Holla, akhirnya kita ketemu Lagi di Fic "Gadis Setengah Manusia"
Gomen, kalo nggak bisa update kilat melainkan malah update telat (=.="v)
Thanks to :
michimaki airi, Na Na Na, 4ntk4-ch4n, NHL-chan, Rizuka Hanayuuki, Chwyn,
Arigatou untuk semuanya yang telah membaca Fic punyaku yang kacau nan berantakan ini.
Aku juga sangat berterima kasih pada semua readers yang telah menjawab pertanyaanku tentang dracula dan vampire.
Thanks All…
Tanpa banyak omong, silahkan langsung baca aja~
Naruto belongs Masashi Kishimoto, but this story is my mine.
Warning : Semi canon, OOC, miss typo, not interesting, etc.
If you dislike, don't read!
No flame and No blame
*~*~*~* Gadis Setengah Manusia *~*~*~*
"Ahh!"
"Kyaa!"
Terdengarlah jeritan-jeritan dari para siswi Konoha High School kelas XI-IPS karena saat mereka baru memasuki ruang kelasnya, mereka melihat ada tubuh seseorang yang mati mengenaskan.
"Ad..ada apa ini?" ucap Hinata yang sangat terkejut karena melihat jasad yang tewas dengan mengenaskan itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi…" ucap Tayuya sambil menutup mulutnya dengan tangan karena ia terlalu shock.
"Ohayo…" sapa Sakura saat memasuki kelasnya dengan nada ceria seperti biasanya.
"Sa..Sakura-chan…" ucap Hinata yang langsung menghambur kearah Sakura.
"Hei, ada apa sih?" tanya Sakura pada Hinata.
"Coba kau lihat itu.." jawab Hinata sambil mengarahkan telunjuknya kearah jasad yang tewas mengerikan tersebut. Sakura pun menoleh kearah yang ditunjuk oleh Hinata.
Sakura langsung terkejut karena itu adalah jasad Karin. 'Tamatlah riwayatku! Baka, kenapa aku meninggalkan mayatnya begitu saja sih. Haruno Sakura, kau lupa ya? Ini Konoha bukan Oto! Aduh, tamatlah aku." Batin Sakura dalam hati karena sebenarnya ia yang telah membunuh jasad orang itu, Karin.
"Kira-kira siapa yang telah membunuh Karin ya?" tanya Hinata pada Sakura. Sakura hanya mengangkat bahunya, tanda tidak tahu.
"Apa yang ter.." ucapan wali kelas mereka, Hatake Kakashi terpotong karena ia telah melihat jasad Karin yang mengenaskan.
"Kenapa dengan Karin? Apa yang terjadi padanya?" tanya Kakashi pada semua muridnya.
"Entahlah Sensei. Tadi waktu aku baru saja datang, Karin sudah seperti itu." Jawab Tayuya, murid yang datang pertama pada hari itu.
"Baiklah kalau begitu, aku akan memberitahukan hal ini pada kepala sekolah dan para guru." Ucap Kakashi dan berlalu pergi.
Seluruh murid di kelas itu tidak ada yang berani untuk duduk di dalam kelas mereka karena mereka takut dengan jasad Karin yang tewas mengenaskan itu dan mereka semua lebih memilih menunggu kedatangan Kakashi-sensei di luar kelas.
"Di lehernya tadi terdapat luka yang cukup lebar dan menganga. Menjijikkan sekali." Ucap Naruto saat ia berkumpul dengan kekasihnya, Sasuke dan Sakura.
"Hn." Sahut Sasuke singkat.
"Siapa ya orang yang telah membunuh Karin? Sampai-sampai ia tewas dengan mengenaskan.." ucap Hinata.
"Entahlah." Jawab Sakura pura-pura tidak tahu.
"Tapi, sebentar lagi kita pasti akan mengetahuinya karena jenazah Karin sudah di bawa ke Rumah Sakit untuk diotopsi." Jelas Naruto. "Hari ini kelas kita tidak ada pelajaran karena Kakashi-sensei membawa jenazah Karin ke Rumah Sakit, jadi ayo kita ke kantin!" ajak Naruto bersemangat sambil menggandeng tangan Hinata dan langsung pergi menuju kantin sekolah mereka.
'Karena Karin sudah tidak ada, jadi tidak ada lagi yang menggangguku. Kenapa tidak dari dulu saja dia meninggal!' batin Sasuke yang merasa senang karena orang yang dia anggap pengganggu dan menyebalkan telah mati.
"Kalau begitu, ayo kita menyusul Naruto dan Hinata, Sasuke-kun." ajak Sakura pada Sasuke. Sasuke pun langsung berjalan dan menggandeng tangan Sakura. Entah kenapa, Sakura juga tidak menolaknya karena sebenarnya ia juga menyukai Sasuke.
Akhirnya mereka berdua menyusul Naruto dan Hinata yang telah pergi ke kantin lebih dulu.
"Tambah lagi ramennya!" ucap Naruto pada penjual ramen di kantin.
"Na..Naruto-kun, kau sudah memakan 3 mangkuk ramen." Ucap Hinata memperingatkan pacarnya yang sangat menggilai ramen itu.
"Ha? Masih baru 3 mangkuk?" ucap Naruto yang terkejut karena masih baru makan ramen 3 mangkuk saja.
"Naruto-kun.." ucap Hinata pasrah akan kelakuan pacarnya itu.
"Kau ini, ramen terus yang kau pikirkan!" sahut Sasuke yang sudah ada di situ bersama Sakura.
"Nanti tubuhmu bisa gemuk loh kalau kebanyakan makan." Timpal Sakura.
"Ah, itu tidak akan." Jawab Naruto sambil memakan ramennya yang keempat.
Teman-temannya pun hanya menggelengkan kepala melihat sikap Naruto yang seperti itu.
"Hei, bukankah itu Kakashi-sensei?" ucap Sasuke yang melihat gurunya akan masuk ke kelasnya. Dari kantin sini, kelas XI-IPS memang terlihat. Apalagi kalau kelas itu sudah ramai, suaranya pun sampai ke kantin ini. Ckckck, benar-benar kelas yang hebat ya. Maksudnya keramaian dalam kelas itu.
"Gawat! Kakashi-sensei mau masuk kelas." Timpal Sakura. "Kita harus cepat masuk kelas sebelum kena hukuman, ayo!" lanjut Sakura dan bergegas lari menuju kelasnya. Sasuke langsung meninggalkan kantin dan berlari mengikuti Sakura.
"Na..Naruto-kun, ayo!" ajak Hinata pada Naruto dan langsung berlari pergi.
"Hinata-chan!" teriak Naruto dan langsung berlari juga. "Uangnya aku tinggal di meja ya." Ucapnya pada sebelum benar-benar pergi meninggalkan kantin tersebut.
"Yokatta (syukurlah)." Ucap SasuSaku itu bersamaan karena lebih dulu sampai di kelas daripada guru mereka.
"Hah..hah.." Hinata ngos-ngosan karena lari tadi.
"Aku masih selamat." Ucap Naruto yang sudah sampai di kelas juga.
"Cepat duduklah di bangku kalian masing-masing, ada yang ingin Sensei ceritakan pada kalian semua." Ucap Kakashi sambil mendudukkan diri di kursinya.
Semua murid-murid pun langsung duduk di bangku mereka sesuai perintah sang Guru.
"Setelah diotopsi tadi, kematian Karin ternyata bukanlah di bunuh atau yang lainnya, kematian Karin cukup aneh karena di lehernya ada bekas gigitan yang sangat dalam, dokter Tsunade mengatakan bahwa dia meninggal karena kekurangan darah dan sepertinya ia telah terkena gigitan dari…vampire." Terang Kakashi pada seluruh anak didiknya itu. Semua anak didiknya itu memasang wajah yang keheranan dan terkejut setelah mendengar penjelasan dari Senseinya itu yang mengatakan bahwa Karin meninggal karena gigitan vampire.
"Apa benar kalau Karin meninggal gara-gara gigitan vampire, Sensei?" tanya Tayuya, teman Karin tak percaya.
"Setelah diotopsi hasilnya memang seperti itu." Jawab Kakashi. "Sebenarnya aku juga masih belum percaya kalau ternyata vampire itu benar-benar ada, aku piker itu hanyalah mitos di cerita-cerita." Lanjut Kakashi menjelaskan.
"Jadi, vampire itu benar-benar ada ya.."
"Aku juga masih baru tahu kalau vampire benar-benar nyata."
"Wah, aku takut sekali…"
Akhirnya para siswi pun menggosip dan itu membuat kelas makin gaduh.
"Hei, kalian jangan membuat kelas menjadi ramai!" Kakashi mengingatkan murid-muridnya yang sibuk menggosip itu.
'Bagus! Riwayatmu benar-benar akan tamat Sakura. Sebentar lagi cepat atau lambat mereka akan mengetahui identitasmu yang sebenarnya.' Batin Sakura sambil meremas rok sekolah yang ia pakai.
"Kalian hari ini akan di pulangkan pagi karena para guru akan pergi untuk mengantar jenazah Karin yang akan dikuburkan di Iwagakure." Ucap Kakashi-sensei memberitahu seluruh muridnya.
"Daijobu, Sensei." Jawab murid-muridnya serempak dan langsung keluar dari kelas.
"Ternyata vampire itu memang ada ya.." ucap Naruto saat berjalan menuju pintu gerbang sekolahnya bersama Hinata, Sakura, dan Sasuke.
"Benar.." jawab Hinata singkat.
"Sulit dipercaya, kukira itu hanya cerita mitos saja." Sahut Sasuke.
"Benar, mulai sekarang kita harus berhati-hati, iya kan Sakura-chan?" ucap Naruto yang meminta persetujuan dari Sakura akan ucapannya.
"Ah, tentu saja. Kita harus berhati-hati." Jawab Sakura, padahal dia sendiri juga vampire. "Teman-teman, aku pulang dulu ya. Kaa-san sudah menjemputku." Lanjut Sakura dan langsung menghampiri mobil kaa-sannya yang ada di sebrang jalan.
"Kalau begitu aku pulang dulu." Ucap Sasuke sambil berjalan menuju tempat parkir mobilnya.
"Ayo Hinata-chan." Ajak Naruto sambil menarik tangan Hinata untuk mengambil mobilnya juga.
Di bagian Sakura
"Kaa-san, tadi pagi kaa-san mengotopsi jenazah seorang perempuan ya?" tanya Sakura membuka pembicaraan.
"Hai (iya)." Jawab Tsunade singkat sambil masih fokus pada jalanan di depannya.
"Sebentar lagi identitasku yang sebenarnya pasti akan mereka ketahui, aku..aku takut itu terjadi, kaa-san." Terang Sakura yang terlihat gelisah.
"Lalu bagaimana lagi, Saku-chan? Semua ini tidak bisa diubah lagi, kau harus sabar ya sayang.." ucap Tsunade menenangkan anak kesayangannya itu.
"Daijobu..(baiklah)" jawab Sakura dengan lirih.
*~*~*~* Gadis Setengah Manusia *~*~*~*
Keesokan harinya
TERNYATA VAMPIRE MEMANG ADA!
MULAI SEKARANG KALIAN HARUS WASPADA!
VAMPIRE BISA MENGINCAR DIRI ANDA KAPAN SAJA!
"Ternyata vampire benar-benar ada ya.." ucap Hinata setelah membaca tulisan di madding sekolahnya.
"Benar! Mulai sekarang kita harus waspada karena vampire itu kan bisa mengincar orang kapan saja." Jawab Naruto yang ada di sebelah Hinata.
"A..ayo kita masuk ke kelas, Naruto-kun. Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi." Ajak Hinata pada Naruto. Naruto pun langsung mengikutinya menuju kelas.
Mereka berdua akhirnya masuk ke kelas mereka, XI-IPS.
Beberapa saat kemudian terdengarlah derap langkah kaki yang tergesa-gesa menggema sepanjang koridor sekolah itu.
"Aku terlambat." Ucap orang itu yang tak lain adalah Haruno Sakura.
"E..eh? Apa ini?" ucap Sakura pada dirinya sendiri saat melewati depan mading.
TERNYATA VAMPIRE MEMANG ADA!
MULAI SEKARANG KALIAN HARUS WASPADA!
VAMPIRE BISA MENGINCAR DIRI ANDA KAPAN SAJA!
Itulah tulisan yang tertempel di mading tersebut yang Sakura lihat.
"Ha? Ternyata kabar ini beredar cepat, yang benar saja.." ucap Sakura yang sekali lagi ia tujukan pada dirinya sendiri.
"Gawat! Aku bisa benar-benar terlambat masuk kelas!" ucap Sakura sambil melanjutkan langkahnya yang tergesa-gesa itu.
Kriett
Terdengarlah suara pintu kelas yang di buka oleh Sakura, hal itu menyebabkan semua mata yang ada di kelas itu menoleh pada Sakura termasuk…Kakashi-sensei?
Hebat! Ternyata Sensei yang selalu terlambat itu kali ini tidak lagi datang terlambat.
"Se..Sensei?" ucap Sakura dengan gugup.
"Kau tidak boleh masuk kelas sampai jam istirahat pertama nanti." Jawab Senseinya itu yang langsung to the point pada Sakura.
"Aku mengerti, Sensei." Sakura berkata dengan lirih dan menutup pintu itu kembali.
"Lanjutkan ujian kalian!" perintah Kakashi-sensei pada seluruh muridnya yang sedang ujian di dalam kelas itu, kecuali Sakura.
Sedangkan itu di bagian Sakura
"Bagus! Aku harus ikut ujian susulan nanti, hebat! Kau benar-benar hebat, Haruno Sakura. Gara-gara semalaman kau menangisi dirimu yang setengah manusia ini kau jadi terlambat masuk sekolah sekarang." Ucap Sakura pada dirinya sendiri sambil mondar-mandir tak jelas di depan ruang kelasnya.
"Pucat? Kenapa kulitku jadi pucat? Yang benar saja, padahal aku sudah melakukan'nya'.." ucap Sakura saat melihat kulitnya yang tiba-tiba saja menjadi pucat. Jiwa vampirenya sudah kembali.
"Ah, lama sekali. Masih kurang 10 menit lagi.." ucap Sakura yang masih mondar-mandir. "Aduh, kepalaku sedikit pusing dan tubuhku panas." Lanjut Sakura sambil memegang jidatnya.
Kriett
Pintu kelas itupun akhirnya terbuka, Sakura langsung menghentikan kegiatan yang sedari tadi ia lakukan yaitu.. mondar-mandir gak jelas.
"Masuklah, Sakura." Ucap Sensei berambut perak itu pada Sakura.
"Kalian semua boleh istirahat." Ucap Sensei itu pada seluruh muridnya yang telah mengikuti ujian tadi.
"Sakura, cepatlah duduk!" perintah Kakashi-sensei pada Sakura sekali lagi. Tanpa banyak omong lagi, Sakura pun langsung duduk di depan.
"Kerjakan soal ini." Ucap Kakashi sambil menyerahkan selembar kertas pada Sakura, Sakura pun langsung menerimanya dan mulai mengerjakan soal-soal ujian itu.
35 menit kemudian
"Ini hasil jawabanku, Kakashi-sensei." Ucap Sakura yang telah selesai mengerjakan soal-soal ujian itu dan menyerahkannya pada gurunya.
"Cepat sekali, padahal teman-temanmu mengerjakannya selama 1 jam." Puji Kakashi pada Sakura. "Kau boleh istirahat sekarang. Permisi." Lanjut Kakashi dan berlalu pergi.
Setelah kepergian Senseinya itu, Sakura kembali lagi ke tempat duduknya.
'Aduh, rasanya aku semakin pusing saja. Suhu tubuhku juga menjadi lebih panas, tapi..aku harus menahannya. Aku sudah membulatkan tekadku agar aku tidak menghisap darah manusia lagi, aku akan berusaha!' batin Sakura yang sudah berniat untuk menghentikan kebiasaannya menghisap darah manusia.
"Lho? Sakura-chan, kau udah selesai ujian?" tanya Naruto pada Sakura saat ia dan Hinata sudah kembali lagi ke kelas.
"Kau tadi kenapa bisa terlambat?" tanya Hinata sambil mendudukkan dirinya di sebelah Sakura.
Sakura masih saja diam, ia sama sekali tidak merespon pertanyaan-pertanyaan yang Naruto dan Hinata lontarkan itu.
"Kau sakit ya." Ucap Sasuke yang sudah ada di belakangnya kemudian menyentuh dahi Sakura menggunakan tangan kanannya.
"Panas." Ucap Sasuke yang membuat Sakura tersadar dari lamunannya tadi.
"Eh? Ada apa?" tanya Sakura sambil menatap ketiga teman-temannya bergantian.
"Kau sedang sakit, Sakura-chan." Ucap Naruto.
"Benar. Kulitmu juga pucat." Timpal Hinata.
"Ah, tidak." Sakura menyangkal perkataan teman-temannya itu.
"Tubuhmu panas sekali. Kau harus pulang ke rumah." Ucap Sasuke pada Sakura dengan jarak yang dekat sehingga itu membuat Sakura blushing.
"Minggir! Aku tidak apa-apa." Ucap Sakura sambil mendorong tubuh Sasuke.
"Kalian tidak perlu khawatir, teman-teman." Lanjut Sakura sambil membuka bukunya.
"Ya sudah kalau begitu, tapi kalau ada apa-apa beritahukan saja pada kami." Ucap Naruto sebelum pergi ke tempat duduknya.
Aku sudah membulatkan tekadku, aku tidak mau menjadi seperti ini terus. Aku akan berusaha.
Itulah yang Sakura tulis di buku tulis miliknya, kemudian ia memasukkan buku itu dalam laci mejanya.
Jam istirahat sudah selesai dan masuklah guru mereka yaitu Anko-sensei.
Pelajaran pun berlangsung seperti biasanya.
*Skiptime*
"Pelajarannya sampai di sini dulu, kita lanjutkan lain kali. Kon'nichiwa (selamat siang)." Ucap Anko-sensei sambil berlalu dari kelas.
"Pusingku semakin terasa, aku harus segera pulang." Ucap Sakura dan berlalu dari kelas itu dengan tergesa-gesa, sampai-sampai ia melupakan buku yang ia taruh di dalam laci mejanya.
"Apa itu?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri saat ia melihat ada sesuatu di dalam laci meja Sakura. Sasuke pun langsung mengambilnya, "Inikan buku tulis Sakura." Ucapnya ambil membuka buku itu, saat di bagian belakang buku itu ada tulisan yang sempat membuat Sasuke penasaran.
Aku sudah membulatkan tekadku, aku tidak mau menjadi seperti ini terus. Aku akan berusaha.
"Apa maksud tulisan ini sih? Memangnya Sakura akan berusaha untuk apa?" berbagai pertanyaan telah menumpuk di benak Sasuke. "Ah, sudahlah. Aku akan mengembalikan buku ini besok saja.." lanjutnya sambil keluar dari kelas.
*~*~*~* Gadis Setengah Manusia *~*~*~*
"Saku-chan, kau kenapa? Kau sakit ya?" tanya Tsunade saat di dalam mobil melihat keadaan Sakura yang pucat.
"Tidak apa-apa, kaa-san. Aku hanya sedikit tidak enak badan." Jawab Sakura dengan lemas.
"Tubuhmu panas sekali!" ucap Tsunade yang terkejut karena suhu tubuh Sakura yang sangat panas itu. "Sampai di rumah nanti kau harus minum obat, saying." Lanjut Tsunade sambil mulai menyalakan mesin mobilnya.
"Saku-chan, jangan-jangan kau sedang 'haus' ya?" tanya Tsunade pada Sakura.
Sakura yang mengerti apa arti kata 'haus' hanya menjawab, "Yang benar saja, aku sudah 'minum' 3 hari yang lalu. Masa' aku 'haus' lagi, kaa-san?"
"Tapi, kalau keadaanmu seperti ini kau harus menurutinya. Kau tahu akibatnya jika kau berhenti 'minum'kan?" ucap Tsunade menjelaskan pada putri tunggalnya.
"Ta..tapi, aku tidak tidak sanggup jika harus begini terus, kaa-san. Sebentar lagi seluruh murid di sekolaku akan tahu siapa diriku yang sebenarnya. Tadi pagi, di mading sudah di tempel tulisan…
TERNYATA VAMPIRE MEMANG ADA!
MULAI SEKARANG KALIAN HARUS WASPADA!
VAMPIRE BISA MENGINCAR DIRI ANDA KAPAN SAJA!
Aku jadi takut, kaa-san. Aku tidak mau seperti ini terus. AKu sudah membulatkan tekadku kalau aku akan berhenti meminum darah manusia lagi, aku akan berusaha mewujudkan hal itu." Jawab Sakura panjang lebar.
"Saku-chan, kau tahu akibat apa yang akan terjadi padamu jika kau melakukan semua itu kan?" tanya Tsunade yang khawatir tentang keadaan Sakura.
"Aku akan meninggal jika berhenti minum darah, aku sudah tahu itu. Tapi, aku juga tidak bisa menjadi seperti ini terus, kaa-san." Jelas Sakura.
"Saku-chan."ucap Tsunade sudah tidak dapat berkata apa-apa lagi.
Setelah sampai di rumah
"Saku-chan, kau tidak makan dulu?" tanya Tsunade saat melihat Sakura menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.
"Aku sangat ngantuk, kaa-san. Aku mau tidur dulu." Jawab Sakura sambil melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga lagi.
Tsunade hanya menghela napas dan mulai menyantap makanannya.
Sampai di kamarnya Sakura langsung berbaring di atas kasurnya dan memejamkan matanya.
Sakura benar-benar lelah, sangat lelah.
Sakura tertidur hingga sampai malam telah tiba.
"Sekarang sudah pukul 7 malam, tapi kenapa Saku-chan belum keluar dari kamarnya juga ya?" tanya Tsunade pada dirinya sendiri dan pergi ke kamar Sakura untuk melihat keadaannya.
"Saku-chan kau belum bangun?" ucap Tsunade sambil mengetuk pintu kamar Sakura. Hening, tidak ada jawaban dari dalam kamar itu. Tsunade pun memutuskan untuk membuka pintu kamar itu dan..berhasil. Ternyata pintu kamar Sakura tidak dikunci.
Setelah di dalam kamar, ia melihat Sakura yang masih tertidur pulas di kasurnya. Kulitnya juga msih pucat, bahkan lebih pucat dari yang tadi. Tsunade menghampiri anaknya itu dan ia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Sakura sudah tidak bernapas lagi.
Tsunade pun langsung memeriksa detak nadi Sakura dan hasilnya nihil, Sakura telah tiada. Setelah mengetahui bahwa anaknya benar-benar telah meninggal, ia menangis sejadi-jadinya.
"Sa..Saku-chan, kenapa kau me..meninggalkan kaa-san.. Saku-chan!" ucap Tsunade sambil menangis histeris.
Karena hari sudah malam, tidak mungkin akan menguburkan jenazah Sakura sekarang. Akhirnya Tsunade memutuskan untuk tetap meninggalkan jenazah Sakura di kamarnya dan akan melangsungkan acara pemakamannya besok pagi.
Keesokan hari
"Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi, tapi kenapa Sakura-chan belum datang ya?" tanya Naruto pada Hinata.
"Apa Saku-chan terlambat lagi?" ucap Hinata yang balik tanya.
"Mana Sakura?" tanya Sasuke yang baru saja datang.
"Entahlah, dia juga masih belum datang. Mungkin dia terlambat lagi." Jawab Naruto. "Lho? Itu buku Sakura-chan kan?" tanya Naruto pada Sasuke saat ia melihat buku Sakura sedang di bawa Sasuke.
"Benar, kemarin Sakura meninggalkan buku ini di bawah lacinya." Jawab Sasuke.
Setelah itu, tiba-tiba saja Kakashi-sensei masuk ke dalam kelas dan wajahnya terlihat sedih.
"Cepat duduklah, ada yang akan Sensei sampaikan pada kalian." Ucap Kakashi-sensei pada seluruh muridnya.
"Hari ini sekolah kita turut berduka cita karena Haruno Sakura telah tiada." Kakashi berkata dengan suara yang benar-benar sedih sekali.
Semua muridnya masih tidak percaya atas apa yang Senseinya katakan barusan.
"Yang benar saja, Sensei." Ucap Naruto terkejut.
"Sensei tidak bercanda kan?" tanya Sasuke yang tak kalah terkejut.
"Sa..Sakura-chan.." ucap Hinata yang sedih sambil mulai menitikkan air mata.
Memangnya siapa yang tidak sedih jika ditinggal oleh orang yang disayangi? Mereka bertiga sangat sedih karena Sakura telah tiada lagi di dunia ini, Sakura telah meninggal.
"Lebih baik kita segera bersiap-siap, sebentar lagi acara pemakamannya akan di mulai." Ucap Kakashi memberitahu pada seluruh muridnya.
Kemudian mereka semua bersiap-siap akan pergi ke tempat pemakaman Sakura untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Sakura.
Perjalanan yang mereka tempuh menuju makam Sakura di Oto kurang lebih sekitar 1 jam setengah, Tsunade memutuskan untuk mengubur jenazah putrinya di Otogakure, tepatnya di sebelah mendiang suaminya, tou-san Sakura.
Setelah tiba, mereka langsung tiurun dari kendaraan dan menuju ke makam Sakura.
"Sakura.." ucap Sasuke dengan lirih. Saat ini perasaannya benar-benar sedang kacau karena orang yang ia cintai sudah tiada.
"Sa..Sakura-chan…" ucap Hinata sambil menitikkan air matanya. Ternyata sahabat baiknya telah benar-benar sudah tiada.
"Kenapa kau meninggalkan kami, Sakura-chan.." ucap Naruto dengan sedih.
Setelah semuanya persiapannya sudah selesai, sekarang jenazah Sakura mulai di turunkan ke dalam liang kuburnya. Saat itu terdengarlah suara isak tangis dari teman-temannya dan juga kaa-san Sakura.
"Saku-chan.." ucap Tsunade sambil menangis.
Sasuke sudah tidak mampu berkata apa-apa lagi, perasaannya benar-benar galau sekarang, setelah kepergian gadis yang satu-satunya ia cintai.
"Obaa-chan, me..memangnya ap…apa yang membuat Sakura meninggal?" tanya Hinata yang masih sesenggukan itu.
"Sakit." Jawab Tsunade dengan singkat.
Ya, itu memang benar. Sakura meninggal karena sakit yang disebabkan karena ia terlambat meminum darah. Tapi, itu adalah janjinya. Sakura sudah berjanji akan berhenti dari kebiasaannya itu, namun hasilnya nihil. Ia malah berakhir seperti Orochimaru, tou-sannya.
Beberapa saat kemudian akhirnya pemakaman Sakura telah selesai. Semua pelayat, termasuk teman-teman Sakura pun telah pergi meninggalkan makam itu.
*~*~*~* Gadis Setengah Manusia *~*~*~*
"Sakura, kenapa kau meninggalkanku? Apa kau tidak tahu kalau aku sangat mencintaimu, hah?" ucap Sasuke entah pada siapa sambil tetap mengendarai mobilnya walaupun terlihat bahwa ia tidak fokus pada jalanan di depannya melainkan pandangannya lebih fokus kearah buku tulis milik Sakura yang masih belum ia kembalikan.
"Sakura, aku tidak bisa hidup tanpamu. Hidupku hancur tanpa kau di sisiku.." Sasuke berkata dengan lirih. "Kalau bisa, aku ingin tetap bersama-sama denganmu." Lanjut Sasuke. Dan rupanya Kamichama mengabulkan keinginan Sasuke barusan. Tanpa ia sadari, dari arah berlawanan muncullah sebuah mobil dengan kecepatan tinggi yang langsung menyambar mobil Sasuke dan menyebabkan mobil yang Sasuke kendarai menjadi rusak parah dan kejadian tadi sukses membuat Sasuke meninggal di tempat.
Sungguh akhir cerita yang sangat ironis sekali.
Pada akhirnya ternyata Sasuke tidak bisa bersama dengan Sakura di dunia ini. Namun, ia berharap bisa bersama dengan Sakura di dunia yang lain. Dunia yang akan menjadi masa depan bagi semua orang, yaitu dunia akhirat.
Semua teman-teman Sakura tidak mengetahui identitas Sakura yang sebenarnya. Mereka semua tidak tahu bahwa Sakura adalah seorang Gadis Setengah Manusia.
*The End*
Hore.. akhirnya selesai juga cerita ini..*teriak2 GJ
Gomen, aku telat nyelesein nih crita, udah telat berapa bulan ya?
Aku bener-bener minta maaf pada kalian semua yang udah nunggu kelanjutan cerita ini karena aku udah sangat lama gak ngelanjutinnya.
Gomen ne?
Semuanya maafin aku karena udah lama gak nglanjutin cerita ini..
Apakah kalian semua masih bersedia meREVIEW?
R
E
V
I
E
W
Please.,
Arigatou Gozaimasu~
Thank you very much~
July, 12 2011
12.37 PM
