Haiii minna-san I'm back….

Hmm, mumpung lagi ada ide dan ga banyak tugas, jadi chira publish lagi, tapi untuk chap depan sepertinya akan lama, tapi akan diusahakan tetap update.

Ok deh, langsung aja. Hope you like it.

Disclaimer:

Masashi Kishimoto

Pair:

SasuFameNaru

"Hhh, gimana ya, supaya aku terlihat cantik," ujar Naruto sambil memainkan rambut pirannya didepan cermin. Saat ini Naruto tengah berada dikamarnya, dan sedang memikirkan bagaimana cara menjadi lebih cantik untuk sang kekasih. Kalian pasti bingung kenapa seorang Uzumaki Naruto yang terkenal sebagai cewek tomboy yang suka berkelahi dan tak pernah memikirkan tentang penampilannya, kini sibuk membuat dirinya cantik. Yup, kalau bukan karena dia mendengar sendiri saat Sasuke berbicara dengan Neji tentang dirinya, Naruto pun tak mau repot-repot melakukan ini semua.

"Aaargh, aku bingung~," ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya.

"Apa aku operasi plastic saja, ya. Aaargh, pemikiran bodoh macam apa itu! Teme bilang wajahku sudah manis kok," blush, memikirkan hal itu wajah Naruto pun merona merah. Tiba-tiba saja sebuah ide muncul dikepalanya.

"Ah, aku pakai 'itu' nya Dei-nii, saja."

Setelah memastikan jika Deidara belum pulang, Naruto pun segera memasuki kamar sang kakak dan mengambil barang yang akan dipinjamnya.

"Dei-nii, aku pinjam ininya dulu, ya. Nanti aku kembalikan," izinnya pada foto sang kakak yang terletak diatas meja disamping tempat tidur. "Iya Naru-chan, ambil saja, un," jawab Naruto menirukan suara sang kakak. Setelah barang itu didapat, Naruto pun segera kembali kekamarnya.

XOXOXOXOXO

"Yey, selesai sudah, tinggal menunggu untuk tumbuh," ujarnya senang.

"Hoaam, aku ngantuk. Ah, hampir saja lupa, harus mengembalikan ini dulu kekamar Dei-nii."

Setelah mengembalikan barang itu ketempatnya semula, Naruto pun segera memutuskan untuk tidur.

XOXOXOXOXO

Pagi telah menjelang, burung-burung saling bersahut-sahutan untuk bernyanyi, bahkan matahari pun tak mau kalah dalam ambil bagian dengan menyinari bumi ini dengan sinarnya. Dan disuatu rumah mewah, terlihatlah seorang gadis cantik membuka matanya, memperlihatkan indahnya langit biru dimata itu. Setelah kesadarannya terkumpul, Naruto pun mulai berjalan kearah kamar mandi yang terletak dikamarnya. Ketika hendak berpakaian, betapa kagetnya dia ketika dilihatnya perubahan yang telah terjadi pada dirinya yang terpantul dicermin.

"Yeey, berhasil. Tinggal menambahkan sedikit sentuhan lagi, maka selesai," ujarnya senang.

Setelah selesai menyiapkan dirinya, Naruto pun turun menuju ruang makan, dimana keluarganya telah berada disana untuk sarapan.

"Ohayou," sapanya dengan senyum manis dibibirnya.

"Oha-" kata-kata Kushina dan Minato pun terhenti ketika melihat sang anak.

"Naru, kau memakai apa, nak? Kenapa wajahm-"

"Cantik? Makasih kaasan. Uhm, aku mau langsung pergi saja," ujarnya kemudian pergi meninggalkan ruang makan itu setelah mengambil selembar roti dan memberikan kecupan kepada tousan dan kaasannya.

"Ohayou, nii," sapa Naruto ketika berpapasan dengan sang kakak. Deidara yang melihat perubahan adiknya hanya bisa memandang dengan tatapan bingung ketika sang adik melewatinya.

XOXOXOXOXO

Murid-murid Konoha High School mulai memasuki sekolah, begitu pun dengan Naruto. Dengan langkah percaya diri, Naruto pun melangkah memasuki sekolah itu. Murid-murid lain yang melihatnya hanya bisa menatap dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

"Ino."

Ino yang mendengar namanya dipanggil, mulai menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kearah datangnya suara. Namun melihat gadis yang memanggilnya membuat senyum yang tadi muncul dibibirnya mulai menghilang.

" Ino, aku minta maaf atas perbuatanku kemarin. Aku menyesal, ttebayo!"

"Maaf? Memangnya kamu siapa? Kenap meminta maaf, kita saja baru bertemu hari ini," Tanya Ino bingung.

"Aku Naruto, Uzumaki Naruto."

"Naruto? Setahuku, Naruto itu-"

"Sudah ya, aku mau bertemu Sasuke dulu, Jaaaaa," ujar Naruto, kemudian pergi meninggalkan Ino untuk bertemu Sasuke.

XOXOXOXOXO

"Hey Sas, sudah tahu kabar terbaru di sekolah kita, belum?" Tanya seorang pemuda yang memiliki segitiga merah terbalik dikedua pipinya, yang baru saja memasuki ruang OSIS.

"Hn."

"Kau seperti tidak tahu Sasuke saja, Kiba. Memang ada kabar apa?" Tanya Neji kepada Kiba.

"Ada seorang gadis aneh yang datang ke sekolah ini," ujar Kiba.

"Gadis aneh?" Tanya Neji bingung.

"Iya, gadis aneh."

Cklek

Tiba-tiba masuklah seorang cewek memasuki ruang OSIS tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Itu gadis yang kuceritakan," bisik Kiba pada Neji.

"Ohayou Sasuke."

Mendengar suara cempreng sang kekasih, Sasuke pun mendongakkan kepalanya untuk melihat sang kekasih. Namun sedetik kemudian heran dan kaget menghampirinya ketika dilihatnya seorang wanita dengan rambut pirang panjang yang diikat dua serta make-up yang sangat berantakan berdiri dihadapannya.

"Siapa kau?"

"Aku Naruto, Teme."

"Tidak mungkin."

"hah? Kenapa tidak mungkin?"

"Dobe-ku itu manis, sedangkan kan kau lebih mirip monster daripada seorang cewek."

"Apa kau bilang? Monster? Kau jahat sekali, Teme! Padahal aku melakukan ini semua untukmu, dan kau bilang aku monster!" digebraknya meja OSIS dihadapannya dan membuat Neji dan Kiba kaget.

"Hn," didekatinya cewek yang tengah geram itu, kemudian dihapusnya make-up yang menutupi wajah itu dengan saputangannya. Setelah make-up itu mulai menghilang dari wajah cewek itu terlihatlah wajah tan manis milik Dobe-nya.

"Gah, Teme. Kenapa kau menghapus make-upku?" Tanya Naruto sambil menepis tangan putih itu dari wajahnya.

"Kau terlihat seperti monster jika memakai itu, Dobe."

"Ah, kau pasti bohong, iya kan Neji, Kiba?" Tanya Naruto kearah Neji dan Kiba yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka. Namun yang ditanya pun hanya ber-uhm ria.

"Aww. Teme, jangan menarik rambutku, sakit tahu."

"Jadi ini asli?" tanyanya sambil masih mengenggam salah satu rambut yang dikuncir itu.

"Tentu saja asli."

"Bagaimana bisa, Dobe?"

"Bukan urusanmu," Naruto yang sudah kesal dengan kelakuan sang kekasih pun memutuskan untuk pergi meninggalkannya ke kelas.

"Jangan lupa cuci dulu wajahmu, Dobe," ujarnya kepada Naruto.

"Fiuh, untung saja dia tak mendengarku menyebutnya dengan sebutan aneh, kalau tidak pasti akan.." membayangkan apa yang terjadi padanya jika Naruto mendengar kata-katanya membuat Kiba memilih untuk tak melanjutkan kata-katanya.

'Dia bilang itu semua untukku? Bagaimana bisa, aku bahkan tak pernah membicarakan masalah penampilan dengannya,' batin Sasuke.

XOXOXOXOXO

Setelah mengikuti saran Sasuke untuk mencuci wajahnya, Naruto pun berjalan menuju kelasnya. Kali ini tak ada lagi tatapan bingung dan aneh orang-orang yang dilewatinya, melainkan tatapan kagum yang mereka tunjukkan saat melihat Naruto. Bagaimana tidak? Sosok yang sebelumnya terlihat begitu tomboy, kini terlihat begitu feminine dengan rambut pirang panjang yang diikat dua dan pakaian rapi serta mini, menunjukkan kaki jenjangnya yang berkulit tan.

Greek

"Ohayou, minna.." sapa Naruto kepada teman-teman sekelasnya. Mereka yang melihat kedatangannya hanya terpaku saat wanita cantik itu memasuki kelas.

"Naruto?" Tanya Ino tak percaya.

"Iya tentu saja. Ada apa? Apa ada yang aneh denganku?"

"Kyaaaa~ kawaiii," ujar seluruh siswi dikelas itu, sedangkan yang pria hanya memandang Naruto tanpa berkedip. Hanya cengiran dan menggaruk kepalanya yang tak gatal yang dilakukan Uzumaki itu.

XOXOXOXOXO

Bel istirahat telah berbunyi, waktunya cewek berambut pirang ini melakukan ritualnya.

"Yeeey, istirahat. Waktunya makan," teriaknya ketika mendengar bel istirahat berbunyi.

"Naruto, apa kau tak takut gemuk jika makan terus, apalagi kau terlalu banyak ramen," tanya Ino.

"Tentu saja, tidak. Lagipula kalau gemukkan berarti kita sehat."

"Kata siapa sehat? Lagipula, kalau kau gemuk bisa-bisa Sasuke jadi tak suka padamu lagi, loh," sambung Tenten.

'Ah, benar juga. Kalau aku banyak makan dan menjadi gemuk, bisa-bisa Sasuke akan meninggalkanku. Aargh, aku tak mau.'

"Naru-chan, kau tidak apa-apa?" Tanya Ino sambil menggerakkan tangannya didepan wajah Naruto.

"Ah, iya, aku tak apa-apa,"

"Ya sudah, kita duluan ya, Jaa," ujar Ino dan Tenten, kemudian pergi meninggalkan kelas. Setelah memikirkan perkataan Ino dan Tenten, Naruto pun mengurungkan niatnya untuk makan dikantin.

"Na-Naru-chan, apa kau mau ke kantin denganku?" Tanya seorak cewek dengan rambut biru panjang yang memiliki mata lavender tak berpupil.

"Ah, aku tak ke kantin Hinata-chan. Maaf ya."

"Uhm, ya sudah. Ka-kalau begitu, aku du-duluan."

"Iya," kini tinggallah Naruto dikelas sendiri, dan memutuskan untuk tidur agar rasa lapar diperutnya tidak teras.

XOXOXOXOXO

Bel tanda telah berakhirnya pelajaran pun telah berbunyi, semua murid-murid KHS pun segera berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumahnya masing-masing. Begitu pun dengan Naruto, kini dia tengah memasukkan buku-bukunya kedalam tasnya, namun kegiatannya terhenti ketika ada seseorang yang menghampirinya.

"Hai Naruto."

"Ah, hai Neji. Ada apa?"

"Tolong antarkan ini ke Sasuke, ya," ujarnya sambil menyodorkan sebuah sebuah buku bersampul biru ke arah Naruto.

"Kenapa kau tak memberikannya saja sendiri, bukankah kalian sekelas?" kata Naruto seraya menerima buku itu.

"Kalau dia ada, sudah kuberikan padanya. Tapi, masalahnya tadi dia sudah pulang lebih awal."

"Lebih awal? Memangnya Sasuke kenapa? Apa dia sakit?"

"Aku tak tahu, tadi sih dia bilang mau menjemput seseorang di bandara."

"Siapa?" Tanya Naruto

"Entahlah, aku juga tak tahu. Uhm, maaf aku ada janji. Jaa Naruto."

"Jaa."

'Kira-kira siapa ya, yang dijemput Sasuke?'

XOXOXOXOXO

Setelah berjalan setengah jam, akhirnya Naruto berada didepan sebuah rumah mewah dengan tulisan 'Uchiha' didepan rumah itu. Setelah dipersilahkan masuk oleh bodyguard yang menjaga didepan rumah itu, Naruto pun mulai melangkahkan kakinya memasuki rumah mewah itu.

Dan terlihatlah seorang wanita cantik berambut panjang tengah menyiram tanaman yang ada dikebun itu.

"Ah, ada Naru-chan. Ada apa apa? Hmm, pasti mau bertemu Sasuke, ya? Wah, rambutmu sudah bertambah panjang saja, padahal sepertinya baru kemarin kau kemari, rambutmu masih pendek."

"Hehe, iya. Apa Sasuke ada?"

"Tentu, masuk saja. Sasuke ada dikamarnya."

"Ah, iya. Permisi bibi Mikoto."

"Iya, silahkan," setelah melihat Naruto memasuki rumahnya, Mikoto pun kembali berkutat dengan tanamannya.

Tanpa ragu, Naruto pun melangkahkan kakinya menuju kamar sang kekasih yang sudah dihapalnya.

"Jadi besok kau harus mengantarku keliling ya, Sasuke-kun."

'Ah, suara siapa itu? Kenapa ada suara wanita dikamar Sasuke? Setahuku, Sasuke tak pernah membiarkan seorang wanita asing memasuki kamarnya.'

"Iya, tentu saja, Haka-chan."

'Ha-Haka-chan, jangan-jangan," dintipnya sang kekasih melalui celah dari pintu kamar yang tidak tertutup rapat itu, dan ketika melihat seorang wanita yang sangat tak ingin dilihatnya bersama Sasuke sedang bergelayut manja dilengan sang kekasih, membuatnya membelalakkan matanya. Dan meninggalkan tempat itu dengan air mata menetes dari mata sapphire itu.

TBC

Hmm, bagaimana minna-san, memuaskan tidak? Semoga tak kecewa dengan chap ini, dan semoga saja kalian tidak tambah membenci Sasuke, hehe..

Balasan review buat yang ga log-in, yang log-in sudah Chira balas lewat pm..

Akira Tsukiyomi

Makasih riviewnya.. udah tau kan siapa yang dengar pembicaraan Sasuke dan Neji. Semoga tak mengecewakan.

Uzumaki Andin

Hmm, panggil aja Chira..Wah kalo panjang-panjang chira ga kuat, hehe gomen jadi cuma bisa buat yang segini. Udah tau kan sapa yang dengar pembicaraan Neji dan Sasuke, kalo siapa yang mengadukan Naruto mungkin chap depan bakal chira kasih tau. Makasih sudah meriview

Aurorafyfy g login

Yup yup, anda benar, memang Naru yang mendengar. Ini sudah diupdate, makasih sudah meriview

Naru3

Huwaa..sasunya jangan dibunuh nanti pairnya bukan SasufameNaru lagi dong..Nyahaha.. Sebenarnya ga da niatan buat bikin Sasusaku, tapi boleh juga#plak. Ok ini sudah diupdate, makasih sudah meriview

Rosanaru

Ah, aku tak tau siap itu kyoko chan, tapi akan kubuat Naruto itu terlihat sangat cantik. Hmm, tapi sepertinya belum di chap ini. Ok ini sudah diupdate, makasih sudah meriview

Dallet no Hebi

Sudah tau kan siapa yang orang dibalik itu. Makasih sudah meriview

Sekali lagi makasih buat yang sudah membaca dan meriview, tidak kusangka bisa dapat respon yang baik *hugs reader*

Hmm, jangan panggil aku senpai, aku masih newbie di sini. Kalian bisa panggil aku chira-chan atau reru-chan juga boleh*reader: banyak maunya nih orang*. Ok sekian dariku, mohon maaf jika masih ada typo, karena susah sekali untuk menghilangkannya.

O ya, Haka-chan yang dipanggil Sasuke itu bukan OC loh, dia chara di Naruto , itu hanya seperti panggilan akrab saja dan pasti minna-san tau siapa dia.

Adakah yang bersedia meriview?

~RnR please~