Fanfic Saint seiya It's time for Goldies
Disclaimer: Sensei Masami Kurumada
Author: Istar Fantasy
Sudah saatnya beraksi…^o^
Chapter 4
Gara-gara semua makanan di bantai Milo, Aiolia, ama Deathmask sepanjang jalan. Mereka akhirnya jadi kelaparan. rasanya saat ini cacing di perut mereka sudah kena busung lapar…
Untuk menghindari supaya mereka tidak ikut ketularan, merekapun akhirnya mulai mencari makanan sendiri.
" Makanan….woi….makanan …..sini donk…!" teriak semua
Istar: " Kalian semua pada saraf…..yaaaaaaaaaa…..!"
Camus, Dohko & Shion segera memancing ke sungai yang tidak dekat dari tempat perkemahan mereka.
Selain mereka di sungai itu hadir pula Shura yang lagi nyuci peralatan buat masak sambil sesekali nyari pancinya (sebenernya hilang dimana sih tu panci)
Juga Shaka yang meditasi di atas sebuah batu besar di pinggir sungai.
Gak jauh dari sana Aldebaran manjat pohon buat ngambil buah kelapa.
"…Wah….liat… ada kebo manjat pohon…tuh…!"teriak beberapa anak yang lagi nerbangin layang-layang bergambar kepala para Marina. (kayanya Marina lagi jadi tren dikalangan anak-anak desa Merapi soalnya waktu Gunung Merapi meletus kemaren Julian datang ngasi sumbangan)
Di pohon rambutan yang bertetangga dengan pohon kelapa itu ada Aiolia yang lagi ngambil bunga Anggrek yang tumbuh di dahan puncak Katanya sih buat Marin (masih usaha).
Di bawah pohon Aiolos lagi nyiapin anak panah buat berburu burung yang lewat.
Sementara di dalam tenda Aphrodite lagi membalut luka Mu, Milo ama si kembar akibat tragedy kepeleset.
Sedangkan si Deathmask lagi ngorok di ayunan yang di buat Aphrodite.
Aphrodite yang gak bisa P3K malah membalut tubuh orang-orang malang nan makin malang itu seperti mumi mesir.(Semuanya terbungkus tanpa celah)
Di tempat lain Aiolia yang lagi berusaha ngambil pohon Anggrek malah jadi dikerubuti lalat-lalat kaya fans yang mau minta tanda tangan artis kesayangannya karena mereka telah mengetahui sebelumnya Aiolia sempat nyungsep di got.
" Pergi kalian…jangan ganggu perjuangan cintaku…..!" teriak Aiolia (kesel ama lalat)
"Makanya tadi uda di bilang mandi dulu…!" tereak Aiolos dari bawah
Karena tingkat kekesalan Aiolia sudah mencapai batas. Aiolia mengeluarkan jurus Lightning Boltnya untuk memusnahkan lalat-lalat itu.
Lalat-lalat itupun tumbang di iringi tumbangnya pohon kelapa yang ikut menjadi kotban karena tak bisa menghindari serangan Aiolia tidak lupa mereka juga turut mengajak kerbau yang sedang memanjat pohon kelapa itu.
Saat itu tubuh pohon kelapa yang jatuh tidak tinggal diam menyaksikan si penumbang berada di dahan yang dilewati jalur jatuhnya diapun menimpuk dahan itu dan membuat Aiolia terlempar jauh.
Buah-buah kelapapun tidak mau ketinggalan beraksi mereka berebut menghujani kepala Shion & Dohko yang sedang memancing.
Duak…duak….duak…. duak….duak…. duak….duak…. duak….duak…. (suara hujan kelapa)
" Aduuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhh….!" Teriak Dohko
" Kelapaaaaaaaaaaa…..kepalaaaaaaaaaaaaaaa…!" Teriak Shion
Sementara kerbau maksudku Om Alde yang terlempar dari pohon mendarat tepat diatas matras yang terbuat dari badan Aiolos.
Kreeeeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkk
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaa…..punggungkuuuuuuuu…!" jerit Aiolos (kacian pacarku ketiban kerbau)
"Sorry… Los…!" kata kerbau
Aldebaran: " Istar… nama gua Aldebaran….!"
Istar: " sorry…Om….lupa…abis mukanya kerbau banget..!"
Akibat hal itu anak panah Aiolos terlepas dari busurnya dan mengenai istana kerajaan tawon yang kemudian jatuh tepat mengurung kepala Shaka.
Shaka yang kaget berlari secara membabi buta hingga menabrak Camus yang baru saja lolos dari hujan buah kelapa lalu menceburkannya kesungai.
Seketika itu air sungai membeku beserta Shura di tengahnya yang ikut membeku dengan pose patung liberty hanya saja Shura tidak membawa buku & obor Melainkan Ketel dan Spatula.
Di perkemahan Aphrodite keluar dari tenda, dia kaget melihat ada kepiting lada hitam terongok dengan pulasnya di ayunan yang dengan susah payah dia bentangkan.
" Woi…. Kepiting bangun jangan tidur di ayunan ku….!" Teriak Aphrodite sambil nendang Deathmask dari ayunan.
Deathmask yang jatuh dari ayunan ke tangah-tengah kubangan lumpur langsung membara.
" Dasar ikan…. Aku buat pesmol baru tahu rasa….!"
" Meundiungaun diuo buuaottt iukaon ausiun ojauo….(artinya: mendingan di buat ikan asin aja)…!" Kata Saga yang keluar dari tenda dengan badan kakunya & berusaha ngomong walo mulutnya di balut perban.
" Yah… kamu yang salah… seenaknya tidur di ayunan yang sengaja aku buat untuk menikmati alam yang sama cantiknya dengan ek….!" Kata Aphrodite sambil tiduran di ayunan.
Dalam pikiran mereka
Deathmask: " Pokoknya besok kepala ni ikan harus dah jadi pajangan…!"
Saga: " Besok aku panggil trantib buat kandangin ni banci dan menjarain ni kolektor kepala….!"
Istar: " Koq Om Saga bisa bicara dengan lantang & jelas…!"
Saga: " Kan ini di dalam pikiran…"
Back to real
Perhatian ini suara Aphrodite lagi nyanyi segera pasang sesuatu untuk nutup telinga kalian
" Oh indahnya… angin berdesir..(nyanyi)… daun dan bunga berjatuhan di seluruh tubuhku…ohhh….kecantikanku memang sangaaaaaaaaaaaaaa…..huaaaaaaa…"
Belom selesai Aphrodite bernyanyi tiba-tiba sebuah benda jatuh dari angkasa menghantamnya.
Duaaaaaaaaarrrrrrrrr….
" Cakiiiiitttt….. aku inginnya kejatuhan bunga bukan singa….!" jerit Aphrodite
" Aku juga pengen jatuh di pelukan Aquila bukan banci gila…! Teriak Aiolia (yang barusan jadi bintang jatuh)
" Buaaaaaaaaaaahhaaa…haaaa…..haaaa… rasain….!" Deathmask ketawa dengan puasnya.
" Huoa….Huaaoua….hoauoa…!" teriak Saga ( berusaha ikut ketawa )
Gak lama yang lain kembali ke perkemahan
Aldebaran datang sambil membawa beberapa buah kelapa di kedua tangannya dan sebuah Aiolos di punggungnya
Dohko & Shion yang datang dengan membawa benjol yang tak kalah besar dengan kelapa yang di bawa Aldebaran
Camus yang datang dengan membawa patung liberty EShura dan Shaka yang datang dengan wajah penuh bentol bekas serbuan tawon
To be continued
Behind the scane
Aiolos: Katanya aku pacar sekaligus Chara Favorit kamu… koq di kerjai juga….!( beneran ngambek)
Istar: …~_~….
Aiolos: Mana harus ketiban kebo lagi….!(mulai ngomel)
Istar( dalam hati): Bersedia… siap…. lariiiiiiiiii…!( kabur dengan kecepatan cahaya)
