Okeee… daripada Erika ditimpuk gara-gara gak update-update, jadiiiilah Erika tulis! Maaf kalau sedikit! Coz peperangan ini berlangsung sampai 3 chapter euy! Cekidoooot!

DISCLAIMER:

BLEACH punya TITE KUBO, lho

Pinjam OC:

Hanabi Kaori,

Gisella Sartika Gumilang dan

Michael Timo

WANTED:

Real Chara agak OOC,

tapi yang OOC ya emang OC!

READ AND REVIEW!

Dark Moon and The New Gotei 13

Chapter 3

War Between Devils, Angels and The God

Ichigo terbawa ke masa berikutnya. Ia melihat adanya Hinagiku sebagai wakil komandan divisi 13, menggantikan Kaien Shiba dengan Shiro sebagai ajudan ketiga divisi 10 dan Toushiro yang telah menjadi komandan divisi 10. Tanpa sadar Ichigo tersenyum melihat Shiro yang sangat kekanakan, tengah asyik menggodai komandannya, atau istilahnya, mengusili. Hinagiku di zaman ini juga lebih sering tertawa dibandingkan senyum yang enath senyum sedih, marah atau senang itu. Setidaknya itulah yang dipikirkan Ichigo.

Sampai pada suatu masa dimana Seireitei mendapat serangan dari berbagai macam huge hollow. Kobaran api tak terelakan. Mata cokelat Ichigo membulat, dilihatnya Soi fon tengah melawan para huge hollow itu bersama para komandan lainnya. Tapi bukan itu yang membuatnya terkejut. Melainkan saat dilihatnya Toushiro tengah menolak di tolong oleh Hinagiku dan justru menyuruh Hinagiku pergi.

"Tidak akan! Kalau kau mati, siapa yang akan melindungi Hinamori!" bentak Hinagiku kesal pada kekeras kepalaan Toushiro. Tapi Toushiro tidak peduli.

"Sudahlah! Kau cepat pergi dari sini! Aku tidak amu kau terluka! Cukup aku saja yang terluka!"

Hinagiku tetap menggeleng. Bersikeras ingin menolong pemuda mungil itu. Mendadak, muncul seekor Huge Hollow besar yang akan menembakkan cero pada keduanya. Toushiro segera mendorong kasar Hinagiku agar tak mengenai gadis itu. Saat cero sudah ditembakan, Shiro mendadak datang lalu mendorong Toushiro secepat mungkin setelah berkata, "Terima kasih atas bantuannya selama ini, Kakak, Komandan Hitsugaya." Dan akhirnya Shiro terkena cero tersebut. Mata lemon dan hijau zamrud itu membelalak tak percaya melihat hal itu.

"FUJISAKIIIIII! ! ! ! ! ! ! ! ! !" teriak Toushiro. Hinagiku melihat hal itu tetap membelalakan matanya, pikirannya tetap berusaha mencerna kejadian buruk yang baru saja menimpa adik semata wayangnya. Matanya tetap melotot, ia terdiam. Membeku sambil memeluk Toushiro yang sangat marah.

Apa?

Kenapa?

Shiro?

Hollow itu membunuh Shiro?

Air mata Hinagiku mulai tumpah. Ichgo sudah tak bisa berkata apa-apa lagi melihat hal itu semua. Ia bahkan tak sanggup membayangkan bila karin atau Yuzu yang terkena cero tersebut. Hatinya pasti amat pedih dan terkoyak. Toushiro terkejut melihat Hinagiku tetap terdiam sambil mengeluarkan bening-bening air mata. Ia merasa amat sangat tidak tega.

Kejam.

Kenapa kau membunuhnya?

Kenapa?

Padahal ia tidak mempunyai salah apa pun padamu?

Reiatsu Hinagiku mulai terlihat. Reiatsu berwarna ungu kehitaman yang biasanya berwarna ungu violet itu tampak sangat berat. Suatu kesalahan terbesar telah dilakukan hollow itu. Tapi dalam sekejap, semua komandan berhenti bertarung setelah merasakan reiatsu titik puncak Hinagiku yang bisa dirasakan sampai di Rukon'gai itu. Reiatsu yang lebih berat dari reiatsu kenpachi yang dibuka matanya. Lebih menyeramkan dibandingkan reiatsu Aizen yang telah bersatu dengan Hougyoku. Inilah reiatsu kemarahan yang dikeluarkan oleh seorang gadis polos baik hati macam Hinagiku.

Tak akan kuampuni.

Takkan kubiarkan kau hidup.

Takkan kubiarkan kembali.

Takkan kumaafkan…

Mata Hinagiku perlahan berubah warna. Toushiro yang melihat hal itu segera menjauh dari Hinagiku.

Semua yang akan menyakiti orang yang kusayangi harus dihabisi…

KUBUNUH KALUAN SEMUAAAA! ! ! ! !

"MATI KALIAAAANN ! ! ! ! ! !" kali ini Ichigo terbelalak. Kuro Hinagiku! Mendadak kuro Hinagiku mengangkat zanpakutounya keatas, mendadak menjadikan Sakura no Mai ke bentuk shikainya. "AKAN KUBAKAR DAN KUMAKAN KALIAN SEMUA! ! ! ! BERANINYA MENGELUARKAN AKU! ! ! !" diayunkan cepat sabit (shikai) itu ke arah sang hollow.

BLAAAAAAAAAAAAAAARRR! ! ! ! ! ! !

Menciptakan sebuah lubang dalam yang sangat besar. Ichigo meneguk ludahnya sendiri, merasa gugup melihat kuro Hinagiku ditengah asap ledakan yang diciptakannya dengan mata merah menyala. Toushiro hanya bisa terbelalak tak percaya. Itu bukan Hinagiku!

Saat Ichigo ingin melihat hal itu lebih jauh, mendadak tangannya dilepaskan Toushiro, membuat kenangan itu segera menghilang dari pandangannya. "Ada apa? !" kagetnya. Semua komandan sudah memasang wajah serius.

"Ada espada!" Saat itu, mendadak kupu-kupu neraka datang membawa kabar yang sama buruknya. "Mohon dikirimkan bantuan pada Shinigami Daikou, Hanabi Kaori di titik pusat koordinat 37 derajat arah utara dan 12 derajat arah selatan! Serangan muncul dari amukan sebuah roh zanpakutou milik komandan Fujisaki, Sakura no Mai-sama!"

Serentak saja semua komandan segera terkejut mendengarnya. Roh zanpakutou yang mengamuk! Hei, tak perlu dijelaskan lagi, jika yang mengamuk adalah Sakura no Mai, sudah dipastikan, Seireitei akan memasauki hari kiamat! "Sial! ! Kurosaki, tolong kau jaga Hinagiku bersama Rukia Kuchiki, Renji Abarai dan Matsumoto!" teriak Toushiro yang segera memasuki Senkaimon yang dengan cepat dibuat oleh Mayuri. Ichigo mengangguk dan segera bershunpo, mencari reiatsu Hinagiku tanpa mengetahui bahwa Aaron dan Shirano, dua shinigami kiriman yang membenci Hinagiku dikirim oleh Yama-jii untuk melindungi Karakura.

Saat Aaron dan Shirano tengah berlari ke tempat arah reiatsu espada muncul, merekla berpapasan dengan Hinagiku yang baru saja pulang dari belanja. Hinagiku melewati mereka tanpa melihat, seolah tidak mengenal keduanya. Melihat hal itu, Shirano luar biasa tersinggung. "Hei! Kau!"

Hinagiku berhenti berjalan dan menatap Shirano bingung. Shirano dan Aaron menatapnya marah. "Kalian siapa?" tanya Hinagiku dengan raut wajah heran. Baru kali ini ada shinigami yang tak dikenalnya memanggilnya. Bahakan denagn raut wajah tidak suka. Tak dijawab, Hinagiku memilih masa bodoh. "Kalau bersikeras tak menjawab, aku juga tidak akan memaksa kalian menjawabnya." Lalu melangkah pergi.

Shirano menggertakan giginya, walau sikap Hinagiku yang biasanya justru membuatnya benci, kali ini sikap cuek yang dulu ada di diri Hinagiku membuatnya kesal. "PADAHAL TIDAK PUNYA KEKUATAN, JANGAN SOMBONG! ! ! !"

Tangannya pun melesat hendak menampar Hinagiku. Tapi…

!*!*!Erika-chan Kaoru*!*!*!

Sementara itu di Seireitei, semua komandan tak sanggup untuk meredakan amukan besar Sakura no Mai. Yume Hana yang sudah penuh luka-luka tidak bisa berbuat banyak. Dasar, nggak majikan, nggak bawahan, kok dua-duanya udah nyeremin, kuat banget lagi! Heran! Seireitei hampir separuhnya hancur. Sakura no Mai terus menerbangkan jutaan helai sakura di langit, menutupi sang bulan malam.

"Aku akan menyadarkan kalian, bahwa Hinagiku-sama sangat menderita…" ucap Sakura no Mai. "Beliau selalu menahan semua kemarahan dan kesedihannya dengan senyuman. Tak sadarkah kalian bahwa Hinagiku-sama sudah terlalu lelah untuk menahan semua itu?"

"Mana kami tahu kalau ia tidak bercerita!" celetuk Serina. Sakura no Mai segera menatap tajam Serina dan segera membantingnya keras dengan tenaga angin.

"Serina! ! !" teriak Ukitake khawatir. Tapi ia tahu, bergerak sama saja minta dibunuh.

"Kalian…" ucap Sakura no Mai tertahan. "Kalian tidak pernah mau mengerti apa yang dirasakan Hinagiku-sama! ! ! !" direntangkan tangannya, mengeluarkan badai salju yangg setara dengan badai salju buatan Toushiro. Semua orang kedinginan, tapi tidak untuk Toushiro.

Toushiro menatap kasihan pada Sakura no Mai, zanpakutou yang menangis… kekecewaan karena sang majikan melupakannya. "Ingatlah Sakura no Mai, Hinagiku pasti takkan senang dengan tindakanmu yang telah menyerang kami, teman dan sahabat majikanmu sendiri." Toushiro mencoba memberitahu gadis muda berambut merah muda semata kaki itu.

"TIDAAAAAAAAAAKKK! ! ! ! !" jerit Sakura no Mai. "Kalau memang kalian menganggapnya teman atau sahabat, kenapa kalian tidah pernah mengetahui bahwa hampir tiap malam Hinagiku-sama menahan tangisnya! ! ! ?"

Kata-kata Sakura no Mai praktis membuat semua orang terkejut.

!*!*!Erika-chan Kaoru*!*!*!

BRUK!

Aaron segera dijatuhkan oleh gadis bermata merah itu, atau kita panggil dengan kuro Hinagiku. Tamparan Shirano yang hampir saja mengenainya membuatnya keluar dalam hitungan detik dan segera menghajar tanpa ampun keduanya. Kini keduanya babak belur dan sekarat, dengan lebam di sekujur tubuhnya.

"Dasar bodoh. Aku tidak tahu kalian siapa, tapi suatu kesalahan terbesar kalau kalian mau berbuat kasar padaku."

Mendadak di belakangnya terdapat Grimmjow dan Ulquiorra yang segera membuat kuro Hinagiku pingsan, entah dengan cara apa. "Bagaimana kalau gadis kanibal ini kita bawa ke Seireitei sebagai pengumuman?" tanya Grimmjow menyeringai. Tapi mendadak dua jurus mengarah ke mereka berdua.

"Tarian pertama, Tsukishiro!"

"Getsuga Tenshou!"

Sukses Grimmjow dan Ulquiorra menghindari kedua jurus yang akhirnya membentur satu sama lain itu. "Kita segera kembali. Tak ada gunanya meladeni mereka berdua yang hanya sampah tak layak dibunuh." ucap Ulquiorra dingin. Saat Rukia dan Ichigo hendak menyerang lagi, keduanya segera menghilang dari pandangan.

"Sial! ! ! !" teriak Ichigo kesal. Dengan cepat Rukia segera menghubungi gedung penelitian divisi 12.

"Mohon bantuannya! Komandan Fujisaki diculik oleh dua orang espada! Mohon diperiksa tekanan roh dan posisinya segera!" Rukia pun menyudahi aktifitasnya. "Sebenarnya… apa yang terjadi…! ! ! ?"

!*!*!Erika-chan Kaoru*!*!*!

Saat hampir tak ada lagi kekuatan untuk meredakan emosi Sakura no Mai, mendadak Ulquiorra dan Grimmjow datang. Semua mata langsung terpusat pada dua orang itu. Tapi yang paling mengejutkan…. Mereka membawa Hinagiku yang pingsan!

"Cukup main-mainnya, shinigami." ucap Ulquiorra pelan.

"HINAGIKU ! ! ! ? ?" teriak Toushiro tak kalah terkejut.

Kali ini Grimmjow bersuara, "Dasar bodoh! Siapa suruh kalian membiarkan gadis ini sendirian! ? ha ha ha ha ha ha! ! ! ! ! ! !" tawanya keras. "Kedua shinigami itu bahkan tidak sempat untuk menghentikan kami! ! ! !"

Ulquiorra segera membuka garganta. Grimmjow masuk lebih dahulu. Ulquiorra menatap Sakura no Mai lalu menoleh ke seluruh shinigami. "Percuma kau marah tanpa bertindak untuk membangkitkan kekuatan gadis ini lagi. Tapi semua sudah terlambat. Aizen-sama menginginkan gadis ini." Ia pun berjalan memasuki garganta. "SANG BUNGA, AKAN MULAI MEMASUKI KEGELAPAN TAK BERUJUNG."

"Hinagiku-samaaaa! ! ! !" teriak Sakura no Mai. Mendadak, Hana segera menyuruh Toushiro berdiri. Gadis itu menyuruh Sakura no Mai segera membawa Ichigo dan Rukia ke Seireitei. Ia juga minta tolong untuk segera disembuhkan bersama Toushiro. Yamamoto yang tidak mengerti sikap Hana yang mendadak aneh hanya bisa berkata, "Kau mau apa…? !"

Hana menatap Yamamoto tegas.

"Aku akan menyelamatkan Hinagiku-sama!"

TO BE CONTINUED

Akhirnya berhasil publish juga… untung deh. Gomen lama, ada masalah di akun sedikit. RnR? ?