Akhirnya update ya… sangat lama tak bertemu… maafkan saya yang baru update sekarang. ERIKA-CHAN KAORU IS COMING BACK! Yak! Kali ini untuk mempercepat cerita, langsung saja Erika beritahu bahwa ini chapter terakhir! -_- ampun jangan bunuh saya. Langsung saja deh! Maaf kalau pendek! Caaaoooou!
DISCLAIMER:
BLEACH punya TITE KUBO, lho
Pinjam OC:
Hanabi Kaori
WANTED:
Real Chara agak OOC,
tapi yang OOC ya emang OC!
READ AND REVIEW!
Dark Moon and The New Gotei 13
Last Chapter
There's Still a Chance to Make a New World
Hinagiku tersadar dari pingsannya, ia merasa sangat lemah. 'Aku dimana?' pikirnya. Ia lihat sekeliling dan berada disebuah kamar berdinding putih tanpa lampu, hanya bulan yang menerangi kamarnya. Ia merasa lemas, ia bahkan tak bisa merasakan tangannya untuk digerakan.
"Sepertinya penemuan Szayel kali ini berhasil."
Gadis itu menoleh ke ujung tempat tidurnya, Ulquiorra dengan wajah tak bersahabatnya itu menatapnya dingin. "Bagaimana rasanya menjadi kau yang sekarang?"
Hinagiku tidak menangkap maksud Ulquiorra, "Apa… maksudmu?"
"BAGAIMANA RASANYA MENJADI SEORANG MANUSIA?" tanya Ulquiorra lagi. Hinagiku menatapnya bingung.
"Aku memang menjadi manusi—"
"DAN SELURUH KEKUATAN SHINIGAMIMU TELAH DILENYAPKAN OLEH PENEMUAN SZAYEL, GADIS."
Mata lemon Hinagiku melebar, kini ia mengerti apa yang Ulquiorra maksud. Gadis itu terdiam di tempat tidur, terlalu syok mengetahui kenyataan yang baru saja di beri tahu Ulquiorra. "Kekuatanmu berbahaya bagi Aizen-sama. Jadi jika kami membuatmu menjadi manusia seutuhnya, kau bukan lagi halangan bagi kami." Jelas Ulquiorra sambil berjalan mendekatinya. "Kami sudah melenyapkan seluruh kekuatan spiritual yang ada dalam dirimu. Kau tidak akan pernah bisa lagi menjadi shinigami. Dan beberapa saat lagi, kau tidak akan bisa melihat kami lagi, para Arrancar."
Sang gadis sakura itu kini terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa.
"Dengan begini, setelah kau mendapatkan kembali kekuatan untuk bergerak, aku akan mengembalikanmu ke dunia manusia. Cepatlah pulih sebelum kau akan mati disini." Ucap Ulquiorra berbisik di telinga Hinagiku.
Hinagiku hanya bisa mengangguk, "…Aku mengerti."
Sementara itu, tim Ichigo, Rukia, Ishida, Hana, Orihime, Toushiro, Matsumoto dan Chad tengah dalam perjalanan menuju Hueco Mundo. Rukia yang mendapat tugas untuk mencari reiatsu Hinagiku mendadak kehilangan reiatsu gadis tersebut. Gadis itu berhenti, membuat orang-orang yang berjalan di belakangnya berhenti, tidak untuk Ichigo yang masih saja berlari.
"Oi, kurosaki! Tunggu dulu!" Panggil Ishida, tapi Ichigo tidak mendengarnya.
"WOI, BOLOT! ! ! CONGEK! ! ! KUPING MAMPET! ! ! BALIK KAGAK LU! ! ! ! !" dengan emosi Toushiro berteriak, membuat Ichigo dan Rukia cs jaw drop. Sebelum Toushiro makin bad mood, Ichigo cepat-cepat mendekati mereka. "Nah, ada apa Kuchiki?" tanya Toushiro agak kesal.
"Reiatsu komandan Hinagiku… hilang…"
Semuanya yang mendengar hal itu terkejut. "Bohong… kalau begitu mereka telah membunuh Hinagiku-sama?" Hana mulai panik. Suasana makin tegang.
Mendadak Sakura no Mai muncul dengan tubuh transparan. Semuanya syok melihat hal itu.
"Sakura no mai-sama…? Tubuh anda…"
"Hinagiku-sama akan menjadi manusia." Ucap Sakura no mai. "Jika ia menjadi manusia sepenuhnya, aku akan hilang. Dan Aizen akan mengembalikan keadaan seperti sebelumnya."
"Ini tidak bisa dibiarkan! Kita harus secepatnya mencari Hinagiku-san!" Ishida mulai tidak sabar, tapi Sakura no Mai menggeleng, tubuhnya makin transparan. Ia mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke Toushiro.
"Setelah aku lenyap, tolong lindungi Hinagiku-sama di dunia manusia. Biarkan ia menjadi gadis biasa. Pertempuran sangat tidak cocok untuk sifatnya." Pinta Sakura no Mai. Toushiro menggeleng. "T-tidak, Sakura no Mai… kau…"
Sakura no Mai tersenyum lembut, tubuhnya hampir tidak terlihat lagi. "Ini belum terlambat. Kembalilah ke Seireitei, maka Aizen akan menyudahi hal ini. Jika kalian menyerang, ia akan menyerang Seireitei. Biar aku yang mengatur semuanya dengan tenagaku."
Ichigo menatap Sakura no Mai marah, "Kalau begitu, percuma kami kemari."
"Tidak percumaku, kok. Justru akan sia-sia jika kalian tidak kemari." Kini Ichigo menatap Sakura no Mai melembut. "Nah, tutup mata kalian. Bukalah jika kalian merasa sudah cukup lama."
Semuanya bingung namun melakukannya juga. Sakura no Mai tersenyum, mati-matian ia menahan air matanya. Saat tubuhnya sepenuhnya menghilang, ia menjadi cahaya yang sangat terang dan membentang, meluas sejauh mungkin. Merasa sudah cukup lama, Toushiro membuka matanya. Ia syok melihat dirinya, sedang tidur di futon kamarnya sendiri dan di luar sana, pagi cerah menyambut Seireitei. Ia syok, sangat syok melihat hal itu. Semuanya telah berubah.
"Aaaahh! ! ! Komandan! ! ! Cepat bangun! Kita kan hari ini mau ke kota Karakura!" teriak Matsumoto saat melihat Toushiro keluar dari kamarnya dalam keadaan setengah mengantuk. Toushiro bingung.
"Karakura? Untuk apa?"
Matsumoto menatap Toushiro penuh keheranan, "Hari ini kan kita mau menemui Ichigo untuk membicarakan soal arrancar kan! Anda harusnya tidak lupa, karena adalah ketua kami! Kita akan tinggal di Karakura, menunggu arrancar menyerang Karakura (berjaga-jaga). Masa anda lupa? ! !"
Kini memori Toushiro kembali kemasa lalu, dimana ia bertarung dengan Shawlong. Jadi… kembali ke hari ini? Dunia… berputar ulang?
Jadi ini yang dimaksud oleh Sakura no Mai untuk menutup mata. Ia pun berniat untuk kembali fokus kali ini dalam pertarungan. Hinagiku pasti baik-baik saja, karena gadis itu adalah orang yang memiliki keberuntungan yang tinggi. Toushiro segera menuju ofuro dan memakai seragamnya. Kini ia siap menjadi Toushiro Hitsugaya yang dulu.
"Matsumoto! Buat apa kau bengong di depan kamarku! Sana bersiap-siap!" teriaknya. Membuat Matsumoto segera lari menuju kamarnya sendiri.
Dunia lama namun terasa baru bagi Toushiro akan dimulai.
4 tahun kemudian…
Kini tinggi badan Toushiro bertambah menjadi 143cm. Walau masih termasuk paling pendek, setidaknya ia bukan lagi seorang bocah. Para shinigami wanita makin banyak yang jatuh cinta padanya. Kini Toushiro adalah seorang anak laki-laki yang tidak usah kita tanya lagi berapa banyak fans nya.
"Komandan~ Hari ini kita di suruh mengunjungi Karakura lho~" ucap Matsumoto senang. "Kira-kira aku belanja apa lagi ya, disana? Sudah lama tidak bertemu Ichigo cs~"
Toushiro mendengus, "Kita kesana bukan untuk main-main, baka! Tapi kita mau berdiskusi dengan orang yang bernama Urahara!" ucapnya sambil mengerjakan pekerjaannya. Rupanya kebiasaannya yang satu ini belum hilang juga. Matsumoto cemberut. "Bhuuu! Iya, saya tahu!"
"KALAU TAHU YA SIAP-SIAP, BAKAYARO!" bentak Toushiro. Akhirnya Matsumoto pun kabur. "Dasar bawahan bodoh…" ucap Toushiro frustasi. Kemudian ia meletakkan alat tulisnya dan berjalan keluar kantor, menatap langit.
Ia merasa aneh. Kenapa hanya dirinya yang masih ingat dengan kejadian sebelum semuanya berubah dan kembali ke waktu sebelumnya. Tak ada yang ingat ada pertempuran besar. Tak ada yang ingat kalau ia pernah ke Hueco Mundo. Ia mendengus, setidaknya ia beruntung. Ia menjadi satu-satunya orang yang ingat masa-masa itu. Walau kini ia sudah mulai lupa sebagian. "Sudah 4 tahun juga aku tidak mengatai Kurosaki… Dia benar-benar pahlawan Soul Society." Gumamnya. Ia mendengus lagi. "Sudah 4 tahun juga aku tidak memanggil nama 'dia'… apa dia masih hidup?"
Toushiro menggeleng. Ia memutuskan untuk tidak mengingat hal itu lagi. Karena ia tahu, orang itu hanya akan membuatnya sedih lagi. Ia pun menutup pintu kantornya, segeera bersiap untuk ke kota karakura bersama Renji, Rukia, Ikkaku dan Yumichika.
Karakura
"Rangiku-san! ? Kau Rangiku-san kan? !" Tanya Orihime tak percaya melihat kedatangan para shinigami yang Déjà vu ke universitasnya (ceritanya semuanya satu universitas). Keduanya berpelukan seperti Teletubies dan sambil bilang 'berpelukaaaan~' (maaf, saya bercanda kok). Ichigo melihat perbedaan tinggi badan Toushiro tersenyum, "Wow! Kau sudah besar, Toushiro! Tumben tidak pakai seragam?" ejeknya. Tapi batu kali mendadak mendarat di wajahnya. Rukia yang melempar batu itu,
"Dengar ichigo! Sekarang komandan Hitsugaya sudah jauh lebih kuat darimu! Kau jangan bersikap tidak sopan!" ucap Rukia, lalu menengok ke Toushiro yang hampir mengeluarkan Hyourinmaru. "Gomennasai yo, taichou!"
"Iie. Wakatta." Balas Toushiro yang tidak peduli dengan Ichigo yang sudah hampir dipanggil maut.
Toushiro kemudian berjalan keluar Universitas itu. "Komandan Hitsugaya, anda mau kemana?" tanya Renji.
"Jalan-jalan."
Mendengar itu, ia pun membiarkan Toushiro pergi. Toh, kalau pun ia tersesat, ia bisa pulang sendiri.
Sementara itu, Toushiro melewati SMA Karakura dan tak sengaja bertemu Karin. "Eh? Toushiro?" panggil Karin terkejut. Toushiro menoleh dengan wajah datar.
"Oh, kau."
"Apanya yang 'Oh, kau', pendek! Aaah! Kau jadi lebih oendek dariku! Ahahaha!" tawa Karin membuat Toushiro kesal. Menyadari datangnya hawa dingin, Karin terdiam sambil berpikir 'saya belum nikah! Jangan bunuh saya!' "o,ok. Aku bercanda."
"Baguslah kalau kau hanya bercanda." Ucap Toushiro datar, kemudian ia berjalan menjauhi sekolah itu. Karin hanya tersenyum, "seperti dulu. Ia benar-benar menyebalkan." Kemudian Karin pun kembali masuk ke SMA Karakura.
Setelah berjalan agak jauh, Toushiro berhenti di jembatan panjang. Ia tatap sungai bersih itu dengan tatapan hampa. Tak sengaja, kakinya menyenggol kaki seseorang.
"Kyaaa!" orang itu pun jatuh. Toushiro segera membantu orang itu berdiri.
"Gomen. Anata wa daijoubu desu ka?" tanya Toushiro panik. Ia menyodorkan tangannya kepada orang itu dan orang itu menyambut tangannya dengan baik. Saat orang itu menampakan wajahnya, mata hijau zamrud Toushiro melebar.
"Un! Daijobu da yo!" orang itu, atau lebih tepatnya gadis berambut ungu sebahu itu berdiri dan tersenyum pada Toushiro. "Arigatou na~! Sayonara~!" gadis itu kemudian lari dengan ceria. Semua orang yang ia lewati melihatnya dengan tatapan kagum. Gadis itu memakai seragam Horikoshi Gakuen, sekolah elit di Jepang (ini beneran lho). Toushiro terpaku di tempat ia berdiri. Ia mencoba mengulang kembali apa yang ia lihat barusan. Inikah takdir? Tapi gadis itu seperti tidak mengenalnya.
Saat kesadarannya kembali, Toushiro tertawa pelan. Lebih baik begini. Gadis itu, Hinagiku, dengan penampilan yang baru, menjadi manusia biasa dan tidak mengenalnya. Lebih baik begini. Samar-samar ia mendengar suaran orang berbisik setelah melihat Hinagiku. Entahlah, ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi saat ia kembali ke Universitas Karakura, ia melihat sebuah spanduk besar dengan foto Hinagiku dengan tulisan 'Fujisaki Hinagiku's New Single! [Watashi Kara Kimi E] on Fuji TV!'. Toushiro tak bisa menahan keterkejutannya melihat spanduk itu. Ternyata, Hinagiku terkenal… Ini di luar dugaannya. Ia pun tersenyum.
Di Universitas Karakura, Matsumoto cs telah menunggunya untuk pergi ke rumah Urahara. Dengan langkah pasti, Toushiro berjalan menuju mereka yang menunggunya. Karena apa yang ia tunggu telah ia temui.
Ia tak perlu khawatir lagi.
FINISH
Opening song: Rolling star by YUI
Ending song: Thank You ~ Bokutachi Kara Kimi E – Hey!Say!JUMP
Sebenarnya di chapter ini, bukan Erika yang nulis, tapi temen Erika. Jadi kalau mau protes, protesnya ke dia aja ya! Terima kasih untuk komentarnya! Dan maaf atas super lamaaaaaaanya fic ini update! Ehehehe. Oh ya! Pengumuman. ERIKA LULUS SMP! ! ! ! ! *pamparampampaaam* ehehehe… Erika seneng bukan main. Terima kasih untuk para readers dan sekali lagi maaf ya~! Daaah!
