My Bodyguard, My Angel and My Prince
Disclaimer © Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Drama, Family, Humor *dikit Kok!
Main Chara:
Uchiha Sasuke
Haruno Sakura
Uzumaki Naruto
Hyuuga Hinata
Nara Shikamaru
Karin
Pairing: SasuSaku, NaruHina
Slight Pair: SasuKarin
Warning: OOC, AU, Lebay, GaJe, Super Maksa, Penambahan Character, Typo's Berceceran -?-
Don't Like Don't Read!
Yosh! Selamat Membaca!
.
.
.
.
.
Cerita Sebelumnya:
Sementara itu, Kita lihat kedua pemeran utama kita yang sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sang nona Haruno. Eh, Tunggu! Sepertinya mereka sedang bertengkar! Let's See…
"Ayolah, Sasuke! Kau bisa lebih cepat sedikit? Nanti Tante marah padaku!" Sakura mulai mengomel-ngomel GaJe.
"Halaah… Cerewet! Ini juga aku sudah berusaha! Kau beritahu saja lewat telepon genggam. Bisakan?" Tanya Sasuke sambil nyolot.
"Hp ku Lowbet, Sas!" Jawab Sakura.
'Cih! Dasar!' Batin Sasuke dengan nada jengkel.
"Ayolah, Sasuke! Ngebut donk ngebut!" Sakura mulai meninggikan suaranya.
"Bisakah kau tenang sedikit? Aku tidak bisa berkonsentrasi jika kau seperti cacing kepanasan!" Sengit Sasuke disertai urat yang berada di dahinya.
"Ini semua gara-gara kau tau!"
"Oi! Ini semua gara-gara ban mobil mu yang sialan itu! Siapa suruh harus kempes segala? Huh?"
"Ini semua gara-gara kau! Kenapa kau mendorong mobilnya tidak bertenaga? Huh!"
"Itu karena aku menyetir seharian tau! Makanya aku cape! Kau yang salah!"
"Kau yang salah!"
"Kau!"
"Kau!"
"Kau, Sakura!"
"Kau, Sasuke!"
Saking asyiknya bertengkar, sampai-sampai Sasuke tidak fokus ke jalan raya. Sampai tiba-tiba…
"SASUKE! AWAS!" Teriak Sakura sambil membelalakkan matanya kearah jalan Raya.
"Apa?" Gumam Sasuke pelan sambil menoleh kearah jalan Raya.
"KYAAA!" Teriak Sakura dengan Histeris.
Ckiiitttt! BRUGGHH!
.
.
.
.
.
CHAPTER 6
Semua orang yang berada di sekitar kejadian pun langsung berlari kearah TKP.
"Apakah dia masih hidup?" Tanya salah seorang yang berada di sekitar TKP.
"Tidak. Dia hanya pingsan." Jawab salah seorangnya lagi sambil memegang denyut nadi yang berada di leher seorang Gadis.
"Aduuh… Jidat kesayangan ku…" Ringis seorang gadis berambut Soft Pink sambil meraba Jidat lebarnya, "Hhh… Syukurlah tidak berdarah, Hanya benjol saja." Lanjutnya lagi. Lalu, si Gadis Pinky itu pun langsung melirik kearah sang pemuda yang berada di sisinya. Dia melihat pemuda itu ber-Ekspresi ketakutan bercampur kekhawatiran sambil menatap kearah jalan raya yang dipenuhi oleh masa. Spontan si Gadis Pinky itu pun langsung melontarkan beberapa pertanyaan kepada sang Pemuda, "Ng? Sasuke, Kau kenapa? Kenapa wajahmu menjadi pucat pasi begitu?"
"Sakura…" Gumam Sasuke sambil mempertahankan gaya dan Ekspresinya. Namun, Sakura tetap dapat mendengar Gumam-an Sasuke tersebut.
"Ng? Kenapa?" Tanya Sakura sambil mengerutkan keningnya.
"Kita menabrak seseorang…" Ujar Sasuke sambil menoleh dan menatap kearah Sakura dengan tatapan dan air muka ketakutan. Mungkin dia takut jika seseorang itu meninggal disebabkan olehnya. Atau mungkin dia takut di laporkan ke pihak yang berwajib. Atau… apalah! Yang jelas, sekarang dia sangat ketakutan dan teramat khawatir.
"Apa? Tidak mungkin…" Gumam Sakura sambil menoleh kearah jalan raya yang dipenuhi oleh orang-orang. Tidak pikir panjang lagi, Sasuke dan Sakura beranjak keluar dari mobil dan langsung memeriksa keadaan seseorang yang telah ditabrak oleh mereka. Mereka melihat seorang gadis berambut pirang dikuncir empat, memakai kaos berlengan panjang warna merah dan memakai celana jeans selutut warna hitam, sedang tergeletak tidak berdaya begitu saja ditemani dengan darah segar yang berhasil membuat sekitar TKP tercium bau Amis yang sangat menyengat. Setelah Mereka berdua melihat Gadis itu, Mereka langsung membawanya ke Rumah Sakit terdekat.
Setelah mereka sampai ke Rumah Sakit terdekat, para tenaga Medis langsung membawa gadis itu ke ruang UGD. Di dalam situasi seperti ini, si Gadis Pinky malah menggerutu Gaje. Apa yang sekarang ini ia pikirkan sehingga menggerutu tak jelas? Let's See…
"Aduuh… Sasuke! Bagaimana ini?" Tanya si Gadis Pinky sambil mondar mandir Gaje.
"Bisakah kau tenang? Aku sedang pusing tau!" Ujar Sasuke sambil memegangi kepalanya dengan tangan kanannya.
"Bagaimana bisa aku tenang? Pertama, Kita terlambat pulang! Dan sekarang apa? Kita malah menabrak orang! Ini benar-benar Gila!" Gerutu Sakura sambil mengekspresikan seluruh emosinya.
"Hhh… Sudahlah, jangan menggerutu tak jelas! Lebih baik sekarang kita pulang. Kalau masalah Gadis ini, Kita titipkan saja pada Suster resepsionis disini. Kalau ada apa-apa, suruh saja suster itu menghubungi kita! Bereskan?" Jelas Sasuke panjang lebar.
"Baiklah. Kau benar juga. Lagipula, sekarang kita benar-benar tidak ada waktu untuk menemani gadis ini. Ayo, kita pulang!" Ujar Sakura sambil melangkah menjauhi pintu ruangan UGD.
.
.
.
.
.
Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di Kediaman Haruno Corp yang terlihat megah nan mewah meskipun pada malam hari sekalipun. Setelah mereka memarkirkan Mobil Mercedess M Class milik Sakura ke tempat yang seharusnya, mereka pun langsung berjalan masuk ke dalam Rumah bagai Istana itu dengan gontai. Setelah Mereka berhasil Masuk ke dalam rumah kediaman Haruno Corp, Mereka langsung di sambut hangat oleh seorang pemuda yang berambut Duren, Siapa lagi kalau bukan…
"Naruto? K-ka-kau… s-su-sudah pulang?" Tanya Sakura gelagapan sambil membelalakkan matanya.
'D-di-dia…' Batin Sasuke sambil membelalakkan matanya.
"Hehehe… Halo, Sakura! Lama ya kita tidak berjumpa!" Ujar Naruto sambil mengekspresikan Cengiran khasnya.
Lama kemudian…
"KYAAA! NARUTOOO! AKU KANGEN SEKALI PADAMU!" Teriak Sakura Gaje sambil berlari memeluk tubuh Naruto dengan erat. Melihat adegan itu, Sasuke langsung membelalakkan matanya, lalu menghela nafasnya dalam disertai raut wajah malas yang seperti mengatakan 'Hhh… ya ampun…! Lebay nyaa…'.
"Hehehei! Jangan terlalu memelukku. Aku kan jadi sesak nafas!" Goda Naruto sambil menampilkan senyuman khasnya.
"Eh, Maaf! Hehehe… Habis… Kalo tidak ada kau, aku tidak mempunyai teman curhat. Banyak sekali yang ingin aku ceritakan padamu, Naruto." Ujar Sakura sambil melepaskan pelukannya disertai ekspresi yang memelas.
"O ya? Baiklah, nanti aku akan menjadi pendengar curhatanmu yang setia. Ok?" Ujar Naruto sambil mengacak-acak rambut pink Sakura.
"Berhentilah mengacak-acak Rambutku!" Ujar Sakura sambil mengerucutkan bibirnya.
"Hahaha… Dari dulu kau tidak pernah berubah ya! selalu saja berekspresi seperti itu!" Ujar Naruto sambil tertawa renyah. Kemudian, Mata Naruto mulai mengarah ke sosok pemuda yang berdiri mematung di belakang Sakura sambil berekspresi bosan.
"Hei! Kau pacarnya Sakura, kan?" Tanya Naruto dengan riang.
"Eh?" Gumam Sasuke sambil memalingkan wajahnya yang agak memerah. Lalu, Sakura mulai menatap Sasuke dan langsung menjawab pertanyaan Naruto yang sedari tadi menunggu sebuah jawaban.
"Err… Dia Bodyguard Pribadiku. Namanya Uchiha Sasuke." Jawab Sakura dengan riang juga.
'Apa? Jadi… dia ini…' Batin Naruto sambil melihat Sasuke dari atas sampai bawah. Merasa di perhatikan, Sasuke langsung melihat penampilannya untuk memastikan apakah ada yang salah dengan penampilannya.
"Naruto? Kenapa kau melamun?" Tanya Sakura seraya mengerutkan keningnya.
"Ah! Tidak apa-apa. Ayo kita ke ruang keluarga. Disana sudah ada Tante mu dan Karin yang menunggu." Ajak Naruto sambil mencoba untuk menarik tangan Sakura.
"Eh? I-iya. Sasuke, Ayo!" Ajak Sakura sambil menganggukkan kepalanya.
"Eh? Sepertinya, Aku mau ke taman saja. Kalau kau ada perlu apa-apa, aku ada di taman." Ujar Sasuke sambil berlari kearah pintu keluar.
"Ta-tapi Sas… Yaah… dia keburu pergi. Ada apa dengannya? Sikapnya mendadak menjadi aneh." Ujar Sakura sambil menatap Pintu keluar yang tidak berdosa. -?-
.
.
.
.
.
Mari kita lihat Pemeran utama kita. Siapa lagi kalau bukan Pemuda berambut Raven Blue-gray. Pemuda itu terlihat berlari dengan sangat kencang di taman yang luas bagaikan padang Savana itu. Tiba-tiba pemuda itu berhenti mendadak di tengah-tengah taman. Lalu mengangkat kepalanya ke atas untuk sekedar melihat benda-benda angkasa yang terukir indah di langit malam. Kemudian dia mulai bergumam pelan, "Dia… Tapi, Kenapa?". Tiba-tiba, dia terduduk dengan lemas di atas rerumputan hijau yang sangat terawat sehingga menjadikan rumput itu begitu lembut dan empuk. Setelah dia terduduk, pemuda itu mulai merebahkan Tubuhnya ke atas rerumputan itu sambil merentangkan tangannya lebar-lebar. Kemudian, dia mulai memejamkan matanya secara perlahan. Dan mulai mengingat kembali kejadian-kejadian yang sedari tadi mengganggu pikirannya.
~Flash Back On~
"Maaf, Sus. Saya akan membayar Biaya Tagihan milik Pasien yang bernama Uchiha Mikoto." Kata Sasuke.
"Baiklah, Nak. Mohon tunggu sebentar." Ucap Suster itu sambil membuka Buku cek nya. Beberapa detik kemudian, Suster itu berkata, "Maaf, Nak. Biaya tagihan Milik Pasien yang bernama Uchiha Mikoto sudah terlunasi."
"A-ap-apa?." Tanya Sasuke sambil terkaget-kaget.
~Next Flash Back~
"Apakah tadi, ada anak kecil yang menanyakan tagihan Uchiha Mikoto?" Tanya orang misterius itu.
'Sepertinya, aku kenal dengan suara ini!' Batin Sakura sambil terus berkonsentrasi untuk menguping pembicaraan tersebut.
"Uchiha Mikoto? Tunggu sebentar, saya ingat-ingat dulu…" Jawab Suster itu sambil memegang dagunya. Tidak lama kemudian, Suster itu pun menjawab kembali, "Ah… iya… ada anak Sekolah yang menanyakannya." Jawab Suster Resepsionis itu.
"Apa anda memberitahukan identitas saya?" Tanya orang itu lagi.
"Anda tenang saja, Tuan. Saya tidak memberitahukannya." Jawab Suster itu lagi sambil menampilkan senyuman andalannya.
"Ooh… begitu. Terimakasih, Sus!" Ucap Orang itu. Kemudian, orang itu mencoba mau meninggalkan tempat itu. Tapi sayangnya, ia keburu di cegat oleh Sasuke.
"Tunggu! Siapa anda? Apa anda kenal dengan Ibu saya?" Tanya Sasuke sambil menatap tajam orang itu. Tiba-tiba, orang itu langsung berlari menuju pintu keluar untuk menjauhi Sasuke dan Sakura. Atau lebih tepatnya Melarikan diri.
"Hey! TUNGGU!" Teriak Sasuke sambil mengejar orang itu.
~Next Flash Back~
"Naruto? K-ka-kau… s-su-sudah pulang?" Tanya Sakura gelagapan sambil membelalakkan matanya.
'D-di-dia…' Batin Sasuke sambil membelalakkan matanya.
"Hehehe… Halo, Sakura! Lama ya kita tidak berjumpa!" Ujar Naruto sambil mengekspresikan Cengiran khasnya.
~Flash Back Off~
"Hhhmm… Hhhhh…" Pemuda itu mulai menghirup udara segar dan menghembuskannya kembali. Lalu, Dia mulai membukakan matanya kembali secara perlahan. Dan mulai mengatakan sepatah kata yang entah kepada siapa, "Sebenarnya… Siapa orang yang membayar tagihan Ibu? Ada hubungan apa Ibu dengan orang itu? Dan… Dari mana dia tau bahwa Ibu masuk ke Rumah Sakit? Ditambah… Naruto. Kenapa dia berada di sini? Apa dia tidak mengingatku? Sebenarnya.. Apa yang sudah terjadi padanya? Ini semua tidak Masuk akal! Aaakh! Semua ini membuatku Frustasi!" Teriak Sasuke Gaje sambil mengacak-acak Rambutnya sendiri dengan Frustasi. Tiba-tiba, ada seseorang yang menyambung perkataannya.
"Kenapa kau Frustasi?" Tanya Seorang gadis yang bernama…
"Karin-san?" Tanya Sasuke dengan agak membelalakkan matanya sambil menatap Karin yang ada di sampingnya.
"Hhh… Tidak usah memanggil ku dengan nama Karin-san. Itu membuatku Risi. Cukup Karin saja. Itu lebih baik." Ujar Karin sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Err… Baiklah, Karin. Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa tau bahwa aku ada di sini? Dan kenapa kau kesini?" Tanya Sasuke kepada Karin sambil mengarahkan pandangannya kembali ke langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang. Lalu, Karin mulai merebahkan Tubuhnya diatas rerumputan. Atau lebih tepatnya di samping Sasuke. Dia pun mulai melontarkan sepatah kata lagi.
"Aku mengetahuinya dari Sakura. Aku hanya ingin menyusulmu kesini. Itu saja." Ujar Karin sambil menatap langit yang dihiasi oleh bintang-bintang yang kelap kelip.
"Oo.." Sahut Sasuke dengan singkat. Lalu, Karin menoleh kepada Sasuke dan menatapnya dalam-dalam. Setelah puas memandangi Sasuke, Batinnya pun mulai berbicara, 'Hmm… dipikir-pikir.. dia lumayan juga!'. Karin pun mulai menatap Sasuke dengan penuh kekaguman. Merasa di perhatikan, Sasuke pun menoleh kepada Karin dan melontarkan beberapa pertanyaan. "Kenapa kau menatapku dengan tatapan seperti itu?" Tanya Sasuke seraya mengerutkan keningnya.
"Eh? Err… tidak apa-apa. Hanya saja… Ah sudahlah! Itu tidak penting. Lupakan saja." Ujar Karin sambil memalingkan wajahnya yang mulai mengeluarkan semburat garis merah di pipi putihnya.
"Hah? Baiklah…" Ujar Sasuke sambil menatap heran Karin. Sasuke pun menoleh kembali kearah langit. Lalu, Sasuke kembali lagi menatap Karin, 'Apakah aku harus menanyakannya pada Karin?' Batin Sasuke sambil menatap Karin dengan ragu-ragu. Karin pun menoleh kembali kepada Sasuke, dan mulai melontarkan sebuah pertanyaan, "Ng? Ada apa?"
"Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?" Tanya Sasuke sambil mencoba untuk duduk.
"Hah? Memangnya kau ingin menanyakan apa?" Tanya Karin sambil menyusul Sasuke untuk duduk.
"Siapa Naruto? Apakah dia… Ada hubungan darah denganmu?" Tanya Sasuke sambil menatap Karin dengan Serius.
"Oo… Jadi yang ingin kau tanyakan adalah Naruto… Ceritanya panjang sekali. But, It's ok lah! Akan ku ceritakan semuanya padamu. Semuanya berawal disaat aku masih berusia 5 tahun…" Karin pun memulai Ceritanya.
~Flash Back On~
Pada siang hari yang sangat Terik, seorang anak kecil dan seorang wanita dewasa sedang bercakap-cakap didalam mobil mewah mereka yang tengah berjalan santai. Let's See…
"Ibu, Sebenalnya kita mau kemana?" Tanya Karin kepada Ibunya, Shizune, yang sedang Fokus mengendarai mobil mewah mereka.
"Nanti juga kau akan tau, Nak." Jawab Shizune sambil menoleh kearah Karin dalam sekejap disertai seulas senyuman tulusnya.
"Iiih… Ibu culang! Aku kan hanya ingin tau. Masa ibu tidak mau membelitaukannya sih?" Tanya Karin dengan Raut muka cemberut sambil mengerucutkan Bibirnya.
"Hmm… sudahlah, Sayang. Kalau cemberut seperti itu, nanti cantiknya jadi hilang lho…" Ujar Shizune disertai senyuman tulusnya sambil menatap Karin dengan penuh kasih sayang.
"Biar saja!" Ujar Karin dengan ketus sambil menggembungkan pipinya disertai air muka yang cemberut.
Setelah mereka menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya mereka tiba di tempat yang mereka tuju.
"Hah? Tempat apa ini?" Gumam Karin sambil mencoba untuk membaca sebuah kalimat yang tertera jelas di spanduk tempat itu.
"Pe-a-pa-en. Pan. Te-i-ti. Ti. Pan-Ti. A-" Ejaan Karin langsung dipotong oleh Shizune.
"Panti Asuhan, Sayang."
"Oo…" Ujar Karin sambil manggut-manggut. Yep! Benar sekali! Kalimat yang terpampang jelas pada Spanduk itu adalah "Panti Asuhan Konohagakure".
Setelah mereka turun dari mobil, mereka pun berjalan menuju panti asuhan tersebut. Setelah mereka tiba di halaman bangunan panti itu, tiba-tiba ada seorang perempuan berambut coklat sebahu yang memakai bando putih gaya Sakura, memakai jas hitam, memakai baju jeroan kaus polos warna kuning, dan memakai celana panjang polos warna hitam, tengah berlari kearah mereka sambil merentangkan tangannya dan berteriak, "SHIZUNE!"
"Eh? Rin?" Gumam Shizune sambil menatap perempuan itu dengan teliti untuk memastikan apakah dugaannya itu benar. Lalu, perempuan itu langsung memeluk Shizune erat-erat. Tidak lama kemudian, perempuan itu melepaskan pelukan mematikannya.
"Rin? Kau benar Rin, kan?" Tanya Shizune sambil melihat penampilan perempuan itu dari atas sampai bawah.
"Hhh… masa kau lupa dengan teman baikmu sendiri sih, Shizune?" Goda Rin disertai seringainya.
"Hah? Ini benar-benar kau? Ya ampun! aku kangen banget sama kamu, Rin!" Ucap Shizune sambil memeluk Rin dengan tidak kalah mematikannya. "Haha… kau sama sekali tidak berubah ya Shizune. Selalu saja kekurangan memori." Goda Rin sambil membalas pelukan Shizune. Lalu, mereka melepaskan pelukan mereka kembali.
"Hehe… bisa saja kau ini. Jadi, kau meneruskan Panti Asuhan milik nenek mu?" Tanya Shizune memulai pembicaraan.
"Hhh… Yep! Seperti yang kau lihat. Lagipula, aku menyukai anak kecil. So, aku merasa senang dengan pekerjaan ku yang sekarang." Ujar Rin dengan riang. Shizune hanya merespon ucapan Rin dengan anggukan kecil saja. Lalu, mata Rin mulai mendapati seorang anak kecil yang sedari tadi memperhatikannya.
"Gadis kecil ini anakmu, Shizune? Ya ampun… lucu sekali." Ujar Rin sambil mencubit pipi chubby milik Karin kecil.
"Yep! Namanya Karin. Umurnya baru 5 tahun." Ujar Shizune disertai sumringahnya. Setelah Rin puas mencubit pipi chubby milik Karin, Rin pun langsung menatap Shizune dengan serius.
"Apakah kau datang kesini untuk mengambil anak itu?" Tanya Rin dengan nada yang serius.
"Hmm… yaah… apa boleh buat. Ini perintah kakakku. Aku di perintahkan oleh kakakku untuk mengadopsi anak temannya. Padahal, kenapa tidak dia sendiri saja? Hn. Merepotkan." Ujar Shizune dengan nada malas.
"Memangnya.. kemana orang tua anak ini?" Tanya Rin dengan raut wajah yang penasaran.
"Hmm.. Entah. Kalau tentang hal itu.. aku kurang tau," Ujar Shizune sambil mengangkat kedua bahunya. "Ng.. ngomong-ngomong mana dia?"
"Oh iya, sampai lupa. Sebentar ya, aku ajak dulu dia kesini." Ujar Rin sambil berlari masuk ke dalam bangunan panti itu.
5 menit kemudian . . .
"Nah, ini dia. Dia bernama Uzumaki Naruto." Ujar Rin sambil menarik tangan Naruto yang sedang berlari-lari kecil di belakangnya.
"Oo… jadi namamu Uzumaki Naruto…" Tanya Shizune dengan lembut kepada Naruto. Naruto hanya meresponnya dengan anggukkan kecil saja.
"Dia baru berumur 5 tahun. Sama seperti anakmu. Dia baru keluar dari Rumah Sakit." Ujar Rin sambil mengelus-elus kepala duren Naruto.
"Rumah Sakit? Hmm… untuk lebih jelasnya, bolehkah aku meminta Profil Naruto?" Tanya Shizune.
"Hmm… boleh. Nah, Naruto. Inilah orang tua barumu. Kau boleh pergi dari panti ini." Ujar Rin sambil mengelus-elus bahu Naruto dan menatapnya dengan lembut. Lagi-lagi Naruto meresponnya hanya dengan anggukkan kecil saja.
~Flash Back Off~
"Yep! Mungkin cerita singkatnya seperti itu." Ujar Karin sambil menatap bintang-bintang yang tertera indah di langit malam.
"Hn. Jadi, seperti itu . . ." Gumam Sasuke dengan pelan.
"Memangnya untuk apa kau menanyakannya? Apa kau merasa aneh dengan Naruto?" Tanya Karin sambil menatap Sasuke dengan tatapan heran.
"Eh. Tidak. Aku hanya ingin bertanya. Itu saja." Jawab Sasuke sambil menundukkan kepalanya.
"Hn. Terserah kau sajalah." Ujar Karin sambil memandangi kembali ke langit malam. Setelah mereka bercakap-cakap, tidak ada satu orang pun dari mereka yang membuka suara untuk mengatakan sepatah kata. Sehingga diantara mereka terdapat keheningan yang amat sunyi. Yaa… bisa di bilang lebih sunyi dari suasana pemakaman umum.
"Hhh… sepertinya, aku harus segera kembali ke kamarku. Aku harus belajar dan mempersiapkan semuanya untuk besok." Suara Sasuke mulai memecahkan keheningan sehingga Karin agak tersontak.
"Eh? Untuk besok? Memangnya besok kau ada acara apa?" Tanya Karin sambil menoleh kepada Sasuke.
"Tentu saja kegiatan sehari-hariku. Seperti sekolah, mengantar Sakura, terus… aah… pokoknya masih banyak lagi. Aku harus menyiapkan Agenda nya malam ini juga." Ujar Sasuke sambil berdiri dan membersihkan celananya yang sempat kotor.
"Wah wah wah… ternyata kau cukup sibuk juga ya. Pakai Agenda segala." Goda Karin.
"Hhh… seperti yang kau lihat. Baiklah, aku pergi dulu ya." Ujar Sasuke sambil membalikkan badannya dan mulai berjalan menjauhi Karin.
"Eh, Tunggu! Aku ikut!" Teriak Karin kepada Sasuke yang masih asyik berjalan.
.
.
.
.
.
.
Sementara di tempat lain, terdapat dua orang yang tengah bercakap-cakap di dalam kamar Apartemen yang cukup mewah. Let's See…
"Gawat! Sasuke melihatku di saat aku bercakap-cakap dengan Suster Resepsionis itu! Yang lebih parahnya, saat itu Sakura bersama Sasuke! Bagaimana ini?" Tanya seorang Pria dengan nada yang amat Khawatir.
"Apa? Sakura juga ada? Apa Mereka mendengar percakapannya? Yang paling penting, Mereka tidak melihat wajahmu kan?" Tanya seorang perempuan dengan nada yang cukup tinggi.
"Sepertinya… Tidak. Karena Sasuke sempat bertanya padaku siapa jati diriku. Berarti, Mereka tidak tahu apa-apa." Jawab seorang pria tadi lagi.
"Hmmm… ini berarti… Kita jalankan rencana B." Ujar seorang perempuan tadi lagi.
"Ya. Rencana kita harus berhasil.. Bagaimana pun caranya." Ujar seorang pria dengan nada serius.
.
.
.
.
.
.
Keesokkan harinya…
"Sasuke, Suster RSK menyuruh kita untuk ke Rumah sakit sekarang juga!" Ujar Sakura dengan suara yang agak keras.
"Ke rumah sakit?" 'Jangan-jangan Gadis yang kemarin itu..' Batin Sasuke sambil memegang dagunya dengan tangannya. Mereka pun segera bergegas untuk pergi ke Rumah Sakit. Setelah mereka tiba di rumah sakit, mereka pun pergi ke ruang UGD dan langsung di hadang oleh pemuda berambut Coklat dan pemuda yang berambut Merah menyala.
"Hey kau! Kau yang menabrak saudara sepupu kami kan? Ayo jawab!" Sengit pemuda berambut coklat.
'Siapa pria ini? Apa maksudnya? Hah? Jangan-jangan… dia saudara gadis ini.' Batin Sasuke seraya mengerutkan keningnya karena tidak paham.
"Oi! Kenapa kau diam saja? Aku Tanya, apa kau yang menabrak perempuan yang berada di ruangan UGD ini?" Sengit pemuda tadi lagi.
"Oo… maksudmu gadis yang berambut kuncir empat itu? Sebenarnya… dugaanmu benar, tapi, aku benar-benar tidak sengaja. Aku tidak bermaksud untuk melakukannya. Buktinya, aku membawanya ke rumah sakit, kan? Itu berarti, aku peduli dengan gadis itu. Jadi, Maafkan kami berdua laah atas kecelakaan ini. Yang terpenting, kami sudah bertanggung jawab." Jelas Sasuke dengan tenang dan air muka yang WaTaDos.
"APA? Enak sekali kau bicara!" Ucap pemuda itu ngotot sambil meninggikan suaranya. Tiba-tiba, Pemuda berambut merah menyala pun langsung menepuk pundak pemuda berambut coklat yang sedang emosi tadi.
"Gaara?" Gumam pemuda berambut coklat dengan keras.
"Sudahlah, Kankurou." Ucap pemuda berambut merah menyala a.k.a Gaara dengan wajah tenang dan datarnya.
"Tapi… pemuda ini sudah…" Pemuda berambut coklat a.k.a Kankurou langsung memelas.
"Percuma kita marah-marah padanya. Toh, hal ini tidak akan membalikkan kenyataan. Kenyataan bahwa Temari Berbaring di ruangan UGD ini." Ujar Gaara dengan mempertahankan ekspresi datarnya.
"Ck! Sial!" Gumam Kankurou frustasi sambil memukul tembok yang tidak berdosa. Sakura yang melihat tingkah Kankurou pun langsung merasa bersalah.
"Kalian berdua, Pergilah. Kami tidak memerlukan bantuan kalian." Ucap Gaara dengan nada yang dingin ciri khasnya.
"Ta-tapi…" Sakura mencoba untuk menerobos Gaara yang menghalangi pintu ruang UGD.
"Tidak. Pergi." Sambil menatap tajam lurus ke arah Sasuke. Sasuke pun membalas tatapan Gaara, 'Tatapan itu…' batin Sasuke. Akhirnya suasana di antara mereka berempat pun berubah menjadi suasana yang cukup mencekam. Melihat tatapan di antara kedua pemuda itu, Sakura pun langsung mencari ide untuk mencairkan suasana. "Eh-eh. Sudah-sudah… Kalian-". Perkataan Sakura langsung di potong oleh Sasuke.
"Sakura, Ayo kita pergi. Berbahaya jika kita terus berada disini." Ujar Sasuke dengan nada dingin ciri khasnya sambil membalikkan badannya dan berjalan menjauhi tempat itu.
"Eh, Sasuke! Tunggu!" Teriak Sakura sambil berlari kecil untuk mengejar Sasuke. Setelah Sakura berhasil mengejar Sasuke, Sakura pun berbisik kepada Sasuke, "Sasuke, Memangnya ada apa? Seharusnya kita tunjukkan rasa tanggung jawab kita kepada mereka!"
"Tidak usah."
"Iya.. Tapi kenapa?"
Pertanyaan Sakura hanya di respon dengan Tatapan Deathglare milik Sasuke yang lumayan mematikan. Dan itu cukup membuat nyali Sakura Langsung ciut a.k.a turun drastis. "Err.. Ya ya ya, Baiklah. Terserah kau sajalah." Ujar Sakura sambil memalingkan wajahnya yang lumayan ketakutan.
"Heh!" Panggil Gaara. Spontan Sasuke langsung memberhentikan langkahnya dan tanpa sedikitpun menolehkan kepalanya.
"Berhati-hatilah. Karena.. kau akan mengalami sesuatu yang takkan pernah kau duga." Ujar Gaara dengan nada misterius.
"Hn!" Sasuke pun melanjutkan langkahnya untuk menjauhi kedua orang itu. Sakura yang merasa ditinggalkan pun langsung berlari kecil sambil berteriak gaje, "Oi Sasuke! Kenapa kau selalu meninggalkanku sih?"
Setelah punggung Sasuke sudah tak terlihat lagi oleh Panca Indra mereka, Kankurou pun mulai bertanya kepada Gaara, "Oi Gaara. Memangnya ada apa dengan anak itu? Apa kau mempunyai urusan dengannya?"
"Dia orang yang selama ini aku cari-cari. Dia mangsaku selanjutnya. Akhirnya aku menemukanmu, Uchiha Sasuke."
.
.
.
.
.
.
Sore pun Tiba, Sasuke dan Sakura pun akhirnya tiba di kediaman Haruno Corp. Setelah Sasuke berhasil memarkirkan mobil mewah milik Sakura ke tempat yang seharusnya, Mereka pun langsung keluar dari mobil mewah itu dan berpencar ke tempat mereka masing-masing. Maksudnya, ke kamar mereka masing- masing. Yup! Mungkin untuk sekedar merebahkan tubuh atau membersihkan badan yang sudah tidak enak di cium atau apalah. Yang pasti itu hak mereka.
15 menit kemudian, terlihat seorang Gadis Emerald yang keluar dari tempat persembunyiannya tengah kerepotan membawa semua buku mata pelajaran sekolahnya. Dan sepertinya, Gadis itu memulai mengetuk sebuah pintu kamar yang berada di sebelah kamarnya. Setelah Gadis itu berhasil mengetuk pintunya, terbukalah pintu itu dan muncul lah seorang pemuda berambut Raven Blue-Gray berponi tengah membawa handuk di atas pundak kanannya. Bila ingin jelasnya, bayangin aja tukang Cendol, kan handuknya suka di atas pundaknya tuh, nah tidak jauh beda lah. Lalu, Pemuda itu mulai mengernyitkan sebelah alisnya dan mulai berkicau, "Untuk apa kau berada di kamarku? Dan.. kenapa kau membawa buku sebanyak itu?"
"A-pa kau se-dang sibuk?" Tanya Gadis Emerald a.k.a Sakura dengan nada seperti tukang becak yang keberatan membonceng penumpangnya.
"Memangnya kenapa?" Tanya Pemuda Raven a.k.a Sasuke seraya mengerutkan keningnya.
"Bantu aku belajar! Cepat! Dan Bantu aku untuk membawakan buku-buku ini!" Ujar Sakura sambil menaruh buku-bukunya ke tangan Sasuke.
"E-eh! Apa-apaan ini? Ini pemaksaan! Aku sibuk! Aku tidak punya waktu!" Ujar Sasuke sambil menaruh buku-buku milik Sakura ke atas lantai.
"Jangan banyak Cincong. Aku tunggu kau di Taman. Kalau kau tidak menurut, Kau aku pecat. Titik! Bagaimana, Tuan Uchiha? Hmph.!" Ujar Sakura dengan PeDe nya. Lalu, Sakura pun pergi meninggalkan Sasuke yang sedang menggeram Gaje.
'Kalau bukan karena Ibu, tidak sudi aku bekerja di tempatnya! Dasar Cewek Iblis!' Batin Sasuke sambil memungut buku-buku Sakura yang tergeletak di atas lantai.
Setelah Mereka tiba di taman, mereka pun langsung melanjutkan acara belajar bersama mereka. Tidak lama kemudian, Sakura pun mulai berkicau kembali..
"Eh, hampir saja lupa. Besok, aku harus membawa kardus bekas untuk bahan kerja kelompok. Aku ingin menyiapkannya dari sekarang. Antar aku ke gudang untuk mengambilnya ya, Sas.." Ujar Sakura sambil mengeluarkan puppy eyes no jutsu-nya.
"Hn. Ya sudah. Ayo cepat." Ujar Sasuke dengan malas. Sasuke dan Sakura pun langsung beranjak dari posisi duduknya. Tidak lama kemudian, mereka berdua akhirnya tiba di sebuah gudang yang lumayan bau apek nan gelap di dekat garasi mobil milik keluarga Haruno. Sakura memberanikan diri untuk masuk ke dalam gudang itu, karena di dalam gudang itu, terdapat banyak sekali sarang laba-laba. Yep! Seekor hewan yang membuat Sakura takut setengah mati. Lalu, Sakura segera mengambil kardus bekas yang berada di samping lemari tidak terpakai yang cukup tua dan rapuh. Setelah Sakura berhasil mengambil beberapa kardus yang ia butuhkan, dia pun segera keluar untuk terhindar dari hewan yang menurutnya sungguh mengerikan. Hewan apalagi kalau bukan Laba-laba.
"Yep! Semua kardus yang ku butuhkan sudah ku ambil. Ayo kita pergi." Ujar Sakura sambil membersihkan kardus-kardus yang berada di tangannya.
"Eh, tunggu!" Cegat Sasuke.
"Ada apa?" Tanya Sakura disertai air muka heran. Lalu, Sasuke melangkah sedikit demi sedikit dengan perlahan untuk mendekati Sakura. Sakura yang melihat tingkah Sasuke yang menurutnya mencurigakan, langsung mundur satu langkah. "Kau mau apa?" Tanya Sakura dengan nada gemetar. Tapi, Sasuke tidak menggubris pertanyaan Sakura. Sasuke tetap meneruskan langkahnya yang mencurigakan tanpa memperdulikan Sakura yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan ketakutan. Sakura terus mengambil langkah mundur sampai ia terpojok di sudut tembok. "Sasuke! jangan macam-macam kau!" Teriak Sakura dengan nada agak tinggi.
"Ssshhh… Diam bodoh. Tinggal sedikit lagi. Nanggung." Ujar Sasuke dengan nada berbisik.
"Nanggung? Nanggung apanya?" Tanya Sakura dengan nada gemetar. Sasuke tetap tidak merespon pertanyaan Sakura. Setelah Sasuke sudah sampai berada di depan Sakura, Sakura langsung menutup matanya. Wajah Sakura keseluruhan langsung berwarna merah layaknya semerah kepiting rebus. Jantung Sakura langsung berdegup kencang dengan kerasnya.
'Apa yang akan dia lakukan?'
DEG! DEG!
'Apakah dia akan melakukan itu?'
Lalu, Sakura mencoba untuk membuka matanya kembali sedikit demi sedikit.
'Kenapa dia terus mendekat?'
DEG! DEG!
'Kenapa tangannya mencoba meraih pundakku?'
DEG! DEG!
'Katakan padaku apa yang akan kau lakukan?'
"GREP!". Sasuke memegang pundak Sakura.
"Ouch! Sial! Tidak kena! Laba-labanya keburu pergi." Ujar Sasuke dengan tenang.
"Apa? Laba-laba?" Tanya Sakura sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ya! Tadi, Ada laba-laba di atas pundakmu. Tapi sayangnya.. aku gagal menangkapnya." Jelas Sasuke dengan dengan tampang cool ciri khasnya.
"APAAAA! Singkirkan dariku! Cepat singkirkan dariku! Huwaa MAMA! Sasuke cepat singkirkan laba-laba itu dari pundakku! Ayo cepat cepat Sasuke cepaaaat!" Teriak Sakura dengan segaje-gajenya sambil memeluk Sasuke dengan eratnya.
"Hehehei! Tenanglah. Laba-labanya sudah pergi. Kau aman. Tapi.. masa kau takut dengan laba-laba? Seharusnya laba-laba yang takut padamu. Kau kan lebih ganas dari seekor macan." Goda Sasuke. Tetapi, Sakura tidak menghiraukan godaan Sasuke. Dia masih sibuk bergulat dengan ketakutannya. Dia masih memeluk tubuh Sasuke dengan erat. Badannya begitu gemetar. Saking gemetarnya, Sasuke yang dipeluk pun merasakannya. Dengan sigap Sasuke langsung membalas pelukan Sakura. Mungkin.. hanya sekedar untuk menenangkan Sakura sejenak. Akhirnya, pelukan mereka berakhir dengan pelukan yang begitu hangat. Saling memberikan kehangatan satu sama lain. Membuat mereka lupa akan segala hal. Sampai-sampai membuat mereka tidak sadar bahwa ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Ehm! Ehm!"
"Eh, Karin." Kata Sakura sambil melepaskan pelukannya. Begitu pun juga Sasuke.
"Sakura, ada yang ingin bertemu dengan mu. Mereka menunggu mu di ruang keluarga. Cepat temui mereka." Jelas Karin disertai tatapan sinis sambil melipat kedua tangannya.
"Mmm.. Baiklah. Err.. Sasuke, kau kembalilah ke taman. Bantu aku untuk persiapan besok. Aku akan kembali." Jelas Sakura.
"Hn. Ya." Sahut Sasuke singkat disertai wajah datarnya. kemudian, Sakura langsung pergi ke ruang keluarga dengan setengah berlari. Setelah Sakura sudah tidak terlihat lagi oleh indra penglihatan milik Sasuke, Sasuke mulai melangkahkan kakinya untuk pergi ke taman.
"Tunggu!" Cegat Karin. Sasuke pun memberhentikan langkahnya.
"Ada hubungan apa diantara kalian berdua?" Tanya Karin sambil berbalik untuk menghadap Sasuke.
"Bukan urusanmu." Jawab Sasuke singkat sambil melanjutkan kembali langkahnya.
'Cih! Kok dia cuek sih? Seharusnya dia menjelaskan sesuatu padaku dengan panjang lebar. Seperti mengatakan "Sungguh! Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Sakura. Tolong kau jangan salah paham ya.." atau "Sakura bukan siapa-siapa aku." Atau apa kek! Tapi.. ini malah… Iih.. Sebel!' Gerutu batin Karin sambil menghentakkan kakinya.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya Sakura tiba di ruang keluarga. Setelah tiba disana, wajah Sakura langsung berseri-seri. Lalu, Sakura langsung berlari untuk menghampiri kedua orang yang sedari tadi menunggunya sambil setengah berteriak, "Ibu! Ayah! Kalian sudah pulang?"
"Oh? Halo sayang!" Ucap Ibu Sakura sambil merentangkan tangannya.
"Ibu… aku kangen…" Ucap Sakura sambil memeluk Ibunya. Lalu, Sakura melirik seorang Pria yang bertubuh tegap di samping Ibunya.
"Ayah! Aku kangen…" Ucap Sakura sambil memeluk ayahnya dengan erat.
"Ayah juga, Nak." Ucap ayahnya Sakura sambil membalas pelukan Sakura.
Sementara di tempat lain, Sasuke melihat Ayame sedang mengintip sesuatu di balik pintu ruang keluarga. Sasuke pun langsung menghampirinya dan mencoba untuk menepuk pundak Ayame.
"PUK! PUK!"
"Ampun ampun nyonya ampun ampun! Saya mohon ampun nyonya!" Ujar Ayame Gaje. Sasuke yang melihat tingkah Ayame hanya bisa menaikkan sebelah alisnya.
"Eh? Huft… Ternyata kau Sasuke. Ku kira Nyonya Shizune. Kau mengagetkanku saja. Hampir saja aku mati gara-gara kau!" Gerutu Ayame dengan nada berbisik.
"Ayame-san? Sedang apa kau di sini? Dan apa yang kau intip?" Tanya Sasuke bertubi-tubi.
"Ssst… pelan-pelan… aku sedang mengintip acara reuni keluarga." Jawab Ayame sambil melanjutkan kembali aktifitasnya.
"Ng? Reuni keluarga?" Tanya Sasuke seraya mengerutkan keningnya sambil ikut-ikutan ngintip.
"Siapa mereka?" Tanya Sasuke sambil mengintip dengan seriusnya.
"Mereka berdua adalah orang tua Nona Haruno. Nah, Ayah Nona Haruno bernama Haruno Minoru. Dan Ibu Nona Haruno bernama Haruno Yukari. Mereka baru pulang dari bisnis perusahaan mereka yang berada di Swiss." Jelas Ayame dengan berbisik.
"Oo…" Sasuke hanya bisa ber-Oh ria, "Tapi sepertinya, aku pernah melihat pria itu."
"Ck! Halaah… tidak mungkin. Kau belum pernah bertemu dengan Tuan Haruno." Ujar Ayame dengan nada PeDe.
Kita kembali lagi ke pemeran wanita kita.
"Oh iya, kata Tante mu, Kau mempunyai Bodyguard pribadi baru. Sekarang dimana dia?" Tanya Ayah Sakura a.k.a Minoru.
"Iya. Aku punya Bodyguard baru. Tunggu sebentar, Biar aku panggilkan dulu!" Ujar Sakura sambil beranjak dari Sofa nya.
Di tempat lain..
"Gawat! Kita bisa ketahuan! Cepat kembali ke tempat masing-masing!" Perintah Ayame sambil berlari luntang-lantang, -?-. Lalu, Sasuke berpura-pura seolah-olah numpang lewat di depan ruang keluarga sambil bersiul gaje dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya dengan santainya. Tiba-tiba ada Sakura yang membuka pintu ruang keluarga.
"Eh, Sasuke? Kebetulan kau ada di sini. Ayo cepat masuk! Orang tua ku ingin bertemu denganmu." Perintah Sakura dengan semangat sambil menarik tangan Sasuke. 'Hhh… Sudah ku duga.' Batin Sasuke dengan jengkelnya. Setelah mereka berdua masuk ke dalam ruang keluarga, Sakura mulai berkicau kembali.
"Ayah! Ibu! Dialah Bodyguard pribadi baruku. Namanya Uchiha Sasuke." Ujar Sakura dengan Sumringah. Sementara Sasuke menatap Sakura dengan tatapan yang penuh kemalasan. Kemudian menatap Kedua orang tua Sakura dengan tatapan yang tenang.
"Salam kenal. Tuan. Nyonya." Ucap Sasuke sambil membungkukkan sedikit badannya.
'Ternyata begitu.' Batin Minoru. "Kau sudah besar ya."
"Maaf?" Ucap Sasuke seraya mengerutkan keningnya.
"Oh! Maksud saya… Umurmu sebaya dengan Sakura, ya?" Ujar Minoru agak Gugup.
"Ng.. Iya.." Jawab Sasuke dengan singkat.
"Oo…" Minoru hanya bisa ber-Oh ria, 'Apakah orang itu sudah menemukanmu, Sasuke? Ku harap belum.'
.
.
.
.
.
Keesokkan harinya, Sasuke dan Sakura akan pergi ke Rumah Sakit tempat dimana Ibunya Sasuke dirawat. Tentu saja mereka berdua akan mengajak Shikamaru dan Hinata. Setelah mereka berdua sudah masuk ke dalam Mobil, Tiba-tiba Naruto mencegat Mereka dengan berdiri di depan mobil mereka.
"Tunggu! Aku Ikut!" Ujar Naruto sambil merentangkan tangannya.
"Tapi.." Ucap Sakura.
"Naiklah!" Sela Sasuke.
"Eh? Sasuke.. Kau tak apa?" Sakura langsung tersentak.
"Ya. Tak apa." Jawab Sasuke singkat.
"Yang benar? Sungguh?" Tanya Naruto dengan Sumringah.
"Hn. Cepatlah. Atau mau ku tabrak?" Tanya Sasuke disertai wajah datarnya.
"Hehehe… kau selalu bergurau Sasuke!" Ujar Naruto di sertai cengiran khasnya. Lalu, Naruto segera menaiki Mobil yang berada di depannya dengan perasaan riang nan gembira disertai raut wajah sumringahnya. Kemudian, Mobil itu pun mulai berjalan keluar gerbang dengan santainya.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit, akhirnya Mereka tiba di Rumah Keluarga Hyuuga. Dan disana terlihat seorang gadis berambut Indigo panjang yang cantik nan anggun dengan dress selutut polosnya tengah berdiri di depan pagar Rumahnya.
"Hai, Hinata! Ayo masuk. Nanti Shikamaru lama menunggu." Ujar Sakura dengan riang gembiranya.
"Mm.. Ba-baik." Jawab Hinata dengan sedikit terbata-bata. Lalu, Hinata membuka pintu mobil bagian belakang dan disanalah pertemuan pertama Naruto dan Hinata.
"Halo, Silahkan masuk." Sambut Naruto dengan hangat dan riang.
"Ng.. Ba-baik. P-permisi." Sahut Hinata dengan terbata-bata dan gugup. Lalu Hinata pun masuk kedalam mobil dan duduk di samping Naruto. Kemudian, Mobil itu pun berjalan kembali dengan santai.
Setelah menempuh perjalanan selama 5 menit, akhirnya mereka tiba di Rumah Keluarga Nara. Segeralah Sasuke membunyikan klakson mobil. "TIIN! TIIN!"
"Iya! Tunggu sebentar!" terdengar suara samar Shikamaru yang tengah berada di lantai atas rumahnya. Terdengar juga beberapa macam kegaduhan, "Minggirlah Kucing bodoh! Aku sedang terburu-buru!". Kemudian, "Dug dug dug dug dug! Prang! Dung! Duk! Prak! Meow! Grrr! Gughk! Gughk! Brugh! Duak! Ouch! Sakiit kucing bodoh! Lu juga anjing!". Yaah… kelamaan nih Shika. Kita Skip sajalah.
Akhirnya, mereka tiba di Rumah Sakit tempat dimana Mikoto a.k.a Ibu Sasuke tengah dirawat. Sasuke pun segera memarkirkan mobil milik Sakura ke tempat parkir yang sudah disediakan. Setelah mereka semua keluar dari mobil, Tiba-tiba Sakura melihat orang yang mencurigakan yang tempo hari sempat berurusan dengan dirinya dan Sasuke.
"Eh, Sasuke! Lihat! Orang itu datang lagi kemari. Ini kesempatan bagus! Kali ini, kita tidak boleh gagal! Kita tangkap dia!" Ujar Sakura dengan semangat.
"Iya, kau benar Sakura! Dia orangnya. Kali ini, kita dekati dia dengan perlahan. Jangan sampai dia mengetahui keadaan kita. Lalu, setelah kita sudah dekat dengannya. Barulah kita menangkapnya dengan Seksama! Setuju?" jelas Sasuke. Yang lainnya hanya merespon pertanyaan Sasuke dengan anggukan kepala saja.
Mereka pun mulai melakukan rencana mereka. Yaitu mendekati orang itu dengan perlahan tanpa ketahuan. Setelah mereka dekat dengan orang itu, Sasuke memberi komando, "Ssst… Satu.. Dua.. Tiga.. TANGKAP!".
"Hyaaa!" mereka langsung menangkap orang itu dengan seksama. Mereka tidak peduli akan tatapan yang di berikan oleh orang-orang yang berada di sekeliling mereka. Yeah! Akhirnya.. mereka berhasil menangkap orang itu. Orang itu hanya bisa berdiam dan pasrah. Orang itu benar-benar terpojok sekarang!
"Shikamaru! Tolong pegang orang ini! Aku akan membuka maskernya!" Komando Sasuke.
"Siip!" jawab Shikamaru dengan semangat 60. Lalu, Sasuke pun membuka masker orang itu, dan…
"Hah? Anda?"
~To Be Continued~
.
.
.
.
.
.
Author's Note:
AARRGGHHH! MAKSA BANGGETZ SIH! (Author lebay dateng!). Gomen baru Update! Abisnya Ai banyak banget Kegiatan. Apalagi masalah UKK. Haduuh… Harus belajar Extra. Jadi deh ga sempet buat Writing. Hehehe… nih Gaara nya udah ta' masukin. Sesuai Requestnya Tsubaki-chan dan Aru-chan. Hmm… Apakah Sasuke nya agak OC? Apakah Romance nya keliatan? (nanya mode on). Jujur, baru pertama kali ini Ai bikin cerita yang mengandung genre Romance. So, Gomen kalo Romance nya kurang kerasa. Hhh… Gomen kalo Chap sekarang agak kepanjangan. Habis mau dikurangi dialognya sussaah.. banget! Suerr dech! Bener susah. Sussah… banget. Lebih sulit dari soal Matematika dan IPA Fisika (Lebay!).Ya udah, mending cerita chap ini Ai tambahin. Daripada ceritanya bertele-tele. Iya toh? Wes.. matur Nuwun sangat untuk para Reviewers yang sudi meninggalkan jejaknya. Eh, maksudnya, yang sudi meninggalkan pesan reviewnya untuk Fic Ai yang cukup Gaje nan Abal ini. Khususnya untuk Para Reviewers Chap 5 :
Yue Heartphilia
Cavallone-VesavilliusVanilla
Shion Anandya Nachita
Matsumoto Rika
Yusei'Uzumaki Fudo
Matsukawa Aru-chan
UchiHaru Saku-chan
Uchihakagamie
Sasuke-kun
Hatur nuhun pisan kanggo review na nya sadaya… Eh, maksudnya makasih buanget atas Reviewnya… Review Para Readers berarti banget lho buat Ai… Ai ga bisa meneruskan Fic ini tanpa adanya Review Para Readers. Bila ada sesuatu dan bahasa yang kurang diminati. Mohon Ralat or kritik yaa.. Yosh! Mau balas-balas Review dulu ach…
Shion Anandya NachitaHmm… Pake nama orang laen segala! Hehe… Ora opo-opo… Just kidding koq! xD Jawabannya, mereka nabrak orang.. Pasti udah baca laah… Fave? Boleh koq! Malah seneng.. Thanks yak, Ra! Heheuy… langganan yoo… (Prett!)
Matsumoto RikaHuwaa! Matsumoto-san Reviewnya selalu membangkitkan Semangat! (Nangis dan mata api membara gaya Lee mode on). Nah.. Chap 6 nya udah Update nieh… Gomen ya kalo lama banget Updatenya.. kalo ada yang kurang dan ada sesuatu yang kurang berkenan di hati, tolong Ralat or kritik yaa… Mohon bantuannya..! ^_^ Yosh! Selamat Membaca… jangan kapok buat Review yua, Matsumoto-san… hehehe… -plakdungdungprakmeow-
Matsukawa Aru-chanHalo Aru-chan… Nieh… Ai udah masukin Gaara. Tapi, maaf ya kalo perannya tidak memuaskan.. ^^a. tapi, tenang aja! Masih ada kejutan lain kok yang masih tersembunyi di Fic ini. Jadi, baca terus yaa… mungkin aja ada hubungannya dengan Gaara. Hehe.. xD
UchiHaru Saku-chanmakasih banyak Saku-san atas Reviewnya… Hmm… maaf kalo Ai ga bisa mengurangi Dialognya. Tapi, Ai akan terus berusaha kok! Ok,. Skali lagi makasih banyuak karena udah mau menyumbangkan Reviewnya! Hehehe…
UchihakagamieHehe,, iya nieh.. Ai sengaja bikin watak Sasuke nya agak Ramah. Karena, setiap fic tentang Sasuke yang Ai baca, Sebagian besar sifatnya kasar-kasar.. yaa.. Meskipun OOC, Ai mau coba watak Sasuke yang ramah nan baik aja deh.. hehe.. ^^a (hihi.. nie Comment maksa banget sih?)
Sasuke-kunIya.. tau kok. Thanks yaa karena udah mau Review fic ini… Padahal lumayan Gaje lhoo… heuheuy! xD
Oke! Semua review udah Ai balas. Yang Login Udah lewat PM yua… Rahasia tentang Naruto, Gaara, orang yang ada di apartemen dan Orang tua Sakura akan dikupas di lain Chapter. Tapi, Rahasia tentang orang Misterius yang ada di rumah sakit akan di kupas di Chap depan. So, Tongkrongin terus Fic nya Ai yaa… masih banyak hal dan sesuatu yang masih tersembunyi di fic Gaje nie. Skali lagi, Ai meminta sumbangan Review and Kritiknya untuk merenovasi- Ralat, Memperbaiki fic ini bila ada kesalahan…
Okay! Mind to Review ? ? ^w^
