In-Chan : xixixi~ Hi minna~ saia datang dari alam RxL~
Haku : ?
Dell : Get the crap out!
In-Chan : Yaya, Delly! Oke, saia akan membuat cerita abal laennya yang tentu saja gaje dan mungkin agak sedikit ancur~ (berharap aja nggak~ mwahahah~ ;D)
Haku : Jadi? Disclaimernya?
In-Chan : Oh, iya~ AYo Hakuuu~ DISCLAIMER! XD
Disclaimer : In-Chan Sakura tak memiliki Vocaloid, Utauloid, Dkk~ Hanya saja ia memiliki cerita yang akan kalian baca ini~
Vocaloid © CFM Inc. & Yamaha Corp.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Long Time No See? © In-Chan Sakura
Haku's POV
Lampu jalan yang kutunggu sudah berwarna hijau. Dengan cepat aku langsung mengalihkan pandanganku dari ponselku dan segera menyebrang.
Aku menyebrang dengan berjalan pelan. Hari ini aku sedang tak semangat.
Len.., ia sudah memutuskanku. Padahal kami sudah berkencan dari musim dingin dan sekarang musim panas.
Aku sedikit kecewa. Ia ternyata sudah tertarik dengan Kamine Rin. (Baca Fanfic saia yang Way for Love, LxR!)
Padahal, hanya Len yang ada saat kubutuhkan. Ia selalu baik kepadaku. Tak pernah bicara kasar dan selalu menyadari keberadaanku, tak seperti kebanyakan anak yang ada di sekolahku. Mereka selalu tak menyadari keberadaanku dan saat mereka menyadari keberadaanku, mereka akan bersikap acuh.
Selama ini aku selalu sendiri. Mungkin karena mata merah yang agak menyeramkan dan rambut silverku yang kumiliki.
Tapi apakah itu saja yang menjadi alasannya?
Aku tak tau.
Ah…, aku belum memperkenalkan diri yah?
Salam Kenal. Namaku Haku. Yowane Haku. Tapi aku biasa dipanggil Haku saja.
Nah, sampai mana aku tadi…?
"Awas!"
Lamunanku langsung buyar saat seseorang meneriakkan itu padaku dan kemudian suara klakson terdengar.
Aku langsung memutar kepalaku dan mendapati, sebuah truk melaju. Melaju ke arahku.
Mataku dengan seketika, melebar. Aku tak dapat bergerak. Badanku terasa kaku. Aku ingin lari tapi tidak bisa. Aku ingin berteriak, tapi suaraku tak keluar.
Ini.. Akhir hidupku..
Pikirku sembari melakukan hal yang bisa kulakukan dalam momen itu. Memejamkan mataku dan menunggu untuk ditabrak oleh truk itu.
Seketika, semua memoriku yang menyakitkan melintas dikepalaku.
Mulai dari diolok-olok, diusir sampai dicampakkan. Semuanya sakit. Kalo dipikirkan, aku memang selalu dibenci dan ditinggal sendirian.
Mungkin ini lebih baik.. Daripada harus sendirian.., selalu..
Pikirku, mengingat semuanya.
Dan dalam sekejap, tubuhku terasa tertabrak kemudian aku tak dapat merasakan apapun.
"…ku"
Suara yang lembut. Aku tau suara ini..
Dengan perlahan, aku membuka mataku dan aku melihat ibuku berdiri disampingku, menatapku dengan wajah yang cemas.
"Ibu..?" Ucapku sembari berusaha bangkit dari posisiku.
"Jangan bergerak dulu, Haku.." Kata ibuku sambil menahanku bangun dari posisiku. Akupun menuruti ibuku dan berbaring lagi.
Mataku meneliti tempatku berada. Ruangan putih yang bersih dan berbau obat.
Rumah Sakit.
Aku berada dirumah sakit.
"Ibu?" Panggilku pada ibuku yang berdiri disampingku. Rambutnya yang berwarna silver sepertiku tergurai dengan indah meski hanya sebatas bahu.
"Ya, Haku sayang?" Jawab ibuku.
"Apa yang terjadi?" Tanyaku.
Perlahan ibuku membalikkan badannya ke arahku dan menatapku dengan mata yang sedih. Aku tidak suka jika ibuku sedih.
"Sayang..," Ibuku membelai rambutku sembari duduk di atas kursi tunggu yang ada.
"Kau kecelakaan dan pingsan kira-kira 3 hari.."
Mataku melebar. "3 hari?" Ibuku mengangguk sebagai tanda.
"Lama sekali…" Lanjutku.
Tangan ibuku sangat hangat ketika membelaiku seperti ini.
Aku suka saat ibuku membelai kepalaku.
Rasanya hangat dan nyaman. Aku merasa aman.
Tiba-tiba saja, ibuku menarik tangannya dan ia berucap,
"Tapi, sayangku.. kenapa temanmu tak ada yang datang menjenguk?" Tanya ibuku padaku.
Karena aku tak punya teman ibu..
Dan mereka tak peduli padaku.
Aku ingin mengatakan itu, tapi..
"Ini sudah dekat ujian tengah semester ibu.. jadi mereka harus belajar.." Ujarku pada ibuku. Berharap beliau percaya.
"Baiklah Haku sayang.." Dan beliau memang selalu percaya.
Aku memang harus berbohong.
Aku harus…
Berbohong.. Terus.. menerus..
"Haku! Bisakah kau turun sebentar sayang?" Panggil ibuku dari lantai 1. Dengan cepat aku membuka pintu kamarku dan turun ke lantai 1.
Ah? Halo semua! Aku sudah baikan, dan baru 3 hari yang lalu pulang dari rumah sakit. Tapi sungguh aku tak apa-apa!
"Ada apa ibu?" Tanyaku saat aku sudah sampai di dapur.
Ibuku yang tadinya sedang mencuci piring menghentikan aktifitasnya dan mengelap tangannya dengan celemek yang dikenakannya.
"Bisakah kau pergi belanja sebentar Haku?" Pinta ibuku yang kemudian memberikan aku uang dan juga daftar belanjaan yang harus kubeli.
Aku menatap daftar belanjaan itu dan membacanya sejenak, lalu aku mengangguk dan berkata,
"Baik, ibu! Aku akan pergi membeli semuanya." Sebelum aku naik lagi dan bersiap untuk berbelanja.
"Hati-hati Haku!" Seru ibuku saat aku sudah menaiki tangga.
"Hmmmhmm.. la~la~"
Aku bergumam sedikit sembari berjalan dijalan yang sepi tapi juga satu-satunya jalan yang cepat untuk ke toko langgananku.
Tiba-tiba aku menabrak sesuatu dan akupun jatuh ke trotoar.
"Ah.." Geramku kesakitan.
"Kau tidak apa?" Sebuah suara membuatku membuka mataku perlahan.
Aku mendapati seorang laki-laki bermata merah darah sepertiku dan berambut silver berdiri didepanku, mengulurkan tangannya untukku.
Akupun meraih tangannya.
"Te-terima kasih.." Ucapku sembari berusaha bangun. Lelaki itu membantuku bangkit.
Aku mengamati lelaki itu. Mata dan rambutnya memiliki warna yang sama denganku. Sekilas kami terlihat.. mirip?
"Umm? Halo?" Seru lelaki itu sembari mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku.
Seketika aku tersentak. "A-ah.. iya?"
Dan ia tertawa. "Eh? A-ada apa? Ada yang lucu?" Tanyaku dengan gugup pada lelaki itu.
"Tidak.. tidak" Kata Lelaki itu padaku sembari menghentikan tawanya. "Hanya saja, kita terlihat mirip, itu saja.."
"Eh?"
"Ah! Maaf, namaku Dell. Honne Dell, kau?"
"Ha-haku.. Yowane Haku.." Jawabku pada Dell. Lelaki yang aneh, belum-belum sudah mengajak berkenalan.
"Salam kenal Haku-chan. Kalo begitu aku pergi dulu, maaf.."
"Ah.. tidak apa-apa.. uh.. hati-hati!" Ujarku pada Dell yang sudah pergi dengan berlari-lari kecil.
Ia membalikkan kepalanya dan menatapku sebentar, "Baik! Dan sampai berjumpa lagi." Lalu ia pergi.
Saat Dell membalikkan kepalanya dan berlari lagi, aku menyadari kalo dia.., memiliki rambut yang dikucir ke bawah?
Ah, mungkin aku salah lihat?
Aku menghela nafas. Hari yang aneh..
Akupun teringat daftar belanjaan yang harus kubeli. "Ah! Aku harus cepat.."
Dan akupun berlari ke toko yang akan ku kunjungi itu.
In-Chan : Yo! Saia akhirnya membuat Fic baru! *lonjak-lonjak*
Haku : Ano..
In-Chan : Ya?
Haku : Gpp..
In-Chan : Oh, oke.. R&R guys! :D
Haku : R&R..
In-Chan : CERITA INI AKAN PANJANG! ;D
