Haloooo! Kembali lagi dengan uthor gaje, Erika-chan Kaoru! Gak nyangka ada yang suka OOC Erika (Hinagiku). Erika senang sekaliii! Ok, kali ini pinjam OC Gisella Sartika Gumilang, OC Hanabi Kaori dan OOC Erika yang bejibun banyaknya (/o_o)/! Oke, lanjut ajaaa...!
DISCLAIMER:
BLEACH punya TITE KUBO, lho
Pinjam OC:
Hanabi Kaori dan
Gisella Sartika Gumilang
WANTED:
Real Chara agak OOC,
tapi yang OOC ya emang OC!
READ AND REVIEW!
Dark Moon and The New Gotei 13
chapter 1
Be A Normal girl
Drap!
Drap!
Drap!
Ayiko berlari seceepat mungkin menuju suatu daerah perhutanan di Karakura bersama Ichigo dan wakilnya, Yukki. mereka mencari Hinagiku, yang baru saja diumumkan sedang menghadapi 6 arrancar. Walau arrancar biasa, tetap saja Ayiko khawatir. Bagaimana pun juga, Hinagiku adalah mantan atasannya. "Kak Icchan, cepat!" pinta Ayiko tak sabar.
Ichigo mendelik sebal, "Cerewet! Tak perlu kau beri tahu aku juga sudah mengerti!"
"Kurosaki, Kapten Fujiwara, mohon jangan berantem di saat genting begini." ucap Yukki berusaha meredam emosi Ayiko yang terpancing.
"Baiklah." ucap Ayiko yang akhirnya tenang juga. Tiba-tiba...
"YUKKI! AYIKO!"
"Mamiiiiiiiiiiiiiiiiiii! ! ! !" Ayiko terlonjak kaget dan langsung meloncat pada Yukki yang segera menggendongnya (persis scooby doo bee doo). Ternyata yang berteriak memanggil Ayiko dan Yukki adalah Ryotaro, kapten divisi 9 yang baru dan teman kecil Yukki dan Ayiko.
Ayiko segera mencari batu besar supaya dapat membuat Ryotaro pingsan karena telah membuatnya spot jantung. Yukki yang tidak begitu kaget karena sudah biasa mendengar suara merdu (lawan katanya merdu) Ryotaro, segera menimpuk Ryotaro dengan dengan batu kerikil. "Seenaknya kamu membuat kapten Fujiwara kaget, Kapten Ryota!"
Ya. Ryota adalah panggilan akrab Ryotaro untuk kedua temannya itu. Ryotaro pun tertawa cekikikan. Ichigo hanya bisa geleng-geleng kepala
"Ryota bodoh! Dasar cowok nyebelin!" Teriak Ayiko sebal karena tak kunjung menemukan batu besar.
"Kalian bertiga malah asyik bercanda. Yang tadi bilang harus cepat-cepat tuh, siapa, sih?" cibir Ichigo. Ayiko cengengesan. Yukki menahan tawanya dan Ryotaro hanya mencibir.
"Wah! Baka mikan, apa kabar?" tanya Ryotaro SANGAT sopan.
Ichigo langsung mengarahkan Zangetsu pada Ryotaro yang langsung ditahan dengan zanpakutounya, Hasshita Tora. "Dasar bocah bawel! Pulang dan minta dipangku ibumu, sana! Dasar sial!"
"Ikh, pakai marah segala. Dasar jelek!" ejek Ryotaro.
"Apaaa!"
"KALIAN BERDUA BERISIKK! ! ! ! JANGAN BANYAK OMONG DAN LARILAH! ! !" teriak Ayiko mulai stress melihat kedua orang itu selalu bertengkar setiap kali bertemu.
"YANG TADI BANYAK OMONG JUGA GAK USAH BAWEL! ! !" teriak Ichigo dan Ryotaro bersamaan. melihat itu, Yukki hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Ayiko menjulurkan lidah. Dasar, kok bisa ya, mereka semua dijadikan kapten yang notabene-nya terlihat dewasa?
-Tempat Hinagiku-
Trakkk!
"Teki no kÅgeki (serang musuh)! Sakura no Mai!" Ucap Hinagiku sambil menghindari serangan bertubi-tubi dari kedua arrancar sisanya, Ciirie dan Carrie. Cirrie terkena serangan Sakura no mai,seluruh tubuhnya hangus, tapi ia belum mati. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Hinagiku kembali menyerang, "Getsumen Shiromaru (lingkaran di bulan putih)! Sakura no Mai! Bekukan dia!"
Cirrie sudah tidak bisa menghindar dan pasrah menerima serangan mematikan tersebut. Tubuhnya pun membeku dan pecah berkeping-keping. "Cirriiiiiiee! ! ! !" Teriak Carrie syok. Ia segera menoleh pada Hinagiku dengan tatapan tajam. "Aku memang tidak sekuat kau yang memiliki zanpakutou takdir, tapi setidaknya, aku mempunyai cara untuk membuatmu kalah!"
Diambilnya zanpakutou dari sabuk hitamnya. Rambut hitam panjangnya sepunggung berkibar. "Hilangkan dia, Memioreta!"
WUUUUUUSSSHHH!
Carrie tak berubah bentuk sama sekali, tapi tiba-tiba Hinagiku merasakan kepalanya berat, sangat berat. Ia terjatuh di tanah, persis saat Ayiko dan Ichigo cs sampai di tempat. "Hinagiku-sama!" teriak Ayiko yang melihat Hinagiku yang keadaannya aneh. Hinagiku terus meremas kepalanya sambil merintih kesakitan.
Ayiko segera mencabut pedangnya bersamaan dengan Ichigo lalu melepas shikai mereka.
"Hanaretsu/ Getsuga tensho!"
Carrie menerima kedua serangan tersebut dengan tak sengaja dan lenyap seketika. Sementara Yukki dan Ryotaro mengkhawatirkan Hinagiku yang terus memeras kepalanya seperti kesakitan.
"Kapten Fujisaki, anda kenapa!" panik Yukki.
"Kapten Fujisaki, bicaralah sesuatu!" pinta Ryotaro. Nihil, Hinagiku mengerang kesakitan dan tiba-tiba berteriak sekuat tenaga bersamaan dengan keluarnya sinar merah muda dari tubuhnya. Sekelebat asap mengitari Hinagiku dan ketika asap itu menipis, semua orang terkejut. Hinagiku tidak memakai shihakushou, melainkan baju seragam. Lho? !
Ayiko mencoba mendekati Hinagiku. "Hinagiku-sama..?"
Hinagiku berbalik dan melihat Ayiko dengan tatapan kosong. Seperti tak ada siapa-siapa yang dilihatnya. Matanya terlihat sayu, tak tampak cerah seperti sebelumnya. Ia melirik ke semua orang yang tengah mengitarinya. Lalu kembali melihat Ayiko.
"Kau siapa?"
Ayiko, Yukki, Ichigo dan Ryotaro terkejut bukan main. Kenapa Hinagiku berkata demikian?
"Kenapa aku ada disini? Sebenarnya..." Hinagiku menatap langit dengan hampa. "Aku ini... siapa?"
Bunga sakura yang telah mekar, satu persatu helainya pergi. Ingatan itu menghilang. Ayiko mencoba membaca keadaan disekitar itu lewat burung yang tengah bertengger. Ia terkejut melihat pelepasan zanpakutou Carrie yang menyebabkan Hinagiku menjadi tak mengenal dirinya sendiri dan siapa pun.
"ASTAGA!" pekik Ayiko luar biasa terkejut.
"Ada apa Ayiko!" Tanya Ryotaro yang tak kalah terkejut. Ayiko mulai berkeringat dingin.
"Arrancar yang tadi melawan Hinagiku-sama... memiliki kemampuan menghilangkan seluruh ingatan lawannya! Kalau begitu, sama saja artinya bahwa Kak Hina-chan kehilangan seluruh kemampuannya dan kekuatannya! Jadi yang baru saja kita kalahkan adalah arrancar yang memiliki kemampuan menghilangkan ingatan! !" ucap Ayiko panik. "Kalau arrnacar itu sudah amti, lalu bagaimana dengan ingatan Hinagiku-sama! ?"
Semua terkejut. Apa yang harus mereka lakukan?
*~*~Erika-chan Kaoru*~*~
Esoknya, Hinagiku berangakat bersama Toushiro tanpa sepatah kata apa pun. Setelah dijelaskan macam-macam, akhirnya Toushiro harus menerima keadaan Hinagiku yang menganggapnya orang asing. Dalam hati ia mengutuk Ichigo cs yang datang terlambat. Tapi ia juga kesal karena arrancar yang telah menghilangkan ingatan Hinagiku harus mati, sehingga sekarang. Hinagiku adalah gadis manusia yang bereiatsu super tinggi. Saat masuk ke kelas, Toushiro mengarahkan Hinagiku pada suatu meja dan Hinagiku hanya menurut saja. Melihat hal itu, Ichigo cs dan Toushiro meresa perih hatinya. "Ayo, Hinagiku."
Hinagiku kembali mengangguk dan berjalan menuju tempat itu. Tiba-tiba ia membelalakan mata dan menengok ke jendela. Dilihatnya sebuah sosok menyeramkan tengah berada di lapangan sekolah. Arrancar tidak sempurna yang besar seperti Grand fisher.
"Itu..." gumamnya pelan. Tapi Ichigo, Rukia, Ishida, Inoue, Renji dan Chad yang menyadarinya segara bertindak. Ichigo segera keluar dari tubuhnya, mengejutkan Keigo, Chizuru, Tatsuki dan Mizuiro yang telah dapat melihat mereka.
"Tunggu dulu! ! ! Ichigooo! ! ! ?" Teriak Keigo yang mulutnya segera ditutup Tatsuki.
"Diamlah, Keigo. Ichigo harus mengalahkan monster itu. Kalau kau teriak nanti bisa dikira aneh, bodoh."
Keigo segera menutup mulutnya sendiri. Hinagiku walaupun telah melihat Ichigo keluar dari tubuhnya setelah hilang ingatan entah kenapa merasa hal itu biasa dan wajar *yang jelas-jelas sangat gak wajar*. Hinagiku tidak mempedulikan hal itu dan duduk pada tempatnya seolah tak terjadi apa-apa.
*~*~Erika-chan Kaoru*~*~
Hinagiku, Rukia dan Ichigo buru-buru pulang ke rumah keluarga Kurosaki. Begitu ketiganya memasuki kamar Ichigo, Byakuya dan Ayiko cs sudah menunggu disana. Byakuya menatap Ichigo tajam, "Kau lama."
"Jangan begitu, Byakuya. Kami bertiga ada pelajaran tambahan!" Ichigo tidak mau kalah. Ayiko bertanya pada Hinagiku, "Sudah mulai terbiasa dengan kehidupan disini, Hinagiku-sama?"
Hinagiku menoleh pada Ayiko dan mengusap kepala Ayiko pelan. "Maaf, aku masih tidak mengerti apa pun."
Rasanya Ayiko ingin menangis, tapi Yukki dan Ryotaro segera menariknya. "Kapten Fujiawara butuh istirahat sejenak, Kapten Fujisaki." ucap Yukki tidak enak hati. Ryotaro langsung memukul kepala Yukki.
"Salah, bodoh! Yang benar, justru kapten Fujisaki yang butuh istirahat sejenak. Yang jadi korban kan beliau!" protes Ryotaro yang pukulannya dibalas jitakan Yukki.
"Bisa sopan sedikit, Kapten Ryota? Sakit nih, kepalaku!" ucap Yukki jengkel sambil mengusap kepalanya.
Toushiro mendengus, "Kalian berdua berisik! Bisa diam tidak?"
Ryotaro dan Yukki terdiam ketakutan. Toushiro melirik Hinagiku, "Ada apa melihatku begitu?"
Hinagiku menggeleng. "Entah kenapa aku seperti pernah melihatmu beberapa kali selain di sekolah... Tapi aku tidak ingat..."
"Oh." itulah yang hanya bisa Toushiro katakan. Sedih melihat temannya tak mengingatnya. Ayiko juga sedih, suasana kamar Ichigo sangat tegang, hingga akhirnya sang pengacau a.k.a Ryotaro berteriak, "Sudahlaaaaaaaaaaaah! ! ! Kita kemari bukan untuk sedih-sedihan, tapi untuk menolong Kapten Fujisaki!"
Semuanya tersadar oleh kata-kata Ryotaro dan tersenyum mantap except Byakuya dan Hinagiku.
"Kamu benar, Kapten Ryotaro!" ucap Rukia riang.
"Tumben kapten satu ini bisa menyemangati kita!" ledek Renji cengengesan. Semua mulai percaya diri lagi untuk mengembalikan ingatan Hinagiku tanpa tahu apa yang sedang Hinagiku pikirkan. 'Maaf, kalian semua... sebenarnya aku bohong soal pernah melihat Toushiro. Aku sama sekali tidak ingat apa pun...'
Walau yang lain tidak menyadari, tapi Yukki dan Hitsugaya menyadarinya.
Kenapa semuanya begitu cepat? Mendadak orang terkuat di Soul Society harus kehilangan ingatannya dan diminta beristirahat dari pekerjaannya. Senna Kioku, wakil Kapten hinagiku hanya bisa menangis mendengar kabar Hinagiku. Sedangkan Hana, kaget luar biasa. Ia tak menyangka, orang yang telah mengalahkannya sekarang harus kehilangan ingatannya. Hana tidak habis pikir.
"Yamamoto-sama. Izinkan aku pergi ke dunia nyata." Hana memohon.
"Untuk apa?" tanya Yamamoto. Dengan mata biru tua alias Yume Hana telah keluar dari tubuhnya, ia menjawab.
"Akan kucoba mengembalikan ingatan Hinagiku-sama."
"Tidak boleh, itu sudah menjadi tugasku." sergah Soi Fon dingin yang tiba-tiba datang ke aula pertemuan itu. Tapi karena Yume Hana memaksa, Soi Fon kesal dan kemudian menendang perut Yume Hana. "Kalau bocah sepertimu dituruti terus, lama-lama Gotei 13 akan berada di ambang kehancuran."
Akhirnya, Soi Fon pamit menuju dunia nyata seorang diri tanpa Oomaeda. Lalu bagaimana nasib Hinagiku yang kini kehilangan ingatannya? Bagaimana Gotei 13 menghadapi hal ini? Apa yang akan di lakukan Ichigo untuk menolong Hinagiku?
"Oh ya, Kaori. Kau akan kuberi tugas khusus kali ini. Misinya adalah..." Hana mengamati Yamamoto dengan tatapan penasaran. Yamaoto berdehem sesaat. "Misinya adalah, carilah informasi dimana tempat Sakura no Mai sekarang. Karena hanya dialah yang bisa mengembalikan ingatan majikannya."
"Baik! ! !" Hana segera undur diri dan bershunpo menuju suatu tempat. "Sepertinya Sakura no Mai hanya keluar di tempat itu..."
Chapter 3 full of fight between Ichigo, Toushiro, Senna, Ayiko, Yukki, Ryotaro, Rukia, Byakuya, Renji dengan Sakura no Mai yang marah besar atas hilangnya ingatan Hinagiku, juga Grimmjow dan Ulquiorra!
Cuplikan...
"Kalian tidak pernah mau mengerti apa yang dirasakan Hinagiku-sama! ! !"
"Kami kemari untuk menolongnya!"
"Sode no Shirayuki, aku mohon, tolong bantu kami mengatakannya pada Sakura no Mai."
"Ingatlah Sakura no Mai, Hinagiku pasti takkan senang dengan tindakanmu yang telah menyerang kami, teman dan sahabat majikanmu sendiri."
"Aku tidak mau!"
"Jangan sakiti Hinagiku, brengsek! Lepaskan dia dari tangan kotormu, Grimmjow! ! !"
"Kenapa di sekeliling Kapten Hinagiku terdapat bunga Sakura?"
"Dasar bodoh! Siapa suruh kalian membiarkan gadis ini sendirian! ? Ha ha ha ha ha ha! ! !"
"Cukup main-mainnya, Shinigami."
"Jangan sentuh dia! ! ! Hinagikuuuu! ! !"
"TIDAAAAAAAAAAAAKKK ! ! ! ! ! !"
"AKAN KUBAKAR DAN KUMAKAN KALIAN SEMUA! ! ! BERANINYA MENGELUARKAN AKU! ! !"
To Be Continued
Cuplikan gaje, tapi biar readers tahu, kalau cahp 3 penuh dengan pertarungan. Wow... oke deh. See ya! Rnr?
