Chapter 2 update… akhirnya Tha masih bisa juga update ini fanfic, walaupun telat (^_^)V..

readers: Udah deh jangan banyak cingcong cepet langsung saja!

Tha : iya… iya… ini juga langsung, gak sabar amat sih jadi reader #ditimpuk readers#

OK! happy reading :D

DON'T LIKE DON'T READ OK !

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuSaku, SasuHina, Gaasaku

Genre : Romance, Friendship

Rated : T

Warning : OOC, Gaje, Typo, AU, etc

Summary : Persahabatan Sasuke dan Sakura hancur gara-gara Hinata? Bagaiamana hancurnya Sakura disaat Sasuke lebih percaya pada Hinata? (baca deh! gak terlalu bisa bikin summary)

"Hei… masuklah!" Kakashi mempersilahkankan seseorang untuk masuk ke kelas. Orang itupun menurutinya dan segera masuk kedalam kelas.

"WAAAAAAAAA…"

Keadaan kelas manjadi ribut saat sang murid baru memasuki kelas. Semua sisiwi memandang sang murid baru itu dengan mata yang berbinar dan mulut yang sedikit terbuka lebar. Membuat si murid baru itu memasang dengan muka yang jijik, namun hanya sesaat saja.

Kakashi menggelengkan kepalanya lagi, membiarkan semua siswi menjadi lebih tenang. Sedangkan siswa laki-laki memasang muka yang kecewa, karena anak baru yang datang tidak sesuai harapannya.

'Di.. dia?' batin seseorang.

"Kyaaa… lihat Sakura! Dia tampan sekali," bisik Ino pada Sakura yang masih berkutat dengan komiknya.

"Oh ayolah Ino, setiap ada murid baru laki-laki selalu saja kau seperti itu," ujar Sakura yang masih tidak ingin berpaling pada komiknya. Sakura sudah mengetahui murid laki-laki karena mendengar anak-anak perempuan ber-histeris ria.

"Ini berbeda Sakura, coba kau lihat dulu kedepan!" kata Ino sambil memegang kepala bawah Sakura dan mengalihkannya ke depan.

Karena ulah Ino yang mengalihkan pandangannya dari komik, otomatis Sakura melihat jelas pemandangan sang murid baru yang di depan. Sesaat Sakura membulatkan matanya, namun tidak berteriak histeris seperti para anak-anak perempuan yang lain.

"Kenapa dia ada di sini?" guman Sakura kecil.

"Anak-anak tolong tenang sedikit!" perintah Kakashi pada seluruh penjuru kelas.

Kemudian semua murid pun menjadi tenang, tidak seperti waktu tadi. Anak-anak sudah tidak sabar mendengar nama murid baru itu, terutama anak-anak perempuan. Kakashi pun akhirnya dapat bernafas lega karena dapat mengatasi keributan kelas ini.

"Baiklah, perkenalkan dirimu!" kata Kakashi pada sang murid baru.

"Namaku Sasuke Uchiha, pindahan dari Oto. Mohon bantuannya," kata Sasuke sambil di akhiri dengan sedikit membungkukkan badannya.

"Oh namanya Sasuke."

"Wah… dia kan dari marga Uchiha."

"Ternyata anak dari pemilik perusahaan terkenal itu dia."

Anak-anak perempuan kembali ribut seperti tadi. Sesaat Sasuke memasang muka bosan setelah mendengar ocehan-ocehan murid perempuan. Lalu Sasuke melihat kearah seorang gadis yang terus melihat kearahnya. Sasuke pun tersenyum tipis pada gadis anggun itu yang sedang memandangnya tanpa berjerit-jerit histeris.

'Ternyata dia kembali lagi ke Konoha' batin Sasuke masih tersenyum tipis.

'Sa… Sasuke tersenyum padaku,' batin Hinata sambil membalas senyuman Sasuke.

'Dia membalas senyumanku,' batin Sasuke lagi.

"Sasuke kau duduk di… bangku Sakura, ya bangku Sakura. Sakura angkat tanganmu!" perintah Kakashi.

"Kenapa harus aku sensei?" tanya Sakura

"Karena kau yang hanya satu-satunya duduk sendiri, tak apakan?"

Sakura pun menengokkan kepalanya ke belakang untuk memastikan ucapan Kakashi. Dan setelah melihat-lihat dari meja ujung sampai ke ujung pun sudah terisi penuh. Dengan terpaksa, Sakura akhirnya mengalah untuk duduk berdua dengan Sasuke.

"Baiklah sensei."

'Tak apa toh, yang duduk juga Sasuke' batin Sakura

Sasuke pun berjalan ke arah bangku Sakura. Dan segera duduk karena sudah daritadi dia berdiri terus di depan kelas. Namun, Sasuke agak merasa risih karena seorang siswi berkacamata yang di pinggir kiri Sasuke terus melihatnya dengan mata yang risih sekali, Sasuke pun mendeath glare siswi itu dengan seolah tatapan 'mau-gue-bunuh-loe?' siswi berkacamata itupun segera mengalihkan pandangannya karena merasa Sasuke ingin membunuhnya.

Lalu Sasuke melihat ke arah kanannya, dimana Sakura yang sedang duduk melihat ke arahnya dengan tatapan yang heran.

"Apa?" Tanya Sasuke pada Sakura.

"Kenapa semalam kau tidak memberitahuku tentang kepindahanmu? Bukannya semalam kau menghubungiku?" tanya Sakura.

"Kejutan."

"Haaahhh… dasar kau ini."

"Anak-anak sekarang buka buku kalian halaman 140!" kata Kakashi yang memulai pelajarannya.

Semua murid pun membuka buku yang sudah disiapkan di atas meja. Kecuali Sasuke yang ikut melihat pada buku Sakura, karena belum mendapatkan buku dari pihak sekolah.

.

.

.

KRIINGG… KRIINGG…

Dua setengah jam sudah berlalu. Pelajaran akhirnya ditunda oleh bel istirahat yang berbunyi nyaring di seluruh penjuru gedung KSHS. Termasuk kelas Sakura, yang di isi oleh pelajaran matematika setelah pelajaran biologi oleh Kakashi tadi.

"Anak-anak sampai di sini dulu pelajaran kita hari ini," kata guru matematika, Anko sensei.

"Baik sensei."

"Sampai jumpa lagi minggu depan. Dan ingat! kerjakan tugas yang sensei berikan tadi di rumah!" ingat Anko sambil berjalan ke arah luar kelas.

Setelah Anko sensei ke luar, semua murid yang di kelas seperti merasakan surga yang di depan mata. Dan langsung berlarian ke luar kelas untuk pergi ke kantin, ke wc dan lai-lain. Sedangkan Sakura, Ino, Hinata dan Sasuke masih duduk di mejanya dalam keheningan.

Sakura sedang menyisir rambutnya yang sedikit kusut oleh sisir yang selalu di bawanya dari rumah #Ini kebiasaan anak-anak perempuan di kelas Tha saat istirahat hehe^^#. Begitu pun Ino yang sama halnya dengan Sakura. Sedangkan Hinata dan Sasuke hanya diam tak menentu.

Di saat sedang menyisir rambutnya, Sakura merasakan ada yang menepuk bahunya dari belakang. Sehingga membuat Sakura terlonjak kaget dan berbalik ke belakang. Dan ternyata Inolah yang menepuk pundaknya.

"Ada apa Ino?" tanya Sakura.

"Kenalkan aku padanya!" bisik Ino.

"Sasuke?" tanya Sakura lagi.

"Huum"

"Haaahh…" Sakura hanya bisa menghembuskan nafasnya saja.

"Sasuke," panggil Sakura.

"Hn?"

"Err… kenalkan ini sahabatku—"

"Ino Yamanaka, panggil saja aku Ino!" potong Ino sambil menjulurkan tangannya pada Sasuke.

'Dasar, udah punya Sai masih saja genit,' batin Sakura dan Hinata.

"Hn, Sasuke Uchiha. Panggil saja Sasuke!" kata Sasuke dengan membalas uluran tangan Ino.

"Dan ini sahabatku juga, Hinata," kata Sakura yang menunjuk Hinata.

"Aku sudah—"

"Hinata Hyuuga. Panggil saja aku Hinata!" kata Hinata yang memotong Sasuke dan mengulurkan tangannya pada Sasuke.

"Sa...Sasuke Uchiha," balas Sasuke dengan datar dan menerima uluran tangan Hinata.

Di balik wajah datarnya itu, Sasuke menyimpan seribu pertanyaan di otaknya saat ini.

'Kenapa dia tidak mengenaliku? Atau dia pura-pura tidak mengenaliku?' batin Sasuke heran.

Sasuke terus memikirkan hal itu cukup lama. Sehingga matanya tak kunjung lepas dengan mata Hinata. Menyadari tatapan Sasuke, Hinata berusaha sebisa mungkin untuk keluar dari tatapan Sasuke. Namun, sepertinya tidak berhasil. Sasuke masih saja menatapnya dengan tajam dan dingin.

'Oh tidak, Sasuke masih menatapku dengan tajam' batin Hinata cemas.

Sakura dan Ino menyadari Sasuke yang sedang menatap HInata dengan dalam diam. Hal ini membuat Sakura dan Ino cekikikan. Karena Sakura dan Ino berfikir bahwa Sasuke telah jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Ehem," deheman Sakura dan Ino menyadarkan Sasuke saat menatap Hinata.

"Haahh…" Sasuke hanya menghembusakan nafasnya saja.

'Sakura, Ino, arigatou' batin Hinata lega.

"Oh ya Sakura, bukannya kau sudah janji akan mentraktir kita hari ini?" tanya Ino dengan tersenyum licik.

"Baiklah, kalau itu maumu," kata Sakura pasrah.

Sasuke yang tidak mengerti apa-apa hanya menaikkan sebelah alisnya saja. Sedangkan Hinata hanya tertawa pelan saat Ino menagih janjinya pada Sakura. Sekilas Ino melihat ke arah Sasuke yang tidak mengerti apa-apa dengan arah pembicaraan ini, dan segera tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.

"Hei Sakura!" panggil Ino.

"Apalagi?"

"Sepertinya kita bertambah seorang, bagaimana kalau kau mentraktirnya?"

"Baiklah, karena kita kedatangan murid baru, kau sekarang ku traktir. Anggap saja ini hadiah selamat datang dariku." Sakura menatap Sasuke yang mengangguk ke arahnya.

"Hn, arigatou."

Lalu mereka berempat pun segera pergi ke luar kelas untuk menuju ke kantin dengan berjalan pasangan. Sakura dengan Ino yang saling menggandeng tangan, sedangkan di belakangnya, Sasuke dengan Hinata. Sepertinya mereka saling menjaga jarak. Karena mereka terlihat jelas sekali saat berjalan dengan canggung.

Di sepanjang jalan menuju kantin, Sasuke menjadi lebih risih lagi. Karena setiap melewati anak perempuan, selalu saja ada teriakkan yang di tujukan ke arahnya. Tak cukup dengan teriakkannya, ada hal yang lebih parah lagi. Kebanyakan Siswi perempuan memegang Hpnya dengan kamera yang sedang aktif.

Dengan berbagai rintangan yang Sasuke lewati,*lebay* akhirnya Sasuke dan yang lainnya sampai di kantin dengan keadaan selamat. Dan segera duduk di meja yang kosong. Untung saja keadaan di kantin saat ini tidak ramai, sehingga Sasuke menjadi lebih tenang saat ini.

"Mau pesan apa?" tanya Sakura

"orange juice," kata Ino sambil mengotak-atik HP ungunya.

"Lemon tea," kata Hinata.

"Jus tomat." *udah pada tahu kan siapa?*

"Ok." Sakura segera pergi memesan minuman yang diinginkan para sahabatnya.

Tak lama, ada seseorang yang menghampiri Ino. Seorang lelaki berambut cepak dan kulit yang putih seperti mayat. Lelaki itu tersenyum ke arah Ino dan langsung memeluk tubuh Ino.

"Hay Sai! kemana saja kau? daritadi aku tidak melihatmu," ujar Ino.

"Gomen Ino, tadi pagi aku harus kumpul OSIS, jadi aku tidak sempat bertemu denganmu," ucap Sai dengan senyumannya.

"Oh ya Sai, perkenalkan ini Sasuke, dia murid baru di kelasku. Dan Sasuke perkenalkan, ini Sai pacarku"

"Sai."

"Sasuke."

Setelah perkenalan, Sakura tiba-tiba saja datang sambil membawa nampan yang berisi minuman yang di pesannya. Lalu di simpannya nampan itu di atas meja. Semua langsung mengambil minuman yang di pesannya masing-masing, termasuk Sakura yang mengambil jus strawberry miliknya. Tapi tidak untuk Sai, karena dia baru saja datang.

"Oh ya Sai, apa kau mau pesan? kebetulan aku yang traktir kok!" kata Sakura.

"Tidak usah, terimakasih. Aku hanya sebentar saja untuk menemui Ino."

"Oh.. begitu," guman Sakura.

"Ya, aku sedang buru-buru untuk rapat OSIS lagi. Baiklah Ino dan yang lainnya, aku tinggal dulu ya!" kata Sai yang langsung pergi meninggalkan mereka berempat.

"Teman-teman, aku pergi ke kelas duluan ya! Aku merasa sedikit pusing." kata Hinata yang berdiri.

"Baiklah, hati-hai ya Hinata! jangan sampai pingsan!" kata Ino.

Hinata hanya tersenyum saja mendengar ucapan Ino. Dan langsung segera pergi ke kelas meninggalkan Ino, Sakura, dan Sasuke. Juga minuman lemon tea-nya yang hanya tersisa setengahnya saja. Setelah Hinata pergi, tiba-tiba saja Sasuke langsung berdiri.

"Kenapa Sasuke?" tanya sakura.

"Aku ingin ke toilet sebentar," jawabnya. Dan langsung pergi meninggalkan Sakura dan Ino yang kebingungan.

"Hey Sakura!" panggil Ino.

"Hm?" Sakura menyeruput jus strawberrynya.

"Sasuke itu dingin sekali ya, padahal banyak sekali perempuan yang menjerit histeris padanya. Namun di acuhkannya," ucap Ino

"Dari dulu dia memang begitu."

"Dari dulu? kau tahu darimana?"

"Tentu saja aku tahu, dia kan sahabat kecilku."

"Apa sahabatmu?" tanya Ino memastikan.

"Ya, sahabatku. Namun ketika berumur lima tahun, Sasuke dan keluarganya pindah ke luar kota."

"Oh… pantas saja kau seperti sudah dekat dengannya."

"Hm… ya begitulah"

#Di tempat lain#

Sasuke terus berjalan menyusuri lorong koridor. Di sepanjang koridor, masih saja ada banyak perempuan yang ingin memfotonya, atau menjerit histeris. Namun, di acukannya oleh Sasuke. Saat ini Sasuke akan menuju ke toilet, tapi saat sampai di toilet, Sasuke tidak berniat untuk berbelok ke toilet, melainkan hanya berjalan lurus saja.

Tapi ketika melewati taman, Sasuke mendadak berhenti saat melihat seseorang yang sedang duduk di kursi taman sendirian. Sasuke pun segera berjalan ke tempat seseorang itu. Dan berhenti di belakangnya tanpa di sadari oleh orangnya.

"Bukannya pusing? Tapi kenapa berdiam di taman?" tanya Sasuke yang langsung membuat seseorang di depannya terkejut.

"Sasuke?"

"Hn. Hinata kenapa kau pura-pura tidak mengenaliku?" tanya Sasuke dingin.

"Hm… memangnya kenapa?"

"Aku Tanya Hinata, KENAPA KAU PURA-PURA TIDAK MENGENALIKU?" bentak Sasuke pada Hinata, sehingga membuat mata Hinata berkaca-kaca. Untung saja keadaan taman sedang sepi, sehingga tak ada orang yang melihat kejadian ini.

"I… itu bukan urusanmu Sasuke," ujar Hinata yang langsung pergi meninggalkan Sasuke. Namun Hinata merasakan tangannya ditarik oleh Sasuke, sehingga tak bisa pergi.

"Kau belum menjawab pertanyaanku Hinata" ucap Sasuke yang semakin erat memegang tangan Hinata, sehingga membuat Hinata meringis kesakitan.

"ARGHT… Sasuke sakit! Lepaskan aku!"

"Jawab dulu pertanyaanku Hinata!"

"Aku sudah bilang itu bukan urusanmu!"

"Tapi—"

KRING… KRING…KRING…

Ucapan Sasuke terpotong oleh bel masuk yang berbunyi. Sehingga pegangan Sasuke pada tangan Hinata sedikit melonggar. Hal itu membuat kesempatan pada Hinata untuk lari dari Sasuke.

Dan akhirnya Hinata berhasil lari dari Sasuke. Hinata berlarian sambil menangis, air matanya sedikit demi sedikit turun dari matanya. Sehingga Hinata harus menyusutnya dengan punnggung tangannya agar tidak terlihat orang.

Sedangkan di taman, Sasuke masih saja berdiri diam di tempat itu. Seolah tak berniat untuk melangkahkan kakinya sedikitpun.

"Apa gara-gara kejadian sewaktu itu?" guman Sasuke pelan.

FLASHBACK

Musim semi di daerah kota Iwa merupakan hal yang disukai oleh anak-anak. Bunga-bunga yang tumbuh indah, serta pepohonan di pinggir jalan, membuat kota Iwa semakin indah saja. Seperti halnya, di sebuah taman yang tidak terlalu besar, terdapat dua orang anak yang sedang bermain.

Seorang anak perempuan berambut indigo pendek, tengah memetik bunga mawar yang tertanam di tengah-tengah taman itu. Sedangkan anak laki-laki berambut emo hitam, sedang bersabar menemani anak perempuan yang sedang memetik bunga mawar merah tadi.

"AWW…" Jari telunjuk anak perempuan tadi tergores oleh sebuah duri yang tertancap di batang mawar itu. Jari telunjuknya mengeluarkan cairan merah segar atau bisa disebut darah itu, membuat anak lelaki yang di belakangnya tersentak kaget.

"Hinata-chan, kau kenapa?" Tanya anak lelaki itu.

"Tidak apa-apa kok Sasu-kun, aku hanya tergores saja," jawabnya sedikit meringis saat darah itu menetes ke tanah.

"Tidak apa apanya? Telunjukmu luka! Berikan telunjukmu!" kata Sasuke.

Anak perempuan yang dipanggil Hinata pun memberikan telunjuknya pada Sasuke. Sasuke memegang telunjuk Hinata dengan hati-hati agar tidak membuat Hinata sakit. Setelah itu Sasuke mengeluarkan sapu tangannya dari saku celananya dan mengusapkan sapu tangan berwarna biru tua itu pada telunjuk Hinata.

Hinata kembali meringis saat sapu tangan itu menyapu darah yang mengucur di jari telunjuknya. Sasuke semakin berhati-hati saat melihat Hinata meringis. Tak lama kemudian, darah pun tidak mengucur lagi seperti yang tadi, hanya saja masih ada darah yang sedikit keluar.

"Nah selesai!" kata Sasuke

"Arigatou Sasu-kun."

"Hn, sama-sama. Lain kali hati-hati ya!"

"Ya, tapi kan masih ada Sasu-kun. Kalau aku kenapa-kenapa Sasu-kun pasti akan menolongku kan?"

DEG

Entah kenapa saat mendengar hal itu Sasuke sedikit terkejut. Apakah dia lupa denagn jajinya itu atau tidak. Tapi perkataan Hinata tadi sontak membuat wajah Sasuke sedikit berkeringat dingin.

'Aku belum siap mengatakannya, tapi jika dinantikan aku sudah tidak punya waktu lagi' batin Sasuke.

"Sasu-kun kau kenapa? Sakit?" Tanya Hinata khawatir.

"Err… aku tidak apa, hanya saja ada suatu hal yang harus kubicarakan padau!" jawabnya.

"Bicara apa? Katakan saja!"

'Gomen Hinata, walaupun aku tidak siap tapi aku harus mengatakannya' batin Sasuke.

"Begini, mungkin aku tidak bisa menepati janjiku Hinata," ucap Sasuke pelan. Namun cukup terdengar oleh Hinata.

"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?"

"Be… besok aku harus err… pindah keluar kota."

DEG

Tangan Hinata langsung menutup mulutnya yang sedikit terbuka karena terkejut. Hinata berusaha menanggapinya bahwa ini hanyalah mimpi, atau pendengarannya yang sedikit tertanggu. Tak lama kemudian, bulir-bulir kristal keluar dari kedua bola mata Hinata. Ia tak sanggup menerimanya.

"Sasu-kun kau jangan bercanda!"

"A… aku tidak bercanda Hinata-chan, besok aku dan keluargaku akan langsung pergi ke Oto. Aku terpaksa pindah karena pekerjaan Tou-san ku. Sebenarnya rencana ini sudah lama, namun aku tidak bisa mengatakannya padamu."

"KAU… KAU PEMBOHONG SASUKE, KAU PEMBOHONG! BUKANNYA KAU BERJANJI AKAN MELINDUNIKU?" bentak Hinata.

"Tapi Hinata-chan, dengarkan aku—"

"Sudahlah Sasu-kun AKU BENCI PADAMU! AKU MEMBENCI ORANG YANG PEMBOHONG SEPERTIMU!" bentak Hinata kembali, dan memberikan penekanan.

"Kumohon Hinata—"

"Sasu-kun, anggap saja kita tak pernah bertemu," kata Hinata dan langsung pergi berlari meninggalkan Sasuke sendiri.

"HINATA-CHAN!" pangilan Sasuke pun tidak didengar Hinata.

"Gomen Hinata," guman Sasuke.

END OF FLASHBACK

Tak terasa ingatan masa lalu Sasuke membuat Sasuke tidak sadar sudah berjalan di dekat kelas. Ingatan masa lalunya saat di Iwa membuatnya sedih karena dia harus benar-benar pindah ke Oto. Dan sekarang dia kembali bertemu Hinata. Namun sekarang dia sedikit bingung, apakah ia akan menepati janjinya atau tidak?. Entahlah, hanya Tuhan saja yang tahu.

TBC

Akhirnya TBC juga! Hm… apakah Sasuke akan menepati janjinya kembali atau tidak? Lalu bagaimana dengan Sakura yang tidak tahu apa-apa tentang hubungan Sasuke dan Hinata? Tunggu chapter depan….. (^_^)

Dan sekarang bales review !

Uchiha Eky-chan : Ini Tha udah update kok! makasih udah review! Review lagi ya! (^_^)V

Himawari Edogawa : makasih ya! Ini udah update kok! Thank's udah review! Review lagi ya! (^_^)V

Peri Hitam : Hai R salam kenal juga :D Tha udah mampir ke profil R kok! benar kan Peri Hitam suka di panggil R? *SKSD* malah Tha udah nemuin fbnya R*tapi gak tau bener gk tau salah soalnya ada nama peri hitam di belakangnya* ! Makasih sebanyak-banyaknya ya atas masukannya! Dan makasih udah review :D ! Review lagi ya! (^_^)

Ok silahkan review! Tha hanya menerima kritik dan saran dari kalian! dan TIDAK MENERIMA FLAME!