Hahay! Ketemu lagi dengan author yang Gaje nie… thank's yaa dah mao review fic nya Ai-chan.. Review para Senpai Real Review koq, bukan flame, malah Ai-chan seneng dapet Review yang dapat melurus kan fic Ai-chan yang sungguh Sesat! (Readers: lebay nya Author kumat lagi deh). Kalau ada yang kurang, review lagi yua… (Readers: nie Ai-chan nyuruh2 mulu sih?)
berhubung Ai-chan ga bisa merangkai kata, mending langsung CapCus Aja!
Let's Go! Happy Reading!
Don't like Don't Read
Disclaimer: Anime Naruto Punya Kishimoto-san,, tapi, Sasuke nya jangan di bawa pulang ya.. suruh aja Sasuke tinggal di rumah ku! pasti doi mao.. hwehwe.. okay Kishimoto-san? –di lempari tomat busuk 1 truk-
Pairing: SasuSaku, SasuKarin
Warning: OOC, AU, lebay, gaje
-*000*-*000*-
CHAPTER 2
"Hm! Ayolah ceritakan padaku. kalo kau ada masalah, nanti aku Bantu sebisaku deh! oh iya, sampai lupa, perkenalkan aku Uchiha Sasuke, dan kau,,?"
"Umm.. Aku Sakura.., Haruno Sakura."
"Oowh.. jadi kau pewaris tunggal Haruno corp yang terkenal itu ya? tidak ku sangka aku bisa bertemu dengan mu di tempat seperti ini.." Dengan nada agak tinggi.
"Sstt.. pelankan suaramu!" Kata sang gadis yang bernama Sakura dengan suara pelan.
"Hehe.. maaf, saking kagetnya. Tapi, memangnya kenapa? Ada masalah?" Dengan wajah yang penuh Tanya.
"Ya tentu saja ada!" Kata Sakura dengan mantap.
"Memang apa masalah mu?" Sasuke menaikkan sebelah alisnya.
"Umm.. so..soal..itu..Begini.." Sakura kebingungan.
"Ya..?" Sasuke makin penasaran..
"B.. be.. begini.." Sakura semakin gugup.
"Ya, ya, ya, !" Sasuke makin tak sabaran.
"Be.. be.. begini…"
"Halaah… kapan mulainya sih, dari tadi begini begini mulu?" Dengan nada jengkel dan malas.
"Yaah.. bukan gitu, abis aku bingung mau mulai dari mana.." Kata Sakura dengan nada memelas..
"Ya dari mana aja lah, mao dari Jakarta kek, dari Bandung kek, yang penting lo cerita!" Ada semburat urat kecil di Dahi Sasuke.
"Yey, emangnya gue kakek-kakek?.. gini, sebenernya aku pengen banget kaya orang lain, yang bisa Sekolah di Sekolah umum dan tanpa di kawal oleh Bodyguard." Sakura pun akhirnya memulai ceritanya.
"Lantas kau Sekolah di mana?"
"Aku Homeschooling."
"Lho? Bukannya Homeschooling itu pendidikannya lebih bermutu? Harusnya kau bersyukur dan bangga donk!"
"Emang sih, tapi bukan itu masalahnya.. masalahnya aku pengen bebas. Aku pengen banget ke KHS, tapi aku ga tau gimana caranya.."
"Kenapa kau tidak boleh ke KHS?"
"Aku kan seorang pewaris tunggal Haruno corp, jadi aku harus di jaga seaman mungkin, tidak boleh lecet sedikit pun. Tapi dengan adanya sistem kaya gini, malah membuatku bosan."
"Owh.. apa orang tuamu tidak pernah melihat mu sedih? Masa orang tuamu diam saja kalo melihat mu sedang sedih?"
"Orang tua ku pergi ke luar negeri karena ada urusan bisnis, jadi mereka tidak bersamaku."
"Lalu sekarang kau tinggal dengan siapa?"
"Bersama tante dan sepupuku."
"Kenapa kau bisa di sini? Mana Bodyguard-bodyguard mu itu?"
"Sekarang statusku sedang kabur dari rumah, Sas. Dan sekarang bodyguard ku mencari ku kemana-mana, makanya aku pilih tempat ini, karna biasanya tempat ini jarang di kunjungi oleh orang-orang!"
"HAH! Lalu, kalo ketahuan gimana? Mau tidak mau kau harus kembali, Ra!"
"Tapi, nanti kalo aku kembali, bisa-bisa pengamanannya di perketat, dan aku tidak bisa kabur lagi untuk merasakan kebebasan."
"Lantas harus bagaimana?"
"Entahlah! Gimana ya..?"
Lamaa… Hening… di pikiran mereka hanya memikirkan solusi untuk masalah yang kini mereka hadapi. Ya lebih tepatnya masalah Sakura.
"AHA! Aku punya ide.." Suara Sakura memecahkan keheningan.
"Hah! Apa, apa? Memangnya apa idemu?"
"Kau bilang Kau akan membantuku kan?" Di sertai seringainya.
"I..iya.." 'Duuh, aku merasakan firasat buruk nieh.' Pikir Sasuke cemas.
"Bagaimana kalau kau menjadi Bodyguard pribadiku?"
"AP..APPA..? APA KAU SUDAH GILA?"
"Tidak! Aku masih waras koq!" Dengan tampang so innocent.
"Lalu, Apa hubungannya dengan masalahmu, hah?"
"Ya tentu saja ada! Kalau kau menjadi Bodyguard ku, maka tante ku akan mempercayakan ku padamu, dan memperbolehkanku untuk Sekolah di KHS! Kenapa? Karna tante ku tidak akan mengkhawatirkan ku lagi, kan sudah ada kau yang menjagaku." Jelas Sakura di sertai senyum lembutnya.
"Lalu, kenapa tidak dengan Bodyguard yang lain aja?"
"Tante ku berpikir, jika Bodyguard ku Sekolah di KHS, berarti KHS itu sekolah yang Aman."
"Lalu, kalau ada apa-apa denganmu, aku yang tanggung jawab? Bagaimana kalau kau terluka? Aku donk yang kena?"
"Hehehe.. iya sih, Tapi, aku akan membela mu koq! Apapun itu, aku akan mencari solusinya bagaimanapun caranya. Asalkan kau mau membantuku kali ini, ya? please.."
"OGAH! hei, dengar baik-baik ya Nona HARUNO! Mentang-mentang aku ingin membantumu, dan kau itu sangat terkenal dan terhormat, jangan seenaknya menyuruh orang! Kau taukan statusku adalah seorang pelajar? Jadi aku butuh waktu yang banyak untuk belajar, bukan untuk jadi Bodyguardmu!"
"Ayolah.. ku mohon…" Sakura pun mengeluarkan jurus puppy eyes no jutsu nya berharap Sasuke akan luluh padanya.
"KAGAK! Sekali kagak ya kagak!" Sasuke pun ngotot dengan jawabannya.
"Hmm! Ternyata kau keras kepala juga ya.. padahal, aku berharap banyak padamu, Sasuke. Baiklah, aku akan memberimu waktu untuk memutuskan hal ini! Ini kartu namaku!" Sakura pun memberikan kartu namanya kepada Sasuke.
"Jika kau berubah pikiran hubungi aku!" Sambung Sakura lagi.
"Hm! Gak akan pernah!"
"Yang bener?" Kata Sakura dengan nada sedikit menggoda.
"Bodo kalo ga percaya! Dah aku pulang!" Sasuke pun mengambil sepedanya yang di sandarkan di pagar belakang Sekolah dan menyeretnya.
"Hihihi.. baiklah Sasuke, sampai jumpa di Rumah ku!"
Sasuke pun menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya kepada Sakura dari kejauhan dan berkata, "Percaya diri sekali kau?" Dengan nada meremehkan.
"Ya! Hanya saja aku punya Firasat, kalau kau akan bekerja padaku!" Dengan muka berseri-seri dan percaya diri.
Sasuke pun kembali melanjutkan langkah kakinya dan berkata, "Terserah kau sajalah!"
Tidak terasa punggung Sasuke tidak terlihat lagi oleh indra penglihatan Sakura.
Sakura pun melangkahkan kakinya untuk pulang. di sepanjang perjalanannya dia tersenyum-senyum sendiri. Dipikir-pikir kaya orang gila juga sih..
~Sakura's POV~
Pria itu… menarik.. hihihi… Eh? Hush! Apa yang kau pikirkan sih Sakura? Berhentilah memikirkan Sasuke! Kau hanya kagum padanya Sakura, karna dia mempunyai paras yang tampan dan berhati mulia. jarang sekali ada pria yang menawarkan pertolongan kepada seseorang yang belum di kenalnya. Dia seperti malaikat yang sengaja di kirim oleh Tuhan untuk menghiburku. dia seperti malaikat yang tahu bahwa diriku mempunyai masalah.. tapi, apa benar .. perasaan ini hanya perasaan kagum belaka? Kurasa ini bukan rasa kagum, tapi ada rasa unsur lain, yang pasti bukan rasa kagum. Tapi.. apa? Perasaan apa yang ku rasakan saat ini? Apa inikah yang dinamakan… Cinta?
Normal POV
Di perjalan pulang, Sakura bertemu dengan kepala Bodyguard beserta anak buahnya (Bodyguard lainnya).
"Nona Haruno, Anda Kemana saja? Kami semua menghawatirkan anda…" Kata pria berambut silver,di kuncir 1 dan berkacamata dengan nada lembut dan cemas.
"Haah… ternyata kau Kabuto, Sudahlah Aku Tidak apa-apa koq, berhentilah mengkhawatirkanku..!"
"Tapi, Nona Haruno, Jika anda ingin keluar Rumah, Anda harus di kawal atau di jaga ketat, Nanti kalau ada apa-apa dengan Nona Haruno Bagaimana?" Cemasnya.
"Hm! Tenang saja, Sebentar lagi aku akan aman koq, karna akan ada orang yang melamar pekerjaan menjadi bodyguard pribadiku!"
"Apa maksud Anda, Nona?" Tanya Kabuto dengan heran
"Kau tidak perlu tau! Nanti juga kau akan tau sendiri!" Kata Sakura sambil masuk ke mobil di depannya. Kabuto yang mendengarnya hanya menaikan Pundaknya.
-*000*-
Sesampainya di Kediaman Haruno corp alias Rumah sang Nona Haruno, Sakura di sambut hangat oleh berbagai pertanyaan,terutama Tantenya…
"Sakura, Kemana saja kau? Kalau kau ingin melakukan sesuatu jangan seperti ini. Kau jangan Gegabah Sakura, kau tahu, banyak sekali ancaman-ancaman yang menunggumu di luar sana…" Kata seorang perempuan berambut pendek hitam yang selalu membawa babi di dekapannya Dengan nada agak tinggi.
"Sudahlah Tante, Bukan ancaman yang menungguku di luar sana, tapi orang-orang yang seharusnya menjadi teman Sekolah ku saat ini! Kenapa aku selalu tidak boleh keluar dari wilayah Haruno sendirian? Kenapa jika keluar dari Gerbang Haruno Aku Harus selalu di kawal? Aku juga ingin merasakan bebas, Tante! Aku merasa seperti buronan atau narapidana yang di jaga ketat oleh Polisi. Terkadang aku iri dengan orang lain yang bisa bebas, selain aku merasa seperti burung yang ada di sangkarnya, aku pun tidak mempunyai teman." Jelas Sakura yang mencurahkan semua isi hatinya.
"Kan ada Naruto dan Karin. Mereka kan selalu menemani mu." Bujuk perempuan itu.
"Tapi, Tante. Mereka kan masih keluarga ku, mereka anak Tante, mereka sepupuku.. aku ingin mempunyai teman Sekolah, teman yang banyak, dan teman yang tidak mempunyai ikatan darah. Aku ingin merasakan suasana Sekolah umum. Tapi, kenapa semua itu sangat sulit untuk ku dapatkan? Aku tidak butuh bodyguard yang harus di bayar dan yang selalu mengkawalku, aku hanya ingin 1 hal saja, yaitu kebebasan. Ku mohon Tante, keinginan ku yang satu ini tolong kau kabulkan untukku!" Jelas Sakura panjang lebar sambil memohon.
"Maaf Sakura, ini demi kebaikanmu juga. Sebaiknya kuburlah dalam-dalam keinginan mu itu, karena itu hanya menyakitimu saja, dan menjadikan mu seorang pemimpi. Kembalilah ke kamarmu!" Kata perempuan itu dengan dingin. Akhirnya cairan hangat yang dari tadi di bendung oleh Sakura mengalir deras dari mata indah emeraldnya ke pipi putih mulusnya.
"Hiks..hiks.. INI TIDAK ADIL!" Teriak Sakura sambil berlari menaiki tangga yang menuju ke kamarnya.
Lalu, Kabuto menghampiri perempuan tadi yang di kenal dengan Tantenya Sakura, "Bagaimana ini Nyonya Shizune? Sepertinya luapan keinginan Nona Haruno sudah tak terbendung lagi. mengingat perbuatannya hari ini, saya takut Nona Haruno akan berbuat sesuatu yang lebih nekad lagi dari kabur dari rumah.." Cemas Kabuto.
"Ada benarnya juga perkataan mu Kabuto. mungkin saja sekarang dia sedang menyusun rencana untuk perbuatan nekad selanjutnya, atau mungkin perbuatan yang lebih berbahaya. Kita harus melakukan sesuatu!" Kata perempuan tadi yang di ketahui bernama Shizune mulai berbicara serius.
"Apa itu Nyonya?" Tanya Kabuto.
"Kita harus menyewa Bodyguard pribadi!"
-*000*-
Kita lihat pemeran utama kita, pemuda berambut pantat ayam yang sedang melajukan sepedanya dengan santai menuju rumahnya. DEG! Sasuke merasakan Firasat buruk, "Firasat Apa ini? Kenapa hatiku jadi tak tenang bigini ya?" Kemudian dia ingat pesan ibunya.
~Flash Back~
"Ingat ya,sesudah pulang sekolah langsung pulang,jangan pergi main!"teriaknya Mikoto.
"iya bu!" jawab sasuke dari kejauhan.
~ End Flash Back~
Mengingat hal itu, raut wajah Sasuke berubah menjadi kepanikkan, hal-hal negatif pun terus berkelebat di pikiran Sasuke.
"ALAMAK! INI SUDAH SORE! Aku lupa waktu dan melupakkan pesan ibu. Ibu pasti menungguku dan mencemaskan ku sekarang! Bagaimana kalau terjadi apa-apa pada ibu? Bagaimana kalau ada orang atau anak kecil yang mengganggu ibu? Bagaimana kalau ada maling yang masuk ke rumah di saat ibu terlelap? Bagaimana kalau… bagaimana… halaah sudahlah, lebih baik aku harus cepat!" Sasuke pun langsung melajukan sepedanya sangat cepat sehingga muncul api di punggungnya dan ban belakang sepedanya (lebay nieh Author).
-*000*-
Sasuke pun akhirnya tiba di rumahnya yang mungil sederhana namun terlihat asri dan damai. Sasuke langsung turun dari sepedanya dan membuka pintunya, tapi ternyata… 'Hah? Kenapa ini? Kenapa pintunya di kunci? Tidak biasanya ibu seperti ini… apa? Jangan-jangan…'
-*000*-To Be Continued-*000*-
Asyiikk! Akhirnya selsai juga chapter 2 nya,, gimana? Apa ada yang kurang? Apa kependekkan? Apa bahasanya kurang di mengerti? Silahkan pendapat kalian curahkan semua di pesan review kalian.
Mao balas review dulu ach…
Uchiha Kousuke "Siip! Semua Saran kakak dah Ai-chan Lakuin. Dan Hasilnya tak membingungkan seperti Chapter 1 yang ancur lebur! Kalou ada yang Kurang kasih tao Ai-chan Lagi yaa… hehe.."
Lady Spain "Hahaha… ntu mah bashing backstreet donk! Ntar kalo ketahuan, Habis deh di Kirin ama Sasuke. Makasih ya atas sarannya,, sarannya Klop banget dengan kekurangan Fic nya Ai-chan ( Readers: ya iyalah BAKA!). O ya jangan kapok buat Review Yua! Piis! ^^V"
Ritsukika Sakuishi "Ini lanjutannya dah di Publish! Oh iya, Makasih Sakuishi-san atas Sarannya,, Amien.. Mudah2an Ai-chan bisa memberikan cerita yang dapat menghibur para Readers dan para Senpai, Salam Kenal jugaa! kalo ada yang salah kasih tau Ai-chan Lagi yaa…"
QRen "Chapter 2 dah Update nieh! Semoga terhibur dengan Fic Ai-chan yang ancur nie ya… Selamat Membaca!"
Anak hilang "Gomen, Ai-chan tidak terlalu bisa bikin diksinya, Jadi kelewat begitu saja! ^^a
Di Chapter 2 Typonya dah di perbaiki koq! Makasih atas kritikkan nya yaa.. Itu sangat membantu untuk merubah Fic Ai-chan, kalo ada yang salah tolong kasih tau lagi yaa.. ^v^"
Yosh! Semua Review dah di bls! Makasih dah mau Review yaa…
Ai-chan minta saran dan pendapatnya lagi nieh.. okay para senpai? Ai-chan Berharap banyak lho dari para senpai sekalian… chapter 2 terbentuk berkat adanya Review dari Para Readers dan Para Senpai, begitu pun chapter 3.
o iya, sekalian Ai-chan mau tanya, apa boleh ngepublish Fic yang bukan bikinan kita sendiri? Soalnya Ai-chan punya buku misteri yang cukup bisa asah otak. buku itu umurnya dah tua, di terbitkannya pada tahun 1989. Ai-chan cuma pengen bagi-bagi cerita yang seru aja koq! Yaa.. kalo ga boleh juga ga papa sih, hehe.. udah deh segitu aja...
Jangan lupa review yuach… Gomen kalo ficnya ancur… ^^V
