Akhirnya, setelah selama seminggu kemarin banyak tugas dan ulangan akhirnya bisa menyempatkan update meskipun cuma untuk fic ini dan fic lain sudah menunggu untuk di update.

Hmm, sepertinya minggu-minggu besok bakal padat dengan ulangan, tugas dan acara di sekolah, tapi akan tetap diusahakan diupdate. Gomen, kalau ga bisa secepat yang minna-san inginkan m(_ _)m

Yosh, semoga tak mengecewakan!

Disclaimer:

Masashi Kishimoto

Pair:

SasuFameNaru

Sore yang damai harus terusik oleh duo Uzumaki berambut pirang panjang itu yang kini tengah berkejar-kejaran didalam rumah mewah mereka.

"Naruto! Kemari kau, jangan lari, un!" Teriak pemuda berambut pirang panjang dengan poni yang hampir mentupi sebagian wajahnya, sambil mengejar seorang gadis dengan rambut pirang panjang yang diikat dua dengan seragam sekolah yang masih melekat ditubhnya yang saat ini tengah berlari menaiki tangga untuk menghindari amukan sang kakak.

"Ah, gomen niichan," ujarnya sambil terus berlari untuk mencapai kamarnya yang terletak dilantai dua rumah mewah tersebut.

Buugh

Akhirnya Naruto pun tertangkap oleh Deidara dengan jatuhnya Naruto ke lantai dan dengan Deidara yang menduduki perut sang adik.

"Uh, beraninya kau menghabiskan penumbuh rambutku ya-" ucapannya pun terhenti ketika melihat sang adik menangis, dan itu membuatnya terperangah. Bagaimana tidak, sang adik yang selalu dianggap suka mencari masalah dan berkelahi, kini terlihat mengeluarkan air mata yang jarang dikeluarkannya yang bahkan pada saat dia babak belur setelah berkelahi pun tak pernah ada air mata yang keluar dari matanya.

"K-kau kenapa, un?" Tanya Deidara sambil membantu Naruto yang masih menangis untuk duduk kemudian memeluk sang adik erat, berharap dapat mengurangi kesedihan sang adik dan menghentikan air mata yang sangat tidak ingin dilihatnya turun dari sapphire sang adik.

"Ayo, cerita padaku,un," ujarnya sambil mengusap kepala pirang sang adik.

XOXOXOXOXO

Mendengar penuturan sang adik membuat Deidara geram.

'Dasar Uchiha brengsek, beraninya dia membuat Naruto menangis. Lihat saja, un, akan kubunuh kau Sasuke,' batin Deidara dengan amarah yang memenuhi hatinya.

"Nii, apa aku tidak cantik?"

"Kau memang tidak cantik, un," mendengar itu membuat Naruto merasa terpuruk, "tapi kau itu sangat cantik, un, " lanjut Deidara membuat Naruto tersipu dan hal itu membuat Deidara tersenyum.

"Tapi kenapa Sasuke melakukan hal ini padaku," ujar Naruto lirih sambil menundukkan wajahnya.

"Mungkin dia tidak bermaksud seperti itu, un," ucap Deidara sambil memegang dagu Naruto dan membuat sang adik menatapnya, "kau tak boleh langsung berprasangka buruk terhadapnya dulu, un," ujar Deidara berusaha menenangkan sang adik. Meskipun yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata yang mempu menenangkan Naruto, tetapi dihatinya dia sangat mengutuk perbuatan Uchiha bungsu itu yang telah berani-beraninya menghilangkan keceriaan sang adik.

"Iya, Dei-nii benar. Aku tak boleh berprasangka buruk pada Sasuke, Sasuke kan sangat menyayangiku," ucapnya menyemangati dirinya dengan senyum manis terkembang dibibirnya dan membuat Deidara juga tersenyum,

Teerrrrrt Teerrrrt

Terlihatlah handphone berwarna kuning dengan gantungan berbentuk rubah ekor sembilan itu bergetar diatas meja disamping tempat tidur yang kini tengah diduduki oleh duo Uzumaki itu. Dilayar itu terpampang nama sang kekasih yang beberapa saat lalu juga sudah meneleponnya sebanyak tiga puluh kali dan juga telah mengirim sms sebanyak tiga puluh kali pula.

"Apa kau mau mengangkatnya, un?"

Untuk sesaat Naruto merasa ragu untuk menangkat telepon itu, namun keraguan itu menghilang karena dia sudah bertekad untuk tidak lari dari masalahnya. Setelah mendapat anggukan dari Naruto, Deidara pun berbaik hati mengambilkan handphone itu untuk sang adik.

Klik

'Dobe, kenapa kau lama sekali mengangkat telepon dariku, dan tidak membalas satu pun sms yang kukirimkan padamu. Kau tau Dobe, aku sangat menghawatirkanmu, kanapa tadi kau tak jadi menemuiku dan menangis, Dobe, da-'

"Teme, jika kau terus bertanya, kapan aku menjawab pertanyaanmu," ujar Naruto memotong pertanyaan Sasuke.

'Hn.'

Belum sempat kata yang ingin diucapkannya keluar dari mulutnya, Naruto pun kembali bermuka masam dan menutup mulutnya rapat-rapat ketika mendengar suara seorang wanita yang dikenalnya.

'Sasuke-kun ayo kita makan, makanannya sudah siap.'

'Hn, tunggu sebentar, halo Do-'

Tut Tut Tut

Dengan wajah kesal Naruto pun memutus sambungan teleponnya, kemudian menenggelamkan wajahnya kebantal dan memukul-mukul kasur seakan-akan itu adalah Sasuke.

"Uh, dasar Teme brengsek," teriaknya yang teredam oleh bantal.

Deidara yang juga berada di kamar bernuansa kuning itu pun merasa kesal setelah mendengar percakapan tersebut.

'Dasar Uchiha brengsek! Sudah capek-capek aku membuat Naruto tersenyum, dia malah membuatnya kembali menangis. Aaargh, akan benar-benar kubunuh kau Sasuke,' begitulah isi hati Deidara setelah melihat sang adik kembali mengeluarkan air mata.

Sementara itu diwaktu yang sama..

"Hn, tunggu sebentar, halo Do-"

Tut Tut Tut

"Ah, shit!"

"Ada apa Sasuke-kun?" Tanya seorang wanita sambil berjalan mendekati Sasuke.

"Hn, taka pa, Haka-chan. Ayo kita turun, pasti semua sudah menunggu kita dimeja makan," ujar Sasuke.

'Kau kenapa, Dobe?' batin Sasuke bertanya-tanya.

XOXOXOXOXO

Matahari mulai meninggi, menandakan bahwa hari sudah semakin siang, namun tak ada niat bagi gadis yang kini memiliki rambut pirang panjang itu untuk bangun maupun keluar dari kamarnya. Setelah kejadian semalam, Naruto pun memutuskan untuk mengurung dirinya didalam kamar dan menolak untuk makan sehingga membuat orang-orang dirumah itu khawatir akan kesehatannya, bahkan Deidara dan kedua orang tuanya pun tak mampu berbuat apa-apa.

Segala cara telah dilakukannya didalam kamar itu untuk menghilangkan rasa bosan. Namun, karena sifat Naruto yang hyperaktif, membuatnya seperti mau mati kebosanan berada di kamar.

'Hhh, aku bosan. Mau ketemu Sasuke, tapi.. Aaargh, tak boleh bertemu dengannya dulu, bisa-bisa aku menangis didepannya, mau ditaruh dimana mukaku kalau Sasuke melihatku menangis karena melihatnya dengan dia, hhh.'

Kembali diubah posisinya dari telentang menjadi tengkurap dengan wajah menghadap meja kecil disamping tempat tidurnya. Dan terlihatlah sebuah buku bersampul biru tergeletak diatas meja tersebut. Setelah memerhatikan buku itu beberapa saat, Naruto pun akhirnya mengambil buku tersebut dan melihat-lihat isinya. Tak ada yang istimewa dalam buku tersebut, yang ada hanya rumus-rumus kimia yang tidak dimengertinya, namun gerakan tangannya terhenti dan tersenyum ketika terlihat sebuah gambar dirinya dengan rambutnya yang masih pendek sedang tersenyum dan terdapat tulisan 'My Lovely Dobe' dibawah gambar tersebut. Ketika sedang asyik-asyiknya memikirkan tentang Sasuke dan gambar tersebut, Naruto pun teringat oleh perkataan Neji yang memintanya untuk mengembalikan itu secepatnya. Tanpa berpikir panjang, Naruto pun mengganti pakaiannya dan bergegas pergi untuk mengembalikan buku tersebut kepada pemiliknya.

XOXOXOXOXO

Setelah berhasil pergi dari rumahnya dengan kejar-kejaran antara dirinya dengan penghuni rumah itu yang menyuruhnya untuk makan, Naruto pun akhirnya berhasil tiba di rumah sang kekasih.

Setelah mengatur napasnya, cewek berambut pirang yang diikat dua dengan t-shirt orange tanpa lengan yang dipadukan dengan celana hitam selututnya serta sepatu sneakers hitam yang terpasang manis dikaki tannya itu mulai memasuki rumah sang kekasih. Namun, yang dicarinya pun tak ada dirumah, setelah menitipkan buku itu kepada pelayan yang membukakan pintu untuknya, Narto pun memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu.

Ketika Naruto tengah berjalan-jalan di pusat Konoha, dirinya mendengar sebuah teriakan minta tolong, tanpa pikir panjang Naruto pun langsung berlari menuju asal teriakan itu. Setelah mencapai tempat suara itu berasal, Naruto pun melihat seorang nenek yang tengah berusaha untuk mempertahankan tasnya yang hendak dirampas oleh seorang pria.

Tanpa menunggu petugas berwajib datang ke tempat tersebut, Naruto langsung memukul pria tersebut diwajahnya dan membuat orang tersebut melepaskan pegangannya dari tas tersebut dan sedikit terhuyung akibat pukulan dari Naruto.

Bugh

"Cih, apa yang kau lakukan gadis cilik!"

"Tentu saja menghajarmu, kau pikir apa, heh," ujar naruto sambil memasang kuda-kuda untuk menyerang.

"Heh, gadis lemah sepertimu bagaimana bisa melawanku. Dasar bocah ingusan."

"Sudah, jangan banyak bicara. Ayo lawan aku," kembali dilayangkan tinjunya ke wajah pria itu, namun belum sempat pukulan itu menghantam wajahnya, pria itu sudah menangkisnya dan menekuk tangan Naruto kebelakang tubuhnya, membuat Naruto sedikit meringis.

"Hanya segitu kemampuanmu, gadis cilik," bisik pria itu ditelinga kanan Naruto sehingga mebuat Naruto merinding.

"Heh, ini baru permulaan," kemudian disikutnya perut pria dibelakangnyal sehingga membuat pria itu melepas pegangannya pada tangan tan Narruto. Perkelahian pun tak dapat dihindari lagi. Dengan pukulan diperut dan tendangan yang dilakukan Naruto kearah pria itu, akhirnya pria tersebut tumbang dengan lebam diwajahnya.

Prok Prok Prok

Semua orang yang melihat hal yang dilakukan Naruto pun mulai bertepuk tangan dan bersorak, sementara Naruto sendiri menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal dan memberikan cengiran rubahnya sambil mengucapkan terima kasih.

Seorang pemuda yang terusik dengan dengan suara ribut itu, mulai berjalan mendekati kerumunan orang-orang tersebut. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang gadis dengan lebam biru dibibirnya akibat perkelahian itu dan rambut pirang panjangnya yang kini tak terikat. Dengan segera pemuda berambut raven itu pun membawa sang gadis menjauhi keramaian tersebut.

"Dasar bodoh, kau sudah berjanji padaku untuk tak berkelahi lagi," ucap pemuda bermata onyx itu.

"Aku hanya membantu nenek itu, Teme. Tadi dia mau dirampok oleh orang itu."

"Tapi, kau bisa memanggil polisi, Dobe."

"Polisi itu lama datangnya, Teme. Laipula kalau aku memanggil polisi dulu pasti nenek itu sudah dirampok duluan."

"Hn," merasa tak ada habisnya jika berdebat dengan sang kekasih, Sasuke pun mengalah dan tidak membalas perkataan Naruto.

"Sasuke-kun~."

Mata Naruto melebar seketika, ketika dilihatnya seorang wanita berambut merah muda dengan kulit putih yang membungkus tubuhnya dengan mata emerald tersebut memanggil nama Sasuke dan berlari kecil kearah mereka. Mendengar namanya dipanggil, Sasuke pun membalikkan badannya untuk melihat kearah wanita itu.

"Ada apa Sakura?"

"Kau sedang apa di sini? Kenapa kau tiba-tiba menghilang?"

"Hn, maafkan aku. Tadi aku bertemu Naruto da-"

"Hah? Ada Naruto, dimana?" Tanya Sakura memotong perkataan Sasuke.

"Dia ada di-" perkataanya berhenti ketika tak ditemukannya sang kekasih dibelakangnya. Setelah mengedarkan pandangannya kesekitarnya dan merasa Naruto sudah tak ada, Sasuke pun kembali berbalik kearah Sakura.

"Sepertinya dia sudah pergi, Haka-chan."

"Ah, sayang sekali padahal aku ingin mengobrol dengannya. Ya sudahlah, sebaiknya kita cari tux untukmu. Kalau tak dapat hari ini, bisa-bisa pertunangannya dibatalkan," ujar Sakura sambil menggenggam tangan putih Sasuke.

XOXOXOXOXO

Jam telah menunjukkan pukul 23.30, namun gadis berambut pirang yang sejak siang pergi dari rumah dengan alasan mengembalikkan buku sang kekasih belum juga menampakkan batang hidungnya di rumah, membuat semua orang di rumah itu menjadi khawatir.

"Kushina, tenangkan dirimu. Mungkin Naruto masih ada di rumah Sasuke," ujar Minato menenangkan sang istri yang mondar-mandir dengan gelisah menunggu kepulangan sang putri.

"Tapi sewaktu aku ke rumah Mikoto, tak ada Naruto di sana. Dan Sasuke pun tidak bersama Naruto."

Minato yang melihat sang istri hampir menangis pun langsung mendudukkan Kushina disofa dan memeluknya.

"Dei, bagaimana? Apa kata Sasuke?" Tanya Minato ke Deidara yang baru kembal.

"Sasuke bilang, Naruto tak bersamanya. Tapi saat ini Sasuke sedang mencari Naruto, un."

"Tuh kan, kubilang juga apa. Naruto tak bersama Sasuke. Kamu dimana Naru," melihat Kushina menangis Minato dan Deidara pun juga ikut bersedih, tidak hanya mereka para pelayan yang mengetahui hal tersebut pun tak bisa menyembunyikan kesedihan mereka.

XOXOXOXOXO

"Hhh, kau dimana, Dobe," ujar Sasuke sambil mencari sang kekasih.

Saat ini malam tak berbintang telah menyelimuti kota Konoha, bahkan rintik-rintik hujan mulai turun membasahi kota ini. Namun wanita berambut pirang itu masih juga belum menampakkan wajah manisnya dirumah, membuat semua orang khawatir, tak terkecuali Sasuke.

"Dasar cewek norak, masa malam-malam seperti ini menggunakan pakaian orange seperti itu, dan menceburkan diri kesungai."

Hening.

Hening.

Sasuke masih tetap melajukan mobil sport hitamnya. Setelah lima menit otak jeniusnya pun berhasil memproses apa yang dilihatnya, Sasuke pun langsung menghentikan mobil nya.

Ckiit

"Tunggu dulu, Naruto," ujarny lirih, kemudian langsung memundurkan mobilnya menuju tempat dimana ia melihat sang kekasih. Setelah sampai ditempat tadi, Sasuke pun turun dari mobilnya dan segera menuruni tangga menuju kearah sungai.

KIni terlihatlah seorang gadis berambut pirang panjang yang tergerai dengan memakai t-shirt orange tengah mengorek-ngorek dasar sungai mencari sesuatu.

"Dobe, apa yang kau lakukan disini," ujar Sasuke setengah berteriak. Naruto yang mendengar suara khas sang kekasih langsung beriri dan menengok kearah suara.

"Teme, kenapa kau ada di sini?"

"Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, cepat kemari, Dobe," perintah Sasuke. Tanpa menunggu Sasuke marah, Naruto pun langsung berjalan ketepi sungai mendekati sang kekasih. Namun ketika sudah tiba ditepi sungai, yang didapat Naruto malah sebuah jitakan yang mendarat dikepalanya dan membuatnya meringis.

Bletak

"Dasar bodoh, kau membuat semua orang khawatir saja. Ayo, pulang!" Ujasr Sasuke sambil menggenggam tangan tan yang basah itu. Namun tangan Sasuke langsung ditepis Naruto.

"Aku belum mau pulang, Teme."

"Mau apa lagi,Dobe?" Tanya Sasuke dingin.

"Aku mau mencari sesuatu, Teme, tadi sepertinya terjatuh ke sungai," ujar Naruto.

"Sudahlah, Dobe. Kalau kau mau aku akan membelikan lagi barang itu sebanyak yang kau mau. Sekarang ayo kita pulang!"

"Aku tak mau Teme!"

Sebelum kaki tan itu kembali memasuki sungai yang dingin, Sasuke sudah menggendongnya dipundahnya.

"Gah, Teme. Lepaskan aku!"

Namun seberapa keras pun Naruto berteriak, Sasuke tetap tak menurunkannya. Setelah memasukkan Naruto ke dalam mobilnya, Sasuke pun langsung melaju kencang sebelum Naruto kembali keluar dari mobilnya.

"Teme, cepat turunkan aku di sini!" ucap Naruto sambil memukul lengan Sasuke yang berada di stir mobil.

Merasa Naruto sudah memnghilangkan konsentrasinya, Sasuke pun menghentikan mobilnya.

"Diam, Dobe. Apa kau tau aku butuh konsentrasi, dan jika kau terus berisik, bisa-bisa kita kecelakaan, Dobe."

Mendengar dirinya dimarahi sang kekasih membuatnya menggembungkan pipinya.

"Makanya, sekarang turunkan aku."

"Tidak," jawab sasuke sambil melajukan kembali mobilnya.

"Hiks, Teme, kau jahat sekali padaku. Apa kau tahu, itu adalah warisan dari Jiraya-jiisan untukku, hiks," ujar Naruto mulai menangis. Melihat sang kekasih menangis, Sasuke pun kembali menghentikan mobilnya untuk memeluk sang kekasih, dihiraukannya pakaian naruto yang akan membuatnya menjadi basah juga, dielusnya rambut pirang pirang itu untk menenangkannya.

"Sudah Dobe, jangan menangis lagi. Nanti akan kucarikan untukmu. Tapi sekarang kau harus pulang, keluargamu sangat menghawatirkanmu lagipula ini sudah dini hari, besok kau harus sekolah, dan aku tak mau kau sakit jika kau memakai pakaian basah," ujar Sasuke lembut.

"Apa benar, kau mau mencarikannya untukku, Teme?"

"Hn, tentu saja, Dobe."

"Baiklah, ayo pulang," ucap Naruto sambil melepas pelukannya dari Sasuke dan menghapus air matanya dan membuat Sasuke tersenyum.

Setelah perjalanan selama dua puluh menit, akhirnya mereka pun sampai di rumah Naruto.

"Dobe, jangan menangis lagi, ya," pinta Sasuke sambil menggenggam tangan kanan Naruto.

"Hehe, iya, Te-" ucapan Naruto pun terputus ketika terdengar dering telepon dari sang kekasih.

"Halo."

'Sasuke-kun, kau ada dimana? Kenapa jam segini belum pulang juga?'

"Aku ada urusan sebentar, Haka-chan. Sebentar lagi aku juga pulang."

Mendengar kata 'Haka-chan' keluar dari mulut Sasuke, membuat Naruto kembali menggembungkan pipinya dan langsung meninggalkan mobil itu tanpa kata-kata. Melihat perbuatan Naruto, Sasuke pun hanya menatap kepergiannya dengan tatapan bingung. Setelah sosok Naruto telah menghilang kedalam rumah mewah itu, Sasuke pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

TBC

Bagaimana minna-san apa chap ini suah panjang? Sepertinya sudah#plak

Hehe, gomen kalau masih merasa pendek, ini juga sudah diusahakan untuk panjang dan mohon maaf jika masih ada typo.

Hmm, kalian sudah tahu kan, siapa itu Haka-chan. Sebenarnya Haka itu singkatan dari Haruno Sakura, hehe, gomen diriku seenaknya saja membuat singkatan, karena jika kusebutkan Saku pasti sudah langsung pada tahu T.T bahkan pennameku saja gabungan dari 4 chara di Naruto dan 1 chara di DN *reader: ga ada yang nanya**chira pundung*

Ok deh langsung saja ke balasan review.

Uzumaki Andin

Iya sepertinya begitu. Haka-chan teman atau sepupu? Hmm, itu rahasia diriku. Nyahaha#bletak.

Makasih sudah meriview

Rosanaru

Hmm, sepertinya update kilat bisa menyebabkan adiksi. Tapi maaf, aku tak bisa sering-sering update. Gomen m(_ _)m

Selingkuh tidak ya~~ lihat saja nanti. Nyahaha#getoked

Makasih sudah meriview, ini sudah diupdate. Datang lagi ya *pelayan mode on*

Uchiha-namikaze Yui

Salam kenal juga Yui-chan ^.^

Bagus? Ini masih jauh dari kata bagus Yui-chan, tapi masih sudah bilang ficku bagus *hugs*

Hmm, hubungan Sasuke dan Haka-cha belum bisa dipastikan saat ini, gomen.

Ini sudah diupdate, meskipun tak bisa kilat. Makasih sudah meriview

Mei-chan

Ah? Kenapa jadi dirimu yang cemburu Mei-chan, Haha pasti dirimu juga mau bermesraan dengan Sasuke ya? Diriku juga, tapi sayang, sasuke punya Naruto. Huhu

Gomen riviewnya baru dibales. Makasih sudah meriview

Naru3

Hmm, itu hanya rencanaku saja kok, bisa berubah sewaktu-waktu. Tapi kalau yang pasti akan beakhir dengan SasuFemeNaru

Makasih sudah meriview ^.^

Dallet no Hebi

Haku? Awalnya aku juga mau buatan singkatannya menjadi Haku, tapi setelah dipikir-pikir nanti pasti orang akan berpikiran ke Haku, jadi kubuat Haka saja. Hehe

Makasih sudah meriview, ini sudah diupdate

Gomen kalau ficnya masih banyak kesalahan, chira akan berusaha memperbaikinya.

Adakah yang bersedia meriview?

~RnR please~