Reita the Thumb Boy
Chapter 7
=XxX=
Title : the GazettE Dorama –Reita the ThumbBoy-
Author: Akiyama Kaira
Fandom: the GazettE (band), Versailles (Band), Alice Nine (Band), Thumbellina (story)
Genre: Humor
Disclaimer: Reita milik saia! Yang lain embat aja noh *plakk!* XD Thumbellina karya om Christian Anderson. Saia pinjem dulu yah, om XDD *plaakk*
Chara: Reita, Aoi, Uruha, Ruki, Kai, Yune (the GazettE) Kamijou, Hizaki (Versailles) Nao, Hiroto (AliceNine)
=XxX=
"Hatchiiimm!" Entah udah berapa kali Reita bersin - bersin. Sekarang dia lagi di kamar tamu istana. Kai yang minta Reita dan Ruki nginep(?) di sana atas dasar rasa 'kasihan'. *ujan jarum*
"Berisik lu pesek!" Umpat Ruki yang lagi asik nonton National Geographic sambil ngemil ulat bulu kiriman dari Probolinggo. Mendengar nama 'ngga-keren'nya disebut, Reita duduk dengan tampang melas. "Firasat gue ngga enak, Ru…"
"Hee?"
"Ee—Lupakan."
"Reita-kun~ ^0^" Terdengar suara Kamijo dari balik pintu.
"Sekarang justru firasat gue yang ngga enak.." Kata Ruki. Reita cuma ngangkat salah satu alisnya lalu berdiri buat ngebuka pintu kamar mereka.
"Fufufu~ Reita-kun~" Kamijo senyum najong sambil kisu-kisu mawar di tangannya. Bikin bulu kuduk Reita dan Ruki berdiri serempak bagai liat setan. *plak!*
"I-iya. Ada apa Kamijo-sama?"
"Hohoho~ aku hanya menawari kau sesuatu. Mau jadi menantuku ngga?"
"Menantu? O.o"
"Iya. Mau menikah dengan Kai? ^^"
"HAAHH? O.O;"
"Ah, sepertinya kau masih SHOXX, yah. Kalau begitu pikirkanlah baik - baik, tiga hari lagi akan kuadakan pesta pernikahan 14 hari 14 malam. Jya~" Kamijo melenggang pergi. Meninggalkan Reita yang masih SHOXX.
=XxX=
"Hatchiiiiimm!" Uruha yang lagi ngulek(?) sambel terasi tiba – tiba aja bersin. "Cabenya kebanyakan, nih keaknya"
=XxX=
2 hari kemudian…
"Bagaimana ini? Bagaimana iniii?" Reita lari – lari tumpang tindih di dalam kamarnya. "Besok aku nikah! Padahal aku belum beli mas kawin(?), apalagi belum dapet restu orangtua. Oh emaaaaaaakkk! Tuluuunggg!"
Iya. Besok Reita nikah. Huhuhu~ tempat udah di-sewa(?) bersama penghulu – penghulu-nya. Barusan dia udah fitting pakaian sama Kai juga. Reita bakal pake jas puteh sedangkan Kai bakal pake kebaya batik. (lol)
"Rukiiii~ Besok gue nikah!" Reita narik – narik rambutnya stress.
"Iya, gue tau kok." Jawab Ruki ngga niat.
"Gue kan ngga pernah liat orang nikah, Ru~ terus besok gimana, doongg?"
"Yaa~ ikuti kata hati aja."
GUBRAK
"Lu udah pernah nikah belum, sih?" Reita ngebentak di depan wajah Ruki.
"Belum. Toh gue juga ngga berniat buat nikah, kok." Jawab parkit kuning itu santai.
Hening….
"Heeeeeeee?" Reita bergidik sampe lari ke pojokan kasur. "Jangan – jangan lu itu GAY?" Beberapa menit kemudian Reita babak belur.
"Spesies kita kan beda, PESEK!"
=XxX=
"Ruk, emak gue dateng ke pesta besok ngga, yah?" Tanya Reita saat mereka baru aja siap – siap buat tidur. Kebayang wahaj Uruha di pelupuk idung *teplaaaakk* -err.. maksud saya pelupuk matanya ^^;a
"Meneketehee~ pikirin aja nikahan lu besok." Jawab Ruki sungkan sambil selimutin badannya.
"….. *groookk*" Ruki
"Hiihh~ Ruchan jorok~" Rei misuh – misuh di dalem selimutnya. Dia ngedumel tentang banyak hal. Pernikahan besok.. Orangtuanya.. Tentang Kai.. Tentang Ruki… Tentang makanan….. *lho?*
"Haaaaaahhhh! Auk, ah gelaaaapppppp! Sureeeeeeemm!"
"HEH Ribut aja lu PESEEEKKK!" Growl Ruki di telinga Reita yang tiba – tiba aja bangun gara – gara Rei.
Reita manyun. "Gue bingung, Ruk…."
"Bego amat."
"… *groooooooookkkk*" Ruki (again)
=XxX=
Esok paginya, pukul 6 waktu lokal maupun interlokal(?)..
Reita memandangi dirinya di depan cermin yang tinggi. Jas putih, celana putih, noseband putih. Ia manyun bentar, kemudian lirik ke arah Ruki yang masih tidur di kasurnya.
"Kalau aja dia manusia seukuranku… Cewe, pula. Bakal gue nikahin." Ia menutupi wajahnya dengan bantal, lalu berteriak di dalamnya agar Ruki tidak terbangun.
"Aaahh! Bego! Harusnya gue tolak permintaan nikah kemareeeeenn!"
Reita melirik ke arah Ruki lagi. Masih belum bangun. Haaa~ dia jadi penasaran gimana kira – kira penampakan(?) Ruki saat berwujud manusia. Pasti imut. Hohoho~
Cowo jangkung berambut kakaktua itu menggeret(?) kakinya menuju kasur tempat Ruki berada. Merhatiin tu burung parkit sampe matanya merah. "Sayangnya kita beda spesies. Huhuhu~"
=XxX=
"Kaichuuuu~ ^0^" Kamijo memeluk Kai dari belakang yang segera dibalas oleh tinju putrinya. *Kai.. =_=d*
"Hohoho~ Kau sudah siap? ^0^" Tanya Kamijo.
"Eeh, sepertinya perasaanku tidak enak, ayah…" Kata Kai.
"Fufufu~ tenang saja, kau akan merasa baikan kalau sudah berada di dekat Reita nanti ^0^"
"Ayah.. =_="
"Ah, sudahlah. Jam 8 nanti acaranya akan dimulai. Sarapanlah dulu ^-^"
"Iya… T_T" Kai menggeret tubuhnya ke ruang makan.
"Aku akan memanggil Reita kalau begitu. Hohoho~ ^0^"
"Reita-kun~ ^0^" Kamijo mengetuk (baca : meggedor *digiles*) kamar Reita. Beberapa saat kemudian sosok Reita muncul.
"Hooo.. Kau sudah siap ^0^/ sekarang saatnya sarapan. Ayo, biar ku antar. \^0^\" Kamijo menarik – narik lengan Reita yang tidak berkutik.
"Eeettto~ Kamijo-sama… A-aku perlu sesuatu sedikit lagi. Gomennasai ." Reita membungkukkan badannya lalu menutup pintunya lagi dan menggemboknya(?) dengan terburu – buru.. Meninggalkan Kamijo yang terbengong – bengong.
Reita bersandar pada pintu memandang Ruki yang masih tertidur pulas.
Hening….
Wuuuussssshhhh~
Ia segera melejit ke ruang makan setelah MENGECUP pipi Ruki dengan kecepatan cahaya.
=XxX=
Pukul 7 pagi…
Ruki membuka matanya lebar – lebar setelah sangat puas menikmati tidur nyenyaknya semalam. "Uughh-" Ia menyeret tubuh mungilnya dengan kasar. Namun ia merasa ada sesuatu yang aneh ketika dirinya mendadak…. lebih ringan?
Makhluk itu pun berdiri di depan cermin beberapa saat. Merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat, ia mengucek – ucek matanya, tetesin insto, bahkan pake softlens *lho?*.
"REITAAAAAAAA!"
=TebeCee~~~~~ XDDDDD=
Aduh, saia suka banget nulis "TBC" XDXDXD
Sabar yuaaaa~ satu chapter lagi ending nih ^-^
Review? Kumen? Unek - unek? curhat?
Klik aja link di bawah ini, dijamin gratis~
No flame please~
Regards,
Akiyama Kaira
