R&R Reply~

Hikari-chan : Pernah kok.. pas di chapter 10 atau 9 gitu.. saia lupa.. hmm..*plaak* sa-saia tersandjung! X3 YOSH! Saia akan berusaha dan UPDATE! XD

OOC yah? Hehe, kliatannya memang getu nih.. ntar ditambal aja deh~ *di R&R*

Ruuya : Yeah! Bweheheheh~ sekalian donk~ :D

Amu-senpai : Weh.. *ngumpet* pe-pesenan yang mana yah? Oh? Len Rin? Udah ada tp english.. kl mw ada yg indo version..

Makasih! Masa'? YOSH! UPDATE! XD

Miracle : Yey! Kok Dell? Haku donk? Lenny memang JAHAT.. 3:d

Scarlet NightWalker : YOSH!

Chi Kasane : YOSHIE! Er.. panggil In-Chan aja.. kalo In-san.. aneh.. :\

Thanks for the supports~


Haku : Dan kita kembali lagi..

In-Chan : Yah.. Haku..

Haku : ?

In-Chan : Itu mah kalimat saia.. TTATT *mojok*

Haku : Disclaimer-sama?

In-Chan : Ya.. DISCLAIMER!

Disclaimer : In-Chan Sakura tak memiliki Vocaloid, Utauloid, Dkk~ Hanya saja ia memiliki cerita yang akan kalian baca ini~


Vocaloid © CFM Inc. & Yamaha Corp.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Long Time No See? © In-Chan Sakura


Haku's POV

"Dan jika ini di kalikan dengan ini..."

Aku memperhatikan guruku yang sedang menerangkan pelajaran sembari memutar-mutar pensil yang kupegang ini.

Dari posisi tempat dudukku –yang berada di depan—, aku dapat melihat jelas apa yang dituliskan di sana dan segera mencatatnya.

Ding dong ding dong~

"Ah.. pelajaran sudah selesai anak-anak.." Kata guruku, Kiyoteru-sensei sembari berjalan ke mejanya dan membereskan buku-bukunya.

Anak-anak satu kelasku mulai berbicara satu sama lain.. tapi seperti biasanya, tidak ada yang mengajakku bicara.

Akupun membereskan buku pelajaranku dan bersiap untuk pelajaran selanjutnya sampai pintu kelaspun terbuka lagi dan memunculkan Gakupo-sensei.., wali kelasku.

"Anak-anak!" Seru Gakupo-sensei sembari membuka pintu. Seluruh orang diruangan itu, termasuk kiyoteru-sensei yang belum keluar dari kelas, memutar kepala mereka menuju Gakupo-sensei.

Perlahan guru berambut ungu yang dikucir seperti samurai itu berjalan masuk dan menyuruh kiyoteru-sensei untuk ke kelas selanjutnya.

Kemudian ia berdeham, "Hari ini kita ke datangan murid baru.."

Seketika satu kelaspun langsung berbisik satu sama lain.

Akupun mulai berpikir dan penasaran terhadap murid baru itu. Siapa yah?

Hmmm..

Aku harap ia mau berteman denganku..

Aku tau itu harapan yang muluk dan tak patut diharapan oleh orang sepertiku. Tapi..

"Nah, silahkan masuk.."

Suara pintu terbukapun terdengar. Semua orang secara cepat memutarkan kepalanya ke arah pintu dan menatapnya.

Dengan perlahan aku juga mengangkat kepalaku dan menatap ke arah pintu kelas dengan seksama.

Mataku langsung melebar saat melihat sosok yang berjalan masuk dari sana. Lelaki, berambut putih dan mata yang merah.

Dell-kun?

Ah, tapi ini tidak mungkin kan? Iya'kan?

Tapi.., wajahnya sama dengan Dell-kun.. hanya saja ekspersi wajahnya seperti orang marah.. lelaki itu.

Lalu, lelaki itu berhenti disebelah Gakupo-sensei dan senseipun memintanya untuk memperkenalkan diri.

"Tolong, perkenalkan dirimu.."

Lelaki itu dengan sebal mengacak-acak rambutnya.

"Honne Dell, panggil Dell. 16 tahun dan hobiku adalah bermain laptop."

Itu... Dell-kun? Sungguh?

Dan sekali lagi, semua anak mulai berbisik, aku dapat beberapa bisikan dari anak-anak lain yang duduk dibelakangku.

"Dia manis..~ tapi.."

"Wajahnya itu... seram.."

Ada juga yang berkata.., "Ahh~ aku ingin jadi pacarnyaaa~"

"Uh..." Gakupo-sensei mulai meneliti seluruh bagian ruangan. Pastinya untuk mencari kursi kosong yang ada. Akupun menundukkan kepalaku.

"Mm.. baiklah.. kau bisa duduk di sana.."

"Disebelah Yowane-san." Terkejut, aku mengangkat kepalaku dan menatap sensei dengan kaget.

A-apa?

Apa yang ha-harus ku-kulakuka-n?

Lalu akupun mengalihkan pandanganku pada Dell-kun yang balas menatapku dengan pandangan bingung. Are..?

"Baiklah.." Katanya sembari menghela nafas. Kemudian ia berjalan ke meja yang berada disebelahku dan duduk di sana.

Mataku mengikuti Dell-kun.

Ini tidak mungkin kebetulan... iya'kan?


Aku mengeluarkan bento yang ku buat tadi pagi dari dalam laciku.

Perlahan aku meletakkannya diatas meja dan mengeluarkannya dari dalam kantong pembungkusnya.

Menu yang kusiapkan untuk diriku hari ini adalah omelet, nasi, sayur yang digoreng dan juga sebuah pisang.

Ah.. pisang.. ini mengingatkanku pada..L—

"Boleh aku duduk di sini?" Tanya seseorang tiba-tiba padaku, memotong pikiranku.

Kemudian aku menyadari 2 hal. Pertama, itu suara laki-laki, dan kedua, tidak ada yang pernah mengajakku bicara kecuali Len.

Dan mungkin Rin.. dulu ia temanku.. tapi.. sekarang kami berbeda kelas.. jadi..

"Halo?"

Seketika aku mengangkat kepalaku dan menatap orang tadi. Dan aku mendapati Dell-kun.

"A-ah... iya?" Jawabku dengan gugup dan Dell-kun mulai tertawa. Apa yang lucu memang?

"Tak usah gugup." Ujarnya sembari tersenyum. Entah mengapa rasanya dadaku terasa lega.

"A-eh..."

"Jadi boleh aku duduk di sini?" Tanyanya lagi. Akupun mengangguk pelan.

Tanpa berkata apapun ia menarik kursinya ke mejaku dan duduk. Akupun menatapnya.

Dan iapun menatapku. "Ada apa?" Tanya Dell-kun padaku. "Tidak ada apa-apa.." Jawabku dengan cepat.

"Baiklah.." Ucapnya sebelum membuka sebungkus roti. Akupun segera mengambil sumpitku dan memakan bento ku.

Kamipun makan dengan suasana yang hening.

Sebentar.., hening? Itu berarti.. aku hanya di kelas bersama Dell-kun?

"Haku-chan?" Panggil Dell-kun tiba-tiba, membuatku kaget.

"I-iya?"

"Sudah ku bilang jangan gugup." Katanya sembari tertawa kecil.

"U..h…"

"Oh, ya Haku-chan?"

Perlahan aku memutar kepalaku dan menatap Dell-kun yang duduk bersila di atas kursi sembari menggigit roti melonnya.

"Ya?"

"Aku tidak menyangka kita bisa 1 sekolah dan juga 1 kelas." Katanya padaku.

"Aku juga.." Jawabku singkat, dan kembali memakan bento ku.

"Kau tidak suka aku duduk di sini?" Tanya Dell-kun tiba-tiba, seketika aku menatapnya dan mendapatinya berwajah glommy yang seram.

"A-ah.. aku.. tidak… hanya saja.." Aku menundukkan kepalaku.

"Hanya saja?" Nada suaranya terdengar marah dan seram. Aku benci nada suara seperti itu.

"Umm.. tidak ada anak yang pernah mengajakku bicara jadi.."

Aku berhenti. Tiba-tiba saja suasana ruangan ini jadi senyap.

A…aku salah bicara lagi…

"Ma-maa-" Kata-kataku terpotong saat Dell-kun berkata, "Tidak apa-apa.. jadi tidak ada yang pernah mengajakmu bicara?"

Aku menatap Dell-kun sejenak dan mengangguk, lalu mengalihkan pandanganku ke bawah, menatap ke sepasang sepatu sekolah yang ku pakai.

"Kenapa?" Tanyanya lagi.

"Aku.. juga tidak tau.." Balasku dengan lirih. Lalu, sekali lagi ruangan jadi senyap sunyi kembali sampai Dell-kun mengeluarkan suaranya,

"Ayo, kita lanjutkan makan saja." Ajaknya. Akupun mengangguk tanpa melihatnya dan kembali memakan bentouku.


Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 saat aku sedang mengemasi barang-barangku.

Aku menghela nafas sedikit. Warna langit yang jingga dapat di lihat dari jendela kelas dengan jelas dan juga suasana yang hening, membuatku sedikit tenang.

Dell-kun sejak tadi terus menerus di kejar-kejar oleh para gadis dan aku tak bias bicara banyak dengannya..

Selain itu juga, jika aku bicara dengan Dell-kun maka aku akan di ganggu besoknya oleh para gadis yang mengejarnya, dan itu pasti.

Perlahan, aku bangkit dari kursiku, menenteng tasku. Dengan menundukkan kepala, aku mulai berjalan menuju ke lobby sekolah.


In-Chan : Setelah sekian lama.. SAIA UPDATEEE! XDDD

Haku : ...

Dell : ... R&R..

Haku : e..eto.. R&R ?

In-Chan : R&R DAN CERITA INI AKAN TERUUUSSSS BERLANJUUUT! XDD