My Bodyguard, My Angel, and My Prince

Disclaimer © Masashi Kishimoto

Story © UcHiha KuRuke Ai-chan

Genre: Romance, Drama, Family, Humor *dikit kok!

Main Chara: Uchiha Sasuke

Haruno Sakura

Uzumaki Naruto

Hyuuga Hinata

Nara Shikamaru

Karin

Pairing: SasuSaku, SasuKarin, NaruHina

Warning: OOC, AU, lebay, gaje, Super maksa, Penambahan Chara, Typo's berceceran -?-

Don't like Don't Read!

Yosh! Selamat Membaca!

Cerita Sebelumnya:

Akhirnya, Mereka pun tiba di Rumah Sakit Konoha…

"Ayo, Ikuti aku!" Perintah Sasuke. Yang lain hanya mengangguk saja dan mengikuti arah berjalan Sasuke. Tiba-tiba Sakura memberhentikan Langkah Sasuke dengan menarik tangan kanan milik Sasuke.

"Eh! Tunggu dulu, Sasuke!" Cegat Sakura.

"Ada apa, Sakura?" Tanya Sasuke keheranan.

"Kita ke Resepsionis dulu!" Sakura terlihat memohon.

"Untuk Apa kita ke sana? Jangan Bilang kau akan…" Perkataan Sasuke langsung di potong oleh perkataan Sakura.

"Ya Benar! Aku akan membayar biaya Rumah Sakit Ibumu, Sasuke!" Ucap Sakura sambil menatap tajam Sasuke.

"Sebaiknya Tidak usah…" Kata Sasuke pelan dengan menundukkan kepalanya sampai-sampai Poninya menutupi sebagian wajahnya.

"Kenapa?" Tanya Sakura lirih dan menatap Sasuke kasihan..

"Karena… Karena ku tidak perlu bantuanmu, Aku bisa membayarnya dengan jerih payahku sendiri! Meskipun aku orang miskin, Bukan berarti aku tidak bisa membayar biaya tagihan Rumah Sakit Ibuku sendiri!" Kata Sasuke dengan nada agak tinggi dari yang sebelumnya.

"Bu-bukan begitu, Sasuke! Aku hanya Ingin membantumu!" Tukas Sakura dengan pelan.

"Kataku Tidak usah ya tidak Usah!" Jawab Sasuke Dengan agak membentak.

"Aku akan memberi solusi! Sasuke, bagaimana kalau Sakura membayar tagihan Rumah Sakit Ibu mu dulu sementara. Nanti kau ganti dengan menjadi Bodyguard Pribadi Sakura Secara Gratis. Yaa… sesuai dengan jumlah Biaya Tagihannya!" Kata Shikamaru sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

"Terkadang Otakmu Encer ya, Shikamaru! Aku setuju dengan mu!" Ujar Sasuke dengan mata berbinar-binar.

"Bukannya otakku selalu Encer?" Tanya Shikamaru dengan Ekspresi malasnya, "Untuk Sakura, Tolong kau mengerti perasaan Sasuke, Mungkin dia Tersinggung dengan tindakkan mu." Lanjutnya menyarankan.

"Kau Benar, Shikamaru! Aku setuju!" Jawab Sakura sambil ngangguk dan menampilkan senyuman terbaiknya.

"Nah, masalah kan sudah selesai. Sekarang kita ke Resepsionis dulu sesuai dengan permintaan Sakura-chan!" Usul Hinata.

"Ya, Ayo!" Ajak Shikamaru.

Setelah Mereka tiba di meja Resepsionis, Sasuke langsung memanggil Suster Resepsionis itu.

"Maaf, Sus. Saya akan membayar Biaya Tagihan milik Pasien yang bernama Uchiha Mikoto." Kata Sasuke.

"Baiklah, Nak. Mohon tunggu sebentar." Ucap Suster itu sambil membuka Buku cek nya. Beberapa detik kemudian, Suster itu berkata, "Maaf, Nak. Biaya tagihan Milik Pasien yang bernama Uchiha Mikoto sudah terlunasi."

"A-ap-apa?."

CHAPTER 5

"A-ap-apa?" Sasuke langsung Terkaget-kaget setengah mati setelah mendengar kalimat yang telah di lontarkan oleh Suster Resepsionis itu.

"Sas! Apa kau yakin kau belum membayarnya?" Tanya Shikamaru dengan rasa ingin tahu nya.

"Aku yakin Betul. A-aku belum membayarnya!" Ujar Sasuke dengan Air muka yang meyakinkan, "Ng… Sus, kalau boleh saya tau, Siapa yang telah membayar Biaya tagihan Rumah Sakit Ibu saya?"

"Maaf, Dek. Yang membayar Tagihan Rumah Sakit Ibu Adek Tidak memperbolehkan saya untuk memberitahukan identitasnya kepada siapapun." Jawab Suster itu dengan Ramah nan Sopan.

"Sial!" Gumam Sasuke di sertai raut muka yang amat Kesal.

"Sasuke…" Gumam Sakura dengan lirih sambil menatap Sasuke dengan raut wajah khawatir.

"Sudahlah, Sasuke! Lebih baik sekarang kita ke kamar Ibu mu dulu untuk menanyakan sesuatu tentang hal ini! Siapa tau Ibu mu tau sesuatu, Iya kan?" Bujuk Shikamaru sambil menepuk pundak Sasuke dengan kuat.

"Baiklah!" Sahut Sasuke dengan gontai.

Lalu, mereka cepat-cepat meninggalkan meja resepsionis itu tanpa menyadarkan Hinata yang sedari tadi melamun. Tidak lama kemudian Hinata menyadari tindakkan teman-temannya itu.

"Eh? Permisi, Sus!" Pamit Hinata kepada Suster Resepsionis sambil berlari kecil untuk menyusul teman-temannya yang tega pergi meninggalkannya tanpa bilang-bilang.

"Iya…" Sahut Suster itu sambil tersenyum hangat.

"Hei! Tunggu!" Teriak Hinata sambil berlari kencang ke arah teman-temannya. Tiba-tiba, Shikamaru malah berhenti dan berbalik secara mendadak. Dan akhirnya Hinata yang sedang berlari kencang langsung menabrak Shikamaru dengan kuat. Sampai-sampai mereka berdua jatuh secara bersamaan.

"Adaw!" Teriak Shikamaru sambil mengelus-elus pantat kesayangannya.

"Duuh!" Hinata meringis kesakitan sambil memegang sikunya.

"Yaaah… kau kenapa sih, Hinata?" Tanya Shikamaru sambil mempertahankan posisinya yang tadi (posisi mengelus pantat).

"Ma-maaf kan aku! Ha-habis… kalian meninggalkanku begitu saja! Ya… Spontan aku berlari mengejar kalian." Terlihat Hinata sedang berusaha membela dirinya.

"Hehehe… Maaf, Hinata. Kami pikir kau mengikuti kami. Jadi deh kami tidak terlalu memperhatikanmu. Maaf yaa…" Ujar Sakura di sertai cengirannya sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Hhh… Baiklah kalau begitu. Tapi, lain kali jangan ulangi lagi ya…" Kata Hinata sambil menampilkan Air muka yang Agak… Err… Sedikit Cemberut, (jarang-jarang ya Hinata seperti itu!).

"Siip!" Ucap Sakura dengan mantap sambil mengacungkan jempolnya.

"Oke! Ayo cepat! Mumpung masih siang!" Ajak Sasuke.

"Ayo!" Sahut SakuShikaHina serempak.

Akhirnya, mereka pun tiba di depan kamar Mikoto, Alias Ibunya Sasuke.

"Teman-teman, Inilah kamar Ibu ku." Ujar Sasuke sambil menatap ketiga temannya secara bergantian.

"Bagus. Tunggu apa lagi? Ayo kita masuk!" Ucap Sakura semangat. Shikamaru dan Hinata hanya mengangguk saja sambil menatap Sasuke.

"Hhh… Baiklah. Ayo kita masuk!" Ucap Sasuke dengan lemas. Entah apa yang membuatnya lemas dan tidak bersemangat seperti itu. Mungkin dia tidak sanggup melihat ibunya terbaring di Rumah Sakit. Kemudian, Sasuke membuka pintu kamar Ibunya dengan perlahan. Cklek!

"Ibu…" panggil Sasuke dengan pelan. Khawatir jika ibunya sedang terlelap. Sasuke melihat ibunya sedang menatapnya dengan tatapan kosong. Namun perlahan-lahan, Sasuke melihat mata Ibunya yang kosong itu sedikit demi sedikit mulai memancarkan Cahayanya yang hangat. Meskipun tidak se-hangat di saat Ibunya sehat seperti sedia kala. Dan mulai menampangkan garis lengkungan di bibirnya yang selama ini Sasuke rindukan.

"Sasuke… Kau datang, Nak…" Ucap Mikoto dengan suara yang lemah sambil menampilkan seulas senyumannya yang hangat. Sasuke mulai meneteskan cairan hangat dari mata onyx nya dengan sendirinya. Mungkin karena dia sangat Rindu kepada Ibunya. Atau mungkin dia tidak tega melihat kondisi Ibu nya yang berubah drastis itu. Yup! Hanya dirinya dan Tuhan sajalah yang tau.

"I-ibu… Ya…Ini aku… Sasuke… Srupuutt!" Kata Sasuke dengan suara gemetar di sertai tangisan kecilnya sambil mengusap air mata yang berada di sudut matanya memakai telunjuknya. Tidak lupa, SakuShikaHina juga menatap Mikoto dengan tatapan Kasihan dan amat khawatir.

"Ah. Perkenalkan, Ini teman-temanku, Bu!" Ujar Sasuke dengan nada agak bergetar sambil mengelap cairan yang ada di hidung dan matanya memakai punggung tangan kanannya. Lalu, Mikoto menoleh ke tiga orang yang berada di belakang Sasuke.

"Halo, Tante! Perkenalkan, Saya Haruno Sakura. Temannya Sasuke." Sapa Sakura dengan Riang di sertai senyum manisnya.

"Se-selamat Siang, Tante.. Sa-saya Hyuuga Hinata." Sapa Hinata dengan gugup.

"Perkenalkan, Saya Nara Shikamaru. Salam kenal, Tante." Sapa Shikamaru dengan nada agak malas. Maklumlah, menghormati yang lebih tua. Jadi, ga terlalu di malas-malasin.. ^^a

"Oo… jadi, ini teman-temanmu ya, Sasuke?... Mereka anak-anak yang baik…" Ujar Mikoto dengan suara lemahnya. Lalu, Sakura menoleh kearah dua temannya secara bergantian. maklumlah, dia kan posisinya berada di tengah.

'Ich! Kenapa ga ada yang jawab sih?' Batin Sakura dengan jengkel, 'Hhh… Apa boleh buat!'

"Terimakasih, Tante! Ehehehehe…" Sahut Sakura Salting (salah tingkah).

'Ni anak kalo mau jawab dari tadi kek!' Batin Sasuke sambil melirik kearah Sakura dengan tatapan malas. Maksudnya, matanya kebuka setengah, hehehe… taukan? ^^a

"O ya, Sasuke... Apa kau… tidak apa-apa, Nak…?, Apa kau… sehat-sehat saja…?" Tanya Mikoto dengan suara lemahnya.

"A..aku.. Tidak apa-apa, Bu…" Ujar Sasuke sambil menampangkan seulas senyuman tulusnya. Namun, tetap saja Air matanya tidak terbendung.

"Hhh… Syukurlah… Ibu sangat mengkhawatirkanmu… Ibu pikir kau kenapa-napa…" Ucap Mikoto sambil menghela nafasnya. Sasuke mulai menundukkan kepalanya. Namun, Tidak lama kemudian, Mikoto mulai sedikit menyipitkan mata nya.

"Sasuke?... Kenapa kau menangis, Nak?..." Tanya Mikoto Heran.

"…Hks!" Hanya Suara Tangisan sajalah yang dapat di dengar oleh Mikoto.

"…?"

"…Hks! Hks! Srupuut!" Suara tangisan Sasuke malah semakin menjadi-jadi.

"Sasuke?..." Mikoto mulai khawatir.

"Ma-af…Hks!" Sasuke semakin menundukkan kepalanya. Sampai-sampai poninya menutupi sebagian wajahnya.

"…?"

"Ma-maaf kan Aku, Bu…Hks! Hks! Srupuutt!" Dengan suara bergetar sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.

"Maaf?... Maaf untuk apa, Nak?..." Mikoto mulai mengerutkan keningnya.

"Ma-ma-maaf… Hks! Ma-maaf… Hks! Hks! Maafkan Aku, Bu! Hks! Hks! Hks! Srupuutt!" Dengan suara yang lebih bergetar dari yang sebelumnya.

"Sasuke?..."

"Jika aku… Hks!.. Pulang cepat… Hks!.. lebih awal… Hks!.. Pasti.. Hal ini tidak akan terjadi.. Hks! Srupuutt!" Sasuke mulai meninggikan sedikit suaranya.

"…"

"Pasti… Hks!.. ibu tidak akan menderita seperti ini… Hks! Hks! Srupuutt!" Sasuke mulai mengeluarkan emosinya.

"…"

"Aku… Hks!.. Aku… Hks!... MEMANG TAK BERGUNA! Hks! Hks!" Emosi Sasuke mulai naik pitam! (lebayyy)

"…"

"Aku… Hks!.. Aku…" Perkataan Sasuke langsung di potong oleh Mikoto.

"Sasuke…" Dengan suara yang lemah lembut ciri khasnya.

"Hah?" Karena tidak percaya apa yang dikatakan oleh Ibunya, Sasuke mulai menegakkan kepalanya. Memperlihatkan kepada Ibunya betapa bengkaknya wajahnya saat ini.

"Kemarilah, Nak!..." Ajak Mikoto. Tanpa CapCipCup lagi, Sasuke langsung menuruti apa yang di katakan ibunya. Dan segera duduk di samping ibunya.

"Ini bukan salahmu, Sasuke…" Ucap Mikoto sambil mengelus-elus rambut pantat ayamnya Sasuke.

"…" Sasuke hanya bisa terdiam dan mencurahkan air matanya sambil memegang tangan ibunya yang tadi sempat di pakai untuk mengelus rambutnya.

"Ini memang sudah menjadi rencana Tuhan… Jadi, Kau tidak perlu… Uhuk! Uhuk!" Mikoto pun langsung terbatuk-batuk.

"I-ibu! Ibu tidak apa-apa?" Tanya Sasuke sambil terkaget-kaget.

"I-i-ibu tidak apa-apa kok, Nak… Ibu hanya…. Uhuk! Uhuk!" Mikoto kembali terbatuk.

"Ibu duduklah sebentar.." Ujar Sasuke sambil mendudukkan Ibunya yang sedari tadi sibuk dengan Tenggorokannya yang gatal.

"Te-terimakasih.. Uhuk!.. Nak… Uhuk! Uhuk!" Ucap Mikoto sambil menutup mulutnya yang terbatuk-batuk. Setelah Mikoto menutup Mulutnya, Sasuke melihat ada Darah segar yang menghiasi kedua sudut bibir Ibunya. Sasuke langsung membelalakkan matanya.

"I-ibu! Batuk ibu mengeluarkan Darah!" Ucap Sasuke Histeris.

"Uh…? Benarkah…?" Tanya Mikoto terheran-heran. Untuk memastikannya, Dia mengusap Darah segar yang berada di kedua sudut bibirnya dengan memakai jari telunjuk dan ibu jari kanannya. Lalu melihatnya dengan Mata kepalanya sendiri. Tidak pikir panjang lagi, Sasuke langsung memerintahkan Shikamaru untuk memanggil Suster dan Dokter.

"Shikamaru! Cepat kau panggil Dokter dan Suster!" Perintah Sasuke dengan Panik.

"Ba-baiklah!" Sahut Shikamaru sambil berlari ke luar ruangan.

"Ibu tunggu ya sebentar. Shikamaru akan memanggil Dokternya." Ujar Sasuke sambil memegang tangan Ibunya yang dingin.

"…" Mikoto hanya memberi respon dengan anggukkan kecil saja di sertai seulas senyumnya yang tulus.

1 Menit kemudian, Sang Dokter memasuki ruangan Mikoto dengan tergesa-gesa.

"Ah! Dok. Tolong ibu saya!" Pinta Sasuke dengan amat Khawatir.

"Biar saya periksa dulu, Nak! Mohon adik-adik semua keluar sebentar." Perintah Dokter dengan ramah namun tegas.

"Baik." Ucap mereka berempat serempak sambil menganggukkan kepala mereka masing-masing. Tanpa pikir panjang lagi, Sasuke dkk langsung keluar ruangan dengan gontai, Kecuali teman-temannya Sasuke. Ralat, Sasuke sendiri yang berjalan gontai.

Shikamaru langsung menepuk pundak Sasuke lalu berkata,"Semuanya akan Baik-baik saja."

"…" Sasuke pun hanya memberi respon dengan anggukkan yang cukup lemas.

"Ibu…." Lirih Sasuke sambil menundukkan kepalanya.

Sementara itu di Kediaman Haruno Corp, Tepatnya di ruang keluarga Haruno Corp, Terlihat dua orang perempuan yang sudah Dewasa dan yang masih Remaja tengah menunggu kepulangan Sang Nona Haruno yang sedari tadi belum pulang. Namun, Perempuan yang sudah Dewasa terus saja mondar-mandir sambil memegang babi kesayangannya tanpa henti. Spontan, Gadis Remaja yang tengah duduk di atas sofa langsung melontarkan sepatah kata di sertai air muka yang jengkel.

"Aduuh… Mommy! Bisakah kau tenang sedikit? Kegiatanmu membuat kepalaku pusing." Gadis yang berambut merah meringhik kepada ibunya dengan nada se-Manja mungkin.

"Karin Sayang… Mommy tidak bisa tenang jika Sakura belum pulang.. Mengerti?" Ujar perempuan yang Dewasa dengan nada lembut.

"Tapi Mom, Dia kan di dampingi oleh Bodyguard pribadinya yang baru. Jadi, Tenanglah sedikit. Lagipula Sakura sudah besar Kok." Ujar Karin sambil mengambil Toples berisi Kue yang berada di atas Meja. Tepatnya, Meja yang berada tepat di depan matanya. Namun, perkataan Karin tidak mendapat respon sedikit pun dari Ibunya yang siapa lagi kalau bukan Shizune.

Tidak lama Kemudian, Karin melihat Ayame masuk ke Ruang Keluarga dengan berjalan Tergesa-gesa.

"Permisi, Nyonya." Ucap Ayame dengan Sopan.

"Ada apa, Ayame? Kau tidak lihat aku sedang mencemaskan Sakura? Huh!" Ujar Shizune dengan agak meninggikan suaranya.

"Maaf jika kehadiran saya mengganggu anda. Tapi, ada telepon untuk anda, Nyonya." Ucap Ayame dengan Sopan.

"Uh? Benarkah? Kemarikan Teleponnya." Perintah Shizune. Tidak berpikir panjang lagi, Ayame langsung menyerahkan Telepon tanpa kabel itu.

"Halo! Di sini Shizune Berbicara." Shizune mulai mengawali percakapan teleponnya. Tidak lama kemudian, Shizune langsung membelalakkan matanya. Spontan Karin mengerutkan keningnya.

"Baiklah. Ibu akan segera kesana. Jangan kemana-mana!" Tut..tut..tut.. Shizune langsung menaikkan sebelah alisnya, Lalu berkata,"Uh? Ada apa dengan anak ini? Main tutup telepon sembarangan saja. Dasar!"

"Ng? Twodwi sywapwa, Mwam? (Ng? Tadi siapa, Mom?)" Tanya Karin disertai mulutnya yang penuh akan kue-kue. Sehingga membuat perkataan yang ia lontarkan terdengar agak tidak jelas.

"Ah? Oo… Tadi yang menelpon?" Tanya Shizune

"Ya iyalah, Mom… Emangnya tadi siapa sih?" Tanya Karin lagi yang mungkin sudah menghabiskan kue-kue yang berada di mulutnya, (*Cepet banget yak! xD).

"Ta-tadi… dia… Kakakmu, Naruto. Dia sudah tiba di Jepang. Dan sekarang, dia sedang menunggu jemputan kita." Jawab Shizune dengan se-Relax mungkin. Meskipun mulanya agak gugup.

"Apa? Naruto? Ta-tapi… Kenapa? Dia kan sudah bilang padaku, bahwa dia akan pulang tahun depan. Tentu saja setelah ulangan semester 2 nya selesai." Ujar Karin tidak percaya.

"Sudah-sudah. Tanyakan saja pada Naruto nanti. Ayo cepat, Kita jemput dia di Bandara!" Ajak Shizune.

"Tu-tunggu! Aku harus ganti baju dulu." Cela Karin.

"Halaah… Kelamaan! Nanti kakakmu menunggu lama. Lagian, Kita tidak akan pergi Shopping kok. Hanya menjemput Naruto Saja." Ujar Shizune disertai seringainya.

'Cih! Kenapa pikiranku selalu bisa Ia tebak sih?' Batin Karin mulai angkat bicara dengan jengkelnya sambil menatap lurus kearah Shizune.

"Ayolah… Cepat! Malah Melamun lagi!" Shizune membuyarkan lamunan Karin yang menatap lurus kearahnya.

"Ich! Iya-iya…" Sahut Karin dengan nada ketus.

Kita lihat kembali ke Rumah Sakit Konoha. Tempat kedua Tokoh utama kita berada… Terlihat di kursi tunggu Rumah Sakit, Tepatnya di depan ruangan tempat dimana Mikoto di rawat. Terdapat empat orang Remaja yang tengah bosan menunggu Kepastian dari sang dokter. Terkecuali, Pemuda yang berambut Raven. Dia tidak henti-hentinya Mondar-mandir di depan teman-temannya yang kelewat bosan di karenakan tingkahnya. Terutama Pemuda berambut Nanas. Ibaratnya, dia sudah menguap layaknya Kudanil sebanyak seratus kali, Mungkin karena melihat kegiatan pemuda Raven tersebut. Akhirnya, pemuda Nanas itu melontarkan kata-kata yang berhasil membuat sang pemuda Raven itu memberhentikan kegiatannya.

"Heh, Sasuke! Sampai kapan kau akan bertingkah seperti itu terus? Huh? Kegiatan mu membuatku bosan tau!" Hoooaaammm! Shikamaru mulai mengekspresikan nguap-an andalannya. Tiba-tiba…. "Khhkkhuukhhoekhoek.. Uhuk! Uhuk!"

"Makanya… Kalo mau nguap jangan Kegedean! Jadi deh para binatang kecil nganggep mulut loe itu gua hiro! -?- Dapet Akibatnya kan loe?" Cerocos Sasuke sambil berkacak pinggang layaknya 'Bos'.

"HEH! Yang Masuk ke mulut Gue itu bukan binatang kecil kalee! Yang masuk ke mulut Gue itu Sapu tangan loe yang biasa dipake buat ngelap Keti loe yang Super Basah and Super Bau Busuk itu! Hiiy…. ! Hoek! Hoek!" Cerocos Shikamaru.

Di tempat lain, Ada 2 binatang kecil yang sedang terbang bebas kesana kemari di antara pepohonan.

"Eh, Telinga gue panas nih. kayaknya ada yang ngomongin bangsa kita deh!" Ujar Binatang kecil 1.

"Hah? Emangnya loe punya telinga?" Tanya Binatang Kecil 2.

"Yaa… anggep aja punya. Atau tidak juga boleh… Aakh… terserah loe sajalah. Pusing gue!" Jawab Binatang 1 dengan Frustasi.

Ok! Kembali lagi ke RSK. *Maaf bila ada kesalahan Tekhnis… ^^a

"Idiih…. Siapa juga yang ngelap keti pake Sapu tangan? Kurang kerjaan banget tu orang!" Sasuke langsung nyolot.

"Oi! Emangnya gue kagak tau, Huh? Inikan Sapu tangan yang lo pake buat ngelap keti loe, Kan? Yang pas waktu pelajaran Gai-sensei, Kan? Yang lokasinya di WC itu, Kan? Gue liat kale! Loe ngelakuin itu kan supaya ga keliatan berkeringat! Wee!" Cerocos Shikamaru lagi sambil menjulurkan lidahnya. Yang berhasil membuat Sasuke terpojok.

"I-itu… K-kau… Dasar mata-mata loe!" Emosi Sasuke Naik Taraje. Eh, Naik Pitam maksudnya. Tiba-tiba…

"Hey, kalian! Sudah-sudah… Bisa kah kalian tidak bertengkar?", Leray Hinata ,"ng… Sasuke-kun! Lihat Sakura-chan! Dia mengantuk. Sampai-sampai dia tertidur."

"Eh?" Cepat-cepat Sasuke menoleh kearah Sakura. Dan Jackpot! (lebayy), Maksudnya, Dan ternyata benar. Dia mendapati Sakura tertidur di atas Kursi tunggu. Segeralah Sasuke menghampiri Sakura yang tertidur pulas itu.

'Sepertinya… Dia kelahan. Apa aku harus mengantarnya terlebih dahulu?.' Batin Sasuke bertanya sambil memandangi wajah Sakura yang manis nan damai itu. Tiba-tiba, ada yang menepuk pundak kanan Sasuke. Dia adalah Shikamaru.

"Antar dulu saja dia. Nanti kau kembali lagi kesini. Kami akan menunggu ibumu sampai kau kembali." Ujar Shikamaru So' Tenang dan lembut. –duagh-

"Tapi, Apa kalian tidak apa-apa?" Tanya Sasuke So' Khawatir. –plak-

"Sudahlah… Jangan khawatirkan kami. Kau antar pulang dulu Sakura, lalu, kau kembali lagi kesini." Jelas Shikamaru.

"TIDAK!" Sasuke tiba-tiba teriak Gaje.

"Eh? Kenapa loe? Lebay amat!" Ujar Shikamaru So' terkaget-kaget.

"Apanya yang lebay?" Tanya Sasuke sambil mengerutkan keningnya.

"Ekspresi loe Lebay. Mana ada hujan lokal lagi! Hiiy… Amit-amit deh!" Ujar Shikamaru WaTaDos.

"Yey! Bukan itu, Oon! Maksud gue tidak Boleh. Aku akan mengantar kalian juga. Jelas? Talak tiga sudah sah! Keputusan tidak dapat di ganggu gugat!" Sasuke mulai Gaje. Shikamaru dan Hinata hanya bisa menaikkan sebelah Alis mereka masing-masing, Karena melihat Tingkah Sasuke yang Gaje.

"Gaje lu! Eh? Tapi Bagaimana dengan Ibumu?" Tanya Shikamaru sambil mengerutkan keningnya.

"Tentang Ibu… Aku titipkan saja pada suster yang bertugas menjaga Ibu. Setelah aku selesai mengantarkan kalian semua, Baru deh aku kembali lagi kesini. Gimana? Cukup Jitu, kan?" Tanya Sasuke So' Jenius.

"Hah? Enggak! Biasa aja tuh!" Hooaamm! Ujar Shikamaru sambil nguap layaknya kuda nil.

"Grrr!" Sasuke langsung geram sambil berekspresi kaya orang yang lagi ngedden.

"Hush! Sudah-sudah! Jangan bertengkar lagi.." Lerai Hinata lagi.

"Ck! Sasuke! Cepatlah! Kau gendong Sakura. Kita pulang!" Perintah Shikamaru lagak Bos.

"A-apa? Me-menggendongnya?" Tanya Sasuke tidak Percaya dan agak Blushing.

"Iya! Buruan ah! Dah sore nih…." Ujar Shikamaru dengan nada malas ciri khasnya.

"Kenapa bukan loe aja? Gue Ogah!" Ujar Sasuke sambil menyilangkan kedua tangannya.

"Sasuke! Hurry Up!" Shikamaru mulai meninggikan suaranya.

"Idiih…. So' bule loe! Hhh… Iya deh! Apa boleh buat!" Glek! Sasuke langsung gugup. Tangannya bergetar setelah ia mengangkat tubuh Sakura. Bahkan, kaki-kakinya pun ikut bergetar. Ada apakah dengan Sasuke?

"Ich! Ni cewe berat amat sih? Tangan gue aja sampe gemetar. Bahkan kaki-kaki gue ikut gemetar. Badan boleh aja terlihat mungil, Tapi beratnya? Naudzubillah! " Sasuke ngomel-ngomel Gaje.

"Hey, Sasuke! Kau bisa lebih cepat tidak?" Tanya Shikamaru sambil memasukkan kedua tangannya ke kedua saku celananya.

"Cerewet! Ini berat tau! So' tau loe…" Ujar Sasuke dengan tampang gokil kaya di kartun Naruto aslinya.

"Oo… ya sudah! Selamat berjuang yaa…" Ucap Shikamaru dengan WaTaDos.

"Eh eh eh... Hey, Shikamaru! Enak aja loe ngomong! Ni beneran berat tau!" Teriak Sasuke.

"Ssst… ini di Rumah Sakit. So, Just Relax, Okay?" Kata Shikamaru So' Innocent dan So' bule dari kejauhan.

"Ta-tapi… Oi Shikamaru!" Panggil Sasuke dengan nada super tinggi.

"Aku tidak dengar…" Ujar Shikamaru sambil menyumbat kedua telinganya memakai kedua telunjuknya.

"Damn it! Sialan tuh si Shikamaru! Dasar orang Sadis!" Gumam Sasuke GaJe. Karena Sasuke dari tadi teriak terus, Akhirnya Sakura terbangun dari tidurnya. Tetapi, kegiatan bangun tidur Sakura tidak di ketahui oleh Sasuke.

'Ng? Dimana ini? Kok serasa bergerak yaa?' Batin Sakura bertanya-tanya sambil membukakan matanya perlahan.

'Eh? Inikan Sasuke? Kenapa aku ada di atasnya? Kalo lebih di telaah lagi sih… kayanya Aku di gendong olehnya! Hmm… hmm…' Ujar Batin Sakura sambil manggut-manggut pelan (*sotoy), 'Eh! Iya bener! Waah… lumayan nih. Tumpangan gratis! Hihihi… dan juga… Aku bisa lebih dekat dengannya…' Batin Sakura sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah ke punggungnya Sasuke.

"Sakura?" Tanya Sasuke untuk memastikan apakah Sakura sudah bangun atau tidak.

"Oo… Jadi dia hanya berpindah posisi. Ku kira dia bangun." Gumam Sasuke pelan dengan tampang cool nya. Tapi tetap saja Sakura mendengarnya.

'Hihihi… Dasar bodoh!' Batin Sakura sambil tersenyum dengan puas. Tiba-tiba, Sakura melihat seseorang yang berpakaian aneh nan mencurigakan tengah berdiri di depan meja Resepsionis.

'Hah? Orang itu… Tinggi badannya kok aku serasa kenal ya? Mana mencurigakan lagi! Aku harus menghampiri orang itu! Tapi, bagaimana caranya?... Hhh…Terpaksa, Aku harus mengaku pada Sasuke bahwa aku sudah bangun.' Batin Sakura.

"Ngh… Sasuke? Dimana ini?" Tanya Sakura dengan nada yang So' baru bangun tidur.

"Hn. Kau sudah bangun? Cepat turun! Berat!" Perintah Sasuke dengan nada dingin dan So' Cool-nya.

'Hhh… Sudah kuduga!' Batin Sakura dengan nada Jengkel. Lalu, Sakura turun dari punggung Sasuke yang tegap. Kemudian, Sakura menoleh kembali ke Meja resepsionis. Dan, Syukurlah, Orang itu masih berada di Meja Resepsionis.

"Err… Sasuke!" Panggil Sakura kepada Sasuke yang sedang merapikan Bajunya yang berantakan.

"Hn." Sahut Sasuke singkat. (hehehe… Tumben OC)

"Kita ke Meja Resepsionis dulu yuk!" Ajak Sakura sambil menunjuk Meja resepsionis memakai jari telunjuk kanannya.

"Hn. Memangnya untuk apa kita kesana lagi? Shikamaru dan Hinata pasti sudah menunggu kita di tempat Parkir. Sebaiknya kita harus cepat!" Jawab Sasuke enteng.

"Tidak, Sasuke! Ini lebih penting. Lihatlah.. disana ada orang yang mencurigakan. Sebaiknya kita hampiri dia! Sebelum dia pergi menghilang. Ayo cepat, Sasuke!" Cerocos Sakura disertai Air muka yang meyakinkan. Membuat Sasuke percaya penuh kepadanya.

"Benarkah? Bukannya bilang dari tadi! Kalau begitu Ayo cepat!" Ajak Sasuke sambil berlari kecil.

'Cih! Gue kan udah bilang dari tadi, Oon!' Gerutu Batin Sakura dengan nada jengkel.

Akhirnya, mereka pun tiba di meja Resepsionis dan mendekati orang yang misterius tersebut. Lalu, mereka memperhatikan penampilan orang tersebut dari ujung kepala sampai ujung kaki. Orang itu memakai jas hujan berwarna coklat tua yang lumayan besar, memakai tudung jas Hujan, memakai penutup wajah, dan memakai celana panjang hitam+sepatu kets Putih. Lalu, Sasuke menguping percakapan orang itu dengan Suster Resepsionis.

"Apakah tadi, ada anak kecil yang menanyakan tagihan Uchiha Mikoto?" Tanya orang misterius itu.

'Sepertinya, aku kenal dengan suara ini!' Batin Sakura sambil terus berkonsentrasi untuk menguping pembicaraan tersebut.

"Uchiha Mikoto? Tunggu sebentar, saya ingat-ingat dulu…" Jawab Suster itu sambil memegang dagunya. Tidak lama kemudian, Suster itu pun menjawab kembali, "Ah… iya… ada anak Sekolah yang menanyakannya." Jawab Suster Repsionis itu.

"Apa anda memberitahukan identitas saya?" Tanya orang itu lagi.

"Anda tenang saja, Tuan. Saya tidak memberitahukannya." Jawab Suster itu lagi sambil menampilkan senyuman andalannya.

"Ooh… begitu. Terimakasih, Sus!" Ucap Orang itu. Kemudian, orang itu mencoba mau meninggalkan tempat itu. Tapi sayangnya, ia keburu di cegat oleh Sasuke.

"Tunggu! Siapa anda? Apa anda kenal dengan Ibu saya?" Tanya Sasuke sambil menatap tajam orang itu. Tiba-tiba, orang itu langsung berlari menuju pintu keluar untuk menjauhi Sasuke dan Sakura. Atau lebih tepatnya Melarikan diri.

"Hey! TUNGGU!" Teriak Sasuke sambil mengejar orang itu. Disusul oleh Sakura. Sementara, di pintu keluar ada Shikamaru yang baru saja masuk.

"Hei, Sasuke! Kenapa kau lam-… Ouch!" Perkataan Shikamaru langsung terpotong. Sebab, dia di tabrak oleh orang tadi. Shikamaru pun langsung jatuh ke lantai.

"Hei, Bung! Kalau jalan liat-liat dong!" Teriak Shikamaru sambil menatap aneh kepada orang yang baru saja menabraknya. Lebih tepatnya, yang sudah melarikan diri ke seberang jalan.

"Shikamaru! Tangkap orang itu!" Teriak Sasuke kepada Shikamaru sambil menunjuk orang yang misterius tadi.

"Eh, Siapa?" Tanya Shikamaru dengan wajah memelas sambil celingukkan mencari orang yang di maksud Sasuke.

"Yaaah… dia kabur! Loe sih! Bukannya di tangkap, malah bengong lu!" Bentak Sasuke sambil menjitak kepala nanas Shikamaru. Tidak lupa dengan Ekspresi Bloon ciri khas Serial Naruto, (*pada taukan? ^^).

"Heh! Masalahnya gue kagak tau orangnya, Oon!" Shikamaru balas bentak sambil berekspresi muka bloon juga.

"Orangnya yang tadi nabrak loe, Bego!"

"Loe yang bego! Nyergap orang aja kagak becus loe!"

"HEEYY!" Teriak Sakura dengan super keras yang mampu merusak gendang telinga orang seisi Rumah sakit. Sasuke dan Shikamaru pun langsung terdiam setelah mendengar teriakan mengerikan itu.

"Apa kalian pikir, Bertengkar bisa memecahkan masalah, Huh? Tidak, kan? Apa kalian tidak sadar, kalau sedari tadi kita di tonton oleh banyak orang? Apa kalian malu, Huh?" Tanya Sakura dengan Emosinya. Sasuke dan Shikamaru pun langsung celingukkan untuk memastikan, apakah benar orang-orang menonton mereka. Dan Jawabannya, Ya!

"Bagaimana? Puas? Yang terpenting, sekarang kita harus cari cara untuk menyergap orang tadi. Oh ya! Sasuke, jangan lupa untuk tanyakan ini kepada Ibumu. Ini sangat penting! Bisa jadi, ada sesuatu yang di sembunyikan oleh ibu mu." Jelas Sakura sambil melirik kedua temannya secara bergantian.

"Ya, kau benar." Ucap Sasuke sambil menundukkan kepalanya.

"Baiklah. Lebih baik, sekarang kita pulang. Untuk hari ini kita sudahi saja. Besok kita lanjutkan." Ujar Shikamaru. Sasuke dan Sakura pun hanya memberi respon dengan anggukkan saja sambil melirik kearah Shikamaru.

Sementara itu di Bandara internasional Jepang, Shizune dan Karin tengah sibuk mencari sosok pemuda berambut duren kuning dan berkulit Tan yang bernama Uzumaki Naruto. Gadis berambut Merah menyala pun meringhik kembali kepada Ibunya.

"Haduuh… Mommy… Mana sih si Naruto? Kaki-kaki ku mulai pegel-pegel nih…" Ringhik Karin dengan nada se-Manja mungkin, *bosen Gw! Nada si Karin manja terus dari tadi!

"Sebentar lagi, Karin sayang… Tunggu yaa…" Ujar Shizune dengan lembut sambil celingukkan kesana-sini di sekitar bandara.

'Cih! Si Naruto merepotkan saja!' Gerutu Karin dalam batin sambil menghentakkan Kakinya dengan keras. Tidak lama kemudian, Akhirnya ada yang memanggil mereka berdua, "Ibu! Karin!". Sontak Shizune dan Karin langsung mengalihkan pandangan mereka ke asal sumber suara. Terlihat Pemuda berambut duren kuning dengan memakai Kemeja berlengan pendek warna Orange cerah. Memakai kaos jeroan berlengan panjang warna hitam. Lalu memakai celana panjang berwarna Krem, dan memakai sepatu olah raga berwarna Hitam. Sedang melambai-lambaikan tangan kanannya di sertai dengan cengirannya yang khas.

"N-naruto?... Ya! Itu benar! Dia memang si Naruto-baka! Lihat saja cengirannya! Dia semakin terlihat bodoh!" Ujar Karin sambil menyilangkan tangannya dengan nada girang.

"Naruto? Hhh… Akhirnya…" Ujar Shizune dengan tampang lega. Lalu, Naruto pun langsung berlari sambil menggandeng tas Koper Hitamnya yang besar ke arah Shizune dan Karin.

"Hehehe… Hai Ibu! Hai Karin! Apa kalian mencari ku?" Tanya Naruto riang sambil cengar-cengir GaJe.

"Bukan! Ya iyalah, bodoh! Kau kemana saja sih? Kami pusing mencarimu tau!" Sengit Karin sambil berkacak pinggang.

"Hahaha… kau sama seperti dulu ya Karin. Nyolot… Mulu kerjaannya! Yaa… Maaf deh! Tadi aku mampir dulu ke AW buat makan!" Ujar Naruto sambil menggaruk kepalanya yang gatal. *Hah? Emangnya di Jepang ada AW?

"Hmffth! Kenapa kau bawa tas koper sebesar itu? Kau mau Hijrah? Huh?" Tanya Karin sambil menahan tawa.

"Hhh… Bukan, Bodoh! Nanti saja ku ceritakkan di rumah! Sekarang aku capek sekali!" Ujar Naruto sambil mengelap beberapa butir keringat yang menempel di dahinya.

"Ya sudah, Ayo kita pulang! Ayame sudah menyiapkan makanan kesukaanmu!" Ujar Shizune sambil menyilangkan kedua tangannya.

"whoaaahhh… Benarkah? Apa itu?" Tanya Naruto tidak sabar dengan wajah yang sumringah.

"Ada aja! Nanti juga kau akan tau sendiri!" Jawab Shizune di sertai seringainya.

"Yaaahh… ga' asik! Eh, By the way anyway busway, kemana Sakura? Apa dia tidak ikut menjemputku?" Tanya Naruto disertai dengan Air mukanya yang penasaran.

"D-di-dia… Dia belum pulang dari sekolahnya." Jawab Shizune dengan agak gugup.

"Hah? Belum pulang? Bukannya dia Home Schooling?" Tanya Naruto lagi sambil memegang dagunya memakai tangan kirinya.

"Iya, Tapi, Sekarang dia di sekolahkan ke sekolah umum." Jawab Shizune lagi dengan tampangnya yang semula.

"Apakah Sistem penjagaan ketat itu di hilangkan ya?"

"Tidak. Sistem itu masih berlaku. Dia sekarang mempunyai Bodyguard pribadi."

"Apa? Benarkah? Siapa namanya?"

"Namanya adalah Uchiha Sasuke. Dia seumuran dengan Sakura dan kau."

"Waah… Kalo begitu bakal seru donk! Tapi, Aku serasa kenal deh dengan yang namanya Uchiha Sasuke! Tapi, Siapa ya?"

"Ah, Masa? Tidak mungkin! Ibu saja baru mengenalnya."

"Tidak! Aku merasa, Ada sesuatu… ya! Ada sesuatu di antara aku dengan orang itu! Tapi, Apa ya?" Ujar Naruto sambil memegang dagunya.

"Sudah lah, Naruto. Ayo kita pulang! Aku capek!" Ringhik Karin. Tiba-Tiba…

"Aakh!" Terlihat Naruto kesakitan sambil memegang kepalanya.

"N-naruto, Kau kenapa?" Tanya Karin terkaget-kaget.

"N-na-naruto? Apa kau pusing? Mungkin, Kau kecapean. Lebih baik Ayo kita cepat-cepat pulang!" Ujar Shizune disertai Air muka yang sangat amat Khawatir.

"Aakh… B-ba-baiklah." Ujar Naruto meringis kesakitan sambil terus-terusan memegangi kepala durennya.

"Ayo cepat! Masuklah kedalam mobil!," Perintah Shizune sambil membukakan pintu mobil belakang untuk Naruto, "Kau juga, Karin!"

"Ah? B-ba-baik!" Karin pun langsung masuk kedalam mobil menyusul Naruto.

Dalam perjalanan…

"Naruto, Kau tidak apa-apa?" Tanya Karin kepada Naruto yang berada di sampingnya.

"Uh? Ti-tidak! A-aku tidak apa-apa." Jawab Naruto dengan gugup.

"Tapi, kau tidak seperti biasanya! Kau… Terlihat lebih pucat." Ujar Karin dengan Air muka yang Khawatir.

"Sudahlah. Ini bukan apa-apa. Aku hanya butuh Istirahat. Aku kecapean." Ujar Naruto sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela.

"Ooh… okay! Baiklah. Terserah kau saja. Kalau begitu istirahat lah!" Ujar Karin sambil mengambil telepon genggam yang ada di saku celananya.

'Ini aneh… Siapa Uchiha Sasuke itu? Kenapa aku merasa ada suatu hubungan dengannya? Aku harus menyelidiki hal ini!' Batin Naruto.

Sementara itu, Kita lihat kedua pemeran utama kita yang sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sang nona Haruno. Eh, Tunggu! Sepertinya mereka sedang bertengkar! Let's See

"Ayolah, Sasuke! Kau bisa lebih cepat sedikit? Nanti Tante marah padaku!" Sakura mulai mengomel-ngomel GaJe.

"Halaah… Cerewet! Ini juga aku sudah berusaha! Kau beritahu saja lewat telepon genggam. Bisakan?" Tanya Sasuke sambil nyolot.

"Hp ku Lowbet, Sas!" Jawab Sakura.

'Cih! Dasar!" Batin Sasuke dengan nada jengkel.

"Ayolah, Sasuke! Ngebut donk ngebut!" Sakura mulai meninggikan suaranya.

"Bisakah kau tenang sedikit? Aku tidak bisa berkonsentrasi jika kau seperti cacing kepanasan!" Sengit Sasuke disertai urat yang berada di dahinya.

"Ini semua gara-gara kau tau!"

"Oi! Ini semua gara-gara ban mobil mu yang sialan itu! Siapa suruh harus kempes segala? Huh?"

"Ini semua gara-gara kau! Kenapa kau mendorong mobilnya tidak bertenaga? Huh!"

"Itu karena aku menyetir seharian tau! Makanya aku cape! Kau yang salah!"

"Kau yang salah!"

"Kau!"

"Kau!"

"Kau Sasuke!"

"Kau Sakura!"

Saking asyiknya bertengkar, sampai-sampai Sasuke tidak fokus ke jalan raya. Sampai tiba-tiba…

"SASUKE! AWAS!"

"Apa?"

"KYAAA!"

Ckiiitttt! BRUGGHH!

~~To Be Continued~~

Author's Note:

AARRGHH! *teriak Frustasi. Kok Jadi GaJe Seh? Kok jadi Maksa banget sih? Gimana Humornya? Terlalu lebayy? *nanya2 GaJe. Hehehe… maklum, abis keluar dari RSJ.. –Duagh!-

Gila! Sasuke and Shikamaru nya OOC banget yaa! Gaje Pula! Tapi, ga papa. Sengaja kok! Hehehe…

Ceritanya terlalu bertele-tele ga yaa… Tapi, Sengaja siih… supaya alurnya ga cepet… ^^a

Haduuh… Updatenya telat berapa hari ya? *langsung liat kalender , Hhh… pokoknya lebih dari seminggu deh! Hehehe… ^^a , malah kayaknya lebih dari 3 minggu… Ok! Gomen dech buat para readers.. ^^v , Pasti ada alasannya laah… Hehehe… Betul tidak? *Aa Gym Mode on

Lain kali Ai usahakan buat lebih cepet publish deeh… Ocre? ^^d. O ya, Kalo ada yang kurang, kasih tau Ai yaa…

Ok! Ai Mau mengucapkan Terimakasih nih kepada Para Readers yang udah mau Review Fic nie… Padahal Fic nya Lumayan Ancur lhoo… ^o^ Tapi, ga nyangka ada yang mau Review Fic ini. Pokoknya Terimakasih banyak yaa… Khususnya untuk Reviewers Chap 4:

Yue Heartphilia

Matsumoto Rika

and'z a.n

Yusei 'Uzumaki' Fudo

Hehehe… Maaf jika Chap sebelumnya tidak mencantumkan Nama para Reviewers! ^^a

Abis, Ai baru liat Fic Author lain. Untung Ai liat Fic Author lain. Kalo ngga, Pasti sampe kapan pun Ai ngga nyantumin Nama Reviewers… Gomen… ^^v

Mao balas Review dulu untuk chap 4…

Matsumoto Rika: "Waaaa… Makasi buanyak Matsumoto-san atas Reviewnya! ;D

Ngemeng2, Matsumoto-san udah setia Review nieh… Hks Hks… Jadi terharu… *Nangis kaya Lee and Gai (Lebayy!)

Nie Chap 5 nya dah Update… Selamat Membaca yaa… Gomen kalo telaat… ^^v "

Yang Login sudah lewat PM, Ocre? … xD

O ya, Romancenya belom nampang yaa?... Hehehe… ntar Ai usahain deh di Chap Depan, Okay? ^^d , Abis, Konfliknya banyak sih… Pokoknya banyak Rahasia yang belum terungkap. Jadi, terus baca yaa…. Hehehe… (nyuruh2 nih Author!) –plak-

*Maaf jika ada kesalahan penulisan, Karena itu adalah suatu kesalahan yang tidak disengaja… *Hehehe… Cie elah, gayanya niru surat undangan…! ^0^

Ai harap, Cerita Fic ini bisa memuaskan Para Readers… Jadi, kalo ada apa-apa mohon bantuannya yaa…

Okay! Mind to Review ? ? ? ^w^