Hai... ketemu lagi dengan fic gaje kusanagi

Kali ini kusa mau mencoba menulis fic ini dengan gaya bercerita yang berbeda, semoga berhasil... hag hag hag...XD

Disclaimer: BLEACH punya Tite Kubo. Kalau BLEACH punya kusa, Gin dan Rangiku pasti orang tua Toushiro

Dear Kota Karakura

Dear kota Karakura. Hari ini sang surya tak menunjukan rupanya. Bersembunyi di balik awan kelabu dengan malu-malu. Sedangkan tetes air jatuh dan terhempas ke bumi. Bagaikan symphoni lagu yang tak berirama.

Dear kota Karakura. Hari ini seorang bocah kecil berjalan menyusuri jalan dengan langkah terburu-buru. Sedangkan tangan kecilnya menggenggam batang payung biru. Berlari, menuju ayah dan apartement kecil yang ia huni berdua.

Musim dingin (Toushiro), itulah arti nama bocah kecil itu. Nama yang sama di saat ia terlahir, hadiah pertama yang ia dapat dari orang yang paling menyayanginya. Hadiah terindah yang akan selalu ia bawa, di hidup dan matinya.

Emerald, itulah warna yang dimiliki bocah kecil itu. Warna mata yang di dapat dari ayah yang di sayanginya, warna mata terindah yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya.

Dan ketika warna indah matanya bertemu dengan mata lainnya, langkah kaki kecil sang bocah kecil terhenti, terpaku menatap mata emerald yang juga tertuju padanya, memelas dan memohon.

Dear kota Karakura. Apakah salju turun dimusim hujan? Kenapa ada segumpal salju putih di tengah hempasan air hujan, dan mengigil? Ah... itu bukan segumpal salju. Itu adalah kucing kecil putih yang kedinginan di tengah hujan.

Dear kota Karakura. Apakah udara sangat dingin dimusim hujan? Kenapa angin berhembus begitu dingin menerpa tubuh bocah berpayung biru itu, hingga mengigil? Ah... bocah itu memiliki warna rambut yang sama dengan anak kucing itu. Begitu putih murni bagai salju di pagi hari.

Bocah kecil berpayung biru mengulurkan tangannya dan meraih tubuh kecil gumpalan salju itu. Tubuh kecil yang begitu rentan, menggigil kedinginan.

Kucing kecil di tengah hujan mendekati dan mendekati tangan kecil yang terulur untuknya. Tangan kecil yang begitu nyaman, sangat hangat.

Dear kota Karakura. Bocah kecil berpayung biru berjalan menyusuri jalan dengan langkah gembira. Ia tidak lagi berjalan sendiri. Segumpal salju kecil bersembunyi di tudung jaket hitamnya menemani langkahnya.

Dear kota Karakura. Kucing kecil berbulu bagai salju tertidur dengan sangat nyaman. Ia tidak lagi kendinginan di tengah hujan. Seorang bocah kecil berpayung biru melindunginya.

~H~

Hayah... aneh... aneh...

Ini pertama kalinya kusa nulis dengan gaya penulisan kaya begitu...

Bagaimana menurut reader?

Mind to review?

-kusanagi-