Holla~ Tha udah update hehehehehe.
Oh ya BUAT PENGGEMAR SASUSAKU MOHON BERSABAR SEBENTAR. KARENA DI SINI KONFLIKNYA BELUM TERLALU MULAI. JIKA SUDAH MULAI THA AKAN MUNCULIN SASUSAKUNYA OK :D.
Ok langsung…..
Happy reading!
DON'T LIKE DON'T READ OK !
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: SasuSaku, SasuHina, Gaasaku
Genre: Romance, Friendship
Rated: T
Warning: OOC, Gaje, Typo, AU, etc
Summary : Persahabatan Sasuke dan Sakura hancur gara-gara Hinata? Bagaimana hancurnya Sakura disaat Sasuke lebih percaya pada Hinata? (baca deh! gak terlalu bisa bikin summary)
'Sa…suke,' batin Hinata.
DEG
Jantung Hinata berdetak lebih cepat dari biasanya, mukanya yang putih sekarang sudah memerah saat melihat wajah Sasuke dari dekat. Apalagi sakarang Hinata teringat dengan surat cinta Sasuke yang dulu itu.
'Kenapa aku jadi deg-degan begini,' batin Hinata.
"Hinata!" ujar Sasuke yang membuyarkan lamunan Hinata.
"A… ah ya, err… gomen!" kata Hinata gelagapan.
"Tidak, seharusnya aku yang meminta maaf," ucap Sasuke sambil memberikan buku yang terjatuh tadi pada Hinata.
"Ba… baiklah, err… a… aku buru-buru… AKH…" ketika Hinata akan berdiri, Hinata menjerit kesakitan sambil memegang kakinya. Sepertinya sedikit terkilir akibat kejadian tadi.
"Hinata, kau tak apa?" tanya Sasuke khawatir melihat Hinata meringis kesakitan.
"Biar ku bantu," kata Sakura tiba-tiba, karena tak tega melihat sahabatnya kesakitan. Ino pun ikut membantu Hinata, tapi di halangi oleh Sasuke.
"Biar aku saja!" Sasuke pun segera membantu Hinata berdiri dengan hati-hati, begitu pun dengan Sakura. Hinata sedikit meringis ketika akan berdiri.
"Sakura, sebaiknya kau bawa saja buku-buku Hinata! Dan kau Ino, tolong bawakan tas Hinata!" perintah Sasuke pada Ino dan Sakura. Dengan pelan-pelan, Sasuke melepaskan tas Hinata, dan memberikannya pada Ino. Sedangkan Sakura mengambil buku-buku Hinata.
Jika dilihat, muka Hinata kembali memerah ketika badan Hinata dipeluk oleh Sasuke. Tangan kanannya dilingkarkan pada leher Sasuke. Wajah Sasuke yang stoic serta dingin terlihat jelas sekali oleh Hinata.
Dari belakang SasuHina, Sakura dan Ino sedang berjalan membuntutinya. Ino terlihat cekikikkan melihat SasuHina yang err… romantis. Tapi tidak bagi Sakura, ia tidak terlihat cekikikkan seperti Ino. Wajahnya yang cantik malah sekarang terlihat lesu, padahal tadi pagi ia baik-baik saja. Entahlah… mungkin Sakura sedang malas.
'Kenapa aku menjadi iri pada Hinata ya?' batin Sakura.
"Sakura, kau sakit?" tanya Ino sambil memegang kening Sakura.
"Tidak panas kok," guman Ino.
"A… aku tak apa Ino," jawab Sakura dengan senyum, tapi kelihatannya senyum yang di paksakan. Tapi Ino tak menyadarinya.
"Ya sudah, ayo cepat! Sebentar lagi bel berbunyi."
Sakura dan Ino pun mempercepat jalannya. Mereka sudah tertinggal jauh oleh Sasuke dan Hinata. Tetapi, Sakura masih saja murung saja melihat SasuHina. Apa Sakura cemburu? 'Tidak, mana mungkin aku cemburu. Lagian aku dan Sasuke kan cuma sahabat dari kecil' begitulah pikirannya saat ini.
"Hah… sudahlah, aku kan tidak ada hubungan apa-apa dengan Sasuke," gumannya pelan, sehingga Ino tak mendengarnya sedikitpun.
.
.
.
KRIING….
Bel pertanda selesainya pelajaran sudah berbunyi. Guru-guru yang mengajar sudah keluar dari kelasnya. Begitu pun semua murid-murid KSHS, tapi tidak bagi Sakura, Ino, Hinata dan Sasuke. Kelihatannya mereka masih membereskan buku-buku yang masih berantakkan di atas mejanya.
"Sakura, Hinata, Sasuke, aku pulang duluan ya? Sai sudah menungguku di gerbang," kata Ino yang memecahkan keheningan daritadi.
"Ya, hati-hati ya Ino!" kata Sakura dengan ceria.
"Ya, daahh…" kata Ino sambil melambaikan tangannya pada mereka. Sedangkan Hinata hanya tersenyum, dan Sasuke hanya memasang muka datar saja.
Sakura sudah bersiap-siap untuk pulang. Ia sudah menyelempangkan tasnya. Setelah itu, ia memeriksa kembali pada kolong mejanya untuk memastikkan bahwa tak ada yang ketinggalan di situ.
"Baiklah aku dulu—"
"Tunggu Sakura!" Sasuke menahan Sakura untuk pulang. Tangannya memegang tangan Sakura untuk mencegahnya berjalan. Sakura sedikit terkejut dengan hal yang dilakukan Sasuke.
Tak lama, Sasuke menyadari bahwa ia sedang memegang tangan Sakura, dan segera melepaskannya. Hinata juga yang menyadari hal itu terkejut juga, Hinata sedikit merasa sesak melihatnya.
"A… ada apa Sasuke?" tanya Sakura.
"Err… maukah kau menemaniku ke toko buku? Aku disuruh membeli buku-buku pelajaran oleh kepala sekolah," jawab Sasuke dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Boleh saja," kata Sakura sambil menganggukkan kepalanya.
"Err… Sasuke?" Hinata memanggil Sasuke.
"Ya ada apa, Hinata?" tanya Sasuke.
"Bo… bolehkah aku ikut denganmu? A… aku bosan di rumah terus," jawab Hinata.
"Hn, boleh. Apa kakimu tidak apa-apa?" Tanya Sasuke khawatir.
"Ya, kaki ku sudah tidak apa-apa. Lihat! Aku sudah kuat kok," jawab Hinata dengan loncat-loncat di depan Sasuke dan Sakura. Sasuke dan Sakura sedikit heran dengan tingkah Hinata hari ini.
"Hn, yasudah," kata Sasuke.
'Aneh sekali, padahal ia kemarin pura-pura tidak mengenaliku,' batin Sasuke.
Sakura, Hinata dan Sasuke pun segera pergi dari kelas, dan segera pergi ke toko buku. Hari ini cuaca kembali terik seperti kemarin, untung saja toko buku tidak terlalu jauh dari sekolah, sehingga mereka bertiga tidak terlalu lama kepanasan.
Sekitar dua puluh menit berjalan, mereka bertiga pun sudah sampai di depan toko buku. Tokonya tidak terlalu sempit, namun tidak terlalu luas, tapi ukurannya sudah cukup untuk ukuran toko buku.
Mereka pun segera memasuki toko buku itu. Sasuke membuka pintu kacanya, lonceng pertanda pembeli masuk berbunyi. AC sejuk yang menerpa mereka bertiga membuat mereka tidak kepanasan.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga toko tersebut yang bernama Ayame. Nama itu tertera jelas oleh sebuah kartu nama yang terkait di pinggir kanan dadanya.
"Hn, kami mencari buku pelajaran SMA," ujar Sasuke.
"Ah iya, buku pelajarannya ada di ujung sana," kata Ayame dengan menjulurkan tangannya pada ujung perpusatakaan di belakang.
"Hn, terima kasih," ucap Sasuke. Sedangkan Ayame hanya tersenyum ramah.
Sasuke pun segera menuju ke tempat yang di tunjuk Ayame, sedangkan Sakura dan Hinata mengekor di belakang Sasuke. Rak-rak buku yang berjajaran membuat Sakura dan Hinata melirik-lirik untuk mencari buku-buku yang menarik.
"Sakura, bisakah kau membantuku untuk mencari bukunya?" tanya Sasuke ketika sudah sampai di sebuah rak yang berisi khusus tentang buku-buku pelajaran SMA.
"Hm… tentu," jawab Sakura.
Hinata yang merasa di campakkan memilih untuk mencari buku novel yang menarik saja. Ia pun segera pergi untuk mencari rak yang berisi buku novel. Tak lama kemudian, Hinata menemukan rak khusus yang terisi dengan novel, rak itu sebenarnya hanya ada di belakang rak buku pelajaran, sehingga Hinata dapat melihat Sasuke dan Hinata yang sedang mencari buku pelajaran.
Tangan Hinata mengambil sebuah novel yang berjudul 'Friend is Love'. Sahabat adalah cinta, itulah judul novel yang sedang di perhatikan Hinata.
Sahabat, merupakkan orang yang kita sayangi melebihi dari seorang teman. Apa kau tahu? Sebenarnya sahabat sering berakhir dengan cinta, namun cinta sering tak berakhir dengan persahabatan.
Jika kita melihat dia bersama orang lain, pasti kau akan merasakkan cemburu. Pasti kita sering merasa terabaikan, atau merasa ingin menyingkirkan orang itu dan digantikkan dengan kita.
Itulah pertanda cinta yang kita rasakkan pada seorang sahabat sendiri.
Catatan itu tertera di balik novel. Hinata membacanya dengan serius, 'apa benar sahabat sering berakhir dengan cinta?' itulah pikiran Hinata saat ini. Tak lama, Hinata mendengar sebuah canda tawa dari balik novel tersebut.
Hinata melihat Sasuke yang sedikit tersenyum melihat Sakura yang sedang mengembungkan pipinya. Hinata sedikit tersenyum kecut sat melihat Sakura yang membuat Sasuke tersenyum. Hinata merasa ingin menyingkirkan Sakura dari hadapan Sasuke, dan menggantikannya dengan dirinya sendiri.
Tunggu! Menyingkirkannya ? Hinata segera membaca kembali catatan novel tadi yang di pegangnya. Hinata merasa catatan itu sama dengan pikirannya saat ini.
"Apa mungkin aku… " guman Hinata pelan.
'Tidak, itu tidak mungkin. Tidak mungkin kalau aku mencintai Sasuke,' batin Hinata gelisah.
DI TEMPAT SASUSAKU
"Hey Sakura kau sedang apa?" tanya Sasuke yang heran melihat Sakura berjinggit ke atas.
"A… aku sedang mengambil buku itu," jawab Sakura sambil berusaha untuk mengambil buku yang terletak di rak paling atas.
"Hah… kau ini, makanya punya badan tinggi," kata Sasuke sambil berjalan ke arah Sakura untuk membantunya.
"Dapat!" seru Sakura ketika Sasuke akan mengulurkan tangannya ke atas. Tapi tiba-tiba badan Sakura sedikit oleng karena terlalu lama berjinggit. Badan Sakura oleng ke sebelah kanan, dimana Sasuke sedang berdiri untuk mambantu Sakura. Sakura pun terjatuh menubruk Sasuke, Sasuke sedikit menahan tubuh Sakura, tapi karena tubuh Sakura yang sangat berat, ia tak mampu menahannya sehingga Sasuke pun ikut terjatuh.
BRUUKK
Suaranya terjatuhnya seseorang mengejutkan Hinata yang sedang melihat-lihat novel. Hinata segera pergi ke tempat Sasuke dan Sakura berada. Sedangkan di tempat Sasuke dan Sakura, mereka sukses terjatuh dengan posisi yang membuat Ayame melihat dari kejauhan sedikit kaget.
Bagaimana tidak? sekarang posisi Sasuke ada di bawah Sakura, begitu pun Sakura yang sedang menindih Sasuke. Bibir mereka hampir bertemu dengan jarak kurang lebih 1 cm. Sedangkan mata mereka bertemu, dengan tatapan sedikit terkejut juga. Onyx bertemu emerald, itulah tatapan mereka saat ini.
"Sasu… ke?"
Hinata yang tiba-tiba datang mengejutkan Sasuke dan Sakura yang masih berada pada posisinya. Sakura segera bangun dari posisinya Karena kaget mendengar suara Hinata, begitupun Sasuke yang ikut berdiri seperti Sakura.
Sesak, itulah yang dirasakan Hinata saat ini. Mata Hinata sedikit berkaca-kaca, entah kenapa ia benar-benar ingin menyingkirkan Sakura saat ini. Tak lama, Hinata segera berlari di tempat itu, dan pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura.
"Hinata tunggu!" teriak Sasuke yang akan mengejar Hinata. Sedangkan Sakura juga ikut mengejar, namun tak secepat Sasuke. sehingga Sakura sedikit tertinggal.
HINATA POV
Kenapa aku harus bertindak konyol begini? Kenapa aku harus lari-lari seperti ini? Kau bodoh sekali Hinata, kau bodoh! Tapi kenapa tadi hatiku sesak sekali saat melihat kejadian itu? Andaikan Sakura itu adalah aku, mungkin aku… akh… sudahlah Hinata, lagipula kau sudah mempermalukan diri sendiri. Mana mungkin Sasuke akan mengejarku, mungkin dia akan berpikiran 'aneh' padaku.
"HINATA…"
Tunggu sepertinya aku mendengar suara Sasuke? Tapi mana mungkin dia mau mengejarku?
Ku lirik kepalaku ke belakang sambil terus berlari, aku penasaran siapa yang memanggilku saat ini. Dan ternyata adalah SASUKE? Di… dia mengejarku. Aku terus berlari ke depan karena entah mengapa aku tidak mau bertemu Sasuke saat ini.
"HINATA AWAS!"
"KYAA…"
CKITT…..
BRAKK
END OF HINATA'S POV
"AUW…"
"Ugh… kenapa di saat seperti ini harus terjatuh sih?" kata Sakura yang kesal karena terjatuh saat mengejar Sasuke dan Hinata. Sakura segera berdiri dari jatuhnya, lututnya sedikit mengeluarkan darah merah.
"Kemana Sasuke dan Hinata ya? Hah… perasaanku sedikit tidak enak, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan mereka," guman Sakura.
Tapi tiba-tiba, Sakura tak sengaja melihat ke tempat perempatan jalan yang tidak jauh darinya. Banyak orang-orang yang berkumpul di tempat itu. Karena Sakura penasaran dengan hal di sana, Sakura segera pergi berlari ke perempatan.
Tak lama Sakura sudah sampai di perempatan, Sakura berada di paling belakang, banyak orang-orang yang lebih tinggi dari Sakura, sehingga ia memutuskan untuk memaksakan ikut ke dalam kerumunan tersebut.
"Permisi… permisi," kata Sakura pada kerumunan orang-orang tersebut, untung saja badannya kecil dan langsing sehingga sangat mudah untuk menyelinap di antara orang-orang itu.
Setelah berhasil menyelinap ke depan, Sakura sangat tercengang melihat apa yang di pandanginya saat ini. Matanya mengeluarkan air mata, ia berusaha sadar bahwa ini hanyalah mimpi. Tapi, ia juga masih sadar bahwa ini adalah dunia nyata.
Sebuah mobil ambulance yang mengangkut Sasuke di dalamnya. Hinata yang sudah berada di dalam menangis terisak melihat kondisi Sasuke. Kemeja seragam Sasuke yang semula putih bersih sekarang ternodai penuh oleh darah yang keluar dimana-mana. Begitu pun rambut hitamnya yang sekarang ternodai oleh darah yang merembes dari kepalanya. Sasuke saat ini tak sadarkan diri.
Pintu ambulance pun sakarang di tutup rapat oleh seorang perawat yang ada di ambulance itu, dan langsung pergi meninggalkan tempat kejadian. Sedangkan Sakura, hanya bengong di tempatnya, ia masih belum percaya apa yang di lihatnya tadi.
Semua orang yang berkumpul pun sudah membubarkan diri. Terkecuali Sakura, ia masih saja berdiri di pinggir trotoar perempatan. Air matanya masih mengucur deras. Tak lama ia pun menyadakan dirinya sendiri untuk percaya oleh kejadian tadi.
"SASUKEEEE…..hiks…" Sakura berteriak di tempat itu sendiri. Tak sedikit orang yang melihat Sakura berteriak.
Sakura segera berlari dari perempatan jalan menuju rumah sakit Konoha. Ia yakin ambulance tadi berasal dari rumah sakit Konoha. Ia terus berlari secepat mungkin dari sebelumya. Tak peduli dengan darah yang masih mengucur dari lututnya tadi bekas terjatuh.
"Hosh… Sasu… hosh… ke… tunggu aku hosh…" guman Sakura.
Kakinya semakin perih saat menambah kecepatan larinya, tapi Sakura tak mempedulikan hal itu. Saat ini pikirannya hanyalah Sasuke seorang.
"ARRGHT…"
Sakura terjatuh, sekarang ia sudah benar-benar tidak kuat lagi. Rumah sakit Konoha masih jauh dari tempatnya saat ini. Sakura segera berpikir untuk mencari cara agar ia bisa dapat secepat mungkin untuk berada di sana.
"Bagaimana ini hiks… aku sudah hiks… tidak kuat…" Sakura mulai kecewa saat ini. Ia sudah lemas.
TIN TIN
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di dekat Sakura. Sebuah mobil jaguar hitam yang sangat dikenali Sakura. Seorang lelaki keluar dari mobil jaguar itu. Lelaki berambut merah dengan tato ai di dahinya. Si pemilik mobil memakai sebuah kacamata hitam yang bertengger di matanya.
Lelaki itu pun mendekati Sakura dengan memasukkan tangannya pada saku celana seragamnya. Membuat terkesan lebih keren menurut pendapat seorang wanita normal. Sakura yang melihatnya pun terbengong-bengong seakan lupa dengan pikirannya saat ini. Sesosok lelaki itu pun ikut berjongkok di depan Sakura.
"Sakura?" tanya lelaki itu. Namun orang yang ditanya hanya diam membisu. Wajahnya sedikit memerah ketika melihat pada lelaki itu.
"Hallo~ kau masih hidup?" tanya lelaki itu kembali sambil menggerakkan telapak tangannya ke kanan dan ke kiri di depan muka Sakura.
"Eh… Ga… Gaara? sedang apa kau disini?" Sekarang arwah Sakura sudah bersatu. Jujur saja, daritadi Sakura terbengong-bengong melihat ketampanan pada sesosok lelaki yang dipanggil Gaara itu. Muka Sakura masih sedikit memerah saat jarak mereka berdua berdekatan.
"Seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kau di sini? Bukankah arah rumahmu berlawanan dari sini?" tanya Gaara dengan heran.
"Ah iya Sasuke," Sakura mulai tersadar dengan pikirannya, ia menepuk dahinya yang sedikit lebar, dan hendak meninggalkan Gaara. Namun usaha Sakura yang akan berlari di cegah Gaara, tangannya yang mulus di tarik oleh Gaara.
"Kau mau kemana Sakura?"
"A… aku harus ke rumah sakit Konoha, Gaara. Aku harus kesana karena Sasuke… Sasuke hiks…" Sakura mulai mengeluarkan air mata, karena ia harus benar-benar ke rumah sakit.
"Sakura tenangkan dirimu dulu! Sekarang jelaskan padaku! ada apa dengan Sasuke?" tanya Gaara yang berusaha menenangkan Sakura.
"Sasuke… Sasuke kecelakaan hiks…" jawab Sakura.
"Apa?" Gaara sedikit tidak percaya dengan ucapan Sakura, ia melihat Sakura sepertinya serius dengan ucapannya. Sakura menangis kembali, pikirannya saat ini adalah Sasuke. Gaara yang tidak tega melihat Sakura seperti itu segera memelukanya dengan dalam dan hangat, membuat tak sedikit orang yang melihat kejadian itu.
Sakura masih menangis dalam dekapan Gaara, rambutnya yang pink dan lembut itu pun dielus oleh Gaara agar lebih tenang. Tapi tiba-tiba Sakura segera melepaskan pelukan Gaara, ia harus benar-benar pergi saat ini.
"Maaf!" guman Gaara, namun cukup di dengar oleh Sakura.
"Aku harus pergi…" ujar Sakura hendak meninggalkan Gaara. Namun tangannya di tahan oleh Gaara lagi. Sakura sedikit berdecak karena ia sedang buru-buru.
"Kau tidak bisa pergi ke rumah sakit Konoha dengan kaki yang berdarah seperti itu. Aku akan mengantarkanmu, cepatlah masuk ke mobil!" kata Gaara dengan langsung membukakan pintu mobil depan untuk Sakura.
Entah kenapa Sakura sedikit ragu untuk kali ini, padahal Sakura sudah sering naik mobil berdua dengan Gaara. Ia menggigit bibir bawahnya, ia benar-benar ragu.
"Tunggu apa lagi? Cepat masuk!" perintah Gaara. Karena tak ada waktu lagi, Sakura terpaksa menuruti perintah Gaara. Dan Gaara pun segera masuk untuk cepat-cepat pergi ke rumah sakit.
TBC
Huhuhu~ ceritanya pendek ya? gomen kalau masih ada Typo yang bertebaran dimana-mana.
pemberitahuan lagi BUAT PENGGEMAR SASUSAKU MOHON BERSABAR :)
bales review…
Eky-chan: mungkin, Tha juga gak tau #PLAKK hehe. SasuSaku nanti dimunculin saat konflik di mulai:D, jadi mohon sabar ya?. Makasih udah review, review lagi ya! ^_^
tabiirra: sabar ya? SasuSaku dimuculin setelah konfliknya mulai:). Makasih udah review, review lagi ya?. ^_^
Onyxita Haruno: Tak apa kok. Iya ini udah update. Makasih udah review, review lagi ya! ^_^
kritik or saran?
silahkan review…
