Hello…! Ketemu lagi nieh dengan Author yang nulis Fic nya makin kesini makin ga jelas…

Aduuh….. kayanya telat publish nieh…. (Readers: Bukan kayanya lagi, tapi bener-bener telat! ) –plak- , Ai-chan telat publish gara-gara peristiwa penyitaan laptop nieh! Kalo ke warnet jauh lagi lah dari rumah! Jadi deh terpaksa telat publish… Huu.. huu.. U_U ()

Hehehe.. maaf dech yak kalou Ficnya tidak memuaskan.. Ayo Bang! Tancap Gas!

Let's Go! Happy Reading!

Don't like Don't Read

Disclaimer: Anime Naruto Punya Kishimoto-san,, tapi, Sasuke nya jangan di bawa pulang ya, suruh aja Sasuke tinggal di Rumah ku, pasti doi mao.. hwehwe.. okay kishimoto-san? –di lempari tomat busuk 1 truk-

Pairing: SasuSaku, SasuKarin

Warning: OOC, AU, lebay, gaje,

-*000*-*000*-

CHAPTER 3

Sasuke pun akhirnya tiba di rumahnya yang mungil sederhana namun terlihat asri dan damai. Sasuke langsung turun dari sepedanya dan membuka pintunya, tapi ternyata… 'Hah?, Kenapa ini?, Kenapa pintunya di kunci?, Tidak biasanya ibu seperti ini… apa?, Jangan-jangan…' pikirnya, hal-hal negatif pun terus saja menghantui Sasuke…

Akhirnya Sasuke memutuskan untuk menggedor-menggedor pintu rumahnya dan teriak memanggil-manggil ibunya, "IBU!, IBU!, BUKA PINTUNYA BU!, " BRUGH!, BRUGH!, BRUGH!, teriak Sasuke sambil menggedor-gedor pintu rumahnya.

"Sasuke..!, " Terdengar suara nenek-nenek di belakangnya memanggilnya, spontan Sasuke langsung berhenti dari kegiatannya dan langsung menoleh ke arah sumber suara, dia melihat tetangganya yang bernama…

"Nenek Chio?, Kenapa nenek ada di sini?," Tanya Sasuke dengan sopan dan lembut.

"Sasuke, kalau kau ingin masuk ke dalam rumah mu, ini kuncinya!," Lalu Nenek Chio memberikan kunci rumah Sasuke kepada pemiliknya.

"Hah?, kenapa kunci rumahku bisa di pegang oleh nenek?, Apa nenek tau dimana ibu sekarang?, " Tanya Sasuke keheranan.

"Entahlah, Nenek tidak tahu jelasnya." Sahut Nenek Chio dengan wajah 'Tau deh!, ' (taukan maksudnya?, ).

Tiba-tiba di belakang Nenek Chio ada suara anak kecil yang angkat bicara…

"Ini semua Gara-gara Aku, Kak!, " Dengan nada pasrah.

"Konohamaru?, memangnya kau melakukan apa?, Cepat Ceritakan!, " Kata Sasuke dengan nada agak tinggi.

"Lebih baik ku jelaskan dari awal. Waktu itu . . . " Konohamaru mengawali Ceritanya.

~Flash Back~

Di depan pagar Rumah keluarga Uchiha, Terlihat Mikoto sedang mondar mandir untuk menunggu kepulangan Sasuke dari Sekolahnya.

"Kemana Sasuke ya?, Apa jangan-jangan dia pergi main dengan teman-temannya?, Awas saja ya kalau itu benar, setelah Dia sampai di rumah, Rasakan Pukulan Sapu mautku!, " Gumam Mikoto.

Lalu, Konohamaru menghampiri Mikoto yang sedang Mondar mandir.

"Ada apa, Tante?, " Tanya Konohamaru heran.

"Tante sedang menunggu Kak Sasuke. O ya, Apa kau melihat Kak Sasuke?, Siapa tau kau melihatnya.." Tanya Mikoto dengan lembut.

'AHA!, Aku kerjai aja Tante Mikoto!' Nurani Devil Konohamaru angkat bicara, "Ooh.. Tadi aku melihat Kak Sasuke . . ." Terlihat Konohamaru berpikir sejenak. "Kak Sasuke . . ." Katanya sambil melihat ketanah untuk memikirkan kata apa yang seharusnya ia keluarkan. "Tertabrak Mobil Tante . . " Dengan suara pelan dan hati-hati. Ya!, ternyata Konohamaru menuruti apa yang di katakan oleh Nurani Devilnya.

"APA?, APA BENAR YANG KAU KATAKAN, KONOHAMARU?, " Tanya Mikoto dengan Histeris.

"I . . iya . . Tante . ." Di sertai dengan suara pelan dan wajah yang ketakutan.

"Apa . . . ?, Ti . . Tidak mungkin . . . Akh!, " Mikoto langsung kesakitan sambil memegang dadanya.

"TA..TANTE KENAPA?, " Tanya Konohamaru dengan panik.

"Ss.. Sakiitt…!, " Kata Mikoto pelan, Dan langsung pingsan di tempat.

"TANTE!, " Teriak Konohamaru.

~End Flash Back~

"Setelah tante Mikoto Pingsan, Aku berteriak Minta tolong untuk mencari bantuan. Akhirnya ada Kotetsu dan Izumo Senpai yang lewat, Lalu mereka melihat Tante Mikoto pingsan di sampingku, dan membawanya ke rumah sakit." Konohamaru mengakhiri Ceritanya.

"APA?, Jadi, Kau dalangnya ya Konohamaru?, Awas kau Ya!, " kata Sasuke dengan geram dan penuh amarah sambil menggilingkan lengan bajunya. Yaah… seperti mengambil ancang-ancang untuk memukul orang, (taukan maksudnya?).

"M-m-maafkan aku, Kak!, Aku tidak tahu akan berakhir seperti ini." Konohamaru tergagap sambil ketakutan dengan keringat yang bercucuran di dahinya seperti Air Terjun Niagara, (Lebuy!).

"Lalu, menurutmu akan berakhir seperti apa, hah?, " Tanya Sasuke sambil membentak.

"A-aku pikir… Ak-akan berakhir dengan canda tawa." Kata Konohamaru memelas, "Ta-tapi.. Akhirnya…"

"Tapi Akhirnya kau PUAS kan melihat ibuku menjadi seperti ini?, " Sasuke langsung memotong perkataan Konohamaru di sertai dengan sambil menekankan kata 'Puas'.

"Bu-bu-bukan begitu… Ak-aku…" sahut Konohamaru dengan gugup dan ketakutan melihat Sasuke semarah itu.

"Sudahlah, Konohamaru," hibur Nenek Chio, "Kau pulanglah!, biar Nenek yang urus."

Konohamaru langsung berlari meninggalkan halaman Rumah Uchiha sambil menangis terisak.

"Sudahlah, Sasuke. Redamlah amarahmu yang menakutkan itu di depan anak kecil seperti Konohamaru!, " Nenek Chio menenangkan.

"Ta-tapi Nek, Di-dia sudah… sudah.." sahut Sasuke dengan nada memelas sambil menampilkan Kesedihannya.

"Iya, Nenek tahu itu!, " suara Nenek Chio semakin lembut, "Yang harus kau lakukan sekarang adalah memperbaiki masalahmu. Coba kau pikirkan baik-baik, Jika kau memarahi seorang anak kecil, itu hanya akan memperumit masalah. Bukan malah memperbaiki masalahmu. Lagipula, Konohamaru kan tidak bermaksud untuk membuat ibumu di larikan ke rumah sakit. Jadi, lakukanlah yang seharusnya kau lakukan saat ini." Kata Nenek Chio menyarankan.

"Baik!, Aku mengerti, Nek!, yang harus ku lakukan sekarang adalah pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk Ibu!, " ujar Sasuke agak bersemangat.

"Ya!, Jadi, tunggu apa lagi?, Pergilah, Sasuke!, " dukung Nenek Chio.

"Baiklah, aku akan pergi ke rumah sakit sekarang juga!, " Sasuke langsung nyamber Sepedanya yang di letakkan di dekat pot bunga yang besar, dan langsung melaju dengan cepat, "Terimakasih atas Sarannya, Nek!, " Teriak Sasuke dari kejauhan.

"Iya, sama-sama Sasuke. Hati-hati ya!, jangan ngebut!, " teriak Nenek Chio.

"Iya!, " Sahut Sasuke terdengar agak samara-samar.

-*000*-

Akhirnya Sasuke tiba di rumah sakit lalu bertanya kepada Resepsionis yang ada di rumah sakit itu..

"Hah!, hah!, hah!, permisi Suster.. hah!, hah!" Kata Sasuke sambil ngos-ngosan.

"Ya?, ada yang bisa saya Bantu, De?" Kata Suster dengan lemah lembut dan sopan.

"Kamar pasien Uchiha Mikoto di Ruangan apa dan no. berapa, Sus?" Tanya Sasuke dengan panik.

"Sebentar ya, De. saya cek dulu!" sahut Suster itu dengan Ramah.

Beberapa detik kemudian . . .

"Ah.. ada. Beliau ada di Ruangan Anggrek no. 29!"

"Terimakasih, Sus!" Sasuke langsung berlari ke arah kamar ibunya.

-*000*-

Akhirnya Sasuke menemukan ruangan ibunya, ruangan itu sudah ada di hadapannya. dia memutuskan untuk masuk ke kamar yang tinggal 2 langkah lagi itu. Sasuke pun berjalan perlahan untuk masuk ke dalam untuk mempersiapkan mentalnya agar dapat terkendali, setelah Sasuke berhasil membuka pintu ruangan tempat ibunya di rawat, disana dia melihat ada seorang Dokter yang sedang memeriksa ibunya yang terbaring lemah tak sadarkan diri. Di tubuh ibunya terpasang alat-alat medis, itulah yang membuat Sasuke miris. tak di sangka.. Ibunya yang selalu menghiburnya di saat dia sedih kini hidupnya tergantung oleh alat-alat medis itu.

"IBU!" Panggil Sasuke

"Sstt!, Biarkan ibumu istirahat.." kata Dokter dengan suara pelan.

Lalu, Sasuke menghampiri Dokter dan Ibunya yang sedang terbaring lemah.

"Dok, bagaimana keadaan ibu saya?" Tanya Sasuke cemas.

"Mari ikut saya!" Sang Dokter pun menyuruh Sasuke untuk mengikutinya ke luar ruangan, karna tidak baik jika membicarakan keadaan Mikoto di dalam ruangan di mana Mikoto beristirahat.

Sesampainya di luar ruangan, "Bagaimana, Dok?" Tanya Sasuke lagi dengan tidak sabar.

"Nak, ibu mu… mengalami serangan jantung. mungkin ini di karenakan syok yang amat sangat luar biasa dan faktor usia. untuk menyembuhkan ibumu, dia harus di rawat di Rumah sakit sampai Ibumu baikan. Meskipun Ibumu sudah keluar dari rumah sakit, belum tentu Ibumu terbebas dari tenaga medis. Dia tetap harus di beri obat dan melakukan pemeriksaan secara rutin ke Rumah sakit!" Jelas Dokter

"Apa…? Pasti membutuhkan uang banyak, kira-kira berapa biayanya, Dok?" Tanya Sasuke dengan penuh harap.

"Tentu saja, Nak. Untuk di rawat di rumah sakit kira-kira membutuhkan uang berjuta-juta. Untuk pembelian obat dan pemeriksaan secara rutin, kira-kira kurang lebih membutuhkan uang 1 juta. Jika ingin terperinci silahkan bertanya ke Resepsionis." Jelas Dokter panjang lebar.

"…" Sasuke hanya membalasnya dengan anggukan kecil saja.

"O ya, Perlu di ketahui, pemberian obat dan pemeriksaan secara rutin tidak cukup hanya dilakukan sebanyak 1 kali saja, Tapi berkali-kali, Artinya harus di ulangi secara terus-menerus sampai Ibumu sembuh." Kata Dokter lagi memperingatkan.

"Oo.. jadi begitu…" ujar Sasuke dengan Lemas.

"Saya masih ada Urusan lain, Saya tinggal dulu. Permisi!, " Ujar Dokter di sertai dengan senyuman hangat.

"Ah.. Silahkan, Dok!, Terimakasih banyak." Kata Sasuke di sertai senyuman yang di paksakan dan membungkukkan badannya sedikit.

Lalu, sang Dokter meninggalkan Sasuke yang mematung berdiri kebingungan.

-*000*-

Sasuke berjalan dengan gontai ke taman rumah sakit dan duduk di bangku yang ada.

"Huft… apa aku tidak salah dengar . . . ?, Tidak Sasuke!, Dokter itu jelas-jelas mengucapkan kata 1 JUTA,,!, Apalagi biaya untuk perawatan di rumah sakit membutuhkan uang lebih dari 1 juta. Di tambah, untuk pengeluaran biaya 1 Juta tidak cukup sebanyak 1 kali, tapi harus berkali-kali. Intinya, Persediaan uang ku harus melebihi 1 Juta. Tapi, dimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu?, "

tiba-tiba Sasuke teringat dengan kejadian tadi siang, apa lagi kalau bukan kejadian saat dirinya bertemu dengan Sakura?,

~Flash Back~

"Bagaimana kalau kau menjadi Bodyguard pribadiku?, " Ucap Sakura tiba-tiba.

"AP..APPA..?, APA KAU SUDAH GILA?, " So pasti raut muka Sasuke Kaget banget donk!.

"Tidak!, Aku masih waras koq!, " ujar Sakura Dengan tampang so innocent.

"Lalu, Apa hubungannya dengan masalahmu, hah?, " Tanya Sasuke dengan agak membentak.

"Ya tentu saja ada!, Kalau kau menjadi Bodyguard ku, maka tante ku akan mempercayakan ku padamu, dan memperbolehkanku untuk Sekolah di KHS!, Kenapa?, Karna tante ku tidak akan mengkhawatirkan ku lagi, kan sudah ada kau yang menjagaku." Jelas Sakura di sertai senyum lembutnya.

"Lalu, kenapa tidak dengan Bodyguard yang lain aja?, " Tanya Sasuke sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Tante ku berpikir, jika Bodyguard ku Sekolah di KHS, berarti KHS itu sekolah yang Aman." Jawab Sakura dengan enteng.

"Lalu, kalau ada apa-apa denganmu, aku yang tanggung jawab?, Bagaimana kalau kau terluka?, Aku donk yang kena?, " Tanya Sasuke lagi dengan Ekspresi Wajah 'Benarkan apa kataku?' (taulah maksudnya).

"Hehehe.. iya sih. Tapi, aku akan membela mu koq!, Apapun itu, aku akan mencari solusinya bagaimanapun caranya. Asalkan kau mau membantuku kali ini, ya?, please.." kata Sakura sambil memohon.

"OGAH!, hei, dengar baik-baik ya Nona HARUNO!, Mentang-mentang aku ingin membantumu, dan kau itu sangat terkenal dan terhormat, jangan seenaknya menyuruh orang!, Kau taukan statusku adalah seorang pelajar?, Jadi aku butuh waktu yang banyak untuk belajar, bukan untuk jadi Bodyguardmu!," Sasuke langsung nyolot.

"Ayolah.. ku mohon…" Sakura pun mengeluarkan jurus puppy eyes no jutsu nya berharap Sasuke akan luluh padanya.

"KAGAK!, Sekali kagak ya kagak!, " Sasuke pun ngotot dengan jawabannya.

"Hmm!, Ternyata kau keras kepala juga ya.. padahal, aku berharap banyak padamu, Sasuke. Baiklah, aku akan memberimu waktu untuk memutuskan hal ini!, Ini kartu namaku!, " Sakura pun memberikan kartu namanya kepada Sasuke.

"Jika kau berubah pikiran hubungi aku!, " Sambung Sakura lagi.

~End Flash Back~

"Nah!, Itu dia solusi masalahku," dengan wajah girang seperti orang yang nemu Harta Karun. "Aku akan bekerja di tempat OrGil itu. Ya.. meskipun aku agak ogah, tapi apa boleh buat. Ini demi Ibu!, "

-*000*-

Di kediaman Haruno Corp . . .

"Hiks..hiks.. Ya Tuhan.. Tolong kirimkan malaikat untuk menghiburku… huu.. huu.. hiks…"

Tiba-tiba . . ,

Drrrttt!, Drrrttt!, Hp Sakura tiba-tiba bergetar..

"Hiks.. iya..iya.. tunggu sebentar., ga tau orang lagi nangis apa!, Ganggu aja!, Huu.." Gerutu Sakura dengan nada jengkel.

Sakura pun menekan tombol jawab di Hp nya..

"Hallo.. Hks.. hks.." Sakura memulai pembicaraan dengan nada malas.

"(Hallo..?, ini dengan Haruno Sakura kan?, )" Seseorang bertanya dengan sopan dalam telepon.

"I..iya. anda siapa ya?, hks.." Sahut Sakura heran sambil memelankan suara tangisnya.

"(Syukurlah… Ini aku, Sasuke!, Masih ingatkan?, )" Suara Sasuke terdengar lebih semangat dari yang sebelumnya.

"Ah.. Ini kau, Sasuke..?, " Tanya Sakura sambil blushing setelah mendengar bahwa orang itu adalah Sasuke.. lalu, Sakura langsung mengusap air matanya..

"(Kau baik-baik saja?, )" Kata Sasuke dengan nada heran.

"Aku ngga kenapa-napa koq?, " sahut Sakura membela dirinya sambil menggembungkan pipinya, "Eh..!, ngomong-ngomong ada apa kau menelpon ku?, "

"(Begini… umm… haaah… meskipun aku berat sekali untuk mengatakannya, tapi, aku menerima tawaran mu!, )" Kata Sasuke dengan agak malas.

"Hah?, Emangnya aku menawarkan apa pada mu?, " Sakura menaikkan sebelah halisnya.

"(Hm!, Dasar lemot!, Ya tentang bodyguard lah bego!, Mau gue bantuin ga?, Kalo ga mau ya udah!, )" Dengan nada 'Bodo amat' (Taukan maksudnya).

"Eits!, Tunggu dulu…!, " cegat Sakura, "Iya deh maaf, tapi apa kau sudah memikirkannya dengan matang?, "

"(Iya, Udah koq. Terus selanjutnya gimana nieh?, )" Tanya Sasuke tidak sabar.

"Gini deh, sekarang kau dimana?, " dengan muka agak serius dari yang sebelumnya.

"(Sekarang aku ada di WarTel deket rumah sakit!, )" sahut Sasuke santai.

"Ya udah, sekarang aku akan menjemputmu. jangan kemana-mana!, Awas!, " perintah Sakura tajam.

"(Iya..iya…!, Cepet!, GPL…)" Tut..tut..tut..

"Ich…dasar!, maen tutup telpon aja nie orang!..." ada semburat urat kecil muncul di dahi lebarnya Sakura.

Lalu, Sakura segera bersiap-siap untuk menjemput Sasuke. Tiba-tiba Sakura berhenti sejenak dari kegiatannya untuk memikirkan sesuatu.

~Sakura's POV~

Eh?.. Ngomong-ngomong.. kalau dipikir-pikir kau sudah menjadi malaikat penolongku yang kedua kalinya, Sasuke. Kau sudah menghiburku dengan memberikan kabar gembira darimu untukku. Kau 2 kali muncul dengan tiba-tiba di saat aku sedang berdo'a kepada Tuhan untuk mengirimkan ku malaikat. Apa ini cukup membuktikan kalau kau adalah malaikat yang di kirimkan oleh tuhan untuk berada di sisiku?

Hhh!, sudahlah. Mungkin aku terlalu mengharapkan Tuhan mau menjawab do'a ku. Lebih baik aku berangkat sekarang!, bisa-bisa nanti Sasuke marah padaku.

~End Sakura's POV~

Sakura kembali lagi mengerjakan kegiatannya dengan wajah semangat yang di paksakan, (taulah maksudnya). Kemudian, dia mengambil jaket tebal warna merahnya yang di gantungkan di kastop kamarnya. Dia segera menuju tempat Kabuto bertugas. Tiba-tiba…

"Sakura!, " ada seorang perempuan yang memanggil Sakura dari belakang tubuh Sakura. Lalu, Sakura berbalik ke belakang, "Tante…?, "

-*000*-

Di tengah keramaian, Sasuke menunggu sambil berdiri di pinggir jalan depan WarTel. Wajahnya pucat pasi, giginya gemertak, dan tangannya menyilang untuk menjaga kehangatan tubuhnya agar tidak pergi. Mungkin saat ini Sasuke termasuk dalam ketegori orang yang kelewat kedinginan.

"Haduh.. Mana sih si pinky?, Lama amat?, Dah malam nih… mana dingin lagi, Di sini kan ga' ada selimut!, " HUATCHII!, Srupuutt… gerutu Sasuke sambil bersin dan menggosok-gosokkan hidung mancungnya.

15 menit kemudian . . .

Tiba-tiba ada mobil hitam mewah yang ga kalah mewahnya dengan mobil milik Obama berhenti di depan Sasuke, (Sok tahu nieh Author). lalu, kaca belakang mobil itu terbuka.

"Hai, Sasuke!, Lama nunggu ya?, "kata Sakura dengan nada candanya.

"Hei Pinky!, dari mana aja sih?, Dah gue tunguin 2 jam tao!, Mana dingin lagi.." HUATCHII!, Srupuutt… kata Sasuke emosi sambil bersin-bersin dan menggosok hidungnya lagi..

Sakura kaget setelah melihat Sasuke Bersin-bersin, "Hah?, Kau flu ya?, maaf kan aku ya.. gara-gara aku.. kau jadi sakit…, Aku tidak sengaja terlambat, Tadi aku Di suruh Tanteku untuk membeli sesuatu dengan cepat, alias GPL. Jadi deh aku terlambat." dengan wajah sedih, merasa bersalah dan nada memelas. Raut muka Sasuke pun berubah drastis, dari marah menjadi kasihan.

'Di pikir-pikir melihatnya merasa bersalah kasihan juga.' pikir Sasuke. "Ehem!, Udah-udah.. aku ga apa-apa koq!, Lagian Cuma flu saja. hm!, Keciil…!, " kata Sasuke menenangkan Sakura di sertai dengan cengirannya.

Wajah Sakura langsung berseri-seri setelah mendengar perkataan Sasuke tadi, "Hah!, Sungguh..?, " Tanya Sakura berbinar-binar.

"Iya!, " sahut Sasuke di sertai dengan senyum tipisnya.

"Syukurlah, Kalo begitu ayo masuk ke mobil!, mau sampai kapan kau berdiri di luar?, Di luar dingin lho. Apa mau ku tinggal saja?, " canda Sakura.

"Eh!, Enak aja loe!, Awas!, Minggirlah sedikit, aku mau duduk!, "jengkel Sasuke.

"Hahaha.. iya..iya.., silahkan Tuan Sasuke!, Hihi.." canda Sakura lagi.

"Hm!, Berhentilah menggoda ku!, " ujar Sasuke sambil mengerucutkan bibirnya.

"Hihi.. Kabuto, jalan!, " perintah Sakura dengan nada ceria.

Akhirnya Mobil mewah itu berjalan kembali dengan santai.

-*000*-

Sampailah mereka di kediaman Haruno Corp . . .

"Nah, Sasuke. Ini dia rumahku!, " kata Sakura di sertai dengan senyumannya yang hangat.

"Waaah… tak heran kalau kau tinggal di sini. bagiku.. ini hanya ada di negri dongeng atau di alam mimpi saja!, Ini bagaikan istana yang ada di cerita Cinderella., menakjubkan!, " HUATCHII!, Srupuutt!, kata Sasuke dengan kagum dan tidak berkedip 1 kali pun eh sambil bersin juga.

"Sudahlah, Tidak usah berlebihan!, Ayo masuk!, Kita harus bicara pada Tante bahwa kau adalah bodyguard pribadi ku yang baru!, Ayo!, " paksa Sakura sambil menarik tangan Sasuke,

"Eits!, Tunggu Sakura!, " Sasuke menghentikan kegiatan penarikan tangannya yang dilakukan Sakura.

"Ada apa lagi, Sasuke?, "dengan nada 'Cape deh' sambil memutarkan bola matanya, (taukan maksudnya?).

"Ng-a-anu… ak-aku.. agak.. gu-gugup!, " HUATCHII!, Srupuutt!, kata Sasuke terbata-bata.. sambil bersin juga.

"Sudahlah!, Kan ada aku, kau jangan khawatir. key?, " Bujuk Sakura "Ayo…!, "

"Tap-tapi.. " Sasuke masih tidak melangkahkan kakinya sedikit pun.

"Ck.. ayo!, " Sakura melakukan penarikkan tangan yang lebih ganas dari sebelumnya.

-*000*-

Mereka pun akhirnya tiba di depan ruangan Shizune alias Tantenya Sakura.

"Sasuke, Inilah ruangan Tanteku. Kau siap?, "Tanya Sakura dengan agak tersenyum jahil.

"En-entahlah. Ak-aku… " Sasuke terbata-bata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Iya.. iya.. iya.., Aku ngerti. Yang harus kau lakukan sekarang adalah Tarik nafas dan hembuskan dengan pelan." Sakura menyarankan.

"Tap-tapi…" Sasuke membantah dan langsung di potong oleh Sakura.

"Turutin napa?, Susah amat!, " ada semburat urat kecil yang mencuat di dahi lebar Sakura.

"B-baik.. baik.., Apa boleh buat." Ujar Sasuke dengan nada malas. Lalu Sasuke memulai kegiatan yang di perintahkan oleh Sakura, "Hhhm…. Hhhuf…".

"Bagus!, terus saja begitu sampai rasa gugupmu agak hilang." Saran Sakura.

1 menit kemudian…

"Bagaimana?, Dah agak Baikkan?, " Tanya Sakura tidak sabar.

"Hhuf… Iya, Aku sedikit lebih baik dari sebelumnya. Terimakasih, ya!, " Sahut Sasuke di sertai senyuman hangatnya.

"Syukurlah kalau begitu. Ayo kita masuk!, " ajak Sakura dengan penuh semangat.

"Ayo!, " sahut Sasuke tidak kalah semangat.

Lalu, Sakura mengetuk pintu ruangan Tantenya itu. "Masuk!, " terdengar suara seorang perempuan yang

sangat di kenal oleh Sakura. Setelah mendengar suara perintah 'masuk' , Sakura langsung membuka pintu ruangan Tantenya itu, 'Cklek!, '. Di sana, Sakura melihat Shizune mengobrol dengan anaknya yang berambut merah menyala sepinggang.

"K-ka-kau?, Kap-kapan…" Kata Sakura terbata-bata di sertai dengan wajah yang super duper kaget. Perkataan Sakura langsung di potong oleh Perempuan berambut merah tersebut.

"Halo, Sakura!, Kau kaget ya?, maaf kalau aku tidak mengabari mu dulu. Aku sengaja bilang padamu bahwa aku akan pulang dari London 5 bulan lagi, karena aku ingin memberi Sureprise kepada Saudara ku Tercinta yang bernama Sakura!, " Sahut peempuan itu dengan lembut dan di sertai dengan senyuman hangat.

"Ka-kalau begitu, kapan kau datang?, " Tanya Sakura sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal karena keheranan.

"Baru saja!," sahut perempuan itu, "Tak apa kan?, "

"T-tak apa sih.. Cuma kaget saja.. Oh iya, Karin, kenapa Naruto tidak pulang?, Kenapa tidak bareng?, Tumben tidak kompak?, Biasanya kan suka janjian dulu!, " Goda Sakura sambil tersenyum jahil.

"Kau ini apa-apaan sih?, Kami tidak pernah janjian koq!, itukan Cuma kebetulan!, " ujar perempuan yang bernama Karin, "Katanya sih dia masih betah di Amerika, Belum puas nyari cewek bening kali!, dia kan paling suka cuci mata!, "

"Hahaha… dasar Naruto!, dia belum berubah dari dulu, ya?, " ujar Sakura sambil tertawa renyah.

Ujung ekor mata Karin mendapati seorang pemuda bermuka malas dan amat bosan.

"Lho?, laki-laki itu siapa, Sakura?, Pacarmu Ya…?, " kata Karin keheranan sambil menggoda Sakura dan tersenyum jahil. Sasuke langsung tersentak setelah mendengar perkataan Karin.

"Bu-bukan!, " Kata Sakura sambil Blushing, "Oh, benar juga. Tante, Karin!, dia lah yang akan menjadi Bodyguard pribadi ku!, "

"Selamat Malam.. Nyonya, Karin-san!, Perkenalkan Saya Uchiha Sasuke!" Srupuutt! kata Sasuke dengan sopan sambil menundukkan sedikit badannya. Dikit meler juga.

"Oh.. jadi kau yang di maksudkan oleh Sakura?, Apa kau yakin mau bekerja menjadi Bodyguardnya Sakura?"Tanya Shizune serius.

"Ya!, saya sangat yakin!, " Srupuutt! jawab Sasuke mantap.

Lalu, Karin menghampiri Sasuke sambil melihat penampilan Sasuke dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan serius di sertai manggut-manggut dan tangan kanannya memegang dagunya.

"Maaf?, Apa ada yang aneh, Karin-san?, " ujar Sasuke sambil menaikkan sebelah halisnya keheranan.

"Tidak, aku hanya heran saja!, Dari segi penampilan sih…. Kau masih muda, malah seumuran dengan Sakura. Kenapa kau mau jadi seorang Bodyguard?, Baru kali ini aku melihat seorang Bodyguard semuda dirimu!, ya.. Biasanya kan yang menjadi bodyguard itu sudah berumur Dewasa!, "

"I-itu.. karena…." Sasuke tampak kebingungan.

"Itu karena kemauannya sendiri koq!, Bukan apa-apa!, " Perkataan Sasuke langsung di potong oleh Sakura.

"Ooh…" Karin mengangkat sebelah alisnya, "Well, Never Mind!. Ma!, aku ke halaman belakang dulu ya!, " kata Karin Santai

"Oke Say!, " sahut Shizune dengan lembut.

Lalu, Karin meninggalkan Ruangan Shizune dengan santai.

"Jangan dimasukkan ke hati ya, Sasuke. Sikapnya memang seperti itu. Tapi, nanti juga kau akan terbiasa koq." Ujar Shizune tersenyum sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.

"Tidak apa, Nyonya. Aku memakluminya koq." Sahut Sasuke sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Baiklah!, kita kembali ke persoalan kita. Uchiha, Kau di terima!, Tapi ada satu syarat!, " raut wajah Shizune berubah menjadi lebih serius.

'Syukurlah…, Eh?, Tunggu!, dia bilang Syarat?, ' Nurani Sasuke angkat bicara, "Apa itu nyonya?" Srupuutt!

"Kau harus tinggal di sini selama kau bekerja di sini!, " kata Shizune tajam.

"HAH?, AP… umm.. maksud saya.. Baik, Nyonya!, " Srupuutt! Kata Sasuke sambil menyembunyikan kekagetannya.

"Untuk barang-barang, Kabuto akan mengantarmu besok ke rumahmu untuk mengambilnya. Ingat!, bawalah yang penting saja." Kata Shizune Tajam.

"Di mengerti, Nyonya!, " HUATCHI!, Srupuutt!

"Sepertinya kesehatanmu sedang tidak baik?, " Tanya Shizune dengan serius.

"Sebenarnya, sedikit kurang baik, Nyonya." HUATCHII! Srupuutt! sahut Sasuke dengan agak malu.

"Ooh begitu.." Kata Shizune sambil manggut-manggut, "Kabuto akan menunjukkan di mana kamarmu dan memberi mu obat!, "

"Terimakasih, Nyonya!, "Srupuutt! Kata Sasuke sambil berbinar-binar dan lebih semangat dari sebelumnya.

"Ya, Sama-sama!, " di sertai senyum tipisnya, "Ayame!, "

"Iya, Nyonya?, " Tanya Ayame dengan sopan.

"Panggilkan Kabuto!, katakan padanya ada hal penting yang ingin ku sampaikan!, " Perintah Shizune dengan tegas.

"Baik, Nyonya!, Mohon tunggu sebentar!, " Ayame langsung memundurkan diri dan keluar untuk memanggil Kabuto.

Tidak lama kemudian Kabuto masuk ke ruangan itu.

"Anda memanggil saya, Nyonya?, " Tanya Kabuto dengan sopan.

"Ya. Ada hal penting yang ingin ku sampaikan padamu." Shizune semakin serius.

"Apa gerangan, Nyonya?, " Kabuto menampilkan wajah penasarannya.

"Pertama-tama, aku akan memperkenalkan mu pada anggota baru pegawai Haruno Corp, Yaitu Uchiha Sasuke. Dia adalah Bodyguard baru Sakura." Jelas Shizune panjang lebar.

"Selamat datang di Haruno Corp, Sasuke. Salam kenal." Kata Kabuto ramah.

"I-iya.. Terimakasih, Kabuto-san. Salam kenal juga." Sasuke menampilkan senyuman hangatnya.

"Sekarang, yang menjadi tugas mu adalah Antar Sasuke ke kamarnya, dan jelaskan apa-apa saja tugasnya. Sekalian beri dia obat!, " perintah Shizune dengan Tegas.
"Baik, Nyonya!, " kata Kabuto dengan sopan sambil menundukkan kepalanya, "Ayo Sasuke, ku antarkan!"

'mmm' perkataan Kabuto hanya dibalas dengan anggukan Sasuke .

"Permisi, Nyonya!, " pamit Kabuto.

"Ah..Nyonya. Permisi!, " HUATCHII! Srupuutt! Sasuke undur diri.

"Ya!, Silahkan!, " jawab Shizune.

Lalu, Shizune menoleh kepada Sakura yang sedari tadi senyum-senyum sendiri kaya OrGil,

"Sakura.." panggil Shizune kepada Sakura dengan suara lembut.

"…" Tidak ada respon dari Sakura.

"Sakura!, " panggil Shizune lagi dengan nada agak tinggi.

"…" masih tidak terdengar jawaban dari Sakura.

Dan akhirnya, "SAKURA!, " tereak Shizune dengan penuh amarah.

"Eh?, Apa?, Hah?, Ad-ada apa, Tan?, " Tanya Sakura dengan WaTaDos..

"Jujur!, Apa yang kau lamunkan, Sakura?... Apa jangan-jangan -" Perkataan Shizune langsung di potong oleh Sakura,

"Eh!, Bukan memikirkan Sasuke koq!, Kata siapa aku melamunkan pria ayam itu!, " bela Sakura dengan tegang.

"Tante tidak bilang begitu, Siapa bilang kau mela… Oooh.. jadi, kau menyukai pemuda itu ya?, " kata Shizune dengan senyum jahilnya.

Wajah Sakura seketika memerah, "He..he..hei Tante!, Tante jangan ngawur ya!, sudah ku bilang aku tidak menyukai pria ayam itu!, Dah ah!, Lebih baik ku keluar saja, kalau lama-lama di sini bisa-bisa –" perkataan Sakura langsung di potong oleh Shizune,

"Kaya kepiting rebus!, Benarkan, Sakura?, " Shizune menyeringai dengan penuh kemenangan.

Sakura sekarang benar-benar seperti kepiting rebus, "T-te-te-tentu saja tidak!, M-maksudku.. bisa-bisa aku jadi stress gara-gara Tante!, Huh!, " BRAAK!, Suara pintu di banting terdengar di ruangan Shizune dengan keras,

"Hmm!, Ternyata sekarang Sakura sudah dewasa ya!, dasar anak muda jaman sekarang, Ck..ck..ck.." gumam Shizune sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

-*000*-To Be Continued-*000*-

Asooyyy!, Selsei deh Chapter 3 nya… tapi, kalo di pikir-pikir makin kesini makin ga jelas ya ceritanya?, Mao balas review dulu ach… CapCus….

ChiChi Rachel Gracheila Uchiha "Siap dech!, Akan Ai-chan lakuin sarannya Rachel-san…. Tengkyu atas sarannya!, hehehe… ^^ "

Temari-chan "Eh?, Iya juga sich yak!, Pantesan agak gimana…gitu!, ternyata eh ternyata biang keladinya kebanyakan dialog. Wes, Tak tambahin deskripsinya!, Horee… merdeka!, (GaJe). Tengkyu yua Temari-chan atas sarannya. Salam buat Gaara aje dech… hehehe… ^^ "

4ntk4-ch4n " Dah Update nieh Chap 3 nya. Semoga terhibur yua dengan Fic yang ngaco nie… Hihihi… ^^a "

Matsumoto Rika "Tengkyu Somach atas pujiannya, Matsumoto-san!, Mudah-mudahan di Chap 3 nie pronolognya masih bisa di pertahankan prestasinya!, (lebay). Updatenya ga pake kilat, soalnya Ai-chan takut sama kilatnya, takut kesamber. Hehehe… –plak-

Seperti biasa, Ai-chan minta saran dan pendapat Dari para readers and Para senpai.. Ai-chan merasa ceritanya makin ancur… hehe..

Review Yua…

See ya to the next Chapter!