Orewa!, Ketemu lagi dengan Ai-chan…. Sang author yang Bisa bikin Fic bergenre Ancur leburr!, HOREE!,

(Senpai: ih si author kaya agak miring yach?,

Ai-chan: Yey!, Enak aja!, )

Haduuh….. Maaf 100x (sambil sujud-sujud). Maaf ya kalo Apdet nya lama… Sbnerny Doc nya Udah ada, malah tinggal publish, Tapi, Pas pengen publish FFn nya Error mulu… Jadi deh ga bisa publish…. =,="a

Maaf kalo Ficnya Kurang memuaskan, gaje and Typos dimana-mana…. ^^

O iya, Kalo Apdetnya lama lagi berarti Ai-chan sedang Fokus belajar. Ya Maklumlah… mau Ulangan Semester. Jadi Maaf Sebesar-besarnya Yuaa….

Untuk Semua Pelajar yang ada di Indonesia, Selamat menjalani Ulangan Semester Akhir dan Ujian Akhir ya….

Yup!, Langsung CapCus Aja!,

Let's Go! Happy Reading!,

Don't Like Don't Read

Disclaimer: Anime Naruto Punya Kishimoto-san,, tapi, Sasuke nya jangan di bawa pulang ya, suruh aja Sasuke tinggal di rumah ku, pasti doi mao.. hwehwe.. okay Kishimoto-san? –di lempari tomat busuk 1 truk-

Pairing: SasuSaku, SasuKarin

Warning: OOC, AU, lebay, gaje, Penambahan Chara, Mungkin Ada Konflik dikit Kali yaa…. ^^a

-*000*-*000*-

CHAPTER 4

Lalu, Shizune menoleh kepada Sakura yang sedari tadi senyum-senyum sendiri kaya OrGil,

"Sakura.." panggil Shizune kepada Sakura dengan suara lembut.

"…" Tidak ada respon dari Sakura.

"Sakura!" panggil Shizune lagi dengan nada agak tinggi.

"…" masih tidak terdengar jawaban dari Sakura.

Dan akhirnya, "SAKURA!" teriak Shizune dengan penuh amarah.

"Eh? Apa? Hah? Ad-ada apa, Tan?" Tanya Sakura dengan WaTaDos..

"Jujur! Apa yang kau lamunkan, Sakura?... Apa jangan-jangan -" Perkataan Shizune langsung di potong oleh Sakura.

"Eh! Bukan memikirkan Sasuke koq! Kata siapa aku melamunkan pria ayam itu!" bela Sakura dengan tegang.

"Tante tidak bilang begitu, Siapa bilang kau melam… Oooh.. jadi, kau menyukai pemuda itu ya?" kata Shizune dengan senyum jahilnya.

Wajah Sakura seketika memerah, "He..he..hei Tante! Tante jangan ngawur ya! sudah ku bilang aku tidak menyukai dengan pria ayam itu! Dah ah! Lebih baik ku keluar saja, kalau lama-lama di sini bisa-bisa –" perkataan Sakura langsung di potong oleh Shizune.

"Kaya kepiting rebus! Benarkan, Sakura?" Shizune menyeringai dengan penuh kemenangan.

Sakura sekarang benar-benar seperti kepiting rebus, "T-te-te-tentu saja tidak! M-maksudku.. bisa-bisa aku jadi stress gara-gara tante! Huh! " BRAAK! Suara pintu di banting terdengar di ruangan Shizune dengan keras.

"Hmm! Ternyata sekarang Sakura sudah dewasa ya! dasar anak muda jaman sekarang, Ck..ck..ck.." gumam Shizune sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

-*000*-

Di depan kamar Sasuke . . .

"Nah, Sasuke. Ini dia kamarmu! Ingat! Turuti semua keinginan Nona Haruno, kecuali jika berhubungan dengan hal yang membahayakan Nona Haruno. Kau mengerti?" kata Kabuto dengan ramah.

"Terimakasih! Baik, saya mengerti, Kabuto-san!" HUATCHII! Srupuutt!

"O iya, hampir lupa, kau tunggulah di dalam! aku akan mengambilkan obat untukmu." Perintah Kabuto dengan ramah.

"…" perkataan Kabuto hanya dibalas oleh Sasuke dengan anggukkan saja. Kabuto langsung berjalan ke arah dapur. ya meskipun dapurnya tidak kelihatan karena saking luasnya kediaman Haruno Corp. lalu, Sasuke membuka pintu kamarnya dan melihat ke dalamnya. setelah berhasil masuk ke dalam kamarnya, Sasuke langsung terkejut dan berkata, "WAOW! Kamar ini terlalu besar untukku! i..ini terlalu mewah untukku, luasnya 5x lebih lebar dari kamarku yang ada di Rumah! Hebaat! Kamar seorang Bodyguard saja sudah sebesar ini, apalagi anggota keluarga Haruno Corp? pasti luasnya mencapai 5 kali lapangan sepak bola!"(ih,,author terlalu lebay nih mendeskripsikan luas kamarnya)

TOK..TOK..TOK..

Ketukan pintu itu berhasil membuat Sasuke Mingkem dan tersentak.

"Iya…?" Sasuke langsung bergegas membukakan pintu kamarnya. Cklek!

"Sasuke, ini obatnya! Sesudah makan obat, istirahatlah! Supaya flunya sembuh." Perintah Kabuto Ramah namun tegas.

"Terimakasih atas obat dan sarannya, Kabuto-san! Maaf sudah merepotkan!" srupuutt! Ucap Sasuke sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan telunjuknya di sertai cengirannya.

"Sama-sama. lagipula kasihan juga melihat mu bersin-bersin dan meler seperti itu terus! Baiklah, Selamat malam! Istirahat ya!"

"Sekali lagi, terimakasih!" kata Sasuke sopan dengan membungkukkan badannya sedikit.

Kabuto pun berjalan menuju tempat kerjanya, di mana lagi kalau bukan di luar rumah kediaman Haruno Corp untuk berjaga-jaga. Setelah Kabuto meninggalkan Sasuke, Sasuke langsung menutupkan pintunya.

Tiba-tiba… TOK… TOK… TOK…

' Ck! Siapa lagi sih! ga tau orang lagi cape apa?' Batin Sasuke dengan raut wajah Jengkel dan ada semburat urat kecil yang mencuat di dahinya. "Iya… iya… Tunggu sebentar!" dengan nada malas, bener-bener Suuupperr Malas. Cklek!.

"Hai!" Sapa seorang perempuan dengan riang.

"K-k-kau? Hei, Haruno. Kenapa kau ada disini? Dan.. B-bagaimana kau tahu kamarku?" kata Sasuke dengan raut wajah kaget dan setengah tidak percaya.

"Tadi aku membuntuti Kau dan Kabuto, Jadi aku tahu kamarmu." Ucap perempuan yang tadi di sebut Haruno oleh Sasuke Dengan percaya diri.

"Lalu, ada perlu apa kau kesini? Aku mau istirahat tau!" ujar Sasuke jengkel.

"Aku hanya ingin melihat kamar yang di berikan Tante ku padamu Koq!" sahut Sakura dengan polosnya.

"A-apa? Hanya karena itu kau menggangguku malam-malam begini? Itukan bisa dilakukan besok, SAKURA!" ujar Sasuke dengan amat Kesal dan menekankan kata 'SAKURA'.

"Hei! Ayolah, Sasuke. Cuma sebentar koq! Ya? Please!" kata Sakura memohon sambil mengeluarkan Puppy eyes no jutsu nya.

"Hhaahh…. Sudahlah. Cepat masuk! ingat ya Cuma sebentar! Besok kita kan harus ke sekolah. Aku ga mau terlambat hanya gara-gara kau!" perintah Sasuke dengan tajam.

"Iya.. iya… Bawel!" sahut Sakura dengan nada 'Cape deh!' (taulah maksudnya).

Sakura langsung melewati Sasuke yang berdiri mematung dengan raut muka malas yang melebihi Shikamaru. Setelah Sakura masuk ke kamar Sasuke, Sakura langsung CuMi sambil kaget dan berkata, "Wah… besar banget! dari semua kamar Bodyguard ku, kamarmu lah yang paling besar! Bisa di bilang kau adalah Bodyguard ku yang paling beruntung, Sasuke! Mungkin Tante ku Special menyiapkannya Untukmu." Ujar Sakura sambil masih terkagum-kagum pada kamar Sasuke.

"O ya? Ah, mana mungkin?" kata Sasuke dengan tidak percaya dan menaikkan sebelah halisnya.

"Iya Bener! kalau kau tidak percaya, lihat saja semua kamar Bodyguard ku satu persatu! Mau?" Tanya Sakura nyolot.

"Ya enggalah! Cape tau!" sahut Sasuke dengan nada 'Enak aja!' (taulah maksudnya).

"Makanya, Kau harus percaya padaku!" kata Sakura dengan percaya diri.

"Entahlah! Mungkin kau benar! Eh, Liat-liatnya sudah selesai!, silahkan kau keluar! I'll Go to Sleep!" perintah Sasuke dengan raut wajah Datar.

"Ok… Ok… nyantai aja kalee…! Persimi! Eh salah, Permisi!" Braak! terdengar suara bantingan pintu kamar Sasuke dengan keras.

'Ck, dasar! ntu Cewek emang ngerepotin aja!' Nurani Sasuke angkat bicara dengan jengkelnya.

-*000*-

Di pagi keesokkan harinya…

TOK… TOK… TOK… ".." kata Sasuke dengan Super cepat.

Tiba-tiba… Cklek! Terlihat seorang gadis perempuan Pinky Membukakan Pintu dengan mata terpejam Sambil mengeluarkan Urat yang mencuat di dahinya.

"Shut up! Itu manggil atau Sirine sih?. manggil-manggil koq tanpa koma, tanpa spasi, tanpa titik dan tanpa jeda? Risi tau! Hei, perlu kau ketahui ya CHICKEN BOY, Ini itu masih pagi! kau tau jam berapa sekarang, Hah?" omel Sakura dengan jengkel sambil menekankan kata 'Chicken Boy'.

"Aku tau koq! Sekarang jam 06.45 kan, PINKY GIRL?" jawab Sasuke PeDe sambil menekankan kata 'Pinky Girl'.

"Kau salah! ini baru jam 05.30, SASUKE!" Tukas Sakura sambil menekankan kata 'Sasuke'.

"Hei! Justru kau yang salah, SAKURA!" jawab Sasuke ga mau kalah sambil menekankan kata 'Sakura'.

"Maksudmu?" Tanya Sakura keheranan sambil menaikkan sebelah halisnya.

"Maksudku, Jam milik mu ngaco. Kalau ga percaya, lihat matahari yang sudah terbit di luar sana!" jawab Sasuke malas.

"Ah, yang bener?" Tanya Sakura tidak percaya. Lalu, Sakura pun berlari untuk membuka tirai jendela kamarnya, dan melihat keadaan di luar.

"HAH? OMG… Aku bangun kesiangan. Sebaiknya aku cepat-cepat pergi ke kamar mandi." Ucap Sakura dengan raut wajah kaget. Sakura langsung pergi ke kamar mandi dengan kecepatan Kereta api. Lalu, Sakura berhenti sejenak dari langkah kereta apinya, dia menoleh sebentar ke arah seorang pemuda yang berdiri mematung di dekat pintu sambil memamerkan wajah penuh kemenangannya.

"Hey, Kau! Jangan berdiri saja! Cepat keluar! Aku mau mandi dan mau mengganti bajuku!" Sakura langsung nyolot dengan tatapan penuh Curiga.

"Iya… iya… ga di suruh pun aku akan tetap keluar koq!" kata Sasuke dengan santai sambil membalikkan badannya. Lalu, Sasuke berbalik kembali untuk menatap Sakura, "Ng?" Gumam Sasuke sambil menaikkan sebelah halisnya keheranan, karna Sakura masih menatapnya dengan raut wajah yang curiga, "Hmph! ga perlu menatapku seperti itu kali, Aku tidak akan berbuat mesum koq! Atau jangan-jangan… kau ingin aku benar-benar melakukannya ya?" Tanya Sasuke di sertai seringai mesumnya.

"DIAM! Cepat keluar!" Perintah Sakura di sertai amarahnya.

"Hahaha… Iya… iya…, Sensitif amat bu? Liat noh wajahmu memerah." Ujar Sasuke santai dengan Ekspresi datar sambil meninggalkan kamar Sakura.

"Hah? SASUKE! AWAS KAU YA!" Teriak Sakura, "Tapi, apa benar wajahku memerah?" Sakura langsung tersenyum-senyum sendiri sambil menahan malu. "Aduh… aku harus cepat! Ini gara-gara… halah sudahlah! Membuang-buang waktu saja!" Gerutu Sakura tak jelas.

-*000*-

Mereka akhirnya berangkat bersama ke KHS menggunakan mobil Mercedes M Class warna hitam milik Sakura. Di sepanjang perjalanan, hanya keheningan yang menyertai mereka.

"Umm… Sakura…" Sasuke memulai pembicaraan di tengah keheningan.

"Ng? Ada apa?" Tanya Sakura lembut.

"Ngomong-ngomong, Selamat ya! akhirnya kau bisa bersekolah di KHS!" ucap Sasuke sambil memperlihatkan senyum tipisnya.

"Terimakasih ya! Umm.. Sasuke.." kata Sakura dengan hati-hati

"Hn, Ada apa?" Sahut Sasuke dengan nada datar.

"Terimakasih ya sudah menjadi malaikat penolong ku!" kata Sakura malu-malu kucing, (Ciee! Prikitiew!)

"kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?" Tanya Sasuke keheranan dengan melirik ke arah Sakura sebentar sambil menyetir.

"Ya.. karna… sebelum kau menelpon ku, aku berdo'a kepada Tuhan untuk mengirimkan Malaikat penolong yang akan menolongku dari masalah ini." Sakura memulai Cerita.

"…"

"2 detik kemudian setelah aku berdoa, tiba-tiba saja ada telpon darimu."

"…"

"Dan menurutku itu seperti jawaban Tuhan untukku bahwa kau lah yang akan menjadi malaikat penolong ku!" jelas Sakura sambil memalingkan wajahnya yang kepalang merah.

Sasuke blushing seketika, "Aaah.. itu Cuma kebetulan koq! Lagipula.. aku melakukan ini hanya untuk mencari uang!" Jawab Sasuke sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ooh… Begitu…" raut wajah Sakura berubah menjadi kecewa dan agak lesu.

"Ta-tapi, Aku juga ingin membantumu koq! Aku ingin kau juga bisa merasakan bagaimana menjadi seorang Siswi KHS. Jadi, kau jangan Sedih lagi ya!" Bujuk Sasuke sambil tersenyum tipis.

"Benarkah? Terimakasih ya, Sasuke! Aku tahu kau memang akan menolongku." Ucap Sakura berbinar-binar di sertai senyuman hangatnya.

"I-iya…" Sahut Sasuke di sertai senyum hangatnya.

~Sasuke's POV~

Entah kenapa, semakin kesini, Hatiku semakin sakit jika melihat Sakura bersedih. Ada apa denganku? Kenapa aku Semakin Peduli kepada Sakura? Kenapa setelah aku melihat senyumannya, batinku terasa tenang? Kenapa jika hanya melihat wajahnya, Jantungku terasa Deg-degan? dan aku merasa ada perasaan lain. Tapi, Perasaan apa ini? Tidak pernah Kurasakan sebelumnya! Oh Tuhan, Sepertinya Otakku sedang Error. Sudahlah, mungkin hanya perasaanku saja.

~End Sasuke's POV~

-*000*-

Akhirnya Sasuke dan Sakura tiba di KHS. Lalu, mereka pergi ke Ruang Guru untuk menentukan Ruang kelas yang cocok untuk Sakura. Dan beruntung nya mereka satu ruangan, yaitu di ruangan XA. Ruang kelas ini paling Elite diantara Ruang kelas di KHS lainnya. Bagaimana tidak Elite? Toh Ruangan ini Tempat di mana Para Siswa/i yang berkelas atau cukup jenius berkumpul. Oke, kembali ke kedua Tokoh utama kita yang sudah tiba di ruang kelas mereka.

"Sakura, kau duduklah di… umm.." terlihat Sasuke celingukkan sambil Berpikir sejenak untuk mencarikan tempat duduk yang tepat untuk Sakura, "Nah, di samping Hinata! Ayo!" mereka pun berjalan ke arah meja Hinata.

"Hei, Hinata! Kau duduk sendiri kan?" Tanya Sasuke ramah.

"I..Iya… memangnya ada apa, Sasuke-kun?" Tanya Hinata dengan suara lembut.

"Ini.. perkenalkan dia Haruno Sakura." Ucap Sasuke dengan sumringah.

"Halo, Salam kenal! Aku Haruno Sakura!" kata Sakura di sertai senyum terbaiknya sambil mengajukan tangan kanannya kepada Hinata.

"Salam kenal juga! Aku Hyuuga Hinata." Jawab Hinata lembut sambil menjabat tangan Sakura.

"Dia adalah anak baru di sini, jadi bolehkah dia duduk bersama mu?" kata Sasuke kepada Hinata dengan penuh harap.

"Tentu saja! Aku sangat senang jika temanku di kelas XA bertambah." Ucap Hinata sambil tersenyum simpul.

"Syukurlah! Nah, Sakura, kau duduk dengan Hinata ya! Oh ya Hinata, terima kasih ya, dan mohon Bantu dia! Dia belum mempunyai teman satu pun di sekolah ini!" pinta Sasuke

"Serahkan saja padaku, Sasuke-kun!" jawab Hinata dengan mantap.

"Baiklah! Sampai jumpa!" Kata Sasuke melambaikan tangannya sambil berjalan.

-*000*-

Kring! Bel tanda Istirahat pun berbunyi, Sasuke langsung pergi ke tempat duduk paling depan, di mana Hinata dan Sakura duduk. Lalu, mengajak Sakura untuk pergi ke kantin bersama.

"Sakura, ayo kita ke kantin! " Ajak Sasuke dengan semangat 45.

"Baiklah. Tapi, ajak Hinata juga ya! Dia tidak mempunyai teman." Pinta Sakura sambil memelas.

"Ooh…" Sasuke hanya ber-oh ria, Tiba-tiba… "Eh? Tapi, biasanya Ino bersamamu kan, Hinata? Memangnya kemana Cewek yang suka dandan itu? " Tanya Sasuke sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Ino-chan ti-tidak masuk s-sekolah, Sasuke-kun..!" Jawab Hinata terbata-bata.

"Tuh kan Sasuke, Ajak Hinata ya! Please.. Ku mohon, Kasihan dia." Pinta Sakura.

"Baik, Aku sama sekali tidak keberatan koq!" jawab Sasuke sambil tersenyum hangat. Sakura dan Hinata memandang satu sama lain dengan raut wajah seperti mengatakan 'Syukurlah…' (taulah maksudnya). Tiba-tiba..

"Tapi,," Cela Sasuke.

"Eh? Ada apa, Sasuke? jangan bilang kau berubah pikiran!" Tanya Sakura.

"Bukan. Tapi, mana mungkin aku sendirian? M-maksudku.. Aku kan laki-laki, sedangkan kalian berdua perempuan, jadi… umm… Kau taukan maksudku?" Tanya Sasuke penuh harap.

"Oh ya ya ya… Aku ngerti. Kau malu kan menjadi satu-satunya laki-laki diantara 2 perempuan? Intinya, kau membutuhkan 1 teman laki-laki untuk bersama kita!" Kata Sakura dengan raut wajah 'Cape deh!'.

"Yaa! 100 poin untukmu!" tereak Sasuke gaje. Tiba-tiba raut wajahnya berubah drastis menjadi bingung, "Tapi, Siapa? Aku tidak mau pergi ke kantin dengan keadaan seperti ini."

"Aku ikut dengan kalian!" Ucap seorang pemuda yang berhasil membuat SasuSakuHina tersentak.

"Shikamaru! kau memang selalu ada disaat aku bermasalah! " Ucap Sasuke Sumringah.

"Yaa… sama seperti saat kita pertama kali bertemu." Sahut Shikamaru dengan malas disertai logat ciri khasnya, (taukan logat malas khas Shikamaru?).

"Hehehe… hei, Shikamaru! Tolong jangan kau ungkit peristiwa waktu itu lagi ya!, males tau!" pinta Sasuke di sertai cengiran yang di paksakan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Hm! Terserah." Jawab Shikamaru dengan raut muka Maleeesss banget!.

"Hei kalian berdua! Sudahlah, Ayo cepat! Nanti keburu masuk." Perintah Sakura setengah teriak.

-*000*-

Mereka pun tiba di kantin Sekolah. Lalu, mereka memilih tempat duduk dan memesan beberapa makanan.

"Pelayan!" Teriak Shikamaru sambil memberi isyarat dengan menaikkan tangan kanannya.

"Kalian mau pesan apa?" Tanya pelayan kantin dengan ramah dan sopan.

"Aku mau pesan Es teh manis, makanannya Semur Jengkol." Kata Shikamaru.

"Hei, Shikamaru! Kalau kau mau makan itu, nanti mulut mu bau lho!" Goda Sasuke dengan raut wajah jahil.

"BODO! Ya terserah Gue donk!" Jawab Shikamaru dengan nada 'Bodo amat!'.

"Idiih… Ini anak di bilangin malah nyolot!" Ujar Sasuke dengan agak jengkel, "Kalau aku mau pesan Nasi goreng Extra Tomat dan Jus Tomat saja."

"Aku pesan Mie ramen dan Jus jeruk." Kata Sakura.

"A-aku Pesan.. Mie Ayam dan Es Kelapa Muda." Kata Hinata.

"Baiklah, mohon tunggu sebentar!" pinta sang pelayan dengan ramah.

Setelah pelayan itu meninggalkan mereka, Sakura membuka pembicaraan.

"Sasuke, tadi di mobil kau bilang kau membutuhkan uang. Memangnya jumlah uang yang kau butuhkan berapa?" Tanya Sakura.

"Yaa.. Yang pasti melebihi 1 Juta." Sahut Sasuke datar.

"APA?" Teriak SakuShikaHina serentak.

"Memangnya untuk apa uang sebanyak itu? Kau mau bayar hutang yaa… Ayo ngaku!" ucap Shikamaru ngasal.

"Hei, Shikamaru! Kalo ngomong jangan Ngasal donk! Mana mungkin seorang Uchiha Sasuke yang ganteng, imut, Ca'em, gaul, pinter, and masih muda ini bisa punya hutang? Kau salah besar!" Sasuke langsung CapCus Narsis sambil nyolot.

"Atau jangan-jangan… Kau Berjudi yaa….?" Tanya Sakura WaTaDos.

"Apalagi itu. Itu bukan ngasal lagi, Tapi ngelantur!" Ucap Sasuke sambil menampilkan Urat kecil di dahinya.

"L-la-lantas, Untuk a-apa, Sasuke-kun?, " Tanya Hinata terbata-bata.

"Nah, seharusnya kalian bertanya baik-baik kaya Hinata dong! Jangan Asal nebak! " Sasuke menyarankan.

"Iya Iya bawel! terusin Aja napa? Ribet amat sih!" Kata Sakura bosan sambil memutar bola matanya.

Tiba-tiba…

"ini pesanan kalian!" seru sang pelayan sambil meletakkan beberapa makanan ke atas meja empat orang tadi.

"Terimakasih!" ucap mereka berempat serentak sambil tersenyum simpul. Setelah meletakkan semua makanan di atas meja, sang pelayan langsung undur diri.

"Nah, sampai dimana kita tadi?" Tanya Sasuke dengan logat orang resmi.

"Ga usah pura-pura pikunan deh!" Shikamaru langsung nyolot, "Jangan banyak Cincong! Cepat ceritakan!"

"Iya…iya… semuanya berawal dari peristiwa kemarin sore." Sasuke memulai ceritanya. Sasuke menceritakan semua kejadian yang terjadi pada kemarin sore. atau bisa dibilang kejadian saat ibunya dilarikan ke rumah sakit. Kemudian Sasuke menjelaskan kenapa ia sangat membutuhkan uang yang jumlahnya melebihi 1 juta.

Setelah Sasuke selesai becerita, Shikamaru menjadi orang pertama yang berkomentar.

"Oooh…" Shikamaru ber-oh ria, "Jadi karena itu kau berjuang mencari uang?"

"La-lalu, dari mana kau akan mendapatkan uang se-sebanyak itu, Sasuke-kun?" Tanya Hinata penasaran sambil agak terbata-bata.

'Sial! masa aku harus bocorkan status bodyguard ku sih? Apa kata dunia?' Pikir Sasuke kebingungan di sertai logat Nagabonar.

"Dia menjadi bodyguard pribadi ku!" Ucap Sakura dengan lancar. Sasuke yang sedang meminum jus tomatnya langsung menyemburkannya.

"HAH! Apa itu Benar?" Tanya Shikamaru dan Hinata serentak terkaget-kaget, lalu mereka memandang satu sama lain. Berhubung SasuSaku duduk bersebelahan, Sasuke langsung menyenggol kaki Sakura dengan kakinya.

"Aaw!" Teriak Sakura.

"Kenapa kau mengatakannya?..." Bisik Sasuke kepada Sakura dengan pelan sambil menahan kesal.

"Memangnya kenapa?..." Bisik Sakura dengan polosnya.

"Ya malu lah! Masa lo ga mikir sampe situ sih?" Bisik Sasuke dengan kesal sampe-sampe si urat ikut muncul di dahi Sasuke.

"Ya mana ku tau? Mending gini, yang tau hal ini cukup kita berempat aja, Anak-anak yang lain ga perlu tau! Jadi, kau ga malu-malu amat kan? Si amat juga ga malu." Bisik Sakura dengan raut muka percaya diri.

"Terserah!" Bisik Sasuke dengan nada 'Cape deh!' dan raut muka malezz!.

"Hei! Kenapa kalian saling bisik-bisik sih?" Tanya Shikamaru sambil menaikkan sebelah alisnya. SasuSaku langsung memberhentikan acara Bisik-bisik tetangga mereka.

"Ng.. I-itu… a-anu… K-kita sedang Bisik-bisik tetangga! Hehehe…" Jawab Sasuke ngasal.

"Terserah kau sajalah! Tapi, Apa benar kau seorang Bodyguard pribadi Sakura?" Tanya Shikamaru serius.

"Sstt! Pelan-pelan… ini rahasia kita berempat! Jangan sampai orang lain tau hal ini selain kita berempat!" Perintah Sasuke dengan suara pelan.

"Oooh… Jadi kau malu ya, Sasuke?" Shikamaru menggoda.

"Bisa di bilang seperti itulah." Tambah Sakura sambil menggoda.

"Diamlah!" Perintah Sasuke dengan raut muka menahan kesal.

"Hei, Bagaimana kalau sepulang sekolah nanti kita menjenguk ibunya Sasuke di Rumah Sakit?" Usul Sakura dengan berseri-seri.

"Boleh juga!" Shikamaru langsung semangat 45.

"Hei Shikamaru, Kesambet apa loe jadi semangat 45 gini? Langka banget tau!" Ujar Sasuke dengan menaikkan sebelah alisnya sambil menyilangkan tangannya.

"HAM donk!" Shikamaru langsung nyolot, "Maksudnya, Hak gue donk! Aku pengen banget ketemu sama ibumu."

"Oo…" Sasuke ber-oh ria, "Terserah deh. Kalau kau, Hinata? Apa kau mau ikut?"

"Te-tentu saja Aku ikut.." jawab Hinata sambil memainkan kedua telunjuknya.

"Bagaimana, Sasuke? Apa kau setuju jika kami semua menjenguk Ibumu?" Tanya Sakura dengan tatapan penuh harap.

"Ga usah di Tanya lagi kali. Aku malah Senang jika teman-temanku melakukan sesuatu yang mulia!" Jawab Sasuke di sertai senyuman hangat nan Ikhlasnya.

"HOREE!" Sakura dan Shikamaru Ber-Hore ria.

-*000*-

Bel tanda berakhirnya jam sekolah pun berbunyi. Sasuke, Sakura, Hinata dan Shikamaru pun sudah berkumpul di lapangan parkir KHS untuk pergi menjenguk Mikoto, Alias Ibunya Sasuke. Eh? Tunggu Dulu. Mana Shikamaru? Kenapa Dia tidak ada?.

"Eh? Kayanya ada yang kurang deh!" Ujar Sasuke sambil menyilangkan Tangannya.

"Eh, Iya! Kemana Shikamaru? Bukannya tadi dia bersama mu ya, Sasuke?" Tanya Sakura sambil setengah berkacak Pinggang.

"Hah? Entahlah! Aku ga merasa!" Ujar Sasuke dengan tampang so innocent nya.

"Yaaah… loe gimana sih? Masa orang segede Shikamaru ga nyadar?" Tanya Sakura lagi di sertai Urat yang mencuat di dahi lebarnya nya.

"Yeeh… loe ga percaya! Beneran deh! Suer deh! Suer takewer-kewer deh! Gue kagak nyadar!" Sasuke terlihat sedang membela dirinya.

"He-hei, Kalian! Sudah-sudah! Lagi pula, Shikamaru nya sudah datang koq!" Terlihat Hinata sedang berusaha melerai kedua temannya yang sedang berdebat kecil itu.

"Hah? Mana?" Tanya SasuSaku serempak.

"Tuh!" Kata Hinata sambil menunjuk Shikamaru yang baru keluar dari pintu Toilet.

"Weessss…. Ssadaap! Bagus loe yeh!" Ujar Sasuke manggut-manggut sambil berkacak pinggang di sertai dengan ekspresi wajah 'Puas loe sekarang?', (pasti taulah maksudnya).

"Bagus Apanya?" Tanya Shikamaru dengan ekspresi wajah malasnya.

"Bagus karena loe sudah bikin kita semua kaget!" Sasuke kelewat Kesel tuh….

"Oo… Sorry deh! Gue kan pengen ke toilet. Kepalang kebelet tau!" Shikamaru membela dirinya sendiri.

"Lagian kalo mau ke toilet, Bilang-bilang dulu napa? Kan jadinya kita semua ga bakalan kaget kaya gini!" Urat Sasuke makin menjadi-jadi.

"Ck! Iya..iya…, Merepotkan saja!" Jawab Shikamaru malas sambil menaruh kedua tangannya di belakang kepalanya.

"Kalo kalian Berdebat terus, kapan ke rumah sakitnya? Ayo ah! Cepat! Aku masuk duluan ke mobil!" Gerutu Sakura sambil membuka pintu dan masuk ke dalam mobil bagian depan. Di susul oleh Hinata yang membuka pintu dan masuk ke dalam bagian belakang kursi Sakura. Sasuke dan Shikamaru hanya bengong. Kemudian, di susul oleh Shikamaru yang membuka pintu bagian belakang bersama Hinata.

"Cepatlah, Tuan Pemarah!" Ujar Shikamaru malas sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya.

"Grrrr…. k-ka-kau…." Sasuke langsung geram. Tiba-tiba, Sasuke langsung loyo, "Hhh… Sudahlah. Percuma aku geram kepada Orang seperti dia. Ga ada Pengaruhnya! Buang-buang tenaga saja!" Sasuke langsung berjalan dengan gontai dan masuk kedalam mobil bagian menyetir. Lalu, langsung menjalankan mobilnya.

-*ooo*-

Akhirnya, Mereka pun tiba di Rumah Sakit Konoha…

"Ayo, Ikuti aku!" Perintah Sasuke. Yang lain hanya mengangguk saja dan mengikuti arah berjalan Sasuke. Tiba-tiba Sakura memberhentikan Langkah Sasuke dengan menarik tangan kanan milik Sasuke.

"Eh! Tunggu dulu, Sasuke!" Cegat Sakura.

"Ada apa, Sakura?" Tanya Sasuke keheranan.

"Kita ke Resepsionis dulu!" Sakura terlihat memohon.

"Untuk Apa kita ke sana? Jangan Bilang kau akan…" Perkataan Sasuke langsung di potong oleh perkataan Sakura.

"Ya Benar! Aku akan membayar biaya Rumah Sakit Ibumu, Sasuke!" Ucap Sakura sambil menatap tajam Sasuke.

"Sebaiknya Tidak usah…" Kata Sasuke pelan dengan menundukkan kepalanya sampai-sampai Poninya menutupi sebagian wajahnya.

"Kenapa?" Tanya Sakura lirih dan menatap Sasuke kasihan..

"Karena… Karena ku tidak perlu bantuanmu, Aku bisa membayarnya dengan jerih payahku sendiri! Meskipun aku orang miskin, Bukan berarti aku tidak bisa membayar biaya tagihan Rumah Sakit Ibuku sendiri!" Kata Sasuke dengan nada agak tinggi dari yang sebelumnya.

"Bu-bukan begitu, Sasuke! Aku hanya Ingin membantumu!" Tukas Sakura dengan pelan.

"Kataku Tidak usah ya tidak Usah!" Jawab Sasuke Dengan agak membentak.

"Aku akan memberi solusi! Sasuke, bagaimana kalau Sakura membayar tagihan Rumah Sakit Ibu mu dulu sementara. Nanti kau ganti dengan menjadi Bodyguard Pribadi Sakura Secara Gratis. Yaa… sesuai dengan jumlah Biaya Tagihannya!" Kata Shikamaru sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

"Terkadang Otakmu Encer ya, Shikamaru! Aku setuju dengan mu!" Ujar Sasuke dengan mata berbinar-binar.

"Bukannya otakku selalu Encer?" Tanya Shikamaru dengan Ekspresi malasnya, "Untuk Sakura, Tolong kau mengerti perasaan Sasuke, Mungkin dia Tersinggung dengan tindakkan mu." Lanjutnya menyarankan.

"Kau Benar, Shikamaru! Aku setuju!" Jawab Sakura sambil ngangguk dan menampilkan senyuman terbaiknya.

"Nah, masalah kan sudah selesai. Sekarang kita ke Resepsionis dulu sesuai dengan permintaan Sakura-chan!" Usul Hinata.

"Ya, Ayo!" Ajak Shikamaru.

Setelah Mereka tiba di meja Resepsionis, Sasuke langsung memanggil Suster Resepsionis itu.

"Maaf, Sus. Saya akan membayar Biaya Tagihan milik Pasien yang bernama Uchiha Mikoto." Kata Sasuke.

"Baiklah, Nak. Mohon tunggu sebentar." Ucap Suster itu sambil membuka Buku cek nya. Beberapa detik kemudian, Suster itu berkata, "Maaf, Nak. Biaya tagihan Milik Pasien yang bernama Uchiha Mikoto sudah terlunasi."

"A-ap-apa?."

-*000*-To Be Continued-*000*-

Aaaarrggghhhh! (Sambil menjambak Rambut sendiri Frustasi)…. Nie Fic Makin GaJe Aja yaaa… (Ikan2 di Bikini Bottom: Hancur kan Fic nie! Hancurkan Fic nie! –sambil nyodorin Obor sma Garpu Kebun-)

Tidaaakkk! –Di kejar2 sma Ikan2 Bikini Bottom-

Mao balas Review2 Dulu….

Matsumoto Rika Siip!, Thank's Bgt yua Matsumoto-san dah Setia Review…. Maaf ya kalo Apdetnya lamaaaaaaaaaaa… Banget….. (Sujud2)…. Hehehe…. Kalo ada yg Kurang, Bilang ja ya…. Piis ^^v

Haruno Tsubaki-chan Iya,, Ai-chan akn Usahain utk memasukkan Gaara ke fic ny Ai-chan…. Nie dah Update Chap 4 ny. Maaf yua kalo Apdetnya super lamaaaaa…. (bungkuk2)

Hinata Hyuumaki-chan Hahaha… Rhs dulu dch… ^^ Brdoa ja yua mdh2an cnta NaruHina akn brsemi di Fic ny Ai-chan…. Hehe…. Nie chap 4 dah Apdet slamat membaca yua… Maaf kalo Apdetnya tidak secepat kilat…. ^^a

Nah, Siapa ya yang membayar Tagihan Rumah Sakit Mikoto? Penasaran? Tunggu Chapter Berikutnya Ya! Dan ikuti Terus jalan ceritanya agar tidak mati penasaran! Hehehe… (Becanda koq!)

O ya.. Jangan lupa Review Yua! Di tunggu lho! Kalau ga di review, ntar Ai-chan Nangis di pojokan lho! (Readers & senpai: Bodo amat!)

Nie Fic Typos nya Buanyak Buangeut Dech… Ai-chan Minta Saran/Kritik/Review nya dari Para Senpai/Readers yua…. Di tunggu….

SEE YA TO THE NEXT CHAPTER!