Fic ini di buat berdasarkan episode filler 305 ^_^
Disclaimer: BLEACH punya kusanagi dalam mimpi indah kusa *dibacok Tite Kubo*
Possessive Son
Bukan suatu rahasia kalau fukutaichou divisi sembilan, Hisagi shuhei, menyukai Matsumoto Rangiku bahkan setelah sang fukutaichou mengetahui bahwa Rangiku sudah memiliki seorang putra yaitu taichou mungil divisi sepuluh, Hitsugaya Toushiro. Oleh karena itu ia merasa sangat senang waktu mendapat misi menyelidiki kasus menghilangnya orang secara misterius di Rokungai bersama Rangiku...
Kantor divisi 10...
"Baiklah... aku meminta kalian bertiga menyelidiki kasus menghilangnya orang secara misterius di Rokungai akhir-akhir ini." kata seorang taichou mungil berambut putih kepada tiga fukutaichou di hadapannya. Mereka adalah fukutaichou divisi sembilan, Hisagi Shuhei; fukutaichou divisi empat, Kotetsu Isane dan fukutaichou divisi sepuluh yang tak lain adalah ibu kandung sang taichou mungil itu sendiri, Matsumoto Rangiku.
"Hai... taichou." jawab ketiga fukutaichou itu dengan wajah serius.
"Neh... taichou. Aku yang akan menjadi ketua tim kan?" tanya Rangiku dengan mata berbinar-binar.
"Tidak boleh." jawab sang taichou mungil dingin sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Kenapa? Padahal aku sudah menatikan untuk menjadi ketua tim." Kata Rangiku kesal sambil melambungkan pipinya kepada taichou sekaligus putranya.
"Karena kau selalu mengacaukan sesuatu." Kata Toushiro sambil mengirim death glare kepada fukutaichounya, "Hisagi-fukutaichou, tolong awasi Rangiku." kata sang taichou mungil kepada fukutaichou divisi sembilan.
"Hai... Hitsugaya-taichou." jawab Hisagi. Dalam hati ia merasa sangat senang karena sang taichou mungil mempercayai dirinya untuk mengawasi Rangiku.
"Aku akan membuat dua tim. Tim pertama Hisagi-fukutaichou dan Rangiku-fukutaichou. Kalian pergi terlebih dahulu ke lokasi kejadian. Sedangkan Isane-fukutaichou akan menyusul bersama bala bantuan lainnya." Kata Toushiro lagi dengan nada serius. Sementara itu Hisagi berbunga-bunga karena akhirnya ia bisa mempunyai waktu berduaan bersama Rangiku.
"Hai..." jawab ketiga fukutaichou itu serentak. Setelah mereka mulai beranjak meninggalkan kantor divisi sepuluh. Saat Hisagi hendak meninggalkan ruangan itu, tiba-tiba sang taichou mungil memanggilnya kembali, "Hisagi-fukutaichou!" panggil sang taichou munggil memecah lamunan sang fukutaichou yang sedang membayangkan hal indah yang akan terjadi bersama Rangiku.
"Hai... Hitsugaya-taichou?" tanya sang fukutaichou divisi sembilan, mengangakat sebelah alisnya bingung. Lalu Toushiro bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Hisagi.
"Aku ada permintaan untukmu," kata sang taichou mungil berambut putih dengan wajah serius.
Melihat hal itu, Hisagi menelan ludahnya, "Apa itu Hitsugaya-taichou?" tanya Hisagi. Tak biasanya sang taichou mungil memintanya melakukan sesuatu dengan wajah seserius itu.
"Aku ingin kau menjaga Rangiku-fukutaichou untukku." kata Toushiro dengan wajah serius. Sementara itu Hisagi merasa sangat senang karena sang taichou mungil sangat mempercayainya dan mempercayakan Rangiku kepadanya.
"Tentu saja Hitsugaya-taichou." Jawab Hisagi bersemangat, 'Mungkin sebenarnya Hitsugaya-taichou merestui aku berhubungan dengan Rangiku-san.' pikir Hisagi dalam hati.
"Tolong jaga Rangiku dan pastikan tak ada seorangpun menyentuhnya," Kata Toushiro. Sementara itu sang fukutaichou mendengarkan permintaan sang taichou mungil dengan wajah berseri-seri, "termasuk dirimu, Hisagi-fukutaichou!" tambah Toushiro. Mendadak udara dalam ruangan itu berubah menjadi sangat dingin oleh reiatsu sang taichou mungil.
"Pastikan kau tak menyentuh Rangiku seujung rambut pun, atau aku akan mencingcang dan membekukan tiap sel dalam tubuhmu dengan Hyourinmaru!" ancam sang taichou mungil dengan nada pembunuh berdarah dingin, "Apa kau mengerti Hisagi-fukutaichou?" tanyanya sambil menatap sang fukutaichou malang, yang gemetar ketakutan, dengan tatapan dingin.
"Hai... Hitsugaya-taichou." jawab Hisagi dengan nada ketakutan, 'Sepertinya menyukai ibu yang memiliki anak possessive, seperti Hitsugaya-taichou, bukan hal yang baik.' kata Hisagi dalam hati sambil melarikan diri dari dalam ruangan itu.
-kusanagi-
