bagus Yagami..." ucapnya yang langsung memencet penis-nya sendiri karena tak tahan melihat Light yang begitu seksi.

Mello mengangkat tubuh Light yang membuat mereka melakukan 'riding mode'. Mello langsung memasukkan penis-nya ke dalam lubang belakang Light dan mengeluar-masukannya lagi dengan sangat cepat.

"HAHHH! LAWLIET!"

"Bagaimana? Apakah menyenangkan Yagami? Bagiku ini sangat menyenangkan dan di dalam-mu sangat nyaman!" ucap Lawliet sambil menggigit puting kanan Light, menarik puting kiri Light dengan tangan kiri, dan tangan kanan-nya memainkan mulut Light.

"LAWLIET! Aku mencintaimu!" ucap Light yang setelah itu langsung benar-benar tak sadar-kan dirinya.

Mello langsung sedih mendengarnya. "Kau tahu, aku berharap akulah yang pertama kali bertemu dengan-mu. Kau itu sangat manis, dan di dalam-mu yang sempit itu sangat nyaman Light... Dan aku berharap saat kau bangun nanti kau mau memanggil-ku dengan nama asli-ku walaupun kau belum pernah memanggil-ku dengan nama samaran-ku sekali pun."