"Apa kamu bisa berdiri?" Dia mengulurkan tangannya padaku. 'Siapa dia?' pikirku. Walaupun begitu, tetapi dia terlihat seperti orang baik. Dengan sedikit ragu-ragu, aku menerima uluran tangannya.
"Mamoru-kun," Tubuhku tersentak ketika mendengar perkataan itu. Padahal aku tidak pernah bertemu dengannya, tetapi dia dapat mengetahui namaku. "Aku memiliki banyak pertanyaan untukmu," Dia menarik tanganku hingga aku dapat berdiri kembali. "Tetapi, pertama kita harus lari dari sini," Banyak anjing dengan memiliki gigi yang terbuat dari besi mulai berjalan ke arah kami. "Kita akan berlari ke arah sana." kata Goenji sambil menunjuk sebuah gedung yang berada di tengah-tengah hutan. Tiba-tiba saja, tanganku ditarik dan aku pun dibawa lari olehnya ke arah gedung itu.
"Hei, apa yang ka-, Mamoru!" kaget Kazemaru dan berlari mengejar kami. Aku pada saat itu menjadi semakin kebingungan. 'Sebenarnya apa yang terjadi?' Aku mulai mengingat-ingat kejadian ketika Hiroto mengajakku ke taman bersama dengan teman-temannya untuk bermain dan... Air mataku mulai mengalir ketika mengingat kejadian yang mengerikan itu.
"UWAAAH!"
Akhirnya, kami sampai ke gedung itu. Goenji menutup pintu gedung itu dengan nafas yang sedikit terengah-engah. Semuanya terlihat kelelahan karena harus terus berlari untuk menghindari anjing-anjing itu. "Apa kamu baik-baik saja, Mamoru-kun?" tanya Goenji. Kazemaru menatapku dengan tatapan kekhawatiran. Anjing-anjing itu sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain melihat kami dari luar jendela.
"Biarkan aku memperkenalkan diriku sekali lagi," Tiba-tiba Goenji menghampiri diriku yang saat ini masih terengah-engah. "Namaku Goenji Shuuya. Cita-citaku ingin menjadi seorang dektektif dunia yang terkenal," Karena dia telah memperkenalkan diri, maka aku pun juga harus memperkenalkan diri, "Ah, aku-"
"Endou Mamoru-kun," Tiba-tiba saja perasaanku kembali diliputi oleh rasa takut. "Aku telah mencaritahu tentang dirimu dari beberapa hari yang lalu," Terlihat dari raut wajah Kazemaru bahwa dia sangat tidak menyukai cowok satu itu. "Serial pembunuhan. Ledakan sekolah. Insiden Sacred Eye. Ketika aku mengeceknya, semua kejadian ini terhubung denganmu. Indera keenam milikku berkata bahwa kamu telah menyimpan sebuah rahasia yang sangat besar."
'Maksudnya diary?' Aku menelan ludahku saking takutnya dengan orang yang saat ini sedang berada di depanku. "Tidak, tidak, aku tidak berkata bahwa kamu melakukan hal-hal yang tidak baik, kok," Dia menunjuk ke arah jendela sambil berkata, "Coba kamu lihat," Terlihat anjing-anjing itu mulai mencoba untuk menerobos masuk ke dalam gedung itu. Melihat hal itu, aku pun terkejut dan tanpa sengaja terjatuh ke lantai. Dia kembali menghampiriku dan berkata, "Jadi, aku menjadi khawatir jika kamu harus terhubung ke dalam insiden-insiden lainnya." Sepertinya, dia bukanlah orang yang jahat.
"Apa benar kamu temannya?" Kazemaru mulai berjalan ke arah kami dengan memperlihat sebuah senyuman yang sedikit mengerikan. "Mamoru, coba kamu pikir baik-baik. Orang yang telah mengendalikan anjing-anjing itu pasti salah satu dari mereka," Kazemaru mulai menunjuk ke arah mereka satu persatu hingga orang yang terakhir ditunjuknya adalah Goenji. "Tetapi dialah orang yang paling mencurigakan." Aku yang tidak senang dengan perkataan Kazemaru secara reflek memukul tangan Kazemaru. "Kazemaru!"
Tiba-tiba Ryuuji berteriak ketika melihat bahwa gedung yang menjadi tempat berlindung kami saat ini telah dikepung oleh banyak anjing yang sejenis. "Ini buruk. Kalau mereka datang secara bersama-sama.." kata Goenji dengan memasang wajah sedikit bingung. Aku mengeluarkan handphone-ku untuk mengecek keadaan. 'Bagaimana ini? Aku harus memberitahu mereka jendela mana yang harus mereka tahan.'
"Mamoru, lebih baik biarkan mereka mencegah masuknya anjing-anjing itu ketika kita sedang kabur." kata Kazemaru sambil tersenyum bahagia kepadaku. Semuanya pun terkejut ketika mendengar perkataan Kazemaru, tetapi sebenarnya akulah yang paling terkejut. "Ti-tidak! Tunggu!" teriakku agar mereka tidak mengikuti perkataan Kazemaru, tetapi rupanya tidak berhasil. Semuanya, kecuali aku dengan Kazemaru, menahan jendela itu dengan berusaha keras agar aku selamat. Aku kembali mengecek diary-ku.
Anjing-anjing akan masuk ke sebelah kiri jendela Ryuu-chan.
'Aku harus memakai diary-ku untuk menolong mereka!'
Anjing-anjing akan masuk ke sebelah kanan jendela Goenji.
'Tetapi, jika mereka mengetahui tentang diary ini, mereka tidak akan menjadi temanku lagi!'
Aku terus berpikir apa yang harus kulakukan sekarang ini. 'Teman... Teman...' Aku terus mengucapkan kata-kata itu di dalam pikiranku. Aku tidak ingin kejadian yang dialami Hiroto terulang lagi oleh teman-temanku.
"Seseorang, tolong tahan jendela urutan ketiga dari sebelah kiri gedung!" Semuanya harus selamat, bukan hanya aku dengan Kazemaru saja. "Mamoru!" kaget Kazemaru. "Aku akan melakukannya!" kata Goenji lalu berlari menuju jendela yang ditunjuk olehku. "Ryuu-chan, tahan jendela di sebelah kirimu!" Ryuuji pun dengan segera menahan jendela di sebelah kirinya. Semuanya berusaha untuk menahan jelndela-jendela gedung agar dapat terselamatkan. Kazemaru hanya dapat menatap kesal pada semuanya.
Hari sudah malam. Anjing-anjing itu tidak lagi menggangu kami, semuanya selamat. "Kita, selamat?" tanyaku yang masih tidak percaya. Goenji membalasku dengan sebuah anggukan dengan tampang yang sedang terkejut. "Hore! Kita semua selamat!" teriak Fudou, anak sialan itu. Dia menempelkan tangannya pada bahuku dengan memperlihatkan wajah yang bahagia. "Hmm, daritadi kamu selalu melihat handphone-mu."
"Ah, benda ini memberitahuku jendela mana yang harus kita tahan, seperti sebuah diary." kataku menjelaskan tentang handphone-ku. Sekilas Kazemaru menampakan wajah yang sangat menakutkan. "Diary?" bingung Fudou.
"Wah, ini baru pertama kalinya aku mengetahui bahwa handphone dapat memberitahukan tentang masa depan juga." kagum Goenji. Tiba-tiba Ryuuji menghampiri sambil memperlihat senyum seperti biasanya, tetapi ada suatu hal yang aneh. Dia menuju ke arah belakangku dan menahan kedua tanganku sambil menodongkan sebuah pisau ke arah leherku. "Kamu memang hebat, Mamoru. Kalau begitu, aku akan mengambil handphone-mu." Aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan diri.
"Mamoru!" teriak Kazemaru dan mulai berlari ke arahku. "Jangan bergerak!" Mendengar suara itu, secara otomatis Kazemaru memberhentikan gerakannya. 'Suara ini!' pikirku, tetapi bukankah itu suatu hal yang mustahil. Mana mungkin orang mati mati bisa hidup kembali, tetapi memang inilah kenyataannya. "Aku tidak percaya bahwa kamu akan membocorkan rahasia semudah itu." Aku melihat Hiroto tanpa bekas luka apapun membuka pintu gedung.
"Ke-kenapa?" kagetku. Kazemaru mengerakkan sedikit kakinya untuk bersiap-siap menyerang, tetapi lagi-lagi Hiroto melarang. "Jangan lakukan itu! Aku memiliki Breeder's Diary!" Aku dengan Kazemaru terkejut. "Untuk memberitahu kalian, sebenarnya Mamoru bukanlah targetku dari pertama,"
"Aku hanya tertuju pada satu tujuan," Hiroto menunjuk ke arah Goenji. "Diary yang kamu pegang... Goenji Shuuya!"
To be Continued
Balasan review:
Kuroka:
Hehe, iya, ini saya ambil dari episode 8, soalnya saya paling suka sama cerita ini! Apalagi pas Akise-kun datang untuk menemui Yukiteru, kyaaa! XDD
Padahal saya pinginnya kalau Akise-kun jadi manusia homo daripada jadi biseksual.. OTL (maaf, yg tulisan satu ini tdk ush dibaca)
Tenang saja, saya nanti masukkin dri episode 8-9 kok :D
Pasti yang Yukii bilang kalo Yuno bukan temannya itu ada Xd
Sama-sama, Kuroka-san! XDD Saya juga suka! XD
Rauto never awesome:
Makasih banyak atas pujiannya :D
Tenang saja, pasti saya akan update secepat mungkin kok! (org sy lg kgk ad kerjaan terus di rmh #plak!)
Yukimura Fuu-chan:
Makasih atas pujiaannya, Asma-san! XD
Tidaaak! Jangan baca manganya! Saya tidak ingin anda melihat adegan itu.. OTL
Akise-kun... (maaf, sy mulai gaje)
Critanya lumayan serem sih, tapi kagak serem-serem banget kok, hehe~
Tapi kalau manganya ceritanya jadi lebih seram daripada di animenya..
Pokoknya Asma-san harus menonton anime ini!
Tenang saja, Hiroto tidak akan mati semudah itu kok!
Hohoho, saya pun juga sangat suka dengan adegan satu itu. Maka dari itu, saya jadi suka dengan anime Mirai Nikki #plak!
