Disclaimer: BLEACH punya kusanagi dalam mimpi indah kusa *dibacok Tite Kubo*

Another Toushiro

Rangiku selalu berharap Toushiro mau memeluknya dan duduk dipangkuannya, tetapi putranya selalu menolaknya karena ia merasa sudah terlalu dewasa dan malu untuk melakukan hal itu. Oleh karena itu Rangiku jadi menginginkan bocah mungil berambut putih lainnya yang mau memeluk dan duduk di pangkuannya.

"Rangiku-san selamat! Bayinya laki-laki dan sangat sehat." Kata Isane sambil menyerahkan bayi mungil yang baru lahir berbungkus kain berwarna biru. Walaupun merasa sangat lelah, dengan bahagia Rangiku menerima bayi itu. Bayi itu sangat mungil dan berwarna pink. Ia memiliki rambut putih dan mata emerald seperti Toushiro. Lalu Gin yang ada di dalam ruangan itu mendekatinya dan kemudian mencium keningnya sebelum ia duduk di samping Rangiku.

"Toushiro, coba lihat kesini! Ini adikmu." Panggil Gin kepada putra pertama mereka. Kemudian Toushiro mendekati mereka dan menatap bayi mungil dalam pelukan Rangiku dengan mata berbinar.

"Siapa namanya?" tanya Toushiro sambil mengelus-elus lembut pipi pink adiknya yang halus dengan telunjuknya.

Rangiku dan Gin saling bertatapan dan kemudian tersenyum, "Namanya Yashiro." Kata Rangiku dan Gin bersamaan.

Beberapa tahun kemudian...

"Rangiku-san! Kami mau pergi minum, apa kau mau ikut?" tanya Hisagi.

"Iya, aku ikut!" jawab Rangiku bersemangat, meninggalkan pekerjaannya. Tetapi kemudian langkahnya terhenti karena seorang bocah mungil yang amat sangat mirip Toushiro menghadangnya, "Yashiro..." protes Rangiku sambil cemberut.

"Tidak boleh!" kata Yashiro sambil mengerutkan dahinya kepada ibunya, "okachan harus mengerjakan tugaskan?"

"Tapi..." protes Rangiku sambil mencoba mencari alasan untuk pergi minumnya bersama teman-temannya, "Aku janji akan mengerjakan semua tugasku ketika aku kembali." Kata Rangiku.

"Tidak! setelah kembali okasan pasti mabuk dan tidak bisa mengerjakan tugas." Kata Toushiro yang tiba-tiba muncul di belakang Rangiku.

"Yang Nii-chan katakan benar. Lagi pula alkohol itu tidak baik untuk kesehatan." Kata Yashiro yang entah sejak kapan sudah memegang botol sake yang Rangiku sembunyikan di dalam kantor. Lalu di depan mata Rangiku, Yashiro melempar sakenya ke luar.

Melihat hal itu mata Rangiku terbelalak dan berteriak horror, "TIDAK!"

Tiba-tiba Rangiku terbangun dari tidurnya sambil berteriak histeris. Terkejut dengan teriakan Rangiku, pria berambut perak yang tidur di sampingnya terbangun dengan panik, "Ada apa Ran?" tanya Gin khawatir. Rupanya tragedi tadi hanyalah mimpi buruk Rangiku.

Kemudian dengan panik Rangiku mencekik Gin yang tak tahu apa-apa, "Gin... anak kita cukup satu... aku sayang Toushiro... anak kita cukup Toushiro... aku tidak butuh Toushiro yang lain." Teriak Rangiku sambil mengguncang-guncangkan tubuh Gin.

Setelah mimpi malam itu, Rangiku ia tidak ingin memiliki Toushiro yang lain.

-kusanagi-